Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Janji Untuk Aaron


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu keadaan Aaron semakin menunjukkan kemajuan, sesekali terlihat Aaron menggerakkan tangannya dan hal itu membawa harapan baru untuk Alisha kalau Aaron akan segera melewati masa kritisnya.


Sedangkan sudah dua hari Alison tidak pernah datang lagi menjenguk Aaron atas larangan Alisha saat dia mengetahui kalau ternyata diam - diam Alison yang sudah membayar semua biaya rumah sakit Aaron tanpa sepengetahuannya, namun walaupun begitu Alison diam - diam masih memantau keadaan Aaron lewat orang suruhannya.


Dan sudah dua hari juga dia tidak pernah datang ke kantor lagi stelah kejadian itu, dia lebih memilih menemani Aaron di rumah sakit.


"Kamu pulang saja Michael, kakak bisa menjaga Aaron sendiri, pasti kamu capek karena seharian lembur bekerja"


"Baiklah, aku akan pulang, besok pagi sebelum berangkat bekerja aku akan menyempatkan untuk datang ke sini terlebih dahulu" Ujar Michael


Setelah kepergian Michael, Alisha duduk kembali di samping ranjang tempat Aaron berbaring "Sampai kapan kamu menutup mata, mom sangat takut kalau kamu akan pergi meninggalkan Mom" Ujar Alisha mengusap pelan kepala Aaron.


"Jangan pernah tinggalkan Mon Aaron, mom akan melakukan apapun untuk kamu termasuk memperkenalkan ayah kandung kamu yang sebenarnya, jadi kamu harus segera membuka mata kamu ya" Ucap Alisha lagi.


Keheningan menyelimuti kamar perawatan Aaron, yang terdengar hanya bunyi pendeteksi detak jantung milik Aaron saja.


Alisha yang merasa lelah meletakkan kepalanya di samping tangan Aaron, perlahan dia mulai menutup matanya.


"Dad" Guman Aaron yang masih memejamkan matanya.


Alisha yang tadi sempat membaringkan kepalanya di samping Aaron segera membuka matanya saat mendengarkan gumanan lirih Aaron.


"Aaron" Lirih Alisha melihat pergerakkan pada bulu mata Aaron.


"Daddy" Guman nya lagi lalu dengan perlahan mata Aaron terbuka.


"Sayang, ini mommy" Ujar Alisha dengan mata berkaca - kaca saat bisa melihat kembali mata indah Aaron yang sudah lama tertutup


Alisha segera memencet tombol darurat yang berada tepat di samping ranjang Aaron untuk memanggil dokter.


Tidak lama dokter dan beberapa suster datang untuk memeriksa keadaan Aaron


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Alisha saat dokter sudah selesei memeriksa keadaan Aaron.


"Syukurlah keadaan pasien sudah membaik, pasien sudah melewati masa kritisnya dan kita hanya perlu melihat perkembangan selanjutnya"

__ADS_1


Alisha segera bergegas kembali melihat ke arah Aaron yang juga sedang menatap ke arahnya "Aaron ini mom sayang, terima kasih karena sudah berjuang untuk kembali membuka mata kamu"


"Mom" Lirih Aaron sangat pelan.


"Iya sayang?"


"Haus" Jawabnya.


Alisha membantu Aaron minum dengan pelan lalu setelahnya dia menaruh kembali gelas minum ke atas nakas.


"Apa ada yang sakit atau membuat kamu tidak nyaman?" Tanya Alisha dengan nada khawatir nya.


Aaron menggelengkan kepalanya sangat pelan "Aaron tadi bermimpi bertemu daddy mom, daddy memeluk Aaron sangat erat tapi Aaron tidak bisa melihat wajahnya"


"Apa Aaron sebegitu merindukan kehadiran daddy?" Tanya Alisha pelan.


Aaron menganggukkan kepalanya pelan "Apa setelah sakit, Aaron akan bertemu dengan daddy?" Tanyanya.


Alisha tersenyum "Aaron harus cepat pulih dan sembuh agar kamu bisa bertemu dengan dad, nanti mom berjanji akan mempertemukan kalian" Ujar Alisha dengan senyuman nya yang menyimpan luka.


Aaron membalas senyuman Alisha lalu matanya kembali tertutup lagi.


