Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 16


__ADS_3

*Pasien VIP No. 3 ???


Hari pertama bekerja di Rumah Sakit, iksiru terlihat sangat exited, disini ia ditempatkan di ruang perawatan Dahlia, meskipun masih berstatus sebagai perawat junior namun ia tidak canggung lagi karena sebelumnya ia juga pernah berpraktek di rumah sakit ini.


"Ow..yah ini iksiru fakillah, dia staf baru disini, dia masih banyak butuh bimbingan dari kalian" ucap bu lyra selaku Kepala Ruangan (KaRu)


Arum : "ow..yang sepupu nya dr. Akil itu yah bu?"


Bu lyra : "iya"


Siru : "haa... Sepupu? Ow jadi dia ngakunya ke bu lyra kalo aku ini sepupunya...begitu malu kah dia untuk mengakui kalo aku ini isterinya?" gumamnya dalam hati


Bu liyra : "iksi..??..iksi..??"


Siru : "eh..iya bu" ucapnya sedikit teekejut


Bu lyra : "nanti kalo kamu mau menanyakan hal apapun yang berkaitan dengan ruangan ini, ataupun kamu butuh bimbingan kamu tinggal ngomong aja ke arum, gina ataupun yeni ok?"


Siru : "hehe..iya bu"


Setelah operan dinas, masing-masing dari mereka tengah sibuk untuk melihat rekam medis pasien.


Gina : "hai..aku gina"


Siru : "ammm..aku iksi"


Gina : "nanti kalo mau tanyain sesuatu tanya aja jangan sungkan yeah!"


Siru : "hehe iya makasih kak"


Gina : "okey"


"Huuuufftt..kesal lah..kesal banget aku" ucap arum sangat emosi sembari menuju ners station.


Gina : "kamu kenapa sih rum?"


Arum : "itu..pasien VIP nomor 3...bikin kesel dari kemaren..huufftt pengen aku tonjok mukanya"


Gina : "ya udah..kamu tenangin diri dulu yah..biar aku yang coba handle, iksi ayo ikut aku"


Siru : "okey..!"


Saat mereka akan masuk kedalam kamar VIP 03 itu, tiba-tiba langkah mereka terhenti saat mendengar suara amukkan pasien tersebut.


Gina : "iksi, ayo masuk"


Situ : "ammm..kak gina duluan aja, aku tunggu disini"


Gina : "ya udah"


"Permisi..!!" ucap gina dari luar sembari membuka pintu.


"Keluar kamu...keluar..!!!" teriak pasien itu


"Bruuuuuuuuukkk" pasien tersebut melempar gina dengan gelas kosong, untung saja dengan cepat gina langsung menunduk, mendengar hal tersebut iksirupun memberanikan diri untuk masuk.

__ADS_1


Siru : "aamm...permisi pak!"


Saat melihat iksiru pasien tersebut tercengang seketika, terdiam dan hanya bisa melongo, iksirupun dengan ragu-ragu mendekati pasien itu.


"Hai..aku zivan" ucapnya menyedorkan tangan sambil tersenyum dengan iksiru


Siru : "aku iksi, kenapa pak zivan gak mau minum obat?" sembari membalas senyuman pasien itu.


Zivan : "aam..ob..obatnya pahit sus"


Siru : "pak Zivan mau sembuh gak?"


Zivan : "mau lah sus"


Siru : "kalo mau sembuh pak zivan harus minum obat"


Zivan : "iya aku mau minum obat sus"


"Dia gak mau makan sus dari kemaren" tukas keluarganya


Siru : "gimana mau minum obat, kalo pak zivan gak mau makan"


Zivan : "aku mau makan, asalkan..asalkan suster iksi yang mau suapin"


Siru : "boleh..tapi setelah makan pak Zivan harus minum obat, okeyy?"


Zivan : "okey sus"


Tak menunggu lama, sesuai janjinya setelah makan zivan langsung minum obat, suster gina yang menyaksikan hal itu sangat terheran-heran seakan tak percaya iksiru mampu meluluhkan hati seorang pak zivan, yang dikenal sebagai seorang leader pada salah satu perusahaan kosmetik yang ada di jogja.


Gina : "bravo iksi..thank you, ya ampun aku bener-bener gak percaya kamu bisa menenangkan pak zivan" sembari memeluk iksiru


Siru : "emang kenapa sih kak, dengan pasien itu?"


