Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 43


__ADS_3

*Kota Leeds London


Setelah menghabiskan kurang lebih 14 jam berada didalam pesawat melintasi awan dan ketinggian kini saatnya pesawat yang di tumpangi rafkil akan landing di bandara internasional Heathrow London


Karena malam yang cukup gelap dihiasi titihan gerimis yanh cukup membuat tubuh mengigil itu, seketika Rafkil menuju ke kota Leeds yang juga ditinggali oleh robert, disana ia menyewa kamar hotel dengan bayaran yang cukup fantastik, demi kenyamanan rafkil selalu menomor dua kan uang


Tak mubazir waktu, Rafkil segera menuju ke alamat tempat tinggal Robert, sudah bukan hal yang baru lagi bagi rafkil untuk menapaki tanah london, rasanya rumah kedua setelah indonesia adalah london.


Alamat dan berbagai informasi tentang Robert ia dapatkan dari salah satu temannya yang kebetulan juga sangat dekat dengan Robert, kini ia tengah berdiri tepat didepan sebuah warung copi sesuai dengan alamat yang tertera pada selebaran kertas yang peganginya itu.


"Eheiii doctor Rafkil, ahaaee long time no see, how are you brow? (hai dr. Rafkil udah lama gak berjumpa, apa kabar?)" cetuh Robert kegirangan menyapa Rafkil dengan intonasi suara yang khas kebarat-baratan sembari berjalan pelan menghampiri Rafkil



Mendengar suara Robert semakin membuat darah Rafkil mendidih, ia terus merapatkan giginya seakan amarahnya sudah tak tertahankan perlahan ia mulai mengepal kedua telapak tangannya saat Robert mendekatinya seketika itu pula ia melayangkan beberapa pukulan di wajah Robert.


Robert : "Auuh..What are you doing?..aauuh! Are you crazy? (auuh, apa yang kamu lakukan? aauh kamu udah gila ya?)" teriaknya dengan sedikit kesakitan


Rafkil : "Yeah..I will be Crazy if I see you, you know? (ya, aku akan gila jika aku melihat kamu, kamu tau?)"


Robert : "What do you mean? (apa maksudmu?)"


Rafkil : "You don't know what I mean? I wanna kill you! (kamu gak tau apa maksudku? aku akan membunubmu)"


Robert : "hei..hei, What do you want? (hei, hei, apa yang kamu inginkan?) "


Rafkil : "Hum! you ask me what I want? (kamu tanya apa yang aku inginkan?)"


Robert : "I can give you anything, I swear (aku bisa ngasih kamu apapun, aku janji)"


Rafkil : "Hwaah, anything? (hwaah, apapun?)" cetuhnya sembari tersenyum meremehkan


Robert : "Yeah..money? House? car Or girls? (ya, uang? rumah? mobil atau wanita?)"


Rafkil : "Oh come on..Robert!!! (oh, Robert)"


Robert : "Sorry I am forget if you a doctor and I sure you have money, house, car and everything (maaf aku lupa jika kamu dokter, dan aku yakin kamu punya uang, rumah, mobil dan segalanya)"


Seakan tak ingin mendengarkan celotehan robert yang sangat tidak penting baginya, iapun melangkahkan kakinya mendekati Robert


"Wait..wait..really I don't know what do you want to me! (tunggu, tunggu, aku benar-benar gak tau apa yang kamu inginkan dari saya)" cetuh robert merasa kapok dengan tonjokan yang baru saja ia terima dari rafkil


Rafkil : "We need to talk! (kita harus bicara)"

__ADS_1


Robert : "Okey..but...but..! (iya, tapi, tapi)"


Rafkil : "Now!!! (sekarang)"


Robert : "Ok..ok, fine! (iya, iya baik)"


Robert segera menggiring Rafkil memasuki warung cofeenya, ia lalu menunjukan sebuah meja kosong tepat disisi jendela, beberapa saat Rafkil duduk termenung sembari menunggu kedatangan Robert yang hendak menyiapkan dua cangkir coffe sebagai penikmat suasana saat mereka sedang bercengkrama.


"This is for you! (ini buat kamu)" pungkas robert sembari menyedorkan se cup coffe di hadapan rafkil


Rafkil : "Thank you (terimakasih)"


Robert : "Ok! (iya)"


Rafkil : "Do you still remember with Zeyyan?(kamu masih ingat dengan Zeyyan?)"


