
Alisha membuka matanya secara perlahan saat kesadarannya mulai kembali, dia mengedarkan pandangannya ke tempat yang sama sekali tidak dia kenali.
Tubuhnya terikat dan mulutnya tertutup lakban sehingga membuatnya tidak bisa melakukan apa - apa.
Mata Alisha menemukan keberadaan Aaron yang kondisinya juga sama sepertinya namun dengan mata yang masih tertutup rapat.
"Ehhmmmm" Alisha memberontak dengan mulut yang masih tertutup lakban berusaha membuka ikatan tangannya namun gagal.
Ceklek
Pintu ruangan yang di tempati nya terbuka menampilkan Dave dan juga Danilla yang berjalan mendekatinya dengan tatapan tajamnya.
Dengan seringai liciknya Danilla mendekati Alisha lalu membuka lakban hitam yang menutupi mulutnya dengan kasar.
"aakhhhh" Erang Alisha saat merasakan sakit pada sekitar mulutnya.
"Hai Alisha kita bertemu lagi" Ucap Danilla dengan suara lembutnya yang dibuat buat.
"Danilla, kenapa kamu ada di sini" Tanya Alisha heran.
Dengan senyum manisnya Danilla berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Alisha "Tentu saja untuk bertemu dengan kamu lagi"
Ekspresi wajah Danilla tiba - tiba berubah menakutkan, dia mencengkram pipi Alisha kuat lalu menekannya hingga kuku tajamnya melukai pipi halus Alisha.
"Apa yang kamu lakukan Danilla, lepas" Alisha berusaha memberontak saat dia merasakan perih pada pipinya akibat goresan kuku milik Danilla.
Danilla justru tertawa cukup keras dengan tatapan yang semakin menajam lalu dia semakin kuat menekan pipi Alisha hingga membuat pipi Alisha mengeluarkan darah "Si*lan aku sangat membenci kamu Alisha, seharusnya kamu tidak pernah hadir di kehidupan Alison apalagi sampai melahirkan anaknya" Geram Danilla.
PLAKKKKK
Danilla melepas pipi Alisha lalu menamparnya dengan keras hingga membuat sebelah mulut Alisha mengeluarkan darah.
Dave yang melihat Danilla sudah kehilangan kendali segera menarik tubuh Danilla menjauh dari tubuh Alisha yang sudah lemah.
"Aku memang mengizinkanmu untuk menemui Alisha tapi bukan berarti kamu bisa menