Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 18


__ADS_3

*Lepasin Tangan Aku


Gina : "eh..melamun aja, lagi ngapain sih?" tukas gina


Siru : "eh..oh ini kak lagi nyiapin obat"


Gina : "ow..buat Pasien kamar berapa?"


Siru : "huuufftt..pasien VIP kamar 3 kak"


Gina : "ya udah cepeten dia udah kangen tuh sama kamu"


Siru : "hiiisss..kak gina apa-apaan sih"


Gina : "hehehe"


Belum lama iksiru beranjak ke ruang VIP nomor 3, tiba-tiba dr. Rafkil melakukan kunjungan Visite diruang Dahlia


Gina : "pagi dok?"


Rafkil : "iya..pagi gina, pasien kamar 3 rencana pulang besok yah"


Gina : "aamm..tapi dok, dia minta pulangnya 3 hari lagi"


Rafkil : "loh, dia kan udah mulai sehat, kenapa dia pengen lama-lama dirawat disini?"


Gina : "aamm..alasannya sih, lukanya masih sakit dok"


Rafkil : "nyeri pada luka operasi itu, emang proses penyembuhannya agak sedikit lama, gak seperti luka-luka biasa, takutnya jika dia lama-lama disini bisa saja terjadi infeksi nosokomial"


Gina : "kita udah jelasin berkali-kali dok, tapi tetap aja pasien dan keluarganya ngotot masih pengen dirawat disini, tapi saya yakin deh alasan dia ingin lama-lama disini pasti karena suster iksi"


Rafkil : "houuftt...saya mau visit sekarang"


Gina : "ammm..silahkan dok, kebetulan ada suster iksi didalam"


Tak menunggu waktu yang lama rafkil lalu menuju kamar VIP nomor 3, disana ia begitu terkejut saat memergoki iksiru yang sedang menyuapi pasien tersebut, dibarengi candaan dan tertawa lepas dari keduanya


Rafkil : "ehemm..ehemm..pagi pak Zivan?"


Zivan : "eh..iya pagi dok"


Mendengar suara rafkil sontak iksiru melebarkan bola matanya dengan perasaan sedikit terkejut, senyum dan tawa seakan hilang seketika dari wajahnya saat terngiang lagi kejadian semalam ia dan rafkil bertengkar hebat, namun iksiru berusaha untuk tetap profesional baik itu dengan dr. Rafkil maupun pasien dan keluarganya.


Rafkil : "oke...jadi kondisi bapak sekarang sudah baikan yah, so besok bapak udah bisa pulang"


Zivan : "ammm..tapi dok luka saya masih sakit, takutnya kalo saya pulang nanti kondisi saya makin parah saat dirumah"


Rafkil : "pak, gak ada yang bisa menjamin kondisi bapak akan sembuh total ketika semakin lama dirawat di RS ini, kami dokter dan perawat banyak menangani pasien dengan berbagai karakteristik penyakitnya, yang kami takutkan adalah kalau-kalau akan terjadi infeksi tambahan pada bapak maka kami dari pihak rumah sakit gak akan bertanggung jawab atas kejadian itu pak"


Zivan : "houuftt..baiklah dok, kalo gitu besok saya akan pulang"


Setelah itu tanpa menyapa maupun tersenyum pada iksiru yang berdiri tepat disampingnya, dr. Rafkil segera keluar dan bergegas menuju nurse station yang ada di ruang dahlia sembari menulis beberapa resep obat untuk pasien yang dikelolanya.


Saat mengetahui dr. Rafkil masih saja ada di nurse station, iksirupun seakan berat melangkahkan kakinya, belum lagi ia sampai di nurse station suster gina yang hendak melihatnya sontak memberikan beberapa candaan yang terdengar cukup serius.


Gina : "cie-cie yang habis ketemuan ama ayang bebeb hihihi" tukasnya kegirangan meledek iksiru, namun karena ada rafkil iksirupun tak berani untuk membalas candaan gina


"E eh..denger denger pak Zivan itu seorang menejer loh di salah satu perusahaan kosmetik yang ada di jogja, udah ganteng, baik, kaya, menejer lagi, ya ampun the perfect man" sambung gina yang masih kegirangan.


