Cinta Seorang Perawat

Cinta Seorang Perawat
Episode 17


__ADS_3

*Apa Pedulinya Kamu Sama Aku?


"Uuummm..enak banget cokelat ini, ya ampun..pasti cokelat mahal nih" gumam iksiru yang tengah menikmati sebungkus cokelat yang ia terima dari pak Zivan


dalam kesendirian rencananya iksiru akan menghabiskan hari libur dengan menonton TV yang ada dikamar, sampai-sampai ia hampir tak menyadari dengan kedatangan rafkil


"Eh rafkil...mau cokelat gak? Enak loh cokelat nya!!" ucap iksiru sembari menyedorkan cokelat yang dipeganginya pada rafkil.


Rafkilpun dengan sengaja mengabaikannya, dan segera bergegas menuju meja komputernya namun tak sengaja ia melihat tujuh tangkai mawar plastik berwarna merah yang disusun rapih pada pot keramik kesayangannya.


Rafkil : "siapa yang nyimpan bunga ini disini?"


Siru : "ow itu...aku yang nyimpan"


Rafkil : "buang sekrang" ucapnya kesal


Siru : "loh..tapi itu kan.."


"Buang sekarang!!!" ucap rafkil makin kesal


Iksiru lalu beranjak mengambil mawar tersebut dan memasukannya ke dalam box pribadinya.


Siru : "Di simpan aja..sayang kalo dibuang"


"Kamu beli dimana mawar jelek kek gitu?" tanya rafkil sedikit kaku, ingin memastikan apakah bunga mawar itu merupakan pemberian dari pak Zivan ataukah memang sengaja dibeli oleh iksiru.


Siru : "ini pemberian dari pasien aku"


Rafkil : "ow..dalam rangka apa pasien itu ngasih kamu bunga mawar dan cokelat?"


Siru : "ha??? Kok kamu tahu sih dia ngasih aku cokelat?"


Menyadari hal itu, rafkilpun mencoba berkilah agar iksiru tidak menaruh rasa curiga terhadapnya


"Aku cuman tebak aja" ucap rafkil


"Kak...? Ada kak Zeyyan dibawah" teriak dila dari luar


"Ok..bilang kak Zeyyan tunggu bentar, kakak siap-siap dulu" ucap rafkil


Hampir setiap hari, rafkil menghabiskan waktunya untuk bertemu Zeyyan, tak peduli dalam kondisi apapun, sedangkan iksiru bagaikan putri Rapunzel yang terus di kurung di dalam istana mewahnya itu, mengetahui hal tersebut, iksiru mencoba untuk membiasakan diri dengan tidak memulai pertanyaan apapun saat rafkil akan keluar bersama Zeyyan.


Baru saja rafkil beranjak, tiba-tiba dering telpon iksiru berbunyi


"Halo assalamualaikum?....mmm ada apa syif?....aku di rumah mertua aku sekarang!..ha jalan kemana?...okeyy aku tunggu yah, assalamualaikum" ucapnya lewat telpon


Selang beberapa saat akhirnya syifa pun tiba di rumah orang tua rafkil, sama halnya dengan iksiru saat pertama kali melihat rumah tersebut, ia juga terkagum-kagum denga kemegahannya.


"ya allah..aku kangen banget sama kamu iksi" ucap syifa kegirangan sembari memeluk iksiru


Siru : "sama aku juga kangen sama kamu"


Syifa : "wiiihhh..rumah mertua kamu cantik banget sumpah"


Siru : "hiiss..biasa aja kali...ya udah masuk dulu yuk, aku udah buatin kamu jus jeruk, kamu pasti haus kan?"


Syifa : "iih tau banget kalau aku haus hehe, ayo...eh itu siapa?"


Siru : "itu dila adik rafkil"

__ADS_1


Syifa : "ow..pantes cantik banget" ucapnya bersuara lirih


Siru : "aamm..dila ini kak Syifa teman kak iksi"


Tak ada ucapan balik dari dila melainkan pelototan mata yang menunjukkan ia tak suka dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut iksiru, sekan moodnya selalu terganggu saat melihat atau mendengarkan ucapan kakak iparnya itu. seketika dilapun beranjak dari tempat duduk menuju kamarnya.


Syifa : "aamm..dia kenapa?"


