Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 25


__ADS_3

*Cheri???


Jam dinding yang terus berdetak dan saat ini telah menunjukkan pukul 23.35 WIB kini rafkil tengah memarkirkan mobilnya di garasi depan rumah, saat rafkil membuka pintu kamar dengan menghela nafas seakan dadanya masih terasa sesak, ia melihat iksi yang sudah tertidur dan masih mengenakan mukenah dengan posisi duduk diatas lantai yang beralaskan sajadah itu iksi menyandarkan kepalanya disisi kiri tempat tidur


kemudian ia memalingkan wajahnya ke arah beberapa bingkai photo pernikahan mereka yang terpampang di dinding kamar tersebut, iapun Mengamati satu persatu ekspresi kebahagiaan yang ada difoto itu.


"ternyata kita berdua pintar acting juga yah...difoto inipun kita menampilkan acting terbaik kita seakan kita menikah atas dasar suka sama suka..hehe..hiiikss...hiiiks..." tukasnya dengan suara pelan


Seketika rafkilpun meneteskan air mata lalu dengan perlahan ia duduk di belakang iksi, sembari menyandarkan kepalanya pada pundak isterinya yang masih terlelap itu, dengan perasaan terkejut akhirnya iksi terbangun dari tidurnya.


Siru : "hummm..rafkil kamu baru pulang?" saat iya menoleh kebelakang iapun sedikit terkejut melihat wajah rafkil yang memerah dengan mata yang begitu sembab.


Rafkil : "iya..hiiikss..hiiikkkss..hiiiikkss" tukasnya sembari bercucuran air mata


Siru : "hei..kamu kenapa?"


Rafkil : "hiiiiks....hiiiikss..hiiiiikks"


Siru : "kenapa kamu menangis?"


Rafkil : "hiiiikkss...hiiiikks...hiiikkss.."


Siru : "emang kamu gak malu nangis didepan aku?"


Rafkil : "suuuuutttttttttt, tolong biarkan aku menangis di pundakmu boleh?"


Ia pun mengiyakan permintaan suaminya itu, sesegera mungkin rafkil memeluk iksi, begitupun iksi membalas pelukan suami nya itu, rafkilpun terus berderaian air mata menangis terisak-isak hal ini membuat iksi bertanya-tanya dalam hati, baru kali ini ia melihat rafkil serapuh ini, namun iksi belum berani untuk menanyakan apa-apa saat ini, ia hanya membiarkan rafkil terus menangis dipundaknya, iksi sangat menyadari bahwasanya pundak seorang isteri lah sekuat-kuat pundak untuk membantu meringankan beban suami.


Masih pagi-pagi sebelum berangkat ke rumah sakit ia menyempatkan membuat sarapan pagi untuk rafkil tak lupa ia membuatkan jus strawberry kesukaan rafkil, saat ia akan berangkat tiba-tiba rafkil menghampiri nya.


Rafkil : "ammm..kamu mau kemana?"


Siru : "ke rumah sakit, ada apa?"


Rafkil : "aaam..gak apa-apa"


Siru : "ow yah..itu aku udah buatin kamu sarapan, ya udah aku berangkat yah"


Rafkil : "aammm...iksi?"


Siru : "hmmm...?"


Rafkil : "ammm..boleh gak hari ini kamu gak masuk dulu...ammm No I mean kamu tukaran shift dulu sama temen kamu yang lain"


Siru : "hmmm..ya udah nanti aku coba bilang ama kak arum yah"


Rafkil : "hmm...kita sarapan bareng yuk" ucapnya sedikit canggunga pada iksiru


Siru : "aam..sebenarnya sih aku udah sarapan, tapi gak apa-apa aku temenin kamu sarapan aja"


Rafkil : "hmmm.."


Saat di meja makan rafkil terlihat lahap menyantap sarapan yang dibuat oleh iksi, sebaliknya iksi sangat bahagia bagaimana tidak sangat jarang rafkil untuk menyantap masakan iksi.


Rafkil : "ke..kenapan kamu ngeliatin aku kek gitu?"


Siru : "hmmm..gak aku...aku cuman senang aja ngeliat kamu mau makan makanan yang aku buatin, iya..kan selama ini baru aja dua kali kamu makan masakan aku"


Rafkil : "udah tiga kali" ucapnya pelan

__ADS_1


Siru : "mmm? Perasaan baru dua kali deh"


Rafkil : "dulu sebelum kita nikah aku pernah sekali menyantap masakanmu"


Siru : "ow..yah kapan ?"


Rafkil : "waktu pertama kali aku berkunjung ke rumah kamu dulu, dan waktu itu kamu kekeh mau masukin parsel ke dalam mobil"


Siru : "ouw..iya..iya..iya, jadi kamu makan waktu itu?"


Rafkil : "iya" sembari tersenyum kecil pada iksi


Siru : "Umm..kirain waktu itu kamu gak mau makan cake buatan aku" ucapnya sembari tersenyum membalas senyuman rafkil


Rafkil : "ammm..iksi?"


Siru : "mmm...?"


Rafkil : "gimana kalau mulai sekarang kita gak usah manggil kamu dan aku, I mean is I call you cheri and you call me cheri too"


Siru : "cheri? Apa itu cheri?"


Rafkil : "cheri itu bahasa prancis yang artinya sayang"


Siru : "ow maksudnya..aku manggil kamu sayang? dan kamu juga manggil aku sayang gitu?"


Rafkil : "ya..why? you are not happy?"