Robert hanya terdiam saat Rafkil menyebut nama Zeyyan, sembari memegang ke dua pipinya yang mulai membiru itu, diam dan celotehnya selalu mengundang amarah bagi siapa saja yang menjadi lawan bicaranya.


Rafkil : "Of course you still remember with her (tentu saja kamu masih ingat dengan dia)"


Robert : "Wait..doctor Zeyyan? (tunggu, dokter Zeyyan?)"


Rafkil : "Yeah! (ya)"


Robert : "Yeah she's my X girlfriend, What happen with her? (ya, dia mantan pacarku, ada apa dengan dia?)"


Robert : "What??? She's pregnant? (apa? dia hamil)"


Rafkil : "Yeah..she's pregnant your baby (ya, dia hamil anak kamu)"


Robert : "Are you sure? (apa kamu yakin?)"


Sontak ia terdiam dan terus menyoroti wajah Robert yang sedang nyengingiran dihadapannya itu, gayanya yang woles dan seakan tidak mau tahu dengan persoalan yang hendak dibicarakan saat ini Rafkil semakin merasa diremehkan, hal itu semakin memancing kemarahan Rafkil wajahnya kini mulai memerah dan tatapan mata yang cukup sinis itu mampu membuat Robert sedikit ketakutan.


Robert : "ok she's pregnant my baby...So any problem? (iya dia memang hamil anak saya, apakah ada masalah?)"


Rafkil : "Hei..of course this is problem to me (hei, jelas ini masalah untuk saya)"


Robert : "For you..not me! (masalah kamu bukan saya)" dengan cepat ia memangkas ucapan Rafkil


Rasanya berhadapan dengan Robert bagaikan berhadapan dengan pasien yang sakit jiwa, tidak pernah mengerti dengan alur pembicaraan.


Robert : "So..what can I do for you doctor rafkil? (jadi apa yang bisa aku bantu dr. Rafkil?)"

__ADS_1


Rafkil : "I don't need your help, I just hopefull to you...you will marry her (aku tidak butuh bantuan mu, aku harap kamu akan menikah dengan dia)"


Robert : "Sorry I can't! (maaf aku gak bisa)"


Rafkil : "What? (apa?)"


Robert : "Yeah I am not love her, I think she's verry stupid and like a doll hahhaa! (ya aku gak cinta sama dia, aku pikir dia sangat bodoh dan seperti boneka hahah!)"


Rafkil : "heii...You think is funny? (hei, kamu pikir ini lucu?)"


Robert : "Yeah it's Verry funny hahaa (ya, ini sangat lucu haha)"


Mendengar tawanya yang cukup mengejek itu, Rafkil semakin terlihat murka dengan tingkahnya, dengan keras ia menggeser cangkir putih yang ada di hadapannya itu, menyaksikan hal itu Robert pun membuka suara.


"Ok actually I know she's pregnant my baby but I'm verry dissapointed wit her because she's not love me, she's love you (iya, sebenarnya aku tau dia hamil anakku, tapi aku sangat kecewa dengan dia karena dia tidak mencintaiku, tapi dia mencintaimu)"


Rafkil : "I have a wife! (aku sudah punya isteri)" cetuhnya meninggikan suara di depan Robert.


robert : "so...? (jadi?)"


Rafkil : "Follow me (ikut aku)"


Robert : "Where? (kemana?)"


Rafkil : "Indonesian"


Robert : "Indonesian?"


Rafkil : "Yeah!!!"


Robert : "Ok I follow you, so our conversation is over! ( iya, aku akan ikut kamu, jadi pembicaraan kita sudah berakhir)"


rafkil : "ok..Thanks (iya, terimakasih)"


robert : "your welcome! (sama-sama)"


baru saja ia bergegas menuju tempat pemesanan coffee tiba-tiba dari belakang Rafkil menghentikan langkahnya


rafkil : "aam..robert?"


robert : "yeah?"


rafkil : "I am so sorry about that! (aku minta maaf soal tadi)"

__ADS_1


robert : "Ok..never mind! (ya, gak apa-apa)"


*******To be Continue*******


__ADS_2