Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Pulang Bersama


__ADS_3

Seperti yang Alisha duga kalau gosip mengenai dirinya dengan pemilik Whingston menyebar begitu saja di kantor, agar mereka tidak semakin menganggap rendah dirinya, Alisha lebih memilih melanjutkan pekerjaannya dibandingkan menuruti perkataan Alison yang menyuruhnya pulang.


Alisha melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 4 sore menunjukkan kalau dia harus segera menjemput anaknya yang jam private nya hampir selesei.


Lama dia menunggu bus di halte tapi masih belum juga ada yang lewat, hingga muncul mobil BMW hitam yang berhenti tepat di depannya.


"Masuk" Ucap pria berkacamata hitam yang tidak lain Alison.


Alisha tidak bisa menutupi keterkejutannya saat kaca mobil terbuka "Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri, saya tidak mau ada gosip menyebar lagi di kantor tentang saya dan anda" Ucap Alisha sesopan mungkin.


"Saya tidak menerima penolakkan, saya atasan kamu dan saya tidak menerima penolakkan dari siapapun" Ujar Alison dengan angkuhnya


"Jangan membuatku memaksa kamu untuk masuk dan justru akan semakin memicu gosip tentang kedekatan kita"


Dengan langkah berat, Alisha masuk ke dalam mobil Alison, Alisha berusaha memakai sabuk pengaman tapi selalu gagal, jujur baru kali ini dia menaiki mobil sebagus ini karena dia sudah terbiasa dengan kendaraan umum seperti bus dan kereta.


Alison mencondongkan tubuhnya untuk membantu Alisha memakai sabuk pengaman, sedangkan Alisha sendiri menahan nafasnya saat merasakan hembusan nafas Alison menerpa tengkuknya menghantarkan getaran aneh di hatinya.


Alison menatap wajah Alisha dan sebelum menjauhkan wajahnya "Masih tetap sama" Lirih Alison yang berusaha mengendalikan tangannya yang ingin mengusap kedua pipi Alisha.


Alisha menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu menetralkan detak jantungnya yang berdetak tidak terkendali sedari tadi setelah Alison mulai menjauh dari tubuhnya.


"Dimana alamat rumah kamu, saya akan mengantarkan kamu pulang?" Tanyanya masih fokus dengan mobilnya yang sudah mulai melaju meninggalkan gedung Whingston Grup.


"Kita ke Hackley school terlebih dahulu, saya ingin menjemput anak saya" Alisha menolehkan sedikit wajahnya ke arah Alison, dia bisa melihat sedikit ketegangan dari wajah Alison.


"Kamu sudah punya seorang anak?" Tanya Alison.


"Iya, seorang putra yang begitu tampan" balas Alisha tanpa sungkan memuji anaknya di depan Alison.


"Lalu di mana ayahnya, kenapa harus kamu yang harus bekerja keras"

__ADS_1


"Saya rasa itu bukan urusan anda, ranah pribadi saya tidak perlu anda ketahui, maaf jika itu menyinggung anda sir"


Menundukkan kepala, Alisha memainkan tangannya yang terasa dingin berusaha meredam rasa gugupnya akibat berada satu mobil dengan atasannya dan juga takut Alison akan marah karena ucapannya.


Mendengar jawaban yang Alisha berikan membuat Alison mencengkram setir kemudi mobilnya dengan erat hingga buku buku tangannya memutih.


Terdiam cukup lama Alisha melirik Alison yang tidak mengatakan apapun setelah mendengar ucapannya, hingga tidak terasa dia sudah sampai di depan sebuah tempat les privat tidak jauh dari sekolah yang di tempati Aaron.


"Saya keluar dulu sir, anda bisa pulang dahulu tidak perlu menunggu saya"


Saat pintu mobil terbuka Alison menahan satu tangan Alisha "Saya menunggu kamu disini jangan mencoba untuk mengelabuhi saya lalu pergi begitu saja" Jawab Alison dengan sebelah mata memincing ke atas.


"Saa-ya... akan kembali lagi jika memang anda masih menunggu saya" Jawab Alisa dengan sedikit gugup akibat genggaman tangan Alison di tangannya.


Alisha segera berjalan menuju tempat di mana sudah mulai terlihat beberapa anak keluar dari ruangannya, senyuman Alisha terbit saat melihat anaknya melambaikan tangan ke arahnya dengan senyum cerianya.


"Mommy" Teriak Aaron membuat Alisha membalas lambaian tangan Aaron.


Aaron berjalan bergandengan dengan Alisha menunju mobil Alison, langkah Aaron tiba - tiba berhenti "Kenapa kita menuju mobil itu" Tunjuk Aaron "Bukannya kita seharusnya ke halte bus?" Tanya Aaron bingung.


"Kita hari ini pulang diantar atasan barunya mommy, kamu tidak keberatan kan?"


Aaron yang awalnya ragu langsung menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan jalannya, saat sampai di depan mobil, Alisha segera membuka pintu mobil bagian belakang, dia masuk bersama Aaron, tidak ada protes apapun dari Alison saat Alisha memilih duduk di belakang daripada di sampingnya.


Kini fokus Alison hanya pada Aaron yang dia lihat dari spion depan, terlihat ada sedikit rasa takut saat Aaron tidak sengaja bertatapan mata dari kaca spion mobil dengan Alison.


"Sir, apa anda baik - baik saja? Apa anda marah karena sudah menunggu kami terlalu lama" Cicitnya dengan nada pelan saat menyadari Alison hanya diam saja.


"Saya baik baik saja, jangan banyak bertanya lebih baik kamu katakan alamat tempat tinggal kamu"


Setelah menyebutkan alamat flatnya, Alisha memfokuskan tatapannya ke pemandangan jalan raya kota Manhattan, kota yang beberapa tahun ini dia tinggali setelah memutuskan pergi dari kota Toronto.

__ADS_1


Mobil berhenti tepat di depan sebuah flat sederhana yang berada pada pinggiran kota, Alison menolehkan kepalanya kebelakang melihat Alisha yang tertidur bersama Aaron dengan tubuh saling memeluk, dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Alisha pelan dan berniat beralih untuk membelai wajah lelap Aaron tapi tangannya terhenti di udara saat melihat pergerakkan tubuh Alisha.


"Maaf sir saya ketiduran" Ucapan Alisha dengan suara serak khas orang bangun dari tidurnya.


Saat Alisha ingin membangunkan anaknya, ucapan yang di katakan Alison mengentikan niatnya "Tidak perlu kamu bangunkan, biar saya yang membawanya masuk ke dalam"


"Tidak perlu sir, saya bisa melakukannya sendiri, terima kasih atas tawarannya akan lebih jika saya membangunkan anak saya"


Lagi - lagi Alison tidak menyanggah perkataan Alisha sebab pikirannya sekarang sedang dalam kondisi kacau, fakta kalau Alisha sudah memiliki anak membuatnya terkejut tapi dia berusaha menutupi dengan baik rasa keterkejutannya.


"Aaron bangun, kita sudah sampai" Alisha menepuk pelan pipi chubby milik Aaron.


Aaron mengucek matanya, lalu perlahan mata hazel milik Aaron terbuka, Alisha membukakan pintu untuk dirinya dan juga Aaron.


Sebelum menutup pintu mobil, Alisha tersenyum ke arah Alison "Terima kasih atas tumpangannya sir" Ujar Alisha dengan tulus.


Alison menganggukkan kepalanya, lalu pintu mobil sudah ditutup oleh Alisha namun sebelum Alisha berjalan menjauh dari mobilnya, dia membuka kaca mobilnya "Jangan pernah menolak ketika saya menawarkan untuk mengantarkan kamu pulang, jangan pedulikan omongan Karyawan lain, saya bisa memecatnya jika masih bergosip tentang kamu dan saya"


Tanpa menunggu jawaban dari Alisha, mobil nya lebih dulu melaju dan dari kaca spion samping dia bisa melihat wajah terdiam Alisha dan juga tatapan sendu dari seorang bocah bermata hazel.


"Mata itu" Guman Alison setelah secara perlahan tubuh Alisha dan anaknya tidak terlihat lagi olehnya.


.


.


.


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏

__ADS_1


__ADS_2