
WARNING!!!
Alison menatap Dave dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan dengan baik, setelah mendengar semua penjelasan Darren membuatnya semakin membenci laki - laki di depannya saat ini, bukan hanya ayahnya saja yang di lenyapkan secara keji, tapi ternyata kakaknya juga menjadi korban dari keserakahan dan keangkuhan Dave.
Senyum licik Dave muncul saat dia melihat keberadaan Alison di hadapannya, foto USG anaknya yang sedari tadi dia pegang kini terlepas dan jatuh ke lantai.
"Bagaimana? apa sekarang kamu sudah menyesali semuanya, orang - orang yang kamu cintai satu persatu mulai pergi meninggalkanmu karena ulah kamu sendiri" Dave berdiri dari duduknya lalu berjalan lebih mendekat ke arah Alison.
"Yang pertama kamu kehilangan ayah mu karena dia berniat memberikan Klan Whingston kepada kamu padahal aku lah yang sudah membesarkan Klan tersebut lalu mengubah namanya menjadi Klan Alexander, dan hal itulah yang membuatku terpaksa membunuhnya namun sialnya dia sudah memberikan beberapa asetnya kepadamu tanpa sepengetahuanku" Dave menatap sinis ke arah Alison.
"Dan satu lagi selamat atas kematian kakakmu dan mungkin juga dengan kematian anak kesayanganmu itu" Ucapnya dengan nada mengejek.
Walau tubuhnya dan tubuh Alison terpisah oleh jeruji besi, tapi akan Dave pastikan Alison akan merasakan tekanan yang dulu pernah di rasakannya karena sudah membuatnya menjadi gelandangan dan membuat dirinya mendekam di dalam penjara dengan waktu yang cukup lama.
Ranjang Alison semakin mengeras, namun tidak ada jawaban yang di keluarkan untuk menimpali semua perkataan Dave kepadanya
"Ah, pasti laki - laki itu juga sudah menceritakan semua masa laluku dan Miranda, andai saja waktu itu Miranda tidak keguguran pasti sekarang kamu sudah memiliki keponakan yang berasal dari darah daging ku" Ucapnya dengan nada dingin namun menyimpan sebuah penyesalan dan luka yang berusaha dia sembunyikan agar tidak dapat di lihat oleh Alison
Rahang Alison mengeras, kedua tangannya terkepal kuat mendengar setiap ucapan Dave "Br*ngsek" Umpat Alison
Dia menarik kasar baju Dave "Kenapa? bukankah semua yang aku katakan benar, bahkan dulu kakakmu rela menyerahnya tubuhnya hanya agar selalu bisa bersamaku, dan dengan bodohnya dia melakukan semua nya untukku termasuk menghancurkan kehidupan adiknya sendiri, dan sekarang untuk menembus kesalahannya dia rela terbunuh hanya untuk menyelamatkanmu" Tatapan Dave berubah menjadi menajam.
Dengan kasar Alison melepaskan cengkraman tangannya pada tubuh Dave, dengan isyarat tangannya dia menyuruh anak buahnya mendekat "Buka jeruji besinya dan ikat dia di tiang" Perintah Alison yang langsung di turuti oleh anak buahnya.
"LEPAS SI*LAN" Dave memberontak, dia berusaha melepaskan diri dari anak buah Alison namun usahanya sia - sia karena kini tubuhnya sudah terikat di tiang yang menjulur tinggi yang di depannya terdapat begitu banyak alat yang mungkin akan di gunakan Alison untuk mengeksekusinya dan menyiksanya.
Alison mendekati Dave dengan tongkat bisbol di tangan kanannya, dia mengayunkan tongkatnya ke atas lalu memukul kaki Dave dengan keras hingga tongkat yang dia pegang patah menjadi dua bagian.
"Akhhhh, Shitttt" Umpat Dave saat merasakan nyeri pada tulang kakinya.
"Ini balasan karena kamu berani membuat kaki Aaron terluka, dan......"
