
*Terabaikan
Saat sarapan pagi, rafkil terus memandangi wajah ibunya yang hanya diam tanpa suara, dengan ragu-ragu rafkil memulai pembicaraan.
Rafkil : "aammmm...mah? Mamah masih marah ama rafkil?......rafkil minta maaf yah soal semalam" ucap rafkil dengan nada suara pelan.
Namun mamanya masih saja diam, tanpa menghiraukan ucapan anak pertamanya itu, ia terus mengolesi selai cokelat pada selembar roti yang dipeganginya dengan wajah yang sendu ia terus menunduk lesuh.
Rafkil : "mah...please tell me something, what do you want?...Rafkil janji rafkil bakalan nurutin kemauan mama sekarang, apapun itu mah"
Mamah : "okey...mama mau setelah ini kamu jemput iksi, kita ketemu di butik langganan mamah"
Rafkil : "ha??? Ngapain ke butik mah?"
Mamah : "yah ngapain lagi kalo bukan fiting baju pengantin kalian!"
Rafkil : "loh, apa ini gak terlalu cepat, kok udah mau fiting baju sih mah"
Mamah : "katanya mau nurutin kemauan mamah hari ini" ucap mamanya meledek rafkil.
Rafkil : "ouuuwww...ok..ok mah" ucap rafkil semangat tapi gak ikhlas.
Mamah : "bulan depan kalian tuh udah mau nikah, jadi segala sesuatunya seperti baju, dekorasi, prasmanan dan lain-lainnya itu harus dipersiapkan dari sekarang"
Rafkil : "hoouuufftt...terserah mama aja lah" rafkil menarik nafas panjang saat mendengar ucapan mamanya.
Dila : "ouuuw jadi perempuan yang namanya iksi semalam itu calon isterinya kak rafkil mah?"
Mamah : "dila...bukan iksi, tapi kak iksi" ucap mamanya memperbaiki ucapan rafdila
Dila : "huuuhh diakan bukan kakak aku mah"
Mamah : "dila..meskipun dia bukan kakak kandung kamu, setidaknya dia lebih kakak dari kamu, kamu harus hargai dia" ucap mamanya dengan tegas.
Dila : " iya mah..kak iksi" ucap dila kembali dengan melototi matanya.
"Menurut kamu dia orangnya gimana dek?" tanya rafkil sembari senyum senyum meledek
Dila : "cuuuuupppuuuu"
"Hahahahahah" sontak rafkil dan dila tertawa terbahak-bahak.
Rafkil : "kenapa dek kamu katain dia cupu???, ahahah"
Dila : "iya lah kak, masa semalam dia datang ke sini pakaiannya kayak orang yang mau ngelamar kerjaan sih kak, hanya pake kemeja pink, hijab item ama rok item doang"
"Hahahahahah" sontak merekapun tertawa kembali.
Mamah : "dila....!!! Keterlaluan kamu" teriak mamahnya geram dengan ucapan dila yang terus menghina iksiru.
Dila : "emang ada yang salah dengan ucapan aku mah?...lagipula kenapa sih mama selalu memaksakan kehendak untuk menikahkan kak rafkil dengan perempuan itu"
Mamah : "dila...!!!" teriak mamanya geram dengan sikap dila
Dila : "mah..kak Zeyyan jauh lebih baik dari perempuan itu mah"
Mamah : "cukup dila....!!! Kamu gak usah ngurusin hal-hal yang bukan menjadi urusan kamu, rafkil jangan lupa jemput iksi" sembari berlalu meninggalkan meja makan.
Sesuai janjinya, tepat pada pukul 09.30 iksiru dijemput oleh rafkil, saat perjalanan menuju butik suasana dalam mobil terasa hening, tak ada percakapan diantara ke duanya, hanya terdengar desiran angin dan bunyi klakson mobil sesekali di pencet oleh rafkil, hingga iksiru memberanikan diri untuk memulai percakapan.
Siru : "aaamm....pak rafkil gak dinas hari ini?" tanya iksiru sedikit canggung dengan rafkil.
Dengan ekspresi datarnya ia tak menggubris pertanyaan iksiru, dan terus fokus menyetir.
Siru : "uuummm..pak rafkil boleh gak berhenti di depan sana, aku mau beli jus jeruk nya, aku haus banget!"