Siru : "kak gina udah deh" ucapnya bersuara lirih


Gina : "tapi aku liat-liat nih, kalian berdua tuh bener-bener cocok pasangan yang sangat serasi, aamm.. dok aku mau nanya nih, kira-kira dr. Akil setuju gak kalo iksi menikah dengan pak Zivan?" tanyanya pada dr. Akil


Siru : "kak Gina apa-apaan sih?" ucapnya mulai kesal


Gina : "yah..dr. Akil kan sepupu kamu, so gak ada salahnya kan kalo kita minta pendapat sama dia"


Rafkil : "bisa gak sih, kalian kalo di rumah sakit tidak membicarakan hal-hal yang gak penting?"

__ADS_1


Gina : "waduuh dok....kita tuh kalo terlalu serius menghadapi masalah pasien lama-lama kita juga bisa stress" ucapnya sedikit menyinggung sikap dr. Akil, mendengar ucapan gina rafkil seakan malas untuk menaggapinya, tanpa kata ia segera bergegas menuju ruang bedah


Gina : "aammm...iksi?"


Siru : "mmmm..???"


Gina : "emang dr. Akil selalu kek gitu yah?"


Siru : "entahlah kak"


Gina : "eh iksi, emang kamu gak sumpek apah punya sepupu yang cuek dan dingin kek gitu? Padahal dr. Akil itu ganteng banget loh..kayak opa-opa korea"


Siru : "houufftt..entah lah kak, aku gak tau mau ngomong apa, ya udah lah kak aku mau ganti cairan infus pak Zivan dulu yah, udah mau habis tadi" ucapnya sembari bergegas menuju ruang VIP kamar 3


Saat ia akan masuk ke ruang VIP kamar 3 tiba-tiba ia sangat tercengang melihat dr. Rafkil yang masih mengenakan baju OK dan hendak menyandarkan tubuhnya pada dinding lorong yang ada di ruang perawatan Dahlia tersebut, namun dengan acuh iksiru terus berjalan menuju kamar VIP nomor 3



sesaat kemudian saat ia akan keluar, kini iksiru kembali tertegun melihat rafkil yang masih saja menyandar pada dinding lorong tersebut, sekali lagi iksirupun mengacuhkannya namun rafkil menghentikan langkahnya


Rafkil : "iksi..???"


Siru : "houufttt..." tanpa menghiraukan sapaan rafkil, ia terus melangkahkan kakinya


Rafkil : "Iksiru Fakillah" teriaknya


Siru : "hmmm...ada apa? Saya gak punya waktu untuk berlama-lama disini" ucapnya sembari membelakangi rafkil seakan ia enggan untuk menoleh dan melihat wajah rafkil


Rafkil : "ow..dengan suami sendiri kamu gak punya waktu? Tapi kalo dengan Pasien kamar 3 itu, sepanjang shiftpun kamu punya waktu buat dia?"


Siru : "hoouffttt...terserahlah apa yang kamu fikirkan, aku capek berdebat sama kamu"


Saat ia aka bergegas kembali ke nurse station Sontak dari belakang rafkil menggapai tangannya dengan erat


Siru : "ada apa lagi sih? Lepas tangan aku"


Siru : "lepasin tangan aku..sakkkkit tau gak"


Rafkil : "oke..oke..aku lepasin, ikut aku sekarang"


Siru : "gak, belum jam istirahat sekarang, lagipula ada jadwal makan siang dan suntikan obat nanti di jam 11. 30 buat pak Zivan"


Rafkil : "ow..makan siang? Haruskah setiap kali dia makan kamu yang nyuapin?"


Siru : "itu sudah tugas kami, untuk melayani mereka sebaik mungkin"


Rafkil : "tapi dia bisa makan sendiri suster iksiru fakillah..nih aku mau tanya sebenarnya kalian sebagai perawat itu dituntut untuk bersikap simpati atau empati sih sama pasien?"


Siru : "bersikap empati lah dr. Ashrafkil Fariz, saya pikir anda tahu jawaban dari pertanyaan anda" jawabnya mulai kesal


Rafkil : "tapi yang aku lihat kamu lebih cenderung simpati ke pasien itu, kamu suapin dia makan, kamu minumin dia obat, pokoknya apapun permintaannya kamu turutin"


Siru : "dokter ashrafkil fariz dengar baik-baik, bukan gampang tau gak untuk mengambil hati pasien yang pernah memiliki gangguan psikis, pak Zivan itu tidak seperti pasien-pasien yang lain, dia memiliki riwayat depresi 2 tahun yang lalu, pernah mencederai 2 orang temannya bahkan pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, huumm..memanglah bicara dengan orang yang egonya tinggi seperti kamu gak akan pernah ngerti dengan perasaan orang lain" sembari berlalu meninggalkan rafkil


"Hai sayang..?" teriak Zeyyan dari kejauhan yang hendak menyapa rafkil


Rafkil : "hai..Zey, kamu belum istirahat?"