Alison tersenyum senang saat mendapat kabar dari orang suruhannya kalau Aaron sudah siuman "Apa jadwalku setelah ini?" Tanya Alison kepada Edgar.


"Sudah tidak ada sir, semua meeting sudah saya handle dengan baik" Jawab Edgar.


"Kalau begitu sekarang aku akan pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Aaron" Ucap Alison berdiri dari kursi kerjanya.


"Baik Sir" Jawab Edgar yang mengikuti Alison dari belakang.


Alison menolehkan kepalanya ke belakang "Kenapa kamu mengikuti ku?" Tanyanya.


"Saya ingin mengantar anda ke rumah sakit sir" Balasnya.


"Aku tidak menyuruhmu untuk mengantarku ke rumah sakit, aku bukan anak kecil yang kemana - mana harus kamu antar" Ucap Alison yang berjalan pergi meninggalkan Edgar.

__ADS_1


Setelah kepergian Alison, Edgar menghela nafasnya kasar "Selain pelupa, tenyata Tuan Alison juga lebih menjengkelkan setelah beberapa hari menjadi seperti orang gila"


Ya, Edgar ingat beberapa hari yang lalu dia harus mengantar jemput Alison karena kondisi bosnya itu yang hampir setiap hari marah - marah tanpa sebab dan juga hampir mengalami kecelakaan fatal karena kurangnya fokus saat menyetir mobil, bahkan dia juga masih ingat di benaknya yang membuatnya kemarin malam tidak bisa tidur nyenyak ketika mengingat bagaimana Alison menjadikannya target latihan menembak yang membuatnya hampir saja kehilangan nyawanya saat peluru dari pistol Alison mendarat tepat di samping kepalanya dan jika meleset sedikit saja maka bisa di pastikan kalau hari ini dia tidak akan bisa berdiri di sini lagi dalam keadaan hidup.


"Mr. Edgar" Panggil Elle yang saat ini sudah berdiri di depannya.


Edgar mengernyitkan dahinya berusaha mengingat siapa wanita yang saat ini berdiri di depannya, dia merasa tidak asing dengan wanita di depannya saat ini.


"Siapa kamu?" Tanya Edgar.


"Ah iya, saya temannya Alisha, hmmm saya mau bertanya mungkin saja anda tahu tentang keberadaan Alisha selama dua hari ini yang tidak pernah datang ke kantor lagi"


"Kenapa kamu tanya ke saya?" Tanya Edgar dengan tatapan tajamnya.


"I-itu sir karena saya tidak bisa menghubungi ponselnya selama dua hari ini" Ucap Elle menggigit pipi bagian dalamnya karena merasa terintimidasi dengan tatapan Edgar.


Edgar menatap Elle dengan tatapan menyelidik dengan seringai liciknya Edgar berjalan mendekat ke arah Elle yang membuat Elle berjalan mundur ke belakang hingga tubuhnya menubruk dinding yang membuatnya sudah tidak bisa bergerak lagi.


Edgar mendekatkan wajahnya ke telinga samping kanan Elle "Itu bukan hanya alasan kamu saja kan untuk bisa berbicara denganku"


"Tii-dak sir" Jawab Elle dengan gugup saat Edgar mengetahui salah satu niatnya memang ingin berbicara secara langsung dengan Edgar.


Mendengar jawaban Elle, dia menjauhakn tubuhnya dari Elle "Anaknya mengalami kecelakaan di kantor dan di rawat di rumah sakit" Balasnya lalu di kembali mendekat ke arah Elle "Apa kamu mau ikut pergi ke rumah sakit bersamaku" Bisik nya di telinga Elle yang membuat Elle berusaha mati - matian menahan detak jantungnya yang berdetak cepat saat berdekatan dengan Edgar.


"Sa-aya...." Jawab Elle dengan gugup.


"Temui aku saat jam pulang kerja di basment jika kamu berniat ikut denganku pergi ke rumah sakit" Ujar Edgar menjauh dari tempat Elle berdiri.


Kedua tangan Elle memegang dadanya yang berdetak cepat "Astaga, apa aku bermimpi saat ini, ahhhhhh akhirnya aku bisa lebih dekat dengan Mr. Edgar" Elle tersenyum senang.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2