Siru : "bahagia sih..jujur aku sangat bahagia tapi bukankah kata sayang itu terlalu dekat untuk kita yang gak lama lagi akan berpisah?"


Rafkil : "iksi please!" tukasnya dengan wajah yang cukup serius sembari menggenggam tangan iksi


Rafkil : "kita akan coba"


Siru : "ya kita akan coba" ucapnya tersenyum kecil sembari membalas genggaman tangan rafkil.


Rafkil : "ow...Ya kapan mama sama papah datang kesini?"


Siru : "kata mama sih besok, tapi kamu emm maksud aku...cheri mau gak anterin aku belanja bahan-bahan dapur soalnya masih banyak yang kurang sih"


Rafkil : "iya cheri"


Membiasakan menyebut nama pasangan dengan sebuah sapaan yang romantis tentunya sesuatu yang sangat menggelitik bagi seorang iksiru fakillah, apalagi sebelumnya ia tidak pernah bersikap romantis pada siapapun.


Saat sore hari ia dan rafkil bergegas ke pasar, didalam mobil rafkil terus menggenggam tangan iksi yang duduk disampingnya sambil sesekali ia memandangi wajah isterinya yang sedikit kebingungan itu, melihat ekspresi iksi yang sedikit tegang ia hanya bisa memberikan senyum termanisnya pada iksi.


Siru : "ammm..kil? Eemm maksudnya cheri?" ucapnya yang masih belum terbiasa


Rafkil : "iya ada apa cheri?"


Siru : "semalam cheri kenapa?"


Rafkil : "gak ada apa-apa kok"


Siru : "kalau cheri ada masalah, ceri ngomong aja sama aku"


Rafkil : "gak ada apa-apa kok cheri ok? Smile please"


Iapun hanya bisa tersenyum kecil, meskipun seakan ada yang mengganjal dengan perubahan rafkil, namun iksi benar-benar bahagia, sesaat kemudian mobil yang mereka naiki itu menepih di parkiran ujung, satu demi satu mereka mulai membeli persediaan dapur, cukup banyak belanjaan mereka, iksi sangat tidak tega melihat rafkil yang penuh dengan beberapa kantong kresek yang ada ditangan kanan dan kirinya seakan tidak nyaman dengan suasana pasar pinggiran itu becek iya, bau menyengatpun ada belum lagi ada beberapa pembeli baik itu para ibu-ibu maupun anak remaja yang sempat mengambil foto bersama rafkil hal itu cukup membuat rafkil terlihat risih.

__ADS_1


Siru : "aaam..cheri kamu gak apa-apa?"


Rafkil : "ya I'm good, why?"


Siru : "gak..aku cuman gak tega aja ngeliat cheri kek gini"


Rafkil : "gak apa-apa kok cheri, demi kamu apapun itu pasti akan aku lakukan" ucapnya sembari tersenyum manis pada iksi


Iksi yang melihat senyuman termanis dari rafkil itu tiba-tiba merasa gugup dan malu, sesekali ia terlihat salah tingkah.


Saat mereka sampai di rumah ia sempat bertemu dengan khalief dan khair yang tengah mengendarai sport bicycle dan menepih di depan pagar halaman rumah iksi


Khalief : "assalamualaikum, wr.wb"


Siru : "waalaikumsalam kak"


Khalief : "ada yang pengen ana omongin, gimana kalau ditaman sport kamu tenang aja kita gak berdua kok"


"Aamm..cheri tolong bawain barang belanjaan kita ke belakang yah?" ucap iksi pada rafkil


Rafkil : "okeyy" ucapnya tak bergairah, melihat khalief seakan moodnya hilang seketika.


Siru : "aaam..cheri aku mau keluar ma khalief gak lama kok 15 menit aja di taman sport depan"


Mendengar ucapan iksi, rafkilpun tak berespon sama sekali ia langsung mengangkut semua kantong kresek yang berisi buah dan sayur itu lalu ia letakkan di dapur.


Khalief : "itu siapa?"


Siru : "aaam...nanti aku jelasin kak, ammm..ya udah kita berangkat sekarang yuk"


Dengan berjalan kecil mereka menyusuri jalan raya yang menuju taman sport tersebut, mereka didampingi oleh seorang wanita bernama Zahrah, dia merupakan salah satu dosen dari fakultas yang sama dengan khalief.


Khalief : "udah tiga hari iksi, gak membalas surat ana apakah itu berarti iksi menolak permintaan ana?"


Siru : "ammm..seb..sebenarnya aku.."


Khalief : "sebenarnya apa iksi? Jawab aja gak apa-apa kok"


Siru : "sebenarnya iksi udah nikah kak"


Khalief : "astagfirullah haladzim...benarkah, berarti lelaki yang bersama iksi tadi.."


Siru : "iya dia suami aku kak"


Khalief : "ya allah..maafkan ana iksi, ana gak ada maksud buat mengganggu rumah tangga kalian"


Siru : "aku ngerti kak, lagian kak khalief juga gak tahu menahu soal pernikahan aku"


Khalief : "hmmm..udah berapa lama iksi menikah sama dia?"


Siru : "udah mau setahun kak"


Khalief : "hooouuuffttt, ternyata allah mengabulkan do'a ku untuk bertemu kedua kalinya denganmu iksi, tapi sayang pertemuan kita mungkin hanya sebatas ujian perasaan untukku"


**..............To be continue..............


kirim vote sebanyak-banyaknya yah** yang belum follow silahkan difollow🏃🏃‍♀️ akun milik author, petunjuknya ada pada gambar dibawah👇


__ADS_1


__ADS_2