
Toronto 7 tahun lalu
"Kak" Seorang Pria memanggil Perempuan yang sedang memasukkan bunga ke vas nya.
"Michael" Balas wanita tersebut lalu mengambil tongkatnya yang dia sandarkan di dinding dan berjalan menghampiri sumber suara.
Sedangkan di samping Michael, berdiri seorang pria yang memfokuskan tatapan nya kepada kakak dari temannya tersebut.
"Ah iya aku hari ini membawa temanku, mungkin untuk beberapa bulan ke depan dia akan tinggal bersama kita, tapi kakak tenang saja dia hanya akan menumpang tidur dan untuk pagi sampai sore akan di habiskan untuk kuliah dan bekerja" Ucap Michael.
Wanita tersebut mengulurkan tangannya berniat untuk berkenalan dengan teman yang dikenalkan adiknya tadi "Hai, kamu bisa memanggilku Kak Alisha"
Pria itu masih diam belum berniat membalas uluran tangan Alisha hingga ketika tangan Alisha akan turun dengan cepat pria itu membalas uluran tangannya.
"Killian" Jawabnya singkat.
"Senang bisa berkenalan denganmu killian semoga kamu betah tinggal di rumah kami" Ucap Alisha dengan ramah.
Killian hanya mengangguk walau dia tahu kalau Alisha tidak melihat anggukan kepalanya tapi tidak ada niatan untuknya membalas ucapan wanita di depannya ini.
"Ah ya, aku akan menunjukkan rumahku" Ajak Michael menarik tubuh Killian
"Kalau begitu aku pergi dulu kak, selamat bekerja" Teriak Michael yang mendapatkan gelengan kepalanya karena melihat sifat adiknya.
Sehari - hari Alisha bekerja di toko bunga, walau dia memiliki keterbatasan tapi dia memiliki insting yang kuat dan dia juga akan cepat menghafal letak sesuatu.
Berjalan kembali masuk ke toko bunga, Alisha merekahkan senyuman bahagia nya, entahlah dia juga tidak tahu apa arti dari senyum yang di sunggingkannya barusan.
"Dengan siapa tadi Michael?" Tanya Bibi Anne yang merupakan pemilik dari toko bunga tempatnya bekerja.
"Dia memperkenalkannya sebagai teman, aku juga baru tahu kalau Michael mempunyai teman bernama Killian"
"Oh namanya Killian" Guman Bibi Anne "Tadi aku melihat, dia tidak berhenti menatapmu, apa mungkin pria itu menyukaimu?" Tanya Bibi Anne.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, lagian usianya juga di bawahku dana mana mungkin juga dia menyukai gadis buta sepertiku" Balas Alisha lalu kembali merapikan bunga yang akan di masukkan ke vas maupun Bunga yang akan dia ikat jadi satu.
Bibi Anne menatap ke arah Alisha, ada perasaan sedih dan kasihan saat melihat kondisi Alisha, dia tahu gadis itu cukup tegar dari luar tapi sebenarnya hatinya begitu rapuh ketika mendapat berbagai macam hinaan dari keluarganya sendiri.
Merasa Bibi Anne seperti terus memperhatikannya dan tentu dia juga tahu apa yang dipikirkan wanita paru baya itu.
"Aku baik baik saja Bi"
Hal itu lah yang selalu di ucapkan Alisha ketika dia merasa di tatap oleh Bibi Anne.
Menghela nafas pelan wanita paruh baya itu berjalan meninggalkan Alisha untuk masuk ke dalam toko bunga.
***
Alisha masih setia menunggu ke datangan adiknya, karena tentu saja untuk pulang dengan jarak toko bunga dan rumahnya yang lumayan jauh tidak memungkinkan Alisha untuk pulang sendiri.
Tanpa di duga tiba tiba hujan turun dengan derasnya, Alisha yang memang menyukai hujan berniat untuk hujan - hujanan, namun baru satu langkah kakinya mengenai air, seseorang menariknya terlebih dahulu.
"Apa kamu berniat untuk menyakiti dirimu sendiri" Ucap suara seseorang yang tadi menarik tubuhnya.
"Kamu sendirian di mana Michael" Tanya Alisha yang tidak mendengar suara adiknya, biasanya adiknya akan berteriak dari kejauhan ketika menjemputnya.