Krekkkkk
Terdengar bunyi patahan tulang saat Alison menendang kasar tulang kaki Dave hingga membuat Dave memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ini balasan karena sudah membuat Aaron merasakan trauma karena ulahmu"
Alison lebih mendekat lagi ke arah Dave lalu memukul rahang Dave dengan keras
"UHUKKKKKK"
Dave mengalami muntah darah saat Alison menendang perutnya "Kamu salah jika menganggap aku akan memberikan kematian yang mudah kepadamu, justru kamu akan merasakan neraka yang akan aku ciptakan sebelum kamu merasakan neraka yang sesungguhnya"
Dave meludahkan darah dari mulutnya, dengan kesadaran yang hampir menghilang Dave masih memberikan tatapan mengejeknya "Dan aku akan pergi ke neraka bersama kakakmu dan anakmu" Kekehnya.
"SHITTTTT"
SRETTTTT
Alison menggoreskan sebuah pisau ke wajah Dave hingga kini kedua pipinya sudah di penuhi dengan darah segar
"Bukankah wajah ini yang dulu membuat kakakku tertarik kepadamu, maka wajah ini juga yang akan membuat semua orang jijik"
SREETTTTT
kembali Alison menggoreskan pisaunya ke kening Dave, sedangkan Dave berusaha mati - matian menahan luka goresan dan juga kebas pada tubuhnya dan juga wajahnya.
Dia melepas ikatan yang mengikat tubuh Dave hingga membuat tubuh Dave terjatuh ke atas lantai dengan penuh darah.
Mata Dave yang terbuka menyorot tajam ke arah Alison, dia memberikan senyuman lagi tanpa mempedulikan tubuhnya yang seperti mati rasa akibat luka - luka yang diberikan Alison.
"Kalaupun hari ini aku mati, setidaknya aku sudah merasakan bagaimana nikmatnya tubuh Alisha dan juga kakakmu, ah rasanya aku ingin mengulang momen di mana Alisha mendesah kan namaku" Ucap Dave dengan suara terbata nya namun masih bisa di dengar jelas oleh Alison.
Alison menginjak dada Dave "Jangan menyebut nama Alisha dengan mulut si*lan mu itu" Geram Alison semakin menekan dada Dave dengan kakinya.
Tidak ada perlawanan apapun yang diberikan Dave karena baginya pun percuma dia melawan Alison dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah.
"Tapi sayangnya aku suka menyebut nama itu, Alisha seharusnya menjadi milikku kalau kamu tidak dengan lancang masuk ke kehidupannya" Ujarnya lalu dengan sekali sentakan dia berhasil meraih pistol yang terletak di saku celana bagian belakang milik Alison.
DORRRRR
__ADS_1
Dave menarik pelatuk pistolnya ke arah Alison, namun dengan cepat Alison berhasil menghindarinya.
Dengan sigap anak buah Alison menembak lengan Dave hingga pistol yang di pegang nya terjatuh.
"Ah, aku akui kamu hampir membuatku lengah jika sedetik saja aku tidak mengetahui gerakan tanganmu itu" Ujar Alison mengarahkan pistolnya kepada Dave yang justru tertawa keras.
"Bunuh aku, bukankah setelah kamu berhasil membunuhku maka tidak ada lagi yang mengganggu hidup mu dan Alisha"
Klekkk, Alison menarik sedikit pelatuknya "Sudah aku katakan kematian terlalu mudah untukmu, maka aku akan memastikan kamu menderita dan memohon kematian kepadaku" Ucap Alison.
"Masukkan dia lagi ke dalam jeruji besi, ledakkan tempat ini pada esok hari biarkan dia menanggung rasa sakitnya terlebih dulu atau kalian bisa menyiksanya jika kalian mau" Ujar Alison kepada anak buahnya.
"SI*LAN LEBIH BAIK KAMU BUNUH AKU SEKARANG" Teriak Dave saat tubuhnya kembali di masukkan ke dalam jeruji besi.
Salah satu anak buah Alison yang berada di luar masuk ke dalam ruang bawah tanah "Bos dari tadi ponsel anda terus berbunyi"
Alison mengambil ponselnya lalu mengernyit karena ada banyak panggilan tidak terjawab dari Michael dan Edgar
"Hallo"
"Al, Aaron mengalami kejang dan detak jantung nya berhenti" Ujar Michael dari balik sambungan telfon.
Tubuh Alison membeku, tidak mungkin kalau Aaron juga pergi meninggalkannya.
Deru nafas Alison tidak beraturan, dia membalikkan tubuhnya lalu.....
DORRRRRR
Alison menembak tubuh Dave hingga tergeletak di lantai dengan mata yang perlahan menutup "Miranda" Lirihnya sebelum matanya benar - benar tertutup.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like, vote dan Komen🙏