
*Salah Paham Yang Berkepanjangan
gosip terkait rafkil dan Zeyyan saat ini sudah menjadi santapan publik, terlebih lagi pada staf-staf yang bekerja di rumah sakit ayahnya itu, hal ini tentunya juga berdampak pada iksi yang bekerja serumpun dengan rafkil
Gina : "eh iksi?"
Siru : "mmm?"
Gina : "jadi kapan dr. Akil akan menikahi dr. Zeyyan?"
siru : "huuffftt...aku gak tau kak, masih banyak pekerjaan yang perlu diurusi sekarang"
Gina : "masa kamu gak tau, kamu kan sepupunya"
Siru : "huuffftt.."
Gina : "eh..iksi yang kek gitu tuh gak boleh terlalu lama ditunda pernikahan nya apalagi semua orang disini udah pada tahu"
Siru : "yaudah lah kak, aku mau nyuntikin obat dulu yah"
Gina : "huumm..okey semangat yah!"
berada di lingkungan rumah sakit adalah hal yang paling menyakitkan bagi iksiru saat semua orang tengah sibuk menggunjingkan masalah kehamilan Zeyyan yang disangkut pautkan dengan rafkil.
Tak kuasa berada lama-lama di nurse station iksi seakan gelisah sembari sesekali memandangi jarum jam yang terus berdetak dengan perasaan ingin segera berakhir shif paginya, saat pergantian shift iapun segera menghampiri rafkil masih berada di ruang bedah
Siru : "aamm..permisi!"
"Iya, ada apa iksi?" jawab arya seorang perawat yang jaga pagi diruang bedah tersebut.
Siru : "dr. Akilnya ada?"
Arya : "ada iksi, tapi sekarang dr. Akil lagi diruang bedah jantung"
Siru : "ok..makasih yah arya"
Arya : "umm..kembali kasih iksi"
Sekitar 20 menit lamanya ia menunggu rafkil di ruang bedah jantung, dengan mata yang mulai melek itu tiba-tiba ia tercengang saat melihat rafkil yang semakin tampan dengan mengenakan atribut bedah ia keluar dan segera menghampirinya
Rafkil : "cheri?"
Siru : "eh..cheri, gimana operasinya lancar?"
Rafkil : "alhamdulillah lancar, cheri ngapain disini?"
Siru : "nungguin cheri lah, ayo cepeten aku udah laper" tukasnya sembari menunjukkan wajah manjanya itu ke rafkil
Rafkil : "okeyy...tunggu bentar yah cheri, aku ganti baju dulu"
Siru : "oke, ow iya tangan cheri gimana?"
Rafkil : "udah gak apa-apa kok cheri, okey tunggu bentar yah"
Siru : "okey!"
Sesaat kemudian merekapun keluar menuju parkiran namun saat mereka sedang berada di loby rumah sakit mereka sempat berpapasan dengan dr. Zeyyan.
Zeyyan : "helo sayang!"
Rafkil : *"hai.."*tukasnya dengan santai sembari menggandeng tangan iksi
Zayyan : "kalian mau kemana?"
Rafkil : "biasalah urusan suami dan isteri, yuk cheri" tukasnya sembari berlalu meninggalkan Zeyyan
Zeyyan : "Ha..cheri?" gumamnya bersuara lirih
"Kamu sengaja yah mau buat aku cemburu, humm..liat aja apa yang akan aku lakuin setelah ini" tukasnya dalam hati
Saat didalam mobil pun rafkil masih saja menggenggam tangan iksi yang mungil itu, melihat rafkil yang terus fokus menyetir dan hanya terdiam tanpa suara iksipun memulai pembicaraan.
Siru : "kenapa tadi cheri abaikan Zeyyan?"
Rafkil : "hmm? Jadi maksud cheri aku harus ladenin dia terus gitu?"
Siru : "gak..setidaknya cheri gak bersikap seperti itu tadi, kasian Zeyyan dia kan sedang hamil"
__ADS_1
rafkil : "cheri...orang seperti Zeyyan itu makin dikasih hati, semakin menjadi-jadi tingkah lakunya tau gak"
siru : "yah tapi gak seharusnya juga cheri bersikap seperti tadi ke Zeyyan"
Rafkil : "huufffttt...cheri bisa gak sih sekali aja cheri gak usah peduli dengan perasaan orang lain"
Siru : "kenapa cheri ngomong kek gitu"
Rafkil : "Cheri...terkadang kita harus mengorbankan perasaan kita sendiri demi menghargai perasaan orang lain, so menghargai perasaan orang lain boleh tapi harus balance dengan perasaan kita"
siru : "huuufftt...!"
