Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 44


__ADS_3

*5 Menit Sebelum Check In


Sebelum Check in rafkil sempat beberapa kali menghubungi kontak robert, namun lagi-lagi nomornya masih saja sulit untuk dihubungi


"Apa dia sengaja mau main-main sama aku! Huuufftt...robert kamu dimana sih!" cetuhnya sangat cemas


Sumpek menunggu robert yang tak kunjung datang, rafkilpun memesan se cup coffe sebelum memulai penerbangan, di kursi tunggu ia terus melototi satu demi satu para penumpang yang ada di sekitar bandara internasional Heatrhow London tersebut


"Ahaaeee Good Morning doctor..!!! Long wait???" cetuhnya sembari menepuk pundak rafkil dari belakang


Dengan sedikit rasa terkejut dan tarikan napas yang panjang rafkil kemudian menoleh ke arah robert dengan wajahnya yang mulai memerah karena menahan kekesalan demi kekesalan yang diperbuat robert, namun tanpa sepatah kata maupun kalimat ia segera menggiring robert untuk melakukan check in


hampir 2 minggu rafkil bermain kucing-kucingan dengan robert dikota Leeds, akhirnya hati robert luluh juga, dan mau ikut ke Indonesia bersama rafkil


**********


Rafkil : "Assalamu'alaikum!!!"


"Waalaikumussalam!!!" cetuh iksi dari dalam sembari membuka pintu


Saat melihat iksi, robert sedikit terkejut dan sedikit melongo, seakan ia tak tau bagaimana harus mengawali percakapan, sangat terekam dimemorynya kalau wanita indonesia kebanyakan tidak terlalu tertarik dengan penampilan lelaki yang kebarat-baratan


Robert : "aamm..she is your wife?"


Rafkil : "yeah!!!"


Robert : "Wahaaoow very pretty...aaam hai..???" cetuhnya sembari menyedorkan tangan kanannya yang penuh tato itu seraya mengajak berkenalan


Iksi menatap aneh styles seorang pria yang berdiri tepat disamping suaminya itu, yang hampir seluruh tubuhnya dipenuhi tato, meski begitu tak mengurangi rasa hormatnya kepada tamu Ia hanya tersenyum kecil tanpa berjabat tangan dengan robert yang menurutnya sangat ceplas ceplos itu, sontak robert gelagapan dan sedikit terlihat salah tingkah saat iksi tak mau berjabat tangan dengannya


Robert : "ohow..ya sorry!" cetuhnya sedikit merasa malu pada iksi


"Ngomong pake bahasa indonesia aja!" balas rafkil pada robert


Robert : "okeey..saya akan pakai bahatsa indoneizia!!!" cetuhnya terbata-bata


"Bhuuwwsss...!!!" iksi seakan tak mampu menahan tawa saat mendengar robert berbicara menggunakan bahasa indonesia yang cukup terdengar lucu itu


"Why are you laughing??? No I meand is kehnahapa anda therthawa?" tanya robert penasaran


"Huumm..gak kenapa-napa kok! Ayo masuk!"

__ADS_1


Saat rafkil akan melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah sementara robert masih terlihat bengong seakan sedang memikirkan arti dari kalimat yang baru saja iksi lontarkan tadi seketika itu dari belakang robert pun bersuara lirih pada rafkil


Robert : "What did she say?"


Rafkil : "she say is never mind, so please come in and dont too much asking right now"


Robert : "oo....okey..okey!"


Siru : "kalian ngomong apa sih, ngomongnya kok bisik-bisik gitu?"


Rafkil : "aam..gak apa-apa kok cheri, hmmm cheri masak apa hari ini?"


Siru : "yaaap masak menu biasa aja seperti yang kemaren-kemaren, Cheri sehat kan?"


Rafkil : "yapp alhamdulillah...!!! Cheri gimana sehat kan?"


Siru : "ya...hanya sedikit rindu!!!"


Rafkil : "ouw yah? Sedikit rindu? Bagaimana dengan aku yang teramat rindu? Rindu dengan isteri ku..anak aku" cetuhnya sembari mengelus-elus perut iksi


Siru : "huuum...makasih cheri atas rasa rindunya!"


Rafkil : "yap! Sama-sama!"


Rafkil : "uumm..yuk!" balasnya sembari tersenyum manis pada iksi


dimeja makan sudah tertata beberapa menu makanan yang tentunya bagi robert semua makanan itu adalah makanan khas dari Indonesia


rafkil : "makan yang banyak yah robert, gak usah malu-malu"


robert : "hmmm masakan isteri anda Veri Delicious! and saya tidak malu dengan anda yang saya malu itu dengan isteri anda"


"bhuuwss" rafkil seakan tak kuasa menahan tawanya


rafkil : "robert..listen, aam you can mention Anda is kamu"


robert : "ow, so the meaning is the same?"


rafkil : "yaap!..setelah ini kamu bisa istirahat dikamar depan"


robert : "aam tidak apa-apa, biar saya sewa hotel saja"

__ADS_1


rafkil : "no...save your money for your marry!" cetuhnya dengan tatapan sedikit tajam pada robert


robert : "okey....!"


**********


usai makan siang, robert segera menuju kamar depan untuk beristirahat, sementara rafkil dengan segala penat dan kelelahannya ia masih saja menemani iksi beres-beres dapur sembari sedikit bercengkrama


siru : "aam..jadi dia yang namanya robert"


rafkil : "kenapa cheri ngomong kayak gitu?"


siru : "gak sih..hanya saja aku sedikit takut dengan penampilannya!"


rafkil : "iya..dia keliatannya seperti berandal, tapi percayalah cheri dia orang yang baik"


siru : "dia kerja apa di london?"


rafkil : "dia punya kafe, yaah meskipun gak besar-besar amat"


siru : "Huumm...emang cheri yakin kalo orang tuanya zeyyan bakal nerima robert?"


rafkil : "Cheri kok ngomongnya kayak gitu sih"


siru : "bukan apa-apa sih cheri, tapi kalau mau dibandingin cheri sama dia tuh of course orang tuanya zeyyan lebih memilih cheri, dari segi penampilan dia yang seperti itu dan dari segi pekerjaan dia"


rafkil : "cheri...ini satu-satunya jalan, untuk mengungkap kebenaran, suka tidak suka mau tidak mau mereka harus terima apapun kenyataannya"


siru : "terlepas dari orang tuanya apakah cheri yakin..kalo...kalo..kalo.."


rafkil : "kalo apa?"


siru : "kalo Zeyyan bakal nerima robert?"


rafkil : "hadduuh cheri ngomong apa sih, of course lah dia bakal terima robert dia kan cinta sama robert!" cetuhnya mulai kesal


siru : "cheri...cheri yakin dia cinta sama Robert?"


rafkil : "huuuftt..cheri kalo dia gak cinta sama robert dia gak mungkin punya anak sama robert!"


siru : "iya tapi kan...."

__ADS_1


"aduuuuuh udahlah...aku masih lelah, masih capek dan baru saja selesai makan, makanankupun belum tercerna dengan sempurna di lambung, cheri udah ngajak aku bahas tentang masalah ini, buang-buang energi aku aja tau gak" tak mau kesal terlalu jauh rafkil segera memotong ucapan isterinya, sembari berlalu menuju kamar


sementara iksi hanya bisa menarik nafas dan menelan ludahnya menyaksikan kekesalan rafkil terhadapnya sembari membilas beberapa piring kotor yang sudah ia sabuni


__ADS_2