Rafkil : "saya bukan sopir pribadi kamu" ucapnya dengan ekspresi yang datar
Siru : "uuummm...ya udah kalo gitu saya turun disitu, pak rafkil duluan aja ke butik, nanti saya naik ojek nyusul kesana"
__ADS_1
Rafkil : "are you crazy???" ucap rafkil menghentikan mobilnya sembari melototi iksiru.
Siru : "houufftt terserahlah pak rafkil mau ngomong apa, yang jelas saya gak mau mati gara gara dehidrasi disini" sembari keluar dari mobil dan memesan 2 Cup jus jeruk.
Sesaat kemudian iapun kembali ke dalam mobil dan menyedorkan se cup jus jeruk yang dibelinya tadi pada rafkil.
Siru : "nih...aku tau kok, pak rafkil pasti haus kan?"
Sekali lagi rafkilpun mengabaikan iksiru, seakan iksiru berbicara dengan patung.
"Hoouuufftt..!!!" iksiru menghembuskan nafas panjang, seakan ia paham dengan sikap rafkil yang begitu dingin.
Tepat pukul 11.00 mereka tiba di butik, diasana sudah ada tante ika menunggu sambil melihat-lihat majalah gaun pengantin.
Siru : "assalamualaikum, tante!!" sembari cipika cipiki dengan tante ika
Tante ika : "waalaikumussalam, iksi sayang"
Rafkil : "assalamualaikum, mah!" sembari mencium tangan mamahnya
Tante ika : "waalaikumussalam, sayang, coba kalian liat liat dulu mana yang kalian suka"
Rafkil : " terserah mama aja, rafkil ngikut kok mah"
Tante ika : "iksi gimana sayang? Warna apa yang iksi suka?" sembari menunjukkan beberapa gambar yang ada di majalah tersebut
Siru : "putih sama cokelat kayaknya bagus deh tante, tapi gak tau pak rafkil suka apa gak"
Tante ika : "rafkil ngikut aja, ow yah gak usah manggil pak rafkil..panggilnya rafkil aja, okeyy sayang?"
Siru : "hehe iya tante"
Tante ika : "ya udah...jeng saya pesan yang ini yah!!"
Usai fiting baju pengantin, tante ika pun bergegas kembali karena ada urusan mendadak di rumah.
Tante ika : "rafkil...kamu ajak iksi makan dulu, setelah itu baru anterin dia pulang, mama balik duluan yah.." bisik tante ika terhadap rafkil
Tante ika : "iksi sayang tante pulang dulu yah..assalamualaikum" sembari cipika cipiki dengan iksiru
Siru : "iya waalaikumussalam tante..hati-hati"
Cukup lama rafkil dan iksiru berdiri di depan butik tersebut, tanpa percakapan, hingga membuat iksiru mulai jenuh.
Siru : "aammmm...ayo kita pulang, kita nungguin siapa sih disini?"
Seperti biasanya, rafkil tidak menggubris perkataan iksiru, ia hanya fokus melihat Hp dan sesekali melihat ke arah kiri dan kanannya seakan ia sedang menunggu seseorang.
"Hai..sayang maaf aku sedikit telat" ucap salah seorang wanita yang menghampiri rafkil.
Seketika iksiru pun tercengang melihat wanita itu, kenapa tidak wanita yang berparas cantik, bertubuh ramping dan berpenampilan modis layaknya seorang model itu tiba-tiba datang dan langsung memeluk serta cipika cipiki dengan rafkil.
Rafkil : "ow iya kenalin ini iksi....aaammm iksi ini Zeyyan"
"dokter Zeyyan Arishka" sambung Zeyyan sembari menyedorkan tangannya pada iksiru.
Siru : "iksi" balas iksiru sembari tersenyum kecil.
Rafkil : "ya udah kita jalan sekarang" sembari berjalan menuju mobilnya.
Saat perjalanan...didalam mobil, iksiru hanya jadi pendengar setia dari setiap percakapan rafkil dan Zeyyan yang duduk didepan, iksiru terheran heran dengan sikap ramah dan perhatian rafkil pada Zeyyan, kenapa tidak, sosok rafkil yang saat ini ia lihat sangat jauh berbeda dengan rafkil yang ia kenal saat tak ada Zeyyan, sesaat kemudian rafkilpun memarkir mobilnya di halaman sebuah restoran mewah.
"Kita makan bentar yah!" ucap rafkil sembari membuka sitbelnya
Zeyyan : "ok..sayang!"
