Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 28


__ADS_3

*Aku Gak Akan Kuat Melewatinya Sendiri


Satu minggu sudah iksi tak pernah menyapa ataupun berbicara banyak dengan rafkil, meski begitu rafkil tak melakukan hal yang sama pada iksi, ia selalu menyapa dan mengajak berbicara isterinya itu meski selalu di abaikan.


Jika di rumah ia merasa seakan tinggal sendiri, maka lain halnya dengan suasana di rumah sakit yang akhir-akhir ini dihebohkan dengan isu rafkil dan Zeyyan, hampir di seluruh ruangan semua petugas bergosip tentang kehamilan Zeyyan, merasa murka dengan semua ocehan orang-orang, iapun mengajak Zeyyan untuk makan siang bersama.


Zeyyan : "hai sayang sorry I'm late"


"Ada apa nih tiba-tiba kamu ngajak aku untuk bertemu di tempat ini? Ouw yah kamu pasti kangen kan ama aku?" sambung Zeyyan


Mendengar Zeyyan berceloteh Ia langsung memberikan senyuman sinis pada wanita cantik itu dengan pelototan mata seakan memancarkan kebencian yang bertubi-tubi


Zeyyan : "hei...ngapain liat aku kek gitu? Ouw kamu marah sama aku? Hmm kamu tuh yah marah aja masih tetep ganteng"


Rafkil : "apa yang kamu katakan pada semua staf di rumah sakit?"


Zeyyan : "what???..ouw itu, aku bilang ke mereka kalau aku sedang hamil anak kamu"


Rafkil : "kamu bener-bener keterlaluan yah"


Zeyyan : "what...aku yang keterlaluan? Hei rafkil, sadar mana janji-janji manis kamu yang dulu? Yang katanya kamu akan menceraikan wanita cuppu itu lalu menikah dengan aku dan kita akan hidup bersama selamanya, tapi nyatanya sampai saat inipun kamu belum menceraikan wanita cuppu itu, bahkan kelihatannya kamu mulai betah hidup dengan wanita cuppu itu"


Rafkil : "wanita cupu...wanita cupu...wanita cupu itu punya nama, dia isteri aku, so stop for call her like that" teriak rafkil sangat murka saat isterinya mentah-mentah dihina oleh zeyyan


Zeyyan : "ouw she is your wife" ucapnya pelan dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Rafkil : "of course she is my wife, so last warning for you jangan pernah ganggu rumah tangga aku"


Zeyyan : "kil, please don't angry with me"


Rafkil : "hei look, Kamu mengaku-ngaku pada semua orang yang ada di rumah sakit kalau anak yang kamu kandung itu adalah anak aku dan mereka semua percaya dengan ucapanmu itu, apakah aku harus tertawa dan senang saat mendengar setiap cibiran yang keluar dari mulut mereka, No...of course I'm angry with you, please think about that"


Zeyyan : "kil...I just want you to be the father of my child"


Rafkil : "what...? are you crazy?"


Zeyyan : "please....!!!"


Rafkil : "I'm so sorry I can't"


Zeyyan : "kil..please!"


Rafkil : "No..."


Zeyyan : "please!" ucap Zeyyan sembari menggenggam erat tangan rafkil


Rafkil : "don't touch my hand 'cause I'm


disgusted to you" tukasnya Sembari menghempas tangan zeyyan lalu bergegas meninggalkannya


Zeyyan : "what ? Disgusted?"


Rafkil : "yah..I am d-i-s-g-u-s-t-e-d to you, masih kurang jelas?"


Zeyyan : "hiiikss...hiiiiks..kenapa kamu jahat sama aku rafkil"


Rafkil : "No..kamu yang jahat ama aku, so aku peringatkan sama kamu, mulai detik ini jangan pernah kamu ganggu keluarga aku" tukasnya sembari beranjak dari tempat duduknya tanpa pamit ia segera meninggalkan seorang diri


Zeyyan : "hiiiks...hiiikss...rafkil..Kil? Aku belum selesai ngomong..rafkil???"