Zeyyan : "loh pertanyaan kamu kok kek gitu sih sayang, aku kesini mau ngajak kamu lah istirahat sama-sama"


Rafkil : "ya udah..aku ganti baju dulu"


Zeyyan : "ok..sayang"


Setelah itu merekapun bergegas makan siang di salah satu restoran yang terletak tidak jauh dari rumah sakit tersebut


Zeyan : "sayang...kenapa sih akhir-akhir ini kayak ada yang beda dengan kamu?"


Rafkil : "ha..beda? Maksudnya?"

__ADS_1


Zeyyan : "ya I mean is your attitude"


Rafkil : "kenapa dengan sikap aku?"


Zeyyan : "akhir-akhir ini kamu tuh lebih banyak diam dan...."


Rafkil : "akhir-akhir ini lagi banyak pasien Zey, please understand me" sambungnya memotong ucapan Zeyyan


Zeyyan : "okey..so, when we get married?"


Rafkil : "Zey..please!"


Zeyyan : "why? I'm just asking to you?"


Rafkil : "okey..tapi Zey bukan waktu yang tepat untuk menanyakan itu sekarang"


Zeyyan : "why?" tanya zeyyan mulai kesal


Rafkil : "okey..kapan kamu mau masuk islam?"


Zeyyan : "Rafkil..bisa gak kita menikah meluk agama masing-masing aja?"


Rafkil : "No..I can't"


Zeyyan : "hoouuftt, okey aku akan coba bujuk mama dan papah aku biar aku bisa masuk islam, so kapan kamu akan ceraikan wanita cupu itu?"


Rafkil : "nantilah kalau kamu udah siap untuk masuk islam"


*************


Saat rafkil kembali ke rumah ia mendapati iksiru yang sedang terlelap di sofa dengan raut wajah yang terlihat sangat kelelahan, namun dengan tidak menghiraukannya iapun segera menuju ke meja komputernya


sesaat kemudian iksirupun terbangun dari tidurnya.


Siru : "eh kamu udah pulang rafkil, kamu mau aku buatin jus strawberry gak?" ucapnya sembari mendekati rafkil


Rafkil : "gak perlu, aku masih banyak stok jus strawberry kotak di kulkas" tukasnya sangat datar


Siru : "tapi jus asli lebih seger rafkil"


Rafkil : "boleh gak jangan ganggu aku sekarang?" ucapnya sangat kesal


Siru : *"okey..maaf"


"kring....kring...kring..!!!"* dering telpon iksiru berbunyi


siru : "halo asalamualaikum dengan siapa ini?..ow dr. adit..gimana kabar dok?...umm ini dapet nomor saya dari siapa yah dok?....ow iya dia itu teman seangkatan aku dulu..hehe, ow jadi dia udah kerja disitu sekarang? ya ampun heheh" ucapnya lewat telpon


mendengar hal itu, rafkil pun terperanjat dari tempat duduknya dan segera merampas Handphone yang dipegangi iksiru.


siru : "kamu apa-apaan sih, aku belum selesai ngomong tau gak?"


rafkil : "udah aku matiin Hpnya, sekarang aku lapar dan tidak ada satupun makanan yang bisa dimakan dari tadi kamu ngapain aja sih? tiduran? atau telponan?"


siru : "hoouufftt...selama ini aku masak juga kamu gak pernah tuh makan masakan aku, sekarang aku malas mau berdebat lagi sama kamu rafkil, aku capek"


rafkil : "mau kemana kamu?"


siru : "bisa gak sih, gak usah sibuk ngurusin urusan orang lain?"


rafkil : "mau kemana kamu?" ucapnya makin kesal


siru : "ya masaklah, mau kemana lagi..katanya lapar"


rafkil : "ouww...hoouuffttt"


*******To be continued.....


Note book : jangan lupa Like👍, coment🤓 dan vote sebanyak-banyaknya yah readers🕵‍♂️🕵🏻‍♀..biar author makin semangat 💪🏻nulisnya✍️...okey👌😊, Love You kalian semua readers ku😘*******

__ADS_1


__ADS_2