Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Hampir Melakukan


__ADS_3

Alisha hanya diam saja saat Edgar memeriksa keadaan Alison yang saat ini sedang berbaring di ranjang yang sengaja di letakkan di ruang tersembunyi di ruang kerjanya.


Satu hal yang diketahuinya ternyata Edgar bukan hanya orang kepercayaan Alison tapi juga seorang dokter pribadi yang menangani Alison jika terjatuh sakit.


"Aku rasa toleransi alkohol pada tubuh Tuan Alison masih sangat rendah" Ujar Edgar tanpa sadar.


"Apa kemarin Mr. Alison mabuk berat?" Tanya Alisha tiba - tiba.


Edgar tersentak mendengar pertanyaan Alisha "Apa aku baru saja mengatakan sesuatu" Tanya Edgar.


"Tadi anda mengatakan kalau Mr. Alison memiliki toleransi alkohol yang rendah, lalu saya bertanya apa kemarin Mr. Alison mabuk"


Edgar mengernyitkan keningnya "Benarkah aku tadi mengucapkan hal seperti itu?"


Alisha mengangguk "Saya bahkan mendengarnya dengan sangat jelas"


"Ah, aku rasa aku mengatakannya dengan tidak sadar" Balasnya kemudian berdiri dari duduknya.


"Aku akan mengambilkan obat yang biasa di minum Tuan Alison, tapi sebelumnya aku meminta bantuanmu untuk menjaga Tuan Alison, karena tidak mungkin juga aku membawa Tuan Alison pergi di jam kantor seperti ini"


"Tapi....." Alisha hendak menolak permintaan Edgar namun segera dia urungkan "Baiklah saya akan menjaga Mr. Alison" Jawabnya akhirnya.


Alisha duduk di samping tubuh Alison, setelah kepergian Edgar kini hanya ada mereka berdua di dalam ruangan ini.


Di arahkan nya tangannya ke kening Alison, ketika dia akan menarik tangannya dari kening Alison tiba - tiba pergelangan tangannya di genggam oleh Alison.


Dengan perlahan Alison membuka matanya "Apa kamu yang membawaku ke sini?"


"Bukan, Tuan Edgar yang membawa anda ke sini sir" Alisha menarik tangannya dari genggaman Alison.


"Bisakah kamu hilangkan panggilan formal itu lagi" Ujar Alison berusaha bangun dari rebahannya.


Alisha yang melihat itu secara reflek membantu Alison, hal itu membuat Alison tersenyum kecil.


"Bahkan saat kamu sedang marah denganku, kamu masih saja peduli terhadapku" Ujar Alison.


"Saya tidak marah dengan anda, apa hak saya marah dengan anda sir"

__ADS_1


Di helanya nafasnya pelan karena Alisha benar - benar tidak merubah cara bicaranya lagi seperti sebelumnya.


"Saya rasa anda sudah baik - baik saja, mungkin sebentar lagi Tuan Edgar akan datang jadi saya pamit untuk pergi"


Alison tidak membiarkan Alisha pergi begitu saja, dia menarik Alisha hingga tubuh Alisha sekarang duduk di atas pangkuannya.


"Sir, apa yang anda lakukan" Pekik Alisha terkejut.


Kini posisi tubuh Alisha menindih tubuh Alison yang menyandarkan kepalanya di ranjang.


"Jangan menghindari ku terus Alisha, kamu tidak bisa hanya menyimpulkan perkataan orang lain hanya dari satu sisi saja" Alison menatap Alisha tajam "Sekarang katakan apa yang Danilla katakan kepadamu" Tanya Alison.


Alisha terkejut saat mengetahui kalau Alisha bertemu dengan Danilla kemarin "Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanyanya


"Aku selalu tahu apa yang kamu lakukan Alisha, sekarang kamu bilang apa yang dia katakan kepada kamu mengenai diriku?"


"Aa-ku...."


"Tatap mataku Alisha" Alison mengangkat dagu Alisha lalu memfokuskan tatapan Alisha kepadanya.


Alisha berusaha mengusir rasa gugupnya, mungkin dia memang harus jujur ke pada Alison "Danilla mengatakan kalau dia adalah tunangan kamu" Cicit Alisha dengan suara semakin mengecil.


"Apa aku punya alasan untuk tidak mempercayainya, sedangkan aku melihat kalau dia memang benar masuk ke ruang kerja kamu" Balas Alisha menunjukkan kalau dia tidak menyukai hal itu.