"Humm kamu pikir aku bakalan stop begitu aja? No kamu salah rafkil, aku gak akan biarkan kamu hidup bahagia dengan wanita cuppu itu, anak yang aku kandung ini butuh ayah dan aku mau ayah dari anak ini ialah kamu rafkil" gumamnya dalam hati meluapkan segala kekesalannya

__ADS_1


Dengan segala kelelahan dan kekesalan yang bercampur aduk membuat rafkil menjadi tidak fokus dengan tidak sengaja ia menyayat tangannya saat sedang melakukan operasi, ini pertama kalinya rafkil melakukan kesalahan yang cukup fatal, namun ia memaksakan diri untuk tetap menyelesaikan operasi tersebut.


Saat pergantian shift rafkilpun segera kembali ke rumah, baru saja ia akan menaiki tangga menuju kamar, tiba-tiba bel rumahnyapun berbunyi, dengan perasaan yang cukup kesal iapun turun kembali untukbukakan pintu


"Kreeeeeeeek!!!" bunyi gesekkan pintu


Rafkil : "eh mah.. pah..mama sama papah kesini kok gak bilang-bilang"


"Tapraaaaaaaakkk!" sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi rafkil, dengan tatapan yang sangar papa burhan menatap rafkil sembari melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruang tamu


Papa burhan : "belum cukup puas kamu, selama ini buat papa malu?, mau taroh dimana muka papah, Semua orang rumah sakit sudah tau kelakuan kamu"


Rafkil terdiam seketika sembari memegang pipi sebelah kanannya yang memerah itu


Rafkil : "Zeyyan ngomong apa ke papah?"


Papa burhan : "Zeyyan gak ngomong apa-apa ke papah, papah yang tanya langsung ke dia, dengan semua isu-isu yang ada ternyata bukan hanya sekedar isu"


Rafkil : "pah..papah lebih percaya omongan Zeyyan dan semua orang-orang yang dirumah sakit itu ketimbang omongan anak. Papa sendiri?"


Papa burhan : "papa gak percaya apapun yang keluar dari mulut kamu rafkil"


Mama ika : "mama gak nyangka rafkil, kamu bisa setega ini sama mama, sama isteri kamu, belum lagi kalau mertua kamu tau seperti apa tingkah laku kamu yang sebenarnya diluar sana hiiiks..hiiks" tak tahan menahan sakit hati mama ika pun langsung bercucuran air mata


Rafkil : "mah..sumpah rafkil gak pernah sentuh dia mah, ini fitnah mah please tolong percaya sama rafkil"


Mama ika : "rafkil...dari dulu kan mama udah sering mengingatkan kamu, stop berhubungan dengan Zeyyan tapi kamu keras kepala, gak mau dengar ucapan mama, yah begini lah jadinya..hiiikss..hiiiks"


Rafkil : "mah..rafkil harus ngomong kek gimana lagi sih, biar mama percaya sama rafkil"


mama ika : "entahlah rafkil mama sudah terlanjur kecewa sama kamu"


Siru : "mah...pah..?" tukasnya sembari menyalami punggung tangan kedua mertuanya itu


siru : "iksi gak apa-apa kok mah"


mama ika : "iksi..hiiiks...hiiiks...hiiks"


seakan tak kuat melihat iksi mama ikapun sontak memeluknya.


Mama ika : "iksi...sayang kamu udah tau kelakuan rafkil diluar sana? Dan..dan..kamu udah tau kalo rafkil"


Siru : "udah mah, iksi udah tau"


Papa burhan : "apa keputusan iksi sekarang?"


Siru : "keputusan?"


Rafkil : "keputusan tentang apa pah?"


Mama ika : "diam kamu rafkil!!!"


Papa burhan : "apakah iksi siap dimadu?"


Siru : "ha???"


Papa burhan : "atau..ataukah..iksi mau minta cerai dari rafkil, itu..itu pilihan iksi sekarang" rasanya sangat berat papa burhan untuk melontarkan kalimat perceraian pada menantu kesayangannya itu


Iksi yang mendengar ucapan ayah mertuanya itu dadanya seketika terasa semakin sesak seakan tak ada yang bisa ia utarakan saat ini selain membungkam dan menutup telinga dari segala hiruk pikuk yang menerpa rumah tangganya saat ini


Rafkil : "No pah, rafkil gak akan pernah ceraikan iksi"

__ADS_1


Papa burhan : "Egois kamu rafkil....!!!"


