Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
perpecahan Antara Alison dan Dominic


__ADS_3

Alison kini masih betah di dalam mobil yang dia kendarai padahal kini dia sudah berada tepat di depan mansion miliknya, pikirannya melayang pada sikapnya hari ini kepada Alisha, dengan jahatnya dia meninggalkan Alisha di malam pertama mereka setelah mereka berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Alison memijit kepalanya yang sedikit pusing akibat permasalahan yang datang di hari pernikahannya.


"Semoga semua yang di ucapkan Kevin tidak benar, aku tidak akan membiarkan Alisha pergi dari sisiku setelah apa yang kami lewati sejauh ini" Ucapnya.


Dia mengambil sesuatu dari kantong celananya, seperti biasa dia akan memantau kembali pergerakan Alisha melalui chip yang akan dia pasangkan di cincin pernikahan mereka.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan hubungan kita, dan akan aku pastikan Kevin tidak akan memiliki celah untuk mengatakan semua kebenarannya sampai aku sendiri yang mengatakan jika waktunya sudah tiba nanti" Lirih Alison.


Setelahnya Alison keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki mansion yang sudah sunyi karena para penghuninya sudah tertidur pulas.


Sesampainya di depan pintu kamarnya dia terdiam sejenak, lalu dengan perlahan dia membuka pintu kamarnya agar tidak menimbulkan bunyi yang akan menganggu tidur Alisha.


Dan sesuai dugaannya, Alisha kini sudah tertidur pulas namun dia tertidur di atas sofa dengan satu tangannya yang masih memegang ponsel.


"Maafkan aku Alish" Alison berjongkok di samping sofa tempat Alisha tidur, di usapnya lembut kepala Alisha.


Di angkatnya tubuh Alisha untuk di baringkan di atas ranjang.


CUP


Alison mencium kening Alisha sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Alisha membuka matanya saat mendengar pintu kamar mandi yang tertutup "Entah apa sebenarnya yang kamu sembunyikan dari aku Al, aku berharap hal itu bukanlah hal yang buruk yang akan kembali menghancurkan kepercayaan ku kepadamu" Lirih Alisha kemudian memejamkan matanya kembali.


***


Sinar matahari dari celah jendelanya membuat tidur Alison terusik, baru pertama kalinya ada yang berani menganggu tidur paginya karena biasnya tidak ada yang berani membuka tirai jendelanya selama dia masih tidur.


"Akh" Guman Alison berusaha menutupi silau di wajahnya.


"Bangun Al, ini sudah siang" Ucap Alisha yang saat ini berdiri menjulang di samping ranjang sebelah yang di tempati Alison.


Mendengar suara Alisha, dengan perlahan Alison membuka kedua matanya "Alish" Guman Alison dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


"Sekarang kamu bangun, sejak tadi Aaron terus menanyakan kamu, dia terus merengek ingin bertemu kamu" Ucap Alisha dengan nada kesalnya karena Alison kembali memejamkan matanya.


"Al....." Ucapan Alisha terhenti saat tiba - tiba Alison menarik lengannya sehingga membuatnya terjatuh ke dalam dekapan Alison.

__ADS_1


"Aku masih mengantuk, daripada kamu berbicara terus lebih baik kamu menemani aku tidur kembali" Guman nya lagi.


Alison membalik tubuh Alisha hingga kini berada di bawahnya, dia mendekap erat tubuh Alisha.


"Al lepas, aku menyuruh kamu bangun bukan malah mengajakku kembali tidur" Alisha terus memberontak di bawah kungkungan tubuh Alison.


Dengan mata yang masih terpejam Alison terkekeh pelan mendengar ucapan dengan nada kesal Alisha, menurutnya ini akan menjadi kesukaan barunya setiap pagi setelah menikah dengan Alisha dan mengubah dunianya yang kaku menjadi lebih berwarna.


Dengan sedikit keras Alisha memukul lengan Alison agar Alison membuka matanya dan melepaskan dekapannya pada tubuhnya, benar saja tidak lama kedua mata Alison terbuka akibat pukulan keras Alisha.


"Akhhh" Geram Alison saat pukulan Alisha tepat mengenai lukanya yang belum terlalu kering.


"Kita baru saja menikah Alish, apa kamu berniat untuk melakukan kekerasan kepadaku" Ringis Alison, walaupun dia sudah terbiasa mendapatkan rasa sakit yang lebih parah dari ini tapi tetap saja apa yang dia rasakan saat ini cukup terasa sakit.


