
"Kamu hari ini terlihat lebih banyak diam" Tanya Elle yang berjalan keluar dari Whingston grup setelah jam pulang kerja sudah selesei
"Benarkah?"
"kamu lagi ada masalah?" Tanya Elle.
"Aku baik - baik saja Elle, mungkin itu hanya perasaan kamu" Jawab Alisha.
Elle lama terdiam sambil memperhatikan wajah Alisha dengan tajam "Aku harap kamu memang baik - baik saja" Ucapnya akhirnya karena tidak ingin terlalu mencampuri urusan temannya itu.
"Kalau begitu aku pulang dulu, bus nya sebentar lagi sampai" Ucap Alisha.
Elle menganggukkan kepalanya "Hati - hati, jangan lupa besok kita harus datang lebih pagi karena harus mengikuti seleksi kenaikan jabatan" Ujar Alisha.
"Aku akan selalu mengingatnya"
Alisha naik ke dalam bus lalu duduk di paling belakang sendiri sambil menyandarkan kepalanya, dering ponselnya dari tadi tidak berhenti berbunyi yang menampilkan nama Alison di layarnya.
Di helanya nafasnya pelan "Aku tidak tahu sebenarnya apa yang kamu mau, kehidupan kita sangat berbeda tapi kamu mendekatiku sedangkan kamu sudah mempunyai seorang tunangan, aku takut kamu akan menjadi luka yang sama untukku" Ucap Alisha sendu ketika semakin hari dia mulai merasakan kenyamanan saat berdekatan dengan Alison.
"Ting" Bunyi ponsel Alisha yang menandakan ada pesan masuk.
"Angkat telfonku Alisha" Isi pesan yang di kirim Alison.
Tidak menghiraukan pesan yang di kirim Alison, kini Alisha justru mematikan ponselnya.
Dia kembali menyandarkan kepalanya di samping kaca bus, lalu matanya menatap pemandangan luar yang terlihat begitu ramai karena lalu lalang kendaraan orang - orang yang akan pulang dari kerja.
Alisha berjalan dengan gontai ketika sudah sampai di depan flatnya, ketika dia akan menekan bel pada flatnya tiba - tiba tangannya di tarik seseorang dari belakang.
"Alison" Lirih Alisha saat tangannya di tarik semakin menjauh untuk memasuki lift.
Alison memojokkan tubuh Alisha ke dinding "Kenapa kamu tidak mengangkat panggilanku?" Tanya Alison dengan nada tidak sukanya.
"Aku tadi menonaktifkan suara ponselku, jadi aku tidak mendengar kalau kamu menelfonku" Jawab Alisha dengan suara lemahnya tanpa mau membalas tatapan Alison.
"Lihat mataku saat berbicara dengan ku Alisha" Ucap Alison penuh penekanan.
Alisha menatap mata Alison dengan mata yang berkaca - kaca, ucapan Danilla tadi pagi masih terus menghantui pikirannya.
__ADS_1
Alison terkejut melihat mata Alisha yang berkaca - kaca, wajahnya yang tadi dipenuhi rasa marah karena di abaikan oleh Alisha kini berubah mulai melunak.
Di usapnya lembut pipi Alisha "Katakan kamu kenapa? jangan mengabaikanku Alisha"
Alisha memalingkan wajahnya, kemudian mendorong tubuh Alison saat pintu lift mulai terbuka.
"Aku capek Alison, lebih baik kamu pulang sekarang"
Alisha berusaha mendorong tubuh Alison keluar dari lift lalu dia menekan tombol lift menuju lantai flatnya, namun lagi dan lagi Alison menghentikannya.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku Alisha?" Ujar Alison membawa Alisha keluar menuju taman yang tidak jauh dari tempat Alisha tinggal.
"Lepas" Alisha menghentakkan tangan Alison dengan kuat.
"Kenapa kamu selalu memaksaku untuk menuruti semua kemauanmu" Ujar Alisha tidak terima.
"Aku hanya bertanya kenapa kamu mengabaikanku Alisha, tapi kamu hanya menjawab jawaban yang sangat tidak meyakinkan"
"Baiklah jika kamu ingin jawaban dariku, tapi mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi, hubungan yang kita jalani hanya sebatas atasan dan karyawan karena aku tidak ingin di anggap sebagai wanita tidak tahu malu yang merebut calon suami orang lain dan maaf aku tidak bisa menemanimu ke pesta nanti malam" Ucap Alisha dengan atau tetesan air mata di pipinya.
Alison hanya diam, tidak menjawab ucapan Alisha, sehingga membuat dia menyimpulkan kalau ucapannya memang benar.
Alison mengejar Alisha lalu membalikkan tubuh Alisha dengan paksa kemudian mencium bibir Alisha secara kasar.
merasa terkejut dan bercampur marah membuat Alisha berusaha menjauhkan tubuh Alison namun cengkraman Alison pada tubuhnya semakin mengerat, sebisa mungkin Alisha menutup rapat bibirnya agar Alison tidak bisa melakukan hal lebih.
Namun pertahanan Alisha gagal saat Alison berhasil menggigit pelan bawah bibirnya dan menyusupkan lidahnya ke dalam mulutnya.
"Akhh" Erang Alisha pelan menikmati cumbuan Alison pada bibirnya, namun tidak lama kesadaran Alisha kembali dan menggigit bibir Alison dengan keras sehingga membuat tautan bibir mereka saling terlepas.
"PLAKKKKK" Alisha menampar pipi Alison dengan keras.
"Anda sudah terlalu lancang kepada saya, maaf saya bukan wanita murahan yang bisa anda permainkan dan saya tidak ingin berurusan dengan calon istri anda yang bisa saja akan menghina saya jika tahu tentang kedekatan kita sir" Ucap Alisha dengan nada kembali formal, tanpa di cegah air matanya kembali menetes.
"Alisha, semua ini tidak benar, tolong dengarkan penjelasan dariku Alisha" Lirih Alison berusaha mendekat ke arah Alisha namun Alisha semakin menjauh.
Alisha menggelengkan kepalanya "Mulai besok saya akan mengirimkan surat pengunduran diri saya" Balas Alisha yang kemudian berlalu dari hadapan Alison dan untuk kali ini Alison membiarkan Alisha menjauh darinya tanpa berniat mengejarnya lagi.
Setelah Alisha sudah tidak terlihat dari jangkuangannya, Alison mengepalkan tangannya dengan erat "Ternyata kamu memang ingin bermain - main denganku Danilla" Ucap Alison dengan seringai kejamnya penuh amarah
__ADS_1
***
Alison kini sudah berada di salah satu club malam yang biasa dia kunjungi
Raynand yang memang masih berada di Manhattan kini duduk di depan Alison dengan kekehan sinisnya.
"Kamu hampir menghabiskan dua botol minuman vodka hanya karena seorang wanita" Ucap Raynand dengan nada mengejek namun di hiraukan oleh Alison.
"Rasanya aku ingin menghabisi Danilla hari ini juga" Ucap Alison dengan membuka kembali botol vodka ke tiganya.
"Sayangnya kamu tidak bisa membunuhnya untuk saat ini" Balas Raynand.
Alison yang masih dengan setengah ke sadarannya mengarahkan tatapanya ke arah Raynand.
"Dia saat ini sedang berhubungan dengan pria yang sedang kamu cari" Lanjut Raynand.
"Darimana kamu tahu?" Tanya Alison dengan satu kali tegukan vodka di tangannya.
Ya, memang hanya dengan cara ini Alison bisa mengobati rasa amarahnya dan meluapkan semua kejadian yang menguras tenaga dan amarahnya sebab setidaknya setelah dia menghabiskan beberapa botol vodka dia bisa kembali tertidur nyenyak seperti saat Alisha tidur di sampingnya beberapa malam yang lalu.
Raynand melemparkan beberapa foto ke atas meja "Ini wajah baru pria dari masa lalu wanitamu, pria itu selama ini ada disekitarmu dan mungkin saja dia juga sedang mulai menjalankan rencananya untuk merebut Alisha kembali, Bukankah dia sangat terobsesi dengan wanita itu, jadi semakin berhati - hatilah" Jelas Raynand berdiri dari duduknya meninggalkan Alison yang menatap tajam wajah pria di dalam foto yang saat ini tergeletak di atas meja dengan kesadaran yang hampir hilang.
"Dave dan Danilla, aku akan pastikan kalian merasakan yang namanya neraka dunia setelah ini" Ujar Alison yang kemudian tergeletak tidak sadarkan diri.
Dan tidak lama, Edgar datang dengan pakaian santainya saat Raynand memberitahunya kalau bosnya saat ini sedang berada di dalam club malam.
"Kenapa anda selalu menyusahkan ku sih bos" Gerutu Edgar yang hanya berani dia ucapkan saat Alison tidak sadarkan diri.
Seorang wanita berjalan ke arah tempat yang tadi di duduki oleh Alison, lalu mengambil foto yang tergeletak di atas meja "Ternyata orang yang kita cari sama" Ujar wanita tersebut yang kemudian mengambil dua lembar foto di atas meja.
.
.
.
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1