Siru : "aammm..aku..aku..aku langsung pul..."
belum selesai iksiru ngomong rafkil dan zeyyan sudah bergegas turun dari mobil dan langsung menuju loby restoran tersebut. Dengan keadaan terpaksa iksiru pun berlari mengikuti mereka, saat mereka masuk ke dalam ternyata setiap meja yang ada hanya tersedia dua kursi saja, yang sudah diduduki oleh rafkil dan zeyyan.
__ADS_1
Siru : "aku duduk dimana?" tanya iksiru pada rafkil
Zeyyan : "heyy..emang lu pikir lu tuan putri? Setiap apapun yang lu butuhkan, lu nyuruh rafkil yang harus siapkan? Ngaca....!!"
Tanpa kata iksirupun menuju disalah satu meja yang kosong tepat dibelakang Zeyyan, sembari membuka buku menu yang ada di atas meja.
"Ya allah...mahal semua menu-menunya hoouuufftt...uang aku gak cukup lagi, pesan gak yah..?" gumam iksiru dalam hati, sambil sesekali ia melihat rafkil yang sedang asyik mengobrol dengan Zeyyan, tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang pria yang sedang mencari tempat duduk kosong.
"Aaaamm..permisi boleh aku duduk disini?" tanya pria tersebut.
"Iya ***....eh dokter adit?" tukas iksiru
dr. Adit : "eh...iksi, haha ya ampun gak nyangka kita ketemu disini yah"
Siru : "hehehe iya dok"
dr. Adit : "iksi kerja dimana sekarang?"
Siru : "untuk sementara belum kerja dok, hehe"
dr. Adit : "oww masih mau menikmati liburan yah?" tanya dr. Adit meledek iksiru
"Heheheh" sontak dr. Adit dan iksiru tertawa
Siru : "dr. Adit tugas dimana sekarang?"
dr. Adit : "tuh..di rumah sakit depan"
Siru : "Ouw!!!"
Kini giliran rafkil yang terlihat rada risih melihat kehebohan dr. Adit dan iksiru, terkadang sesekali ia memperhatikan wajah iksiru yang begitu bahagia mengobrol dengan dr. Adit.
dr. Adit : "hmmm lumayan lama yah, kita gak ketemu, seingat aku dulu terakhir ketemu iksi.....iksi masih praktek S1 dan aku masih jadi dokter magang"
siru : "hehe iya bener bener"
dr. Adit : "hehe iksi udah pesan makan?"
Siru : "ini baru mau mesan dok!"
dr. Adit : "yaudah kamu pesan nanti aku yang traktir ok?"
Siru : "wah bener nih dok..?"
dr. Adit : "iya.."
Siru : "okey...aammmm..mba'" iksiru memanggil pelayan
"Iya" jawab salah seorang pelayan restoran sembari berjalan menuju meja iksiru
Siru : "saya pesan orange juice special, sama.....burger anget gak pake keju yah mba' "
"Iya, terimakasih atas pesanan anda" jawab pelayan restoran tersebut
Setelah beberapa saat pesanan datang iksiru langsung menyantapnya dengan lahap.
"Alhamdulillah..! Makasih yah dok atas traktirannya" ucap iksiru yang sudah kekenyangan
dr. Adit : "hehe iya kembali kasih..aammm iksi?"
Siru : "ummm?"
dr. Adit : "aku boleh minta Nom.....?" belum selesai dr. Adit berbicara tiba-tiba ucapannya dipotong oleh rafkil yang berdiri tepat di samping iksiru
"Eheemm...ehemm, go home right now" ucap rafkil memotong pembicaraan dr. Adit.
Siru : "aaamm..dokter adit maksih yah atas traktirannya, aku balik duluan yah"
dr. Adit : "okey, hati-hati yah..ingat aku akan selalu menjadi penggemar mu" ucap dr. Adit pada iksiru sembari tersenyum kecil, iksirupun membalas ucapannya dengan senyuman sembari berlalu meninggalkan dr. Adit.
__ADS_1
Setelah mengantar Zeyyan kini rafkilpun mengantar kembali iksiru kerumahnya, saat perjalanan didalam mobil tampak sesekali rafkil melirik iksiru yang duduk dibelakang dan terlihat sangat kelalahan, iksirupun diam-diam memerhatikan tingkah rafkil yang curi curi pandang dengannya,namun dengan mata yang sendu seakan iksiru tak ingin mengeluarkan sepatah katapun. Berulang ulang kali iksiru berfikir rasanya aneh baru kali ini ia melihat rafkil melakukan hal yang tidak biasanya dia lakukan, seakan ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada iksiru.