
Kini Alison sudah berada kembali di Manhattan, baginya berada sehari saja di mansion keluarganya sudah mampu membuatnya tersiksa, dia tidak bisa tetap berada di tempat di mana semua penyesalan dan penderitaannya di mulai.
Hal yang membuatnya sedikit berat saat meninggalkan mansion keluarga Whingston adalah melihat tatapan sedih ibunya yang tidak berhenti memohon agar dia mau lebih lama berada disana, tapi dia lebih menuruti egonya untuk tetap pergi dan mengabaikan tatapan terluka ibunya.
"Semua kondisi perusahaan cukup stabil, perusahaan pusat juga berkembang cukup baik dibawah naungan Tuan Darrel"
Edgar menyerahkan sebuah berkas kepada Alison, saat ini mereka masih di dalam penerbangan menuju ke Manhattan kembali.
"Dan di dalam berkas tersebut sudah ada beberapa nama yang melakukan penggelapan dana perusahaan khususnya dana pembangunan hotel yang ada di Manhattan beberapa bulan lalu" Jelas Edgar kepada Alison.
"Apa rencana selanjutnya untuk menyingkirkan para tikus perusahaan tersebut?" Tanya Alison
"Semuanya akan di seleseikan melalui jalur hukum, seperti yang anda minta sebelumnya kalau mereka akan saya pastikan berada di penjara untuk waktu yang tidak sebentar"
Setelah mengatakan semuanya kepada Alison, Edgar memilih keluar dari ruang santai jet pribadi yang mereka tumpangi untuk menyelesaikan tugasnya yang lain.
Alison tersenyum sinis, ada hal yang harus dia seleseikan setelah ini, tentu saja hal yang menyenangkan untuk dia lakukan.
Alison mengambil ponsel dari saku jasnya lalu menelfon salah satu anak buahnya.
"Hallo, aku ingin kamu siapkan orang untuk bertarung denganku nanti malam, cari orang sekuat mungkin agar bisa mengalahkan ku nanti malam" Ucap Alison kepada anak buahnya.
Setelah mendapat jawaban dari anak buahnya Alison mematikan ponselnya.
"Seharusnya kamu selalu di sampingku untuk meredakan semua amarah dalam diriku" Guman Alison dengan tatapan dinginnya.
Ya, Alison sadar hanya wanita dari masa lalunya lah yang bisa meredakan semua amarah dan emosi yang dia miliki, dan dia berharap bisa bersama kembali dengan wanita itu.
__ADS_1
Ya semoga saja....
***
Alisha menatap gedung tinggi yang ada di hadapannya saat ini, Gisella bilang kalau gedung Whingston yang ada di Manhattan merupakan cabang bukan gedung utamanya yang terletak di Los Angeles, tentu bisa di bayangkan sebesar apa gedung utamanya.
Di tangan Alisha sudah ada surat lamaran kerja yang dia buat, walaupun hanya sebagai cleaning servis gaji di tawarkan Whingston grup cukup tinggi, bahkan hampir sama dengan gajinya saat bekerja di toko kue, hanya saja bagi sebagian orang menganggap kalau pekerjaan cleaning servis adalah pekerjaan bagi mereka yang kurang beruntung dalam dunia kerja.
Sebenarnya dia tidak perlu membuat surat lamaran pekerjaan secara tertulis sebab yang dia kirim lewat email sudah memastikan kalau dia diterima di bagian cleaning servis, tapi entah kenapa dia ingin mencoba keperuntungannya untuk melamar sebagai pegawai biasa di kantor ini, selain dulu pengalamannya yang pernah bekerja di berbagai tempat sebelum berkerja di toko kue, dia juga punya beberapa sertifikat khursus yang pernah di ikutinya.
Menghela nafas pelan, dia berjalan dengan anggun masuk ke gedung Whingston lalu duduk di antara para pelamar lainnya yang dia yakini semuanya merupakan lulusan sarjana dari kampus kampus terbaik, hal itu bisa dilihat dari penampilan yang mereka tunjukkan yang tentu saja sangat berbeda dengan penampilannya yang hanya menggunakan kemeja putih dan bawahan sebatas lutut.
