Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
EPISODE AKHIR


__ADS_3

* 6 Tahun Kemudian


"zilda..ayo makan, bentar lagi papah telat ke rumah sakit nih" rafkil mencoba membujuk putrinya untuk makan siang, kali ini zilda terlihat cemberut, saat ini yang ada di fikiran anak sekecil itu ia hanya ingin menghabiskan banyak waktu bersama sang ayah



visual dari Razilda Mahya Anugerah


"Zilda kenapa sih gak mau liat papah? zilda marah ya sama papah?" terus saja rafkil berceloteh dihadapan putrinya itu, namun lagi-lagi Zilda masih saja membungkam


iksi yang sedari tadi mendengar berbagai macam rayuan rafkil terhadap sang putri dengan penasaran iapun segera menghampiri mereka


"ada apa siih? coba deh cerita sama mamah" iksi bersuara manja dihadapan sang putri


"zilda marah sama papah, papah gak punya waktu untuk zilda, selalu aja papah ke rumah sakit" balasnya memonyongkan mulutnya, seketika rafkil menyedorkan makanan zilda pada iksi sembari berpamitan, tak lupa ia mengecup kening zilda yang masih saja terlihat ngambek itu


"Zilda gak boleh ngomong kayak gitu, papah zilda kan dokter, tugas papah membantu orang-orang yang sakit, lagi pula , kan selama ini zilda minta apa aja papah selalu beliin" dengan kalimat sederhana iksi memberi penjelasan pada zilda


"tapi zilda kangen papah mah!!!"


"nanti malam kan papah balik lagi kerumah, ya udah Zilda makan dulu ya?" kalau soal bujuk-membujuk memang iksi juaranya, seketika zilda langsung mengangguk saat disuapi makanan


*******


tepat pada pukul 20.35 WIB, zilda masih saja sibuk bermain-main diruang TV, dengan iksi yang masih menyiapkan menu makan malam untuk rafkil dibelakang


"yeee....papah pulang!" terdengar suara Zilda kegirangan menyambut ayahnya yang baru saja lepas dinas


"zilda kok belum tidur?" pertanyaan rafkil seketika membuat wajah cantik anaknya itu mulai cemberut lagi


"Zilda tunggu papah!" tegasnya mulai ngambek


"Zilda tunggu papah buat apa? anak kecil seharusnya jam begini udah tidur!!!" ucapnya pelan sembari mencubit ke dua pipi zilda



"zilda mau maen sama papah!" jawabnya ragu-ragu


"zilda! sekarang tuh papah lagi capek, habis makan papah mau langsung bobok, jadi zilda juga harus bobok" seketika rafkilpun menghampiri iksi yang sedari tadi sibuk di dapur


"cheri kok biarin aja zilda jam segini masih maen didepan TV" ucapnya sembari menyendok beberapa lauk


"huum..udah berbusa mulutku cheri, dari tadi aku suruh dia tidur tapi yah seperti yang cheri liat sekarang dia gak mau tidur kalau gak ada cheri, lagi pula zilda ada benernya juga, kenapa sih cheri gak ngambil cuti aja seminggu atau dua minggu, setidaknya kita bisa gunakan waktu itu untuk family time" ujar iksi dengan wajah yang cukup serius


"haauum, mau ngambil cuti disaat sekarang susah cheri, dokter ahli juga ada beberapa yang sedang cuti!" dengan pelan rafkil melontarkan kalimat tersebut


*******


"Ners Filka tolong selesaikan hacktingnya ya?" usai melakukan operasi, rafkil segera melepas beberapa atribut yang sudah terkontaminasi dengan cairan pasien saat diruang operasi, ia kemudian bergegas untuk mencuci tangan

__ADS_1


"papah.....?" teriak zilda dari kejauhan yang seketika berlari menuju ke arahnya, rafkil seketika panik saat melihat anaknya berada di ruang OK, yang notabenenya anak kecil dilarang masuk ke dalam area tersebut


"zilda? zilda ngapain dateng kesini?" tanya rafkil sedikit panik


"zilda mau ketemu sama papah!" dengan polos zilda menjawab pertanyaan ayahnya


"zilda dateng kesini sama siapa?"


"sama tante Zeyyan!" cetuhnya dengan lugu


"Ners? siapa yang izinkan anak saya masuk ke ruangan ini, pakai baju OK lagi" tanyanya mulai kesal


"saya dok, sudah beberapa kali saya melarangnya namun zilda kekeh, kalau bajunya sengaja saya gantiin dok, kan lingkungan OK prinsipnya steril" ujar seorang perawat bedah


mendengar penjelasan perawat tersebut, rafkil seakan tak banyak kata lagi, ia kemudian membawa anaknya disisi ruangan, disana ia menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk bermain-main dengan zilda



"Zilda..bentar lagi papah ada jadwal operasi, zilda tunggu papah disini ya? zilda jangan kemana-mana, janji sama papah"seketika Zilda mengangguk menandakan ia setuju atas permintaan papahnya


"anak pinter, setelah ini zilda mau dibeliin apa?" tanya rafkil, lagi-lagi ia selalu mencubit ke dua pipi anaknya itu


"zilda gak mau dibeliin apa-apa, zilda hanya pengen ke rumah nenek dikampung (rumah orang tua iksi), sama mamah sama papah" kali ini rafkil sedikit terenyuh mendengar permintaan zilda