Siru : "ahmmm..gak, gak kenapa-napa kok hehe, eh ayo diminum jusnya katanya haus"


Syifa : "okeyy..hehe"


Setelah itu merekapun bergegas menuju trans studio jogjakarta, disana mereka begitu menikmati berbagai wahana yang ada, kegirangan dan tertawa lepas sesekali mengiringi keseruan mereka, rasanya segala beban dan penat hilang seketika, cukup lama syifa memandangi wajah iksiru yang terlihat sangat bahagia itu


syifa : "aku senang ngeliat kamu bahagia kek gini"


Siru : "thank you syif,,sumpah aku senang banget hari ini"


Syifa : "iya kembali kasih hehe...emm iksi?"


Siru : "mmm..?"


Syifa : "aku mau nanya sesuatu nih, tapi...tapi kamu jangan tersinggung yah?"


Siru : "iya..mau nanya apa sih?"


Syifa : "aamm..emang kamu gak pernah naroh curiga apa, kalo dr. Akil itu punya selingkuhan diluar sana"


Siru : "maksud kamu syif?"


Syifa : "ya..ya maksud aku diakan tampan, tajir "


Siru : "terus..?"


Siru : "maksud kamu dr. Zeyyan?"


Syifa : "loh..jadi kamu tahu?" ucap syifa sangat terkejut


Siru : "ummm..dia udah lama cerita ke aku tentang hubungannya dengan dr. Zeyyan itu"


Syifa : "terus..kamu biarin aja gitu, laki-laki yang sudah berstatus sebagai suami kamu menjalin hubungan dengan wanita lain diluar sana?"


Siru : "aku gak bisa berbuat apa-apa syif, sebelum dia mengenal aku dia sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan dr. Zeyyan"


Syifa : "iya sebelum dia mengenal kamu, tapi kondisinya berbeda setelah dia menikah dengan kamu iksi"


Siru : "entah lah syif"


Syifa : "iksi..kamu jangan lemah, laki-laki tuh semakin kita lemah semakin mereka nginjak-nginjak kita tau gak, okey..aku akui dulu aku nge fans banget ama dr. Akil itu, kamu pun tau kan, bahkan aku senang banget saat tau kamu bakal menikah ama dia, tapi setelah aku tau kelakuannya kek gitu, liat mukanya pun aku malas tau gak"


Siru : "biar gimanapun dia tetap suami aku syif"


Syifa : "of course he is still your husband, but please open your eyes iksi, aku tahu kamu tertekan dengan kehidupan kamu yang sekarang kan?"


"tadi juga aku liat adik ipar kamu kayak gak respect gitu sama kamu" sambung syifa


Siru : "hoouufft, jangan cepat menyimpulkan sesuatu syif, jika kamu hanya mengenal dari luarnya aja"


Syifa : "gak iksi, semua orang jika hanya melihat dari luarnya aja maka mereka akan menyimpulkan kamu itu hidup bahagia dengan segala kesempurnaan yang kamu miliki bersama keluarga baru kamu itu"

__ADS_1


"Houuuftt" iksiru hanya bisa menghela nafas saat mendengar ucapan syifa yang cukup serius itu.


Syifa : " iksi...memang kamu punya mertua yang sangat menyayangimu tapi sayangnya tidak setiap hari mereka standby dirumah, kamu juga punya suami seorang dokter yang tampan tapi sayangnya dia selalu melukai hati kamu, kamu juga memiliki satu orang adik ipar yang sangat cantik tapi sayangnya dia selalu membuat kamu tertekan, saat ini kamu juga tinggal dirumah mewah layaknya sebuah istana tapi sayangnya dengan semuanya itu aku gak percaya kalo kamu sedang hidup bahagia sekarang"


"Syifa...hiiiks...hiiiks...hiiiks" tak tahan mendengar ucapan syifa, iksirupun menangis se jadi-jadinya, melihat iksi meneteskan air matanya sontak syifa pun langsung memeluknya.


"Kalo ada apa-apa kamu boleh cerita ke aku, jangan dipendam sendiri, aku tau kamu gak akan sanggup memendam semua masalah-masalah kamu sendiri, dan aku, aku akan senantiasa mendengarkan setiap curhatan kamu" ucap syifa menguatkan iksiru


Siru : "makasih syif..hiiikkss..hiikss"


Syifa : "kembali kasih iksi"


*************


Kini jam dinding telah menunjukkan pukul 22.25 WIB, dirumah rafkil terlihat sangat gelisah saat ia tahu iksiru tak ada dirumah, ia berkali-kali mencoba menghubunginya namun tak ada satu panggilan pun yang dijawab oleh iksiru.


Rafkil : "Dia kemana sih, jam segini belum pulang, nomornya aktiv tapi kenapa dia gak angkat telpon aku, sms pun gak dijawab sma sekali, dia sengaja yah mau buat aku marah" gumamnya dengan perasaan sangat kesal sembari mondar mandir didalam kamarnya


"Kreeeeeekk!!" bunyi gesekkan pintu


"Assalamuala....!!!" belum selesai iksiru mengucapkan salam rafkil lalu memotong ucapannya


"dari mana aja kamu, jam segini baru pulang?" dengan suara pelan rafkil melontarkan pertanyaan tersebut


Siru : "aamm..trans studio, aku kan udah sms kamu tadi"


Rafkil : "kamu keluar sama siapa?"


Siru : "sama temen"


Rafkil : "teman siapa?" ucapnya mulai kesal


Siru : "aammm...teman lah, biar aku sebut juga kamu gak kenal ama dia"


"Teman siapa???" ucap rafkil meninggikan suaranya


Iksirupun terkejut saat rafkil meninggikan suara dihadapannya, seketika terbesit ucapan syifa di ingatannya {laki-laki tuh semakin kita lemah, semakin mereka nginjak-nginjak kita tau gak}


Siru : "okeyy..namanya syifa bisa gak sih bertanya gak usah pake teriak-teriak"


Rafkil : "gimana aku gak teriak-teriak, hampir 200 kali aku telpon kamu, gak ada satu panggilanpun yang kamu jawab, berkali-kali aku sms kamu gak ada satupun yang kamu balas, itu handphone kamu gunanya apa?"


Siru : "apa peduli nya kamu sama aku, selama ini juga kamu gak pernah nelpon ataupun ngirim sms di nomor aku, lagi pula aku gak seperti kamu yang hampir 24 jam fokus ke Handphone aja"


Rafkil : "heii..aku memang gak sperti kamu, kamu itu hanya seorang perawat junior yang masih minim ilmu dan skill, aku fokus ke handphone bukan semata-mata untuk keperluan sosial media aja, aku ini dokter, kebutuhan pasien untuk konsultasi juga bisa lewat handhphone"


Siru : "ow yah..aku hampir lupa kalau aku ini hanya seorang perawat yang masih minim ilmu dan skill, tapi setidaknya kebanyakan pasien lebih senang bertemu dengan perawat yang tau sopan santun daripada harus bertemu dengan seorang dokter yang egonya tinggi sampe ke langit"


Rafkil : "kamu makin hari makin pintar menjawab yeah, kamu tau gak kamu sedang berbicara dengan siapa sekarang?"


Siru : "yah..aku tau, aku sedang berbicara dengan seorang dokter ahli bedah Ashrafkil Fariz"


Rafkil : "No..I mean I'm your husband"


Siru : "yeah aku tahu, kamu itu suami aku tapi seperti yang kamu katakan bisa gak sih, gak usah ngurusin urusan orang lain" ucapnya dengan santai sembari berlalu merebahkan tubuhnya yang cukup kelelahan itu di atas sofa yang biasa ia tempati untuk tidur.


Seketika rafkilpun tercengang seakan mati kutu saat mendengar ucapan iksiru yang sangat dahsyat menusuk dihatinya itu. Hampir semalaman rafkil kesulitan untuk memejamkan matanya, ucapan iksiru yang baru saja ia dengar seakan terus terngiang di benaknya.


Rafkil : "Kenapa aku harus ngomong gitu tadi ke dia..huuuffttt rafkil..rafkil" ucapnya sedikit menyesal sembari menepuk- nepuk dahinya.

__ADS_1


*******To be continued.....


Note book : jangan lupa Like👍, coment🤓 dan vote sebanyak-banyaknya yah readers🕵‍♂️🕵🏻‍♀..biar author makin semangat 💪🏻nulisnya✍️...okey👌😊, Love You kalian semua readers ku😘*******


__ADS_2