Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Ingin Bertemu


__ADS_3

Aaron terlihat begitu murung, dia duduk menyendiri di bangku taman sekolah.


"Kamu kenapa?" Tanya Cheryl yang sudah duduk di samping Aaron.


"Aku merindukan seseorang Cheryl" Jawab Aaron masih dengan wajah sedihnya.


"Siapa? Bukanlah Tante Alisha dan Om Michael selalu bersama kamu, lalu siapa orang yang kamu rindukan?"


"Namanya Paman Alison, aku sangat ingin bertemu dengannya, tapi aku tidak tahu harus mencari paman Alison kemana, tapi kata Mommy, Paman Alison orang yang sibuk" Balas Aaron.


"Kenapa kamu tidak cari ke tempat kerja Paman Alison saja, pasti dia ada di situ"


"Tapi aku tidak tahu tempat kerjanya, mommy juga tidak pernah memberitahuku, tapi....."


Aaron menampilkan senyumannya "Apa kamu membawa ponsel?" Tanyanya.


Cheryl menganggukkan kepalanya "Aku membawanya, dad selalu menyuruhku untuk membawa ponsel untuk menghubunginya, sekarang kamu ikut aku, kita kembali ke kelas untuk mengambil ponselku"


Mereka berdua berjalan menuju ruang kelas, Aaron duduk di samping Cheryl yang mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


Aaron segera membuka pemberitaan internet yang kemarin dia cari lewat ponsel Michael, dengan cekatan dia bisa menemukan pemberitaan tentang Alison "Ini adalah orang yang aku maksud" Ucap Aaron menunjukkan foto Alison kepada Cheryl.


Dia semakin menggeser pemberitaan tentang Alison hingga ke bawah "Whingston Grup" Lirih Cheryl saat membaca nama perusahaan yang tidak asing di telinganya.


"Daddy ku berkerja di sini, apa mungkin Paman Alison juga bekerja di sini"


"Apa kamu mengetahui perusahaan ini?"


Cheryl menganggukkan kepalanya "Aku tahu, nanti kamu bisa ikut pulang bersamaku, Biar aku menyuruh sopir yang biasa menjemput ku untuk mengantar kamu ke Whingston Grup"


"Apa itu tidak terlalu merepotkan kamu Cheryl" Ucap Aaron ragu


"Tentu saja tidak, bukankah kita teman jadi sesama teman kita harus saling membantu" Ujar Cheryl dengan senyumannya.


"Terima kasih Cheryl"


Aaron tersenyum bahagia, akhirnya dia akan segera bisa bertemu dengan Alison, sejak awal bertemu dengan Alison, Aaron memang merasa begitu nyaman, dia merasa kalau dia menemukan sosok ayah yang sangat di rindukannya selama ini.


***


"Apa kamu benar - benar berniat ingin mengundurkan diri?" Tanya Elle tidak percaya dengan ucapan Alisha barusan.


"Aku bahkan sudah memberikan surat pengunduran diriku kepada Mr. Alison" Jawab Alisha.


"Apa kamu sudah gila, kamu mau melepaskan pekerjaan yang paling di inginkan semua orang, kamu tahu Alisha banyak orang yang berusaha mati - matian agar bisa bekerja di sini sedangkan kamu dengan mudahnya ingin keluar dari Whingston Grup" Omel Elle kepada Alisha.

__ADS_1


Alisha menghela nafasnya pelan "Tapi Mr. Alison menyuruhku untuk membayar uang kompensasi sebesar satu milyar jika aku berniat mengundurkan diri dari perusahaan"


"Dan kamu menyanggupinya?"


Sekali lagi Alisha menganggukkan kepalanya yang membuat Elle hanya bisa menghela nafasnya tidak mengerti dengan jalan pikiran Alisha.


"Tapi Mr. Alison belum menanda tangani surat pengunduran diriku"


"Ah sudah kuduga, pasti Mr. Alison tidak akan membiarkanmu keluar dari perusahaan"


"Apa maksud kamu?" Tanya Alisha tidak mengerti.


"Yang jelas aku bisa melihat kalau Mr. Alison menyukaimu Alisha, apa kamu tidak bisa merasakannya" Kesal Elle.


Sebenarnya Alisha juga merasakannya kalau perhatian yang diberikan Alison selama ini bukan seperti perhatian atasan kepada karyawannya tapi perhatian pria kepada wanita nya.


"Hai akhirnya kita bertemu lagi" Sapa Dave.


Elle menatap Dave tajam yang saat ini sedang duduk di samping Alisha.


"Ah Dave, kamu ngapain di sini?" Tanya Alisha.


"Tadi aku tidak sengaja lewat devisi marketing dan tidak sengaja melihat keberadaanmu" Ucap Dave.


"Elle" Tegur Alisha merasa tidak enak dengan Dave karena bagaimanapun tidak seharusnya Elle menunjukkan rasa tidak sukanya secara terang terangan.


"Tidak masalah Alisha, kalau begitu aku pergi dulu" Pamit Dave.


Sebelum pergi Dave melirik Elle sekilas dengan tatapan tajamnya kemudian seringai kejam muncul di sudut bibirnya.


Setelah kepergian Dave, Alisha menyenggol bahu Elle "Jangan seperti itu Elle, aku jadi merasa tidak enak dengan Dave"


"Aku sudah pernah katakan kan, kalau aku tidak menyukainya sebab aku merasa kalau dia punya niat jahat kepadamu"


"Aku akan lebih berhati - hati" Ucap Alisha pada akhirnya, lagian Alisha juga tidak terlalu suka dengan Dave sejak pertemuan pertama mereka, tapi dia memilih untuk tidak menunjukkan rasa ketidaksukaannya.


Sedangkan Aaron kini sudah berada di mobil yang sama dengan Cheryl "Apa masih lama?" Tanya Aaron.


"Aku rasa sebentar lagi akan sampai" Jawab Cheryl


Aaron menatap sekeliling jalanan yang banyak berdiri gedung - gedung tinggi dan besar.


"Aaron kita sudah sampai" Ucap Cheryl.


"Apa ini gedung yang kamu maksud tadi?"

__ADS_1


Cheryl menganggukkan kepalanya "Ini gedung yang kemungkinan menjadi tempat kerja Paman Alison tapi aku tidak bisa ikut kamu masuk nanti kalau papah aku tahu, dia bisa marah"


"Tidak apa apa, aku bisa masuk sendiri" Aaron tersenyum ke arah Cheryl "Terima kasih karena kamu sudah memberiku tumpangan Cheryl"


"Sama - sama Aaron, semoga kamu bisa bertemu dengan Paman Alison" Ujar Cheryl.


Aaron turun dari mobil yang di tumpanginya, sebelum pergi Cheryl dan Aaron saling melambaikan tangannya.


Sampai di depan lobi Aaron menatap takjub gedung di depannya "Ini sangat besar, pasti Paman Aaron orang yang sangat kaya karena bisa bekerja di perusahaan sebesar ini" Lirih Aaron takjub melihat perusahaan di depannya padahal perusahaan Whingston Grup ada yang lebih besar dari ini yaitu perusahaan yang berada di New York.


Aaron berjalan hingga mencapai pintu masuk, dia bingung mencari cara agar dia bisa masuk ke perusahaan ini, dia menghampiri seorang pria berpenampilan rapi "Uncle, apa Uncle mau membantuku agar bisa masuk ke sana" Tunjuk Aaron ke arah pintu masuk.


"Kamu mau cari siapa, ini gedung tempat bekerja hanya karyawan saja yang di izinkan masuk ke gedung ini" Ucap pria tersebut.


"Aku ingin bertemu Paman Alison"


Pria tersebut mengernyit "Kamu siapanya Mr. Alison, kenapa ingin bertemu dengannya?" Tanyanya.


"A-aku...." Aaron hanya terdiam karena dia memang bukan siapa - siapa untuk Alison, jadi dia bingung harus memberikan jawaban seperti apa.


"Maaf dek, kalau kamu hanya sebatas ingin bertemu dan bukan anggota keluarga dari Mr. Alison maka kamu tidak bisa masuk" Ujar pria tersebut lalu meninggalkan Aaron masuk ke dalam gedung.


Tanpa berpikir panjang Aaron ikut menerobos masuk di samping pria tersebut dari belakang sehingga dia bisa masuk ke dalam perusahaan Whingston Grup.


"Hai, kamu tidak bisa masuk begitu saja" Teriak pria tadi lalu tidak lama ada seorang pegawai lain yang ikut mengejar Aaron karena dianggap bisa saja membuat rusuh karena memang tidak pernah ada anak kecil yang di izinkan masuk ke sini bahan tidak boleh ada satupun pegawai yang boleh membawa anaknya masuk ke gedung ini.


Aaron terus berlari hingga dia sampai pada tangga darurat, dengan cepat Aaron naik ke tangga tersebut namun naas saat sampai pada lantai dua kakinya tidak sengaja tersandung hingga membuat keseimbangan tubuhnya tidak terkontrol hingga tubuh kecilnya terguling jatuh ke bawah.


"BRAKKK" Suara tubuh Aaron menatap lantai dengan keras menimbulkan kepala Aaron mengeluarkan banyak darah


"Akhhh, sa-aakit" Ucap Aaron tertatih.


Semua orang yang melihat itu berteriak histeris dan berbondong - bondong melihat keadaan Aaron.


"Dad" Lirih Aaron sebelum matanya tertutup rapat.


.


.


.


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏

__ADS_1


__ADS_2