******


dua minggu sudah bulan ramadhan hadir di tengah-tengah umat muslim, sudah sejauh ini seperti tak ada yang berubah dari rafkil, ia terus saja menghabiskan sepanjang waktunya di ruang bedah, namun dari jauh-jauh hari, rafkil sudah menyusun rencana sebaik mungkin, sesuai saran dari iksi, kali ini ia tengah mengurus surat cuti selama dua minggu



"Zilda kok cemberut terus sih sama papah" rafkil sedikit membual dihadapa zilda


"kapan sih papah punya waktu buat maen sama zilda!" kali ini matanya terlihat berkaca-kaca


"besok!!!" ucapnya sembari menunjukkan tiket kereta api pada zilda, sontak zilda berubah gembira sambil memeluk ayahnya


"thank you papah, yeaay akhirnya kita lebaran di rumah nenek!" ujarnya yang terus kegirangan


di kamar iksi mulai berkemas untuk memilih beberapa lembar pakaian yang akan dibawa, terlihat yang saat itu rafkil tengah menghampirinya disambut dengan senyuman hangat oleh iksi, rasanya melihat zilda gembira adalah sesuatu bagi iksi


"thank you cheri!!!" tak banyak kata iksi segera mencium punggung tangan suaminya, rafkilpun seketika mengecup kening iksi


*******


Menyambut Hari Kemenangan


sekitar 4 jam menghabiskan waktu dalam perjalanan menuju kampung halaman ke dua orang tua iksi, didalam kereta terlihat Zilda yang tertidur pules dengan kepalanya menyandar ke pinggang iksi, sementara iksi terlelap dengan kepalanya yang bersandar di bahu rafkil, tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di stasiun pemberhentian


"Loh..mah? pah? dila? kalian semua kok ada disini?" rafkil sedikit linglung saat melihat seluruh anggota keluarganya berkumpul di rumah sang mertua

__ADS_1


"kamu tau gak rafkil, dimana cucu kesayangan oma ini berada, maka disitu pula mama akan pergi" ucapnya sedikit bercanda, sembari menggendong zilda, ungkapan mama ika kali ini mengundang tawa semua anggota keluarga


"tante Dila, Zilda laperr!!!" saat di gendongan omanya zilda merengek manja pada dila


"haduuh.! Zilda jangan panggil tante,!! panggilnya kak dila aja yah" dengan ekspresi lucunya dila menerangkan pada zilda, sontak ucapannya itu mengundang tawa dari seluruh anggota keluarga lainnya


"ya udah, masuk..masuk kita makan dulu" ucap mama ratna


seketika semuanya berlarian masuk kerumah, sementara iksi masih saja memandangi pekarangan sekitar rumah dimana sejak kecil ia dibesarkan di tempat ini, tak beberapa lama anisa mengejutkannya dari belakang


"Nisa...?" sapa iksi dengan penuh tatapan kerinduan


"yaa ini aku iksi" seketika anisa menangis lalu memeluk iksi dengan erat


"sebenarnya aku jauh-jauh dateng kesini, ada yang pengen aku omongin sama kamu" ujarnya


"mau ngomong apa nis?" mungkin iksi tidak terlalu penasaran akan tetapi ia masih menghargai anisa


"sebenarnya,waktu aku gak ada kabar selama ini, aku tengah melanjutkan S2, dengan..dengan..dengan program beasiswa, tapi..sebenarnya program itu diusulkan atas nama kamu iksi..hiiiks..hiiks dengan jahatnya aku, tanpa sepengetahuan kamu, aku tega ngerampas hak kamu, " ia mencoba berkata jujur dihadapan iksi dengan tak henti-hentinya ia menangis


"aku udah tau kok, gak apa-apa lagi pula semuanya sudah terjadi" iksi dengan wolesnya menenangkan wanita dihadapannya itu


"ouw yah? kamu tau gak iksi, selama itu aku ngerasa hidup aku gak tenang, sekarang tampar aku iksi,,tampar aku..iksi tampar aku..hiks..hiks"


"udah nis, aku gak mau bahas soal ini lagi, yang terpenting sekarang, aku sangat bersyukur dengan kehidupan aku yang sekarang, jika dulu aku yang mengikuti study S2 itu mungkin sekarang aku gak akan merasa seberuntung ini, punya keluarga kecil, memiliki mertua yang baik, anak yang lucu dan suami yang hebat" tegas iksi


"mamah..? ayo masuk di panggil papah tuh!!!" teriak Zilda seketika mengubah suasana



"itu anak kamu?" tanya anisa sedikit heran, seketika iksipun mengangguk sembari tersenyum menatap anaknya


"udah gede yah anak kamu! cantik lagi" ucap anisa dengan senyuman harunya


*******


suasana dikampung ialah suasana yang paling indah untuk menikmati hari kemenangan, dua hari menjelang lebaran, terlihat semua anggota keluarga tengah sibuk-sibuknya membuat beraneka ragam cake, sementara dila spesialis terbaik dalam mengurus zilda


"allahu akbar...allahu akbar...allahu akbar!!!" terus saja suara takbir mengiringi syahdunya suasana lebaran


kini moment haru mulai terlihat dari masing-masing anggota keluarga, satu demi satu saling maaf-memaafkan, namun kali ini yang paling tersorot ketika dila dengan terseduh-seduh memohon ampun pada iksi atas sikapnya selama ini yang tidak pernah menghargainya sebagai seorang kakak, iksipun seakan tak ada dendam seketika iksi memeluk adik iparnya itu dengn penuh haru dan cinta


ada informasi penting yeah reders di UCAPAN TERIMAKASIH😍


 


*TAMAT*


 

__ADS_1


__ADS_2