Setibanya dirumah, iksi segera ke dapur untuk menyiapkan beberapa menu makan siang tak lupa ia juga juga menyuguhkan segelas jus strawberry kesukaan rafkil, saat semuanya sudah tertata rapih diatas meja, iapun masih menunggu kedatangan rafkil untuk makan bersama-sama
Siru : "cheri...makanan udah siap nih, ganti baju kok lama banget sih" tukasnya dengan wajah lemas
"I love you" tukas rafkil dari belakang sembari menyedorkan bunga matahari dan sebuah kotak kecil yang masih terikat dengan pita merah
Siru : "waoow, bu..bu.. bunga matahari?"
Rafkil : "mmm...why? Cheri gak suka?"
Siru : "gak...hanya saja ah aneh..." tukasnya sembari menahan tawa yang sedikit lagi akan ia luapkan itu
Rafkil : "aneh? Aneh kenapa?"
Siru : "ialah aneh cheri...biasanya kan kalau pasangan memberikan bunga ke pasangannya pasti bunganya itu yah bunga mawar..bukan bunga-bunga yang lain"
Rafkil : "ia biasanya...makanya aku gak mau yang biasa-biasa aja, aku kan luar biasa gak mau memberikan sesuatu yang sudah sering orang lain lakukan"
Siru : "humm..hehe yaudah makasih yah?"
Rafkil : "kembali kasih cheri"
Siru : "yang di kotak ini isinya apa?"
Rafkil : "daripada penasaran mending dibuka aja"
Siru : "okeeyy..aku buka yah"
Dengan perlahan iksi melepas pita merah yang masih terlilit pada kotak kecil itu, kali ini ia sangat terkejut saat melihat isi dari kotak kecil itu.
Siru : "haaaa..ya allah...cheri jam tangan ini tuh mahal banget tau gak?"
Rafkil : "so, do you like it?"
Siru : "yeah...hiiikss..hiikss..makasih Cheri" tukasnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Rafkil : "kembali kasih Cheri!"
Siru : "padahal kan hadiahnya gak usah semahal ini juga gak apa-apa kok cheri"
Rafkil : "aku kan jarang belanjain cheri, sudah sepantasnya cheri mendapatkan ini semua, udah gak usah nangis lagi, emang cheri gak malu nangis didepan aku?"
Siru : "gak...kenapa harus malu, Cheri kan suami aku...hehe"
Rafkil : "hehe..ya udah kita makan yuk"
Siru : "mmm..!"
************
Jarum pendek jam dinding telah menunjukkan pukul 20.45 WIB, saat ini iksi dan rafkil tengah menikmati beberapa film animasi yang humoris, tawa dan canda sesekali keluar dari mulut mereka hingga mereka dikejutkan oleh bunyi bel pintu.
Rafkil : "ha..siapa sih yang bertamu malam-malam gini?"
Siru : "gak tau"
Rafkil : "gak mungkin kan mamah sama papah"
Siru : "gak tahu, buka aja lah"
Tak berfikir panjang, rafkil segera membukakan pintu
Rafkil : "Zeyyan?..eh om..tante"
"Kami boleh masuk?" tukas ayah Zeyan dengan wajah datar nya ia memandangi rafkil
__ADS_1
Rafkil : "boleh....boleh..silahkan masuk, Cheri tolong buatkan minum yah"
"Iya" jawab iksi dengan suara lirih pada rafkil
"Gak usah repot-repot kami kesini bukan mengharapkan sedekah makan ataupun minum dari kalian" tukas mamah Zeyyan yang berdiri tepat disamping iksi
Siru : "gak apa-apa kok tante, gak repot sama sekali"
"Gak usah!!!" mamahnya Zeyyan kembali menahan langkah iksi
"Saya tadi dari rumah orang tua kamu, ternyata kamu sudah pindah disini, humm rumah kamu besar juga, bisa lah kamu menampung dua isteri dirumah sebesar ini" tukas ayah Zeyyan sembari melihat-lihat isi rumah rafkil
Rafkil : "ada apa yah, malam-malam gini om dan tante kesini"
"Pake nanya lagi ngapain kita kesini!!!" ibu Zeyyan mengungkapkan kalimat pendek itu dengan seluruh kebenciannya terhadap rafkil.