Gina : "kayaknya dia sedikit depresi dengan penyakitnya"


Siru : "emang dia sakit apa?"


Gina : "cuman apendisitis doang, itu juga udah di operasi...eh siang dr. Akil!" ucapnya saat berpapasan dengan dr. Akil


Rafkil : "iya.." ucapnya terburu-buru menuju ruang bedah


Siru : "aamm..kak aku ke situ bentar yah"


Gina : "iya..iya"


Dari belakang iksiru terus mengikuti rafkil, sembari berlari kecil ia mencoba menghampiri rafkil


Siru : "aammm..rafkil..rafkil??"


Rafkil : "apa sih..?" ucapnya kesal


Siru : "aku..aku.." belum selesai ia ngomong rafkil langsung memotong pembicaraannya.


Rafkil : "duuuuh..kan aku udah bilang, kalo di rumah sakit gak usah negur-negur aku, anggap aja kita gak saling kenal..paham?" ucapnya dengan nada kesal, sembari berlalu meninggalkan iksiru.

__ADS_1


Dengan perasaan sedikit malu iksiru mencoba tegar, karena beberapa orang dari keluarga pasien sempat melihat rafkil berbicara kasar padanya.


************


Keesokkan harinya, tepat pukul 10.15 dr. Rafkil melakukan Visite di ruang Dahlia.


Gina : "pagi dok!"


Rafkil : "pagi, saya mau visit, ow yah yang kamar tiga gimana?"


Gina : "udah tenang pak, huuffftt untungnya aja ada suster iksi, ow yah ini rekam medis nya dok" sembari menyedorkan rekam medis


Rafkil : "kenapa dengan dia?" sambil menulis catatan singkat pada rekam medis


Gina : "pokoknya dok..hanya suster iksi yang mampu menenangkan pasien itu"


"Huuuffftttt...emang dia pikir aku tukang anter bunga apa?" ucapnya suster arum kesal sembari menuju ners station


Gina : "kamu kenapa lagi sih cemberut gitu...waahh cie yang masih pagi-pagi udah dapet bunga ama cokelat"


Arum : "ini bunga ama cokelat bukan buat gue"


Gina : "ya terus buat siapa?"


Arum : "huuumm buat siapa lagi kalo bukan buat iksi, huuu kesal deh dua hari aku ngerawat dia jangankan mau ngasih bunga, atau cokelat, senyum aja gak pernah "


Gina : "hihihi masa senior dikalahin ama junior..heheh...tuh..kan aku bilang apa, dia pasti suka sama iksi dari gerak geriknya aja keliatan"


"Ehheem..eheemm..!!!" potong dr. Rafkil


Gina : "ehehe..dok. Sorry aku jadi keasyikan ngobrol jadinya"


Rafkil : "ayo visite sekarang"


Gina : "baik dok"


"Permisi..!" ucap suster gina sembari membuka pintu kamar VIP 03


Rafkil : "pagi pak Zivan!"


Zivan : "pagi dok"


Rafkil : "saya periksa lukanya bentar yah pak"


Zivan : "iya dok..aamm..sus?"


Gina : "iya???"


Zivan : "suster iksi mana?"


Gina : "dia shift siang pak"


Setelah selesai visite di ruang dahlia, kini jam dinding telah menunjukkan pukul 12.59 saat rafkil akan bergegas kembali ke ruang bedah ia berpapasan dengan iksiru yang datang lebih awal sebelum waktunya pergantian shift.


Rafkil : "loh...kamu kok udah dat..." ucapnya yang hanya sepenggal kalimat itu, dikarenakan tak ada senyum maupun sapaan balik dari iksiru, Sesuai perkataannya, saat berada dirumah sakit mereka harus ber acting layaknya orang yang tak saling mengenal.

__ADS_1


Melihat sikap iksiru, rafkil hanya bisa menoleh kebelakang sembari memastikan, akankah iksiru berbalik arah untuk melihatnya namun sayangnya kenyataan berkata sebaliknya, rafkil merasakan sedikit keanehan saat iksiru bersikap dingin padanya, dengan tanpa berpikir panjang rafkilpun meneruskan langkahnya menuju ruang bedah.


__ADS_2