Rafkil : "pah..anak yang dikandung Zeyyan itu bukan anak aku pah, aku gak pernah nyentuh dia sama sekali, kenapa sih semua orang gak ada yang percaya dengan ucapanku"


Papa burhan : "papa gak mau dengar alasan apapun, saat ini yang harus kamu pikirkan adalah secepatnya kamu harus menikahi Zeyyan, ayo mah kita pulang"


Mama ika : "iksi sayang mama pulang dulu yah, kamu jaga diri baik-baik yah disini" tukasnya sembari memeluk erat menantu kesayangannya itu.


Siru : "in sha allah ma..!"


Cukup lama rafkil dan iksi berdiri tanpa suara, tak sengaja iksi melihat tetesan darah yang keluar dari ibu jari tangan kanan rafkil.


Siru : "tangan kamu kenapa?"


"loh kok berdarah lagi" tukas rafkil sembari menuju washtafel yang ada di dapur, sesegera mungkin ia mencuci lukanya pada air mengalir, dari belakang iksi menghampirinya sembari membawa sebuah kotak P3K yang berukuran kecil.


Siru : "huufttt tangan kamu kenapa?"


Rafkil : "kamu masih marah dengan aku?"


Siru : "kenapa tangan kamu bisa luka?"


Rafkil : "please iksi maafin aku!"


Siru : "huuufftt rafkil...aku tanya kenapa tangan kamu bisa luka?"


Rafkil : "yes I know, tapi ini gak penting, aku gak peduli mau berpuluh-puluh sayatan yang ada di tangan ini, aku sama sekali gak peduli iksi, yang terpenting sekarang hati aku, didalam hati ini masih ada sayatan karena kamu belum memaafkanku iksi"


Siru : "huuufftt...kalau diliat dari bentuk lukanya, pasti kamu kena sayatan pisau bedah kan?"


Rafkil : "iksi Please jangan mengalihkan pembicaraan, I'm so sorry...please forgive me iksi"


"Aku gak peduli orang-orang di seluruh dunia ini gak percaya dengan aku, gak peduli apapun yang mereka katakan padaku, satu hal yang paling aku takutkan ialah jika kamu yang tidak percaya dengan aku iksi" sambung rafkil dengan matanya yang mulai terlihat berkaca-kaca


siru : "huuufttt..!"


rafkil : *"kenapa kamu diam aja? kamu percayakan sama aku?"


"iksi say something please!"* sambung rafkil


Siru : "kil...hiiikss....hiiiikkss"


Rafkil : "iya!"


Siru : "aku minta maaf udah diamin kamu seminggu ini, aku minta maaf kil..hiikss...hiiks"


Rafkil : "Cheri gak salah kok, sudah sepantasnya aku yang minta maaf ke cheri, please maafin aku cheri"


Siru : "iya..aku maafkan kamu cheri"


Rafkil : "makasih cheri"


Siru : "umm...!" tukasnya mengangguk sembari tersenyum pada rafkil


Sontak rafkil kegirangan tanpa sadar ia langsung memeluk iksi yang tengah tersedu-sedu itu


Rafkil : "tolong bantu aku untuk menghadapi semua ini cheri, karena aku gak akan kuat untuk menghadapi semuanya sendiri"


Siru : "ya..kita akan sama-sama melewati semua ini cheri"


Rafkil : "ya kita akan sama-sama cheri"

__ADS_1


kirim vote sebanyak-banyaknya yah dan jangan lupa save komentarnya juga terkait episode ini, yang belum follow silahkan difollow🏃🏃‍♀️ akun milik author.


mungkin sebagian dari kalian beranggapan bahwa dengan memberikan like, vote, koment dan follow adalah hal yang sepeleh, tetapi bagi author semua itu ialah hal yang sangat-sangat berarti.


__ADS_2