"Nona Alisha Elenea, silahkan anda sudah ditunggu di dalam"
Alisha berusaha menetralkan detak jantungnya saat dia akan memasuki ruangan wawancara, sungguh ini bukan untuk pertama kalinya dia berada di situasi seperti ini.
"Bagaimana sir, apa ada yang ingin anda tanyakan?" Tanya seorang wanita yang duduk di samping tempatnya berdiri saat ini.
Hingga pandangan Alisha bertemu dengan pandangan seorang laki - laki yang dia temui di pesta beberapa saat lalu yang dia ketahui sebagia pimpinan Whingston, dan untuk kedua kalinya dia merasakan perasaan aneh dia rasakan saat dipesta itu.
"Apa yang membuat anda yakin akan diterima jika hanya mengandalkan ijazah lulusan sekolah menengah atas?" Tanyanya masih dengan pandangan yang sama.
Berusaha menetralkan perasaanya Alisha menjawab dengan memberikan sedikit senyuman ke arah Alison.
"Saya memiliki beberapa sertifikat kursus yang membuat saya yakin bisa diterima disini"
"Apa anda kira Whingston grup adalah perusahaan kelas rendahan yang akan menerima seorang pegawai yang hanya melalui sertifikat kursus?" Tanya Alison lagi yang membuat raut wajah Alisha yang sebelumnya tersenyum berubah menjadi sendu.
__ADS_1
"Saya tidak pernah menganggap seperti itu, saya hanya ingin mencoba peruntungan saya hari ini, jika anda memang menganggap saya tidak layak untuk berada di sini saya minta maaf" Jawab Alisha seadanya dengan pandangan sendu kearah Alison.
Tidak ada satupun orang di dalam ruangan tersebut yang menyela perkataan Alison, mereka tahu kalau hari ini untuk pertama kalinya atasan mereka ikut secara langsung dalam seleksi pegawai baru, bahkan yang mereka dengar di perusahaan utama pun tidak pernah terlihat kehadiran CEO Whingston grup sama sekali, jadi menjadi suatu kehormatan jika Alison mau ikut serta dalam hal seperti ini apalagi hanya dieprusahaan cabang saja.
Tanpa sepatah katapun, setelah mendengar jawaban Alisha, Alison pergi dari ruangan di ikuti Edgar di belakangnya.
Semua orang di dalam ruangan menunduk hormat saat Alison berjalan di depan mereka, hanya Alisha yang tetap menatap pada sosok laki laki yang kini sudah menghilang dari pandangannya.
"Nona Alisha, mari saya antarkan keluar"
Alisha mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan tersebut, sesampainya di luar, Alisha menyandarkan punggungnya di dinding dengan perasaan yang kacau, perkataan Alison cukup menyakiti hatinya yang secara tidak langsung merendahkan dirinya.
Seharusnya Alisha tidak merasa sakit hati, jika pada kenyataanya memang benar kalau dia memang bukan orang yang cocok berada di perusahaan besar seperti ini apalagi dia tidak mempunyai ijazah sarjana.
Dengan langkah gontai Alisha keluar dari gedung Whingston grup, sebelum benar benar pergi dia menatap gedung itu secara menyeluruh, kesempatannya bisa bekerja disini hanya sebagai cleaning servis, tapi setelah mendapat penghinaan dari pemimpinnya secara langsung membuatnya menjadi tidak yakin untuk mengambil pekerjaan tersebut, mungkin memang dia lebih baik menerima tawaran sang adik yang ingin meminjaminya uang untuk membuka toko kue jadi dia bisa sesering mungkin bertemu dengan anaknya.
Sedangkan di lantai paling atas gedung, seorang laki - laki menatap ke lantai dasar yang menunjukkan aktivitas beberapa karyawan yang berlalu lalang tapi fokusnya hanya kepada satu perempuan yang berjalan menjauh dari gedung miliknya.
.
.
.
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1