Alisha yang berhasil lepas dari Alison segera menolehkan kepalanya saat mendengar ringisan dari Alison.


"Apa yang terjadi dengan dengan kamu Al?" Tanya Alisha memperhatikan lengan Alison yang tiba tiba mengeluarkan darah.


"Astaga Al, apa yang terjadi dengan lengan kamu?" Tanya Alisha dengan panik.


"Ini hanya lukaku dulu yang belum kering, aku akan membersihkannya sendiri" Ucap Alison beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Aku akan mengambilkan obat, tunggulah sebentar" Lanjut Alisha lalu bergegas keluar untuk mengambil kotak obat.


Alison menatap kepergian Alisha dengan wajah dinginnya, dia melihat luka robek di lengannya, dia yakin Alisha pasti akan curiga tentang darimana lukanya berasal.


Lalu ingatannya melayang pada kejadian beberapa hari lalu saat tiba tiba Danilla menelfon nya dengan tangisan histerisnya, awalnya dia memang berusaha untuk tidak peduli namun saat dia tidak sengaja mendengar suara Dominic membuatnya akhirnya berinisiatif untuk menemui Danilla di apartemennya.


Dan sesuai dugaannya kalau ternyata memang benar menghilangnya Dominic ada hubungannya dengan Danilla, dan di situlah dia bisa melihat kalau memang selama ini temannya itu tidak bisa benar - benar melupakan keberadaan Danilla.


Dominic yang merasa terganggu dengan kehadirannya yang membuat Danilla menyunggingkan senyum dengan mata sayu nya membuat Dominic marah kepadanya karena sudah lama Danilla tidak pernah memberikan senyumannya kepadanya.


"Untuk apa kamu kesini Al" Geram Dominic.


"Danilla yang menelfonku" Ucapnya dengan nada dingin nya.


"Jadi ini alasanmu tidak pernah datang lagi ke markas, apa kamu berniat mengulangi kebodohanmu dulu" Lanjut Alison dengan nada meremehkan.


"Itu bukan urusanmu Al, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Alisha, fokus saja ke Alisha, mulai sekarang Danilla sudah menjadi urusanku" Jawabnya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Pandangan Danilla kembali kosong saat Dominic dengan tiba - tiba menyuntikkan sebuah cairan pada tubuh Danilla


"Jangan melakukan hal gila lagi Dom"


Dominic terkekeh pelan "Hubungan pertemanan kita akan tetap seperti dulu asalkan jangan pernah urusi apa yang akan aku lakukan pada Danilla"


Ya, hubungannya dengan Dominic memang sempat merenggang saat ayahnya mengumumkan pertunangannya dengan Danilla, saat itu dia tidak tau apapun mengenai masa lalu Danilla dan Dominic, namun berkat bantuan Raynand dia jadi mengetahui semuanya dan semakin menjauhkan dirinya dari Danilla.


Dan setelah bertahun - tahun hubungannya dan Dominic sudah membaik, dia tidak akan membiarkan hubungan pertemanan mereka kembali hancur akibat perempuan di depannya.


"Dia wanita licik, jangan sampai kamu terjebak dalam kebohongan yang di ciptakan perempuan itu" Tatap Alison ke arah Danilla.


Belum sempat menghindar tiba - tiba Danilla menancapkan sebuah pisau ke lengan Alison


"Akhhh, ****"


Dominic sedikit terkejut dengan sikap Danilla yang tiba - tiba menusuk Alison.


"Shitttt" Umpat Dominic.


"Apa yang kamu lakukan la" Dominic menarik tubuh Danilla dan melemparkan pisau yang di bawa Danilla.


"HAHAHHAHAHA" Tawa kencang Danilla.


"Lebih baik kamu segera pergi dari sini Al, atau aku akan menelfon Raynand dan mengatakan semuanya, kamu pasti tidak berniat membuatku merenggang nyawa di tangan Raynand bukan" Usir Dominic lalu membawa Danilla masuk ke kamarnya.


Dengan rahang mengeras Alison menatap kepergian Dominic dan Danilla.


"Aku akan mengikuti permainanmu Danilla" Guman Alison dengan seringai liciknya dan membiarkan darah segar semakin mengalir dari lengannya.


Sedangan dengan tatapan datarnya Danilla menyunggingkan senyum evil nya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen🙏


__ADS_2