"Saya ke sini, datang baik-baik dengan tujuan yang baik juga, perut Zeyyan makin hari tentunya akan semakin membesar rafkil, jadi kapan kamu akan menikahi Zeyyan?" gumam ayah Zeyyan dengan suara pelan ia tujukan kalimat itu pada rafkil
Rafkil : "ammm..sebaiknya kita duduk dulu lah om"
"Gak perlu, saya lebih nyaman berdiri seperti ini, jawab pertanyaan saya kapan kamu akan menikahi Zeyyan?" sambung ayah Zeyyan dengan berjuta kekesalan yang dipendamnya
Rafkil : "maaf om..tante sampai kapanpun saya tidak akan menikahi Zeyyan"
"Apah??? Semakin tampak ke kurang ajaran kamu sekarang yah, kamu pacari anak saya selama bertahun-tahun, kamu paksa dia masuk islam, setelah itu kamu sentuh anak saya lalu kamu tinggalkan dia seperti ini?" ayah Zeyyan semakin kesal dengan sikap rafkil
Rafkil : "saya sangat salut dengan om, om begitu tulus mencintai dan menyayangi Zeyyan, namun sayang semua ketulusan itu Zeyyan membalasnya dengan kebohongan"
"Kurang hajar kamu...praaaaakk!" sontak ayah Zeyyan menampar pipi kiri rafkil
Zeyyan : "pah..papah kenapa tampar rafkil?" tukasnya dengan wajah yang sangat terkejut
"kil..kamu gak apa-apa?" sambungnya sembari mendekati rafkil
rafkil : "jangan sentuh aku, mau sampai kapan kamu akan terus berbohong seperti ini? apa kamu gak kasian dengan diri kamu sendiri? dengan ke dua orang tua kamu? dengan janin yang kamu kandung saat ini?" ia bersuara lirih pada Zeyyan
zeyyan hanya terdiam mendengar ucapan rafkil sembari menunduk malu dengan perbuatannya, meski begitu ia juga tak punya keberanian untuk berkata jujur pada kedua orang tuanya.
"Zey..rasa sakit yang dia rasakan dari tamaparan papah gak sebanding dengan rasa sakit yang sudah dia berikan kepada kita Zeyyan" tukas ayahnya
Melihat kelakuan dari ayah Zeyyan yang baru saja menampar rafkil semakin membuat iksi merasa geram
Siru : "om..om gak punya hak sama sekali untuk menampar suami saya, keluar dari rumah saya sekarang..!!!"
Melihat iksi dengan gamblang mengusir mereka kini pandangan ayah Zeyyan pun tertuju padanya sembari melontarkan beberapa kalimat
"Humm..bahkan sampai ke titik inipun kamu masih saja membela dia" ucapnya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke wajah rafkil
"Mohon maaf yah pak, bu, dan juga dr. Zeyyan Arishka jika kedatangan kalian kemari hanya untuk membuat keributan di rumah saya lebih baik kalian pulang sekarang" balas iksi sembari mengarahkan ke 5 jarinya kearah pintu
Kali ini rafkil hanya terdiam, dan giliran iksi yang berkomentar, ia hanya menatap bangga terhadap iksi seakan tak menyangka iksi akan mati-matian membelanya seperti itu
"Ok kami akan keluar, tapi satu yang perlu kamu ingat, kamu juga perempuan sebagai seorang perempuan apakah kamu sanggup melihat Zeyyan diperlakukan seperti ini?" sambung mamanya
Siru : "apakah ibu sudah yakin 100% bahwa yang menghamili Zeyyan itu suami saya?"
"Tau apa kamu tentang hubungan mereka?" tukas ayah Zeyyan yang terlihat semakin kesal
Siru : "ok...kalau memang kalian belum puas juga, gimana kalau kita lakukan aja tes DNA, biar terbukti siapa sebenarnya ayah dari janin yang dikandung Zeyyan sekarang"
"No..!" teriak Zeyyan menentang ucapan iksi
"Kenapa Zey? Bukankah dengan melakukan tes DNA semuanya akan jelas" tukas ayahnya
"Pah...Zeyyan malu pah, mau taroh dimana muka Zeyyan, sekarang aja Zeyyan ngerasa kayak hidup diatas komentar orang-orang, apalagi kalo kita lakukan tes DNA maka semakin banyak lagi orang diluar sana yang akan tau tentang kondisi Zeyyan pah" Zeyyan mencoba berkilah
"No..kita tetap harus melakukan tes DNA biar semuanya clear, ayo Zeyyan, mah kita pulang sekarang" tukas papah nya sembari melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Urusan kita belum selesai yah" peringatan keras yang dilontarkan mamanya Zeyyan terhadap rafkil dan iksi
................To be Continued..................
****udah follow belum ????😊
*udah vote belum ????***😊
mungkin sebagian dari kalian beranggapan bahwa dengan memberikan like, vote, koment dan follow adalah hal yang sepeleh, tetapi bagi author semua itu ialah hal yang sangat-sangat berarti.
__ADS_1