"Kamu cemburu?" Tanya Alison.


Setidaknya Alison sedikit senang karena Alisha mau meninggalkan bahasa formalnya lagi.


"Tidak, untuk apa aku cemburu, lagian hubungan diantara kita hanya sebatas atasan dan karyawan lalu sebentar lagi kita hanya akan menjadi orang asing setelah aku keluar dari perusahaan ini" Ketus Alisha.


"Aku tidak akan mengizinkan kamu keluar dari perusahaan ini Alisha, jadi jangan berfikir untuk menjauhiku" Tegas Alison.


Alisha berusaha melepaskan diri dari dekapan Alison "Kamu tidak bisa mencegahku, lagian aku sudah setuju untuk mengganti uang kompensasinya asalkan kamu memberikanku waktu lebih lama lagi"


Alison semakin mendekatkan wajahnya hingga tinggal beberapa centi lagi bibir mereka akan saling menyatu "Dan aku tidak akan pernah memberi kamu waktu sesuai dengan keinginanmu"


Bibir Alisha dan Alison sudah saling menyatu, dia semakin mempererat dekapannya di tubuh Alisha, di lumatnya bibir Alisha semakin dalam hingga ******* lembut keluar dari bibir Alisha.

__ADS_1


Alison menjauhakn sedikit bibirnya "Danilla bukan tunanganku, dan aku tidak pernah mencintai dia"


Setelah mengatakan itu Alison Kemabli memberikan ******* pada bibir Alisha dengan semakin menuntut, sedangkan Alisha sudah tidak bisa berkutik lagi, hati dan pikirannya tidak bisa berjalan secara bersamaan, walaupun dia ingin menolak ciuman Alison namun tubunya justru meminta hal lebih dari ini.


Tangan Alison semakin merambat masuk ke dalam kemeja kerja yang dipakai Alisha lalu membelai punggung mulus Alisha.


"Akhh" Desah Alisha dengan suara rendahnya.


Posisi tubuh Alisha kini sudah berpindah berada di bawah kukungan tubuh Alison dengan bibir yang masih saling *******.


Merasa tidak ada penolakan dari Alisha, Alison semakin memberanikan diri membuka kancing kemeja bagian atas Alisha.


Alisha sendiri benar - benar tidak bisa berfikir dengan jernih, dia bahkan membiarkan kancing kemejanya di buka oleh Alison hingga menampilkan pakaian dalamnya, hingga saat Alison hampir melepas kancing terakhir pada kemejanya suara deritan pintu menghentikannya.


Alison segera menggulingkan tubuhnya ke samping lalu menutup tubuh Alisha dengan selimut.


"Tuan saya sudah membawakan obat untuk anda" Ucap Edgar yang masih belum menyadari posisi Alison dan Alisha.


Mata Edgar terbelalak kaget saat melihat pemandangan yang ada di depannya, dia segera memalingkan wajahnya membelakangi Alison dan Alisha "Astaga, maaf kan saya Tuan, saya tidak tahu kalau anda sedang membuat Alison junior" Ucap Edgar tanpa sadar, dia segera memukul bibirnya menyadari ucapannya yang terlalu vulgar dan tidak sopan.


"Edgar...." Tekan Alison "Keluar dari sini" Usir Alison.


"I-yaa Tuan, sekali lagi saya minta maaf" Ucap Edgar segera berlalu meninggalkan Alison dan Alisha.


Sedangkan pipi Alisha merona malu, tangannya segera mengancingkan kemejanya dan segera turun dari ranjang.


"A-aku harus pergi, permisi" Alisha juga dengan cepat keluar meninggalkan Alison, dia merasa ada yang salah dengan tubunya karena reaksi yang diberikan tubunya hampir sama saat Killian dulu hampir menyentuhnya.


Alison menyandarkan tubunya pada kelapa ranjang "Apa yang kamu lakukan, bagaimana bisa kamu akan mengulang kesalahan yang sama lagi" Desis Alison merasa marah dengan dirinya sendiri karena hampir lepas kontrol setiap melihat tubuh Alisha.


Di luar ruangan kerja Alison, Alisha tidak langsung pergi, dia hanya berdiam diri sambil memegang dadanya "Kenapa aku merasa kamu seperti Killian, sebenarnya siapa kamu Alison" Lirih Alisha.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2