"Dia sedang ada kepentingan, jadi dia memintaku untuk menyusulmu ke tempat kerja"
Killian membuka payungnya, lalu menggenggam tangan Alisha.
Mereka berjalan berdua di bawah guyuran hujan di langit Toronto, tangan Killian juga masih menggenggam tangan Alisha tanpa berniat untuk melepaskannya.
Setelah menempuh jalan kaki yang lumayan jauh, Alisha sudah sampai di dalam rumah mendingan orang tuanya, rumah sederhana yang di bangun dengan jerih payah kedua orang tuanya.
Dengan tubuh yang sedikit basah karena kehujanan, tubuh Alisha sedikit menggigil, Killian yang melihat tubu Alisha yang kedinginan berinisiatif menyampirkan jaketnya ke tubuh Alisha.
"Tidak perlu Killian, kamu pasti juga kedinginan, aku bisa membungkus tubuhku dengan selimut" Alisha berdiri dari duduknya lalu masuk ke kamar tidurnya
__ADS_1
Keberadaan Killian yang sudah hampir satu bulan di rumahnya membuatnya sedikit demi sedikit dekat dengan pria itu, walau Killian tidak banyak bicara tapi setidaknya Killian masih menanggapi ketika dia mengajaknya berbicara.
Dia keluar dengan tubuh yang sudah dililit oleh selimut kemudian duduk kembali di samping Killian yang sedang memainkan ponselnya.
"Kenapa Michael belum pulang, aku sangat Mengkhawatirkan nya" Ucap Alisha
Killian mengalihkan fokusnya dari ponsel ke arah Alisha "Sebentar lagi dia pasti sampai"
Merasa mengantuk, Alisha berdiri dari duduknya, karena kurang berhati - hati dia tidak sengaja menginjak selimutnya yang membaut tubuhnya terjatuh ke arah sofa yang dia tempati tadi, tapi bukan langsung jatuh ke sofa namu tubuhnya kini justru menindih tubuh Killian.
Sedangkan killian yang tubuhnya saat ini tubuhnya di tindih oleh Alisha hanya mampu diam tanpa bergerak sedikitpun dan kini tiba - tiba suasana menjadi hening.
Killian menatap bibir ranum Alisha yang sialnya begitu menggoda untuknya, perlahan- lahan di menyentuh bibir Alisha dan menciumnya dengan lembut, dan hal itu berhasil membuat Alisha terkejut namun tidak berniat untuk segera bangun dari tubuh Killian, dia justru seolah olah sedang menikmati ciuman yang di berikan Killian, sedangkan Killian yang merasakan Alisha menerima ciumannya justru semakin menekan tengkuk Alisha hingga suara Michael menghentikan ciuman mereka.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Michael yang tampak syok dengan adegan yang ada di depannya.
Sejak hari itu tanpa mereka sadari, suatu saat akan timbul perasaan yang justru akan membawa mereka ke masa sulit yang harus mereka berdua hadapi.
***
Setelah kejadian ciuman mereka beberapa hari lalu, Alisha seolah menghindari Killian, sedangkan Killian tidak menyukai sikap menghindar yang diberikan Alisha kepadanya walaupun memang dari awal beginilah kehidupan mereka tapi sejak kejadian itu ada hal berbeda yang dia rasakan, karena peringatan Michael dan ancaman yang pria itu berikan setidaknya untuk saat ini dia akan menjaga jarak dari Alisha.
"Jangan mempermainkan kakakku, jika kamu mendekatinya hanya untuk bermain - main lebih baik luapkan hal itu"
"Aku tidak pernah main - main dengan wanita yang sudah menyentuh hatiku"
"Aku tidak yakin kalau yang kamu ucapkan itu sebuah kejujuran, dan tentu apa yang kamu ucapan barusan sangat berbeda dengan yang sesungguhnya terjadi bahkan satu universitas pun tahu kalau kamu sering mematahkan hati wanita karena sikapmu" Ucap Michael "Jadi jangan memberikan harapan apapun kepada kakakku, atau aku tidak mengizinkanmu untuk tinggal di sini lagi" Lanjutnya meninggalkan Killian.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