
Alisha tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya setelah kejadian ciuman itu, dia merasa ada yang aneh dengan dirinya seharusnya dia tidak menerima ciuman itu apalagi Killian adalah teman dari adiknya sendiri, bahkan sejak kejadian itu Alisha sebisa mungkin menghindari Killian.
Bahkan beberapa hari ini dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya, pikirannya selalu berpusat kepada Killian tapi sejak pertemuannya dengan Davin, teman masa kecilnya dulu perlahan - lahan membuatnya bisa melupakan Killian.
"Melamun lagi nona"
Alisha tersentak kaget dari lamunannya "Davin, astaga kamu mengejutkanku" Ucap Alisha memegangi dadanya.
"Aku datang untuk mengajakmu makan siang"
Ucap Davin berdiri di samping Alisha.
"Tapi aku masih bekerja Vin, aku tidak enak dengan Bibi Anne jika harus meninggalkan toko"
"Ini sudah jam makan siang Alisha, aku akan meminta izin ke Bibi Anne, pasti dia akan mengizinkan" Balas Davin berjalan masuk ke dalam toko menghampiri Bibi Anne.
"Tidak perlu izin kepadaku kalau memang ingin pergi makan siang Alisha, aku tidak mungkin melarang kamu kalaupun pergi berkencan dengan Davin" Ucap Bibi Anne mengedipkan sebelah matanya ke arah Davin.
"Bukan begitu Bi, kita hanya makan siang tidak pergi berkencan tapi aku hanya tidak enak jika harus meninggalkan toko di jam padat pembeli seperti ini"
"Sudah sana kalian pergi jangan membuat Davin memohon terus agar bisa membujukmu pergi bersamanya, dia sudah seperti seorang suami yang sedang merajuk" Bibi Anne tertawa pelan melihat ekspresi memohon Davin karena ajakannya yang selalu di tolak oleh Alisha.
Sedangkan Alisha menampilkan semu merah di pipinya saat mendengar ucapan Bibi Anne.
"Kamu sudah dengar sendiri kan kalau Bibi Anne mengizinkan kita pergi" Alisha menarik pelan tangan Alisha.
"Tapi...." Ucapan Alisha terputus ketika Davin sudah membantunya masuk ke dalam mobil.
Bibi Anne yang melihat kebersamaan Alisha dan Davin tersenyum bahagia, dia berharap kalau mereka memang berjodoh dan dia juga berharap kalau Davin adalah pria yang mau menerima segala kondisi yang di miliki oleh Alisha.
Mobil yang di tumpangi Alisha dan Davin berhenti di sebuah cafe tidak jauh dari toko bunga tempatnya bekerja.
"Vin, kita dimana?" Tanya Alisha saat kini mereka berdua berjalan ke dalam sebuah cafe.
__ADS_1
Davin dengan setia menggenggam tangan Alisha, sedangkan Alisha meninggalkan tongkatnya di dalam mobil milik Davin
"Kita ada di salah satu cafe populer di daerah sini, biasanya jam segini banyak mahasiswa yang datang ke sini" Jawab Davin.
"Kita sudah bukan anak muda lagi Vin, kenapa harus ke cafe, kita bisa kan makan di restauran atau di manapun asalkan tidak di tempat ini" Alisha menghentikan langkahnya.
"Tidak masalah, lagian di sini juga banyak pengunjung orang dewasa lagian kenapa kamu seperti sangat tidak ingin makan di sini, apa kamu sendang menghindari sesuatu" Davin menatap Alisha menyelidik.
"Bukan aku tidak ingin makan disini, hanya saja aku tidak terbiasa makan di dalam cafe seperti ini Vin"
Sebenarnya bukan itu alasan Alisha, hanya saja dia tahu kalau Michael dan Killian sering datang ke cafe ini, dia hanya tidak ingin kalau sampai adiknya itu tahu kalau dia pergi keluar dengan seorang pria, karena Alisha yakin kalau Michael akan memberondongnya dengan begitu banyak pertanyaan.
"Kalau hanya itu alasan kamu, mari kita biasakan makan disini, mungkin aku kan sering mengajakmu ke sini" Bales Davin menarik tangan Alisha.
Tanpa sadar Alisha justru tetap mengikuti langkah kaki Davin untuk masuk kedalam cafe, sejenak melupakan ketakutannya ketika bertemu Michael.
