Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Gosip Baru di Kantor


__ADS_3

Hari ini Alisha memilih berangkat lebih awal ke kantor, jika biasanya dia lebih memilih pulang terlebih dahulu sebelum bekerja tapi untuk hari ini dia memutuskan langsung berangkat, tidak peduli jika kantor masih sepi atau bahkan hanya ada dia di dalam.


Sesampainya di kantor Alisha langsung berkutat dengan komputer dan juga beberapa berkas yang harus segera dia seleseikan, walaupun dia bukan lulusan dari universitas terkenal, tapi kemampuannya dalam bidang bisnis memang tidak perlu di ragukan, sejak kecil mendiang ayahnya selalu mengajarinya tentang bisnis hingga kejadian naas itu terjadi yang membuat dunianya hancur karena harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggalkan dirinya dan juga adiknya yang saat itu masih kecil.


Karena terlalu fokus dengan pekerjaannya Alisha tidak menyadari kalau kantor sudah mulai ramai dengan para pegawai yang mulai berdatangan, hingga suara Elle mengagetkan dirinya.


"Astaga, Alisha jadi semua gosip itu benar" Pekik Elle di depan Alisha.


Mengalihkan tatapannya, Alisha menoleh ke arah Elle "Gosip tentang apa?" lalu di lihatlah sekelilingnya dimana banyak orang yang secara terang terangan menatap menilai ke arahnya.


Elle menyerahkan ponselnya ke pada Alisha "Itu benar kamu kan yang masuk ke mobil milik bos kita?" Tanya Elle.


Sedangkan Alisha menatap terkejut pada layar ponsel Elle yang menampilkan foto dirinya yang masuk ke mobil Alison.


Hanya melihat Alisha diam, Elle menyimpulkan kalau semua itu memang benar bukan hanya sebuah editan maupun gosip saja.


Menarik kursinya agar semakin dekat dengan Alisha, dia ingin tahu lebih banyak hubungan antara Alison dan pemilik Whingston grup.


"Jadi selama ini kalian menjalin hubungan spesial?" Tanya Elle dengan menopang dagunya dengan tangan.


Dengan spontan Alisha menggeleng "Itu tidak benar, bahkan kami baru bertemu beberapa kali saja" Jawab Alisha dengan cepat.


"Tapi yang aku lihat bukan seperti itu, kalau memang tidak ada hubungan apapun tidak mungkin kalian pulang bersama?"


Menghela nafas pelan, dia mengedarkan pandangannya lagi ke arah semua pegawai yang beberapa masih mencuri pandang ke arahnya seolah mereka ingin tahu apa yang sedang aku katakan kepada Elle.


"Mr. Whingston hanya menawarkan aku pulang bersama karena melihatku belum mendapatkan bus maupun taksi"


Elle menyipitkan matanya "aku merasa kalau Mr. Whingston punya perasaan kepada kamu karena yang aku dengar dia itu orang yang sangat tertutup dan misterius bahkan selama hampir tujuh tahun aku bekerja di sini, tidak pernah ada yang tahu seperti apa wajah dari pewaris dari Whingston grup hingga baru beberapa bulan lalu Mr. Whingston menunjukkan wajahnya, dan yang baru aku sadari ternyata dia lebih tampan dari bayanganku selama ini" Elle tersenyum sendiri saat membayangkan wajah tampan atasannya itu.


Alisha hanya tersenyum kecil sambil menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah laku yang Elle tunjukkan.

__ADS_1


"Lebih baik kamu segera bekerja jangan sampai Mrs. Silla datang dan melihat kamu hanya diam saja tanpa mengerjakan pekerjaanmu".


Ucapan Alisha membuyarkan lamunan Elle, dan membuat Elle bergidik ngeri saat mengingat betapa kejamnya ketua marketing yang mengawasi mereka.


***


Alison memijit pelipisnya pelan saat rasa pusing menghantam kepalanya ketika bangun tidur tadi, dia tidak begitu mengingat apa yang terjadi kepadanya semalam yang dia ingat kalau dia meminum wine dalam kadar yang tinggi.


Terakhir Alison mengalami mabuk berat adalah setelah kejadian beberapa tahun lalu namun sekarang dia mabuk lagi setelah sekian lama hanya karena mengingat Alisha dan juga anaknya.


"Shitt, kenapa kepalaku begitu pusing" Umpat Alison saat merasakan sakit kepala yang dialaminya semakin terasa.


Alison mengecek ponselnya yang begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Dominic, merasa ada hal penting yang ingin Dominic sampaikan kepadanya dia segera menghubungi Dominic


"Hallo"


"Apa yang terjadi? kenapa terus menelfonku?" Tanya Alison kepada Dominic


"Katakan siapa orangnya?"


"Xavier Sannovax" Jawab Dominic dari seberang telfon.


"Baik, aku mengerti apa yang harus aku lakukan"


Lalu panggilan di putus sepihak oleh Alison, sorot matanya menatap tajam pada satu titik.


"Ah, aku sudah tidak sabar ingin menunggu kehancuranmu Xavier Sannovax" Lirih Alison dengan nada dingin.


***


Alisha menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa ruang tamunya, setelah menjemput Aaron dia langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah bukan hanya lelah bekerja tetapi juga lelah karena harus menghadapi berbagai gosip yang beredar luas di kantor, bukan hanya di bagian marketing saja tapi juga hampir di semua devisi.

__ADS_1


Hal yang paling membuatnya bersyukur hari ini karena ketidak hadiran Alison di kantor tadi, setidaknya hal itu bisa mengurangi sedikit kecanggungan di antara mereka.


Tidak lama terdengar pintu flat terbuka menampilkan sosok Michael yang berjalan gontai ke arah Alisha.


"Bukannya hari ini kamu pulang agak telat tapi kenapa jam segini kamu sudah kembali" Tanya Alisha kepada adiknya.


"Perusahaan sedang mengalami masalah dengan keuangan, banyak tender yang dibatalkan dengan sepihak karena kinerja perusahaan yang dianggap kurang baik" Balas Michael


"Aku rasa tidak lama perusahaan akan gulung tikar dan memutus kontrak semua pegawai" Lanjutnya memberikan tatapan lelah kepada Alisha.


"Kalau memang itu terjadi, kamu bisa mencoba melamar pekerjaan di Whingston grup, aku yakin kamu pasti diterima apalagi dengan kemampuan dan pengalaman kerja yang kamu miliki pasti kakak yakin kalau kamu bisa di terima di sana"


"Aku akan mencoba memikirkannya nanti, tapi aku masih berharap kalau perusahaan yang selama bertahun tahun menampungku bekerja tidak sampai gulung tikar"


Alisha menatap adiknya dengan tatapan sedih, dia tahu kalau adiknya sudah nyaman bekerja di tempatnya sekarang apa lagi di sana juga adiknya bisa lebih sering bertemu dengan Clara yang tidak lain adalah pacarnya.


Menyalakan televisi, Alisha fokus pada pemberitaan di acara yang dia tonton


"Xavier Sannovax seorang pengusaha terkenal asal New York di temukan meninggal dunia di ruang kerjanya, ditemukan sebuah obat tidur di tangannya Kananya, di duga kuat dia meninggal karena overdosis obat ditemukan juga sebuah luka sayatan di bagian pergelangan tangannya...." Ucapan reporter dari acara tersebut terhenti ketika Alisha mengganti chanel televisi.


Jika melihat berita tentang kematian seperti itu mengingatkannya akan kejadian yang hampir pernah dia alami dulu, andai saja dulu, dia melakukan hal itu maka hingga saya ini mungkin dia tidak akan merasakan kasih sayang tulus yang anaknya berikan.


"Maafkan mommy karena dulu berniat membawa kamu bersama mommy meninggalkan dunia ini" Sesalnya yang selama ini selalu mengganggu pikirannya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2