Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 34


__ADS_3

*Berbentuk Lingkaran


sesampainya di villa, ia tertegun seketika saat melihat pintu utama Vila yang sudah terbuka lebar, sontak ia mengerutkan dahinya dengan wajah yang kebingungan iksi mulai melangkahkan kaki untuk masuk kedalam.


Saat berada diruang tengah, lagi-lagi ia tertegun saat matanya menyoroti pintu kamar yang sedikit terbuka itu, seketika dadanya mulai terasa sesak saat melihat Zeyyan yang tertidur diatas tempat tidurnya.


"Hah??? Kenapa Zeyyan bisa ada dikamar?" gumamnya dalam hati


Iksi seakan tak mau menyimpulkan apa-apa dulu saat ini dan sama sekali tak ada niat untuk membangunkan Zeyyan, ia terus melangkah ke dapur, disana ia mendapati rafkil yang tengah sibuk memasak beberapa menu makan siang


Siru : "Cheri? Cheri masak apa?"


Rafkil : "ini masak bayam, cheri kemana tadi?"


Siru : "aaam, gak..gak kemana-mana cuman jalan pagi aja di sekitaran vila"


Rafkil : "ouuw, cheri udah makan belum"


Siru : "gimana mau makan, pulangnya aja udah jam segini!"


Rafkil : "ya udah cheri makan dulu, aku tadi udah siapin ini buat cheri" sembari menyuguhkan semangkun sayur kesukaan iksi


Siru : "waaah..sayur asam!!! Makasih yah"


Rafkil : "iya kembali kasih!"


Meski ia berusaha tersenyum dihadapan rafkil, namun tetap saja ia tak mampu membendung beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di fikiran nya tentang Zeyyan


Siru : "aam..cheri?"


Rafkil : "uum???"


Siru : "Zeyyan mana?" tanyanya berpura-pura seakan ia tak tahu keberadaan Zeyyan


Rafkil : "ow ya Zeyyan ada dikamar"


Siru : "di kamar?"


Rafkil : "ya.., tadi pagi dia pingsan!"


Siru : "ha....pingsan kenapa? Terus cheri udah periksa kesehatannya?"


Rafkil : "udah, normal lah di usia kehamilan awal seperti itu Zeyyan bisa pingsan karena aktivitas ataupun stress yang berlebihan!"


Siru : "uum...terus gak ada masalah kan dengan bayinya?"


Rafkil : "gak ada kok cheri!"


Siru : "huuuw syukurlah!"


Rafkil : "hanya saja..."


Siru : "hanya saja kenapa?"


Rafkil : "tekanan darah dan hb nya masih rendah, makanya aku masakin dia sayur bayam!"

__ADS_1


Siru : "okey..ow yah di kulkas ada semangka yang aku bawa kemaren, semangka juga bagus untuk meningkatkan kadar Hb nya cheri"


Rafkil : "ok..cheri makan aja dulu nanti aku yang motong-motongin semangkanya"


Siru : "ok...makasih cheri"


Rafkil : "aku yang makasih!" tukasnya sembari mencubit manja hidung iksi yang hanya setengah mancung itu.


Siru : "kenapa?"


Rafkil : "karena selama ini cheri udah banyak ngajarin aku tentang banyak hal"


Siru : "ow yah ngajarin tentang apa?" tukasnya sambil nyengingiran menatap rafkil


Rafkil : "tentang bagaimana kita harus saling memahami satu sama lain"


Siru : "uuum..terus..terus apa lagi?"


Rafkil : "hiiii senyum-senyum lagi, udah udah makan gih"


Siru : "hehe..ok"


"kil....? Rafkil..hiss..au..au" panggil Zeyyan dari kejauhan yang seketika itu mengubah suasana candaan menjadi hening dan canggung bagi rafkil dan iksi


Rafkil : "siapa tuh?"


Siru : "kayaknya Zeyyan manggil deh"


Dengan langkah yang tertatih Zeyyan menuju dapur, rafkil yang tak tega melihat hal itu ia langsung bersuara


Zeyyan : "aku lapar rafkil"


Rafkil : "iya ini aku lagi siapin makanannya"


Siru : "ya udah kamu duduk aja lah dulu Zey!"


"hiis...au..hiis" ringisan Zeyyan sembari memegang kepalanya, dan mencoba untuk duduk


Siru : "pelan-pelan duduknya Zey"


Rafkil : "ayo dimakan, nih nasi ama sayur bayam dan ini jus semangkanya juga!" tukasnya sembari menyajikan makanan tersebut dihadapan Zeyyan


Zeyyan hanya duduk terpaku menatap hidangan makanan tersebut, seakan tak berselera dengan menu makanan sehat yang sudah disajikan rafkil itu.


Siru : "kamu gak suka sayur bayam yah?"


Zeyyan : "gak, aku..aku hanya pengen disuap, boleh?"


Siru : "aam..ya udah sini aku suapin"


Zeyyan : "mmm...sama rafkil aja, boleh kan iksi?"


Rafkil : "kamu kan bisa makan sendiri Zey"


Siru : "ya udah gak apa-apa, cheri tolong suapin Zeyyan"

__ADS_1


Rafkil : "No.."


Siru : "cheri.."


Rafkil : "cheri...Zeyyan itu bisa makan sendiri, gak perlu disuapin dia masih cukup bertenaga kok buat memegang sendok"


Siru : "ya tapi kan..."


"Huuufftt" rafkil memblocking ucapan iksi dan Merasa sangat kesal dengan tingkah isterinya yang seakan-akan tak memikirkan perasaannya itu, ia segera berlalu meninggalkan ruang makan seakan ia tak mau berlarut-larut dalam perdebatan yang tidak penting.


Siru : "cher....cheri mau kemana? Akukan belum selesai ngomong huuuffttt"


"Zey bentar yah..!" sambungnya sambil mengusap pelan punggung atas Zeyyan


"Ya.." jawab Zeyyan sangat pelan dengan mata yang mulai berkaca-kaca, ia sangat terpukul dengan sikap rafkil yang telah berubah 360 derajat itu


**********


Dengan lambat ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri rafkil yang duduk melipat kaki didekat danau sambil sesekali melempar beberapa batu kecil ke permukaan danau, dengan perasaan bersalah ia mencoba untuk memulai pembicaraan


Siru : "cheri marah ya sama aku?"


Rafkil hanya diam dan enggan untuk melihat wajah iksi yang duduk disebelahnya, iksi yang menyadari hal itu merasa sedikit tak nyaman dan terus saja ia berceloteh agar rafkil mau membuka suara


Siru : "cheri...ngomong dong! Jangan diam aja"


Rafkil : "aku tuh gak suka cheri bersikap berlebihan terhadap Zeyyan"


Siru : "berlebihan gimana? Aku hanya meminta cheri untuk nyuapin Zeyyan itu aja"


Rafkil : "jadi menurut Cheri itu gak berlebihan?"


Siru : "okey..aku minta maaf" sembari menyedorkan tangan kanannya pada rafkil


Entah kenapa saat melihat wajah lugu iksi yang duduk disampingnya itu, Sontak rafkil selalu tersenyum, bahkan bisa saja menggugurkan amarah terpendamnya saat ini, bagaikan semburan air pada kobaran api


"Lain kali tolong jangan paksa aku untuk melakukan hal-hal yang berlebihan lagi pada Zeyyan, karena aku gak mau jadi penyiksa..paham???" tukas rafkil sembari mencubit pelan hidung iksi yang hanya setengah mancung itu.


Siru : "haa...Penyiksa?"


Rafkil : "ya...aku gak mau jadi penyiksa hati kamu, understand?"


"Auww, hehe..!!!" tukasnya sambil mengangguk-ngangguk berasa terkesima dengan ucapan rafkil, ia hanya bisa tersenyum kecil


"Karena cinta kita tak berbentuk hati ❤, yang sangat mudah definisikan oleh orang-orang dengan makna cinta!" sambung rafkil dengan ucapan yang cukup serius, ia terus menyoroti ke dua bola mata iksi


Siru : "ohoow ya? Kalau bukan berbentuk hati❤, terus berbentuk apa dong?" tanyanya kebingungan


Rafkil : "berbentuk lingkaran⭕, yang tak berawal dan tak berujung"


Siru : "maksudnya?"


Rafkil : "maksudnya...cinta kita itu cukup rumit, huuufftt entah kapan awal aku mulai menyukai cheri, akupun tak tau, tetapi...hal yang terpenting adalah semoga cinta kita tak akan pernah ada ujungnya, meskipun nanti saat kita sudah tak didunia ini lagi!"


siru : "aamiin..hehe cinta kita berbentuk lingkaran, tak berawal dan tak berujung..tak tau sejak kapan cinta itu hadir dan semoga cinta kita takkan berakhir sampai kapanpun...hehe cheri memang unik yeah, selalu menghadirkan sya'ir yang baru yang belum pernah aku dengar dari mulut orang lain sebelumnya"

__ADS_1


Sontak ia langsung memeluk iksi dengan erat sembari mencium ubun-ubunya, cukup lama mereka menghabiskan waktu di tepi danau, bahkan mereka hampir lupa dengan Zeyyan yang hanya seorang diri di villa


__ADS_2