"Kamu mau pesan apa?" Tan Davin kepada Alisha.
Setelah pelayan pergi dari hadapan Davin dan Alisha, tangan Alisha yang berada di atas meja di genggam oleh Davin "Ada hal serius yang ingin aku katakan sama kamu" Ucap Davin semakin mengeratkan genggaman tangannya.
Entah kenapa perasaan Alisha tiba - tiba terasa tidak nyaman, entah karena ucapan Davin yang ingin mengatakan hal yang serius atau karena dia merasa ada yang mengawasinya sejak dia duduk tadi.
"Memang apa yang ingin kamu katakan" Tanahnya.
"Aku sayang sama kamu Alisha, aku ingin kita memulai hubungan sebagai sepasangan kekasih, kamu tahu sendiri kan sejak kecil kita selalu bersama, kamu juga tahu kalau bukan karena ajakan papa aku untuk pergi ke New York mungkin aku lebih memilih tinggal di sini dan selalu berada di dekat kamu, aku ingin selalu hidup bersama kamu Alisha, jadi apa kamu mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman denganku?" Tanya Davin penuh harap.
"Aku tidak sempurna Vin, kamu bisa temukan wanita yang lebih sempurna dari aku" Balas Alisha dengan jantung yang berdegup lebih cepat.
"Aku menerima semua kekurangan kamu, kalau kamu memang masih ragu kamu bisa memikirkannya lagi Alisha tapi aku harap jawaban yang kamu berikan tidak melukai hatimu" Pinta Davin dengan tulus.
"A...aakuu...." Ucapan gugup Alisha terhenti ketika ada seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.
"Tidak perlu menjawabnya dengan terburu - buru lebih baik kita makan sekarang, aku tidak mau kalau sampai Bibi Anne memarahiku karena pegawai kesayangannya tidak segera aku antar kembali ke tokonya" Ucap Davin berusaha mencairkan suasana agar tidak terlihat tegang.
__ADS_1
Alisha tersenyum mendengar perkataan yang di ucapkan Davin tentang Bibi Anne.
Mereka makan dalam diam, Davin hanya berusaha agar tidak mengganggu Alisha makan yang terlihat begitu menikmati hidangannya, lalu diam - diam dia mengambil foto Alisha saat sedang makan.
"Cantik" Guman Davin melihat hasil jepretan yang dia ambil.
Sedangkan di meja yang tidak jauh dari tempat duduk Alisha dan Davin, seorang pria menatap mereka dengan tatapan tajam menggambarkan kalau dia tidak menyukai dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Sial" Umpatnya yang membuat beberapa temannya yang sedang fokus dengan laptopnya mengalihkan tatapannya ke arah pria tersebut.
"Killian, Are you okay?" Tanya salah satu temannya.
Killian tidak mempedulikan pertanyaan teman wanitanya, kini fokusnya hanya kepada Davin dan Alisha, perasaan marah dan tidak suka kini memenuhi pikirannya, ingin rasanya dia menyeret Alisha menjauh dari Davin tapi jelas itu tidak mungkin dia lakukan untuk saat ini.
Tanpa berpamitan, Killian ikut pergi mengikuti Alisha dan Davin yang berjalan keluar dari cafe.
Sesampainya di depan toko tempat Alisha bekerja, dari jauh Killian bisa melihat bagaimana perlakuan Davin yang begitu berlebihan kepada Alisha bahkan kini dia melihat Davin mencium kening Alisha, lagi dan lagi amarah dalam dirinya hampir tidak bisa dikendalikan jika Davin tidak segera pergi dari hadapan Alisha tapi untungnya setelah mencium kening Alisha dia segera berlalu pergi dari sana.
Setelah kepergian Davin, dengan langkah cepat Killian menghampiri Alisha lalu menarik tubuhnya dan mencium bibir Alisha dengan kasar dan tentu saja itu membuat Alisha terkejut.
"Hampppp.... Killian apa yang kamu lakukan" Ujar Alisha dengan suara rendahnya saat Killian melepas ciumannya.
"Aku tidak suka ada pria lain yang berusaha merebut mu dariku" Ucap Killian penuh dengan penekanan lalu kembali mencium bibir Alisha.
.
.
.
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1