
*Dilema
Siru : "aam..Zey, kamu duduk bentar yah, aku buatin minum dulu di belakang"
Zeyyan : "ya thanks iksi"
Siru : "uum!"
Rafkil sesegera mungkin menghampiri iksi di dapur, disana terjadi sebuah perbincangan yang cukup serius diantara keduanya, sempat terjadi beberapa perdebatan kecil namun mereka mencoba untuk tetap bersuara lirih demi menjaga perasaan Zeyyan.
Rafkil : "hei, kenapa cheri nyuruh dia masuk?"
Siru : "dia itu Zeyyan cheri, kenapa sih cheri nanyanya kek gitu?"
Rafkil : "huuffftt cheri, aku tuh gak suka kalo dia ada disini"
Siru : "dia itu tamu kita, gak mungkin kan kita biarin aja dia diluar"
Rafkil : "huuffttt..!"
Saat iksi melangkahkan kakinya tiba-tiba rafkil menahan langkahnya rasanya ia tidak puas dengan keputusan iksi yang seolah-olah membiarkan Zeyyan hadir ditengah-tengah mereka
Rafkil : "cheri..sampai kapan cheri akan terus bersikap baik pada orang-orang yang sudah menyakiti hati cheri?"
Siru : "cheri..berbuat baik itu gak ada batasnya!"
"Mungkin satu-satunya yang menjadi pembatas dalam berbuat baik ialah ego, seandainya dulu aku juga memiliki ego yang tinggi, mungkin pernikahan kita gak akan bertahan sampai ke tahap ini!" sambung iksi dengan suara pelan sembari melanjutkan langkah kakinya
saat mendengarkan perkataan iksi, jantung rafkil seakan ngilu didalam hatinya pun ia sangat membenarkan satu-satunya alasan mengapa hubungan rumah tangganya masih bertahan sampai saat ini ialah karena kesabaran yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh iksi
Dengan senyuman iksi menyuguhkan segelas jus jeruk itu pada Zeyyan
Siru : "aam..diminum dulu zey"
Zeyyan : "ehe..iya, sekali lagi thanks yah iksi"
Siru : "ya!"
Siru : "Zeyyan nginap aja disini untuk malam ini yah"
Zeyyan : "tap..tapi...!"
"No..dia gak boleh nginap disini" tegas rafkil
Siru : "cheri..please!"
Rafkil : "No..!"
Siru : "cheri..apa kamu tega biarin Zeyyan berkendara seorang diri dengan jarak yang cukup jauh"
Rafkil : "dia tau jalan pulang lah, dia berani kesini maka dia juga harus berani untuk kembali"
__ADS_1
Siru : "cheri ini juga udah sore gak mungkinkan dia kemalaman dijalan? Dia tuh lagi hamil"
Rafkil : "hah...itu urusan dia!"
Zeyyan : "kil, emang gak ada sedikit aja rasa iba kamu untukku?" tukasnya dengan menitihkan air mata
Rafkil : "gak ada, hanya rasa benci yang tersisa di hati aku saat melihat wajah kamu"
Siru : "kalo emang cheri pengen Zeyyan pulang, okey..Zeyyan akan pulang, tapi aku yang akan menemaninya untuk pulang!"
Rafkil : "No.."
"Huufffttt oke kamu boleh nginap disini, tapi ingat besok pagi kamu sudah harus angkat kaki dari vila ini" sambung rafkil
Zeyyan : "ok never mind"
siru : "huuuffftt..!"
****************
malam hari kini mulai menyapa, dipelataran vila sudah terpasang beberapa tenda, syifa dan yang lainnya tengah sibuk membuat barbeque, sementara rafkil dan iksi turut mengatur perlengkapan makan mereka, berbeda denga Zeyyan, ia hanya duduk sembari menatap mereka-mereka yang sibuk dengan aktivitasnya seakan merasa sangat canggung dengan keramaian yang ada disekelilingnya itu, ditambah lagi beberapa ungkapan syifa yang menyinggung tentang kebohongan yang mengatasnamakan rafkil atas kehamilannya
syifa : "tarang...udah matang deh!" tukasnya kegirangan
siru : "huuumm wangi banget...jadi gak sabar pengen nyoba!"
dina : "ehehei siapa dulu yang masak kalo bukan aku"
elsa : "oh iya dong harusnya seperti itu, karena berbohong itu selain nyiksa orang lain jadinya nyiksa diri sendiri juga..ahaha iyakan?"
syifa : "ahaha iya iya bener tuh!"
"ihhh..kalian ngomong apa sih, kok aku gak ngerti yah!" cetuh dina
siru : "semuanya udah lengkap saatnya kita untuk makan!"
"yeaayyy!!!" dina dan elsa teriak kegirangan
siru : "eiitss...baca do'a dulu!"
Zeyyan mengamati satu per satu wajah bahagia mereka, dan memotret dengan jelas diinggatannya wajah syifa dan dina yang sedari tadi selalu membuat sesak dadanya dengan beberapa kalimat yang cukup menyinggung itu, sementara dari sisi yang berbeda Zeyyan merasa dadanya
seakan makin menghimpit, saat ia melihat rafkil yang tengah menyuapi iksi dengan penuh kasih sayang terlihat sangat sempurna mereka ciptakan kebahagiaan malam ini, rasanya memutuskan untuk tetap berada di vila ini merupakan kesalahan terbesar yang baru saja ia buat.
waktu telah menunjukkan pukul 13. 00 WIB, disaat yang lain sudah terlelap, sementara Zeyyan masih saja termenung dengan berbagai masalah yang tengah menerpanya saat ini, didalam tenda yang berukuran kecil itu ia sesekali membolak balikan badannya, seakan merasa tak nyaman harus tidur sendiri di dalam tenda, sesekali ia juga membuka resleting tenda untuk mengamati tenda rafkil yang terpasang cukup jauh dari tendanya.
**************
saat semua terbangun di pagi hari yanh cukup berembun itu, mereka dikejutkan oleh Zeyyan yang sudah tidak terlihat ditenda, namun mobilnya masih terparkir di depan vila
siru : "Zeyyan kemana?"
__ADS_1
syifa : "gak tahu"
dina : "tadi pas sholat subuh, aku emang udah gak ngeliat Zeyyan dalam tenda"
elsa : "oppa rafkil juga kemana?"
mengetahui hal itu, iksipun semakin panik dan mencoba mencari mereka di sekitaran vila, berjam-jam sudah ia telusuri vila demi vila yang ada disitu, ia menanyakan pada beberapa wisatawan terkait ciri-ciri Zeyyan dan rafkil namun tak ada satupun yang melihat mereka.
saat mentari telah berubah posisi ke arah tengah, menandakan waktu dzuhur akan tiba, iksi dan ketiga temannya itu terlihat sangat kelelahan.
syifa : "iksi..kita balik ke vila dulu yuk, dikit lagi udah mau sholat"
siru : "iya! maaf yah aku udah ngerepotin kalian"
syifa : "ihh gak repot sama sekali kok, malah bisa sekalian olahraga kan, hanya aku ngerasa kek udah gak nyaman deh dengan bau-bau yang ada ditubuh ini, masalahnya sekarangkan kita gak nyuci muka, gak gosok gigi hehe"
siru : "huuum!!"
syifa : "eh iksi..jangan-jangan si rafkil keluar berdua lagi ama si Zeyyan"
siru : "haaa..???"
syifa : "coba deh kamu pikir-pikir, Zeyyan ngilang gak tau kemana, rafkilpun tiba-tiba gak ada, bukan kebetulan kan?"
siru : "tapi..kalau mereka keluar berdua, mereka keluar kemana?"
syifa : "aku nanya ama kamu, kira-kira menurut kamu rafkil masih cinta gak ama Zeyyan ?"
siru : "aku..aku gak tau pasti syif, rafkil itu orangnya sulit ditebak"
syifa : "okey..sekarang aku tanya, apa kata hati lu saat ini? gak usah dijawab, tanya aja hati lu"
siru : "syif....hiiiikss...hiiikkss...hiiikss..!!!"
melihat air mata iksi yang bercucuran dari sudut matanya itu, sontak syifapun langsung memeluk iksi sembari mengusap-usap punggungnya
"you must be strong iksi...you must be strong" tukas syifa menguatkan
siru : "aku gak tau sampai kapan aku harus kuat syif...hiiiiikss..hiiikkss..hiiikss..!"
syifa : "kamu gak boleh lemah iksi, gak boleh"
siru : "makasih syif..udah menguatkan aku..hiikss...hiikss..hiiiks!"
syifa : "yah..!"
...........To be Continue............
#Follow yah..🙏
#Like👍 and coment😊
__ADS_1