
Kini Alisha sudah duduk di belakang mobil bersama Alison dengan Edgar sebagai sopirnya, Alison sejak tadi tidak berhenti memperhatikan Alisha, terlihat sekali dari tatapan Alison kalau terpancar rasa khawatir dan bersalah secara bersamaan.
"Andai dulu aku tidak meninggalkanmu mungkin sekarang kita sudah hidup bahagia" Ucap batin Alison dalam hati.
"Sir" Panggil Alisha canggung saat ekor matanya melirik ke arah Alison yang tidak berhenti menatapnya.
"Ya?" Jawab Alison semakin mendekatkan wajahnya ke arah Alisha.
Alisha yang melihat itu semakin memundurkan wajahnya dengan gugup, hingga posisinya sudah berada paling pojok pintu mobil.
"A-apa yang ingin anda lakukan" Tanya Alisha dengan nada terbata saat dia merasakan hembusan nafas Alison menerpa wajahnya.
"Menciummu" Jawab Alison mencium bibir Alisha yang berasa bagai candu untuknya.
Alisha yang masih terkejut dengan ciuman tiba - tiba yang diberikan Alison hanya diam tidak tahu bagaimana cara membalasnya.
Ciuman yang awalnya hanya saling menyatukan bibir kini berubah menjadi ******* yang menuntut, Alisha yang awalnya hanya diam munutup bibirnya kini sudah membuka mulutnya karena lidah Alison yang mendesak masuk, hingga terdengar suara erangan tertahan yang dikeluarkan Alisha.
Edgar yang melihat kegiatan bosnya dari kaca spion depan menjadi salah tingkah karena sebelumnya dia tidak pernah melihat bosnya itu berciuman dengan seorang wanita, bahkan dengan bodohnya dia pernah berfikir kalau bosnya itu seorang gay, berdosalah sekali Edgar karena sudah berfikir seperti itu
"EKHEEM" dehem Edgar yang membuat Alisha tersadar dan segera melepaskan ciuman mereka dan mendorong tubuh Alison menjauh.
Pipi Alisha memerah saat menyadari kalau Edgar pasti melihat ciumannya yang dilakuan. bersama Alison.
Berbeda dengan Alison yang hanya menghela nafasnya kasar dan menatap ke arah Edgar dengan dingin.
"Maaf mengganggu kegiatan kalian, tapi sekarang kita sudah sampai tujuan tuan" Ucap Edgar setenang mungkin padahal dalam hatinya dia was was saat melihat tatapan tajam Alison.
Alison membukakan pintu mobil untuk Alisha, saat berniat ingin berjalan sendiri mengikuti Alison dari belakang, justru kini Alison kembali mengangkat tubuh Alisha ke dalam gendongannya.
"Sir saya bisa sendiri" Ucap Alisha.
Tidak ada balasan dari ucapan Alisha, seolah - olah tidak ingin di bantah, Alison tetap mengangkat tubuh Alisha.
Edgar yang masih berdiri di depan mobil hanya menatap perlakuan bosnya dengan pandangan tidak percaya "Ternyata jatuh cinta semenyeramkan itu bisa merubah seorang mafia Kejam menjadi sosok seperti hello kitty" Edgar bergidik ngeri.
__ADS_1
Setelah sampai di apartemennya, Alison meletakkan tubuh Alisha di atas sofa yang ada di apartemen, dia mengambilkan Alisha sebuah paper bag yang tadi di berikan oleh Edgar.
"Ganti bajumu agar tidak masuk angin" Ucap Alison kepada Alisha.
"Terima kasih sir" Alisha menerima paper bag pemberian Alison lalu berjalan menuju kamar mandi.
Alison melepas kancing kemeja bagian atasnya lalu menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku menampilkan lengan berototnya, dia berjalan ke meja patri untuk menyalakan kompor kemudian membuatkan Alisha teh hangat.
Di dalam kamar tidur Alison yang terhubung langsung dengan kamar mandi, dia menatap takjub saat melihat dekorasi apartemen milik atasannya sangat mewah dan klasik.
Lalu tatapan Alisha tertuju kepada sebuah foto yang tertelungkup jatuh di bawah meja, dengan perlahan dia berjalan berniat untuk mengambil foto tersebut.
"Aku sudah menyiapkan teh hangat untuk kamu minum" Ucap Alison lebih santai dari biasanya yang lebih cenderung menggunakan bahasa formal.
Alisha terjangkit kaget lalu membalik tubuhnya ke hadapan Alison "Maaf sir, karena saya sudah lancang" Alisha menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar menuju ruang tengah.
Tatapan Alison melihat ke arah selembar foto yang terjatuh lalu mengambilnya dan tersenyum melihat foto seorang wanita yang sedang tersenyum menghadap kamera.
"Cantik, seindah bunga lili kesukaanmu" Lirih Alison kemudian meletakkan foto tersebut ke dalam laci meja.
"Menginaplah di sini, ini sudah larut malam, aku akan mengantarkan mu pulang besok pagi" Ucap Alison yang mendudukan tubuhnya di samping Alisha.
"Kenapa anda begitu baik kepada saya sir, seharusnya anda memperlakukan saya sama seperti pegawai lainnya"
"Memang seperti apa aku harus memperlakukanmu, bukankah ini juga termasuk membela hak pegawaiku agar terhindar dari penindasan" Balas Alison
"Tapi ini terlalu berlebihan, mereka bisa menganggap kalau anda menyukaiku" Ucap Alisha tanpa sadar lalu meruntuki perkataanya.
Alison terkekeh pelan kemudian menatap Alisha serius "Bagaimana kalau aku memang tertarik kepadamu?" Tanya Alison.
Sedangkan Alisha yang mendengar jawaban yang di berikan Alison hanya bisa membelalakkan matanya "Maksud anda?" Tanya nya memastikan.
Alison tersenyum, senyuman yang tidak pernah dia berikan kepada siapapun selain kepada orang yang dia sayangi "Tidurlah di kamarku dan jangan berusaha mencari tahu apa yang seharusnya tidak harus kamu ketahui, aku akan mandi terlebih dahulu" Ujar Alison kembali mengecup bibir Alisha sebentar lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
Setelah kepergian Alison, dia memegang bibirnya yang kembali di cium oleh Alison dengan perasaan yang dulu pernah dia rasakan saat mendapatkan ciuman dari Killian.
__ADS_1
Selesei mandi, Alison berjalan ke arah ranjangnya yang sudah di tiduri oleh Alisha, senyumannya kembali terbit saat melihat Alisha begitu mudahnya tertidur jika sudah berada di atas ranjang.
Dia berjalan ke arah pojok walk in closet untuk mengambil satu vas bunga lili lalu di letakkan nya di samping Alisha.
Di ciumnya kening Alisha lembut, kemudian dia ikut bergabung tidur di samping tubuh Alisha dan membawa tubuh Alisha ke dalam pelukkan hangatnya.
***
Pagi harinya Alisha terbangun dengan keadaan sebelah ranjang kosong yang membuatnya berfikir kalau mungkin saja Alison memilih tidur di luar kamar tidur atau di sofa.
Alisha tersenyum mencium aroma segar dari bunga lili yang berada di atas nakas sampingnya padahal seingatnya kemarin malam bunga ini belum ada di sini.
"Apa kamu menyukai bunga lili" Tanya Alison yang menyenderkan tubuhnya di samping pintu kamar tidur yang terbuka.
"Iya sir, saya sangat menyukai bunga lili, apa anda juga menyukai bunga lili?"
"Tidak, aku awalnya tidak menyukainya tapi aku sengaja selalu menaruhnya di apartemenku karena mantan kekasihku dulu sangat menyukai bunga lili" Balas Alison.
Alisha terdiam, ada perasaan tidak nyaman saat alison mengatakan kalau dia menyukai bunga lili karena mantan kekasihnya, yang itu berarti sampai sekarang atasannya itu masih sangat mencintai mantannya itu.
"Ah, pasti anda sangat mencintainya hingga sampai sekarang masih menyimpan hal yang dia sukai"
"Kamu benar, aku memang masih sangat mencintainya hingga sekarang"
Perkataan Alison lagi dan lagi membuat perasaan Alisha tersakiti, lalu apa artinya ucapan Alison yang mengatakan kalau dia tertarik kepadanya kalau ternyata sampai sekarang masih belum bisa melupakan seseorang dari masa lalunya.
"Mandilah terlebih dahulu, setelah ini aku akan mengantarmu pulang" Ucap Alison menunjukkan sedikit senyumannya saat melihat perubahan wajah Alisha yang berubah menjadi sendu saat mendengar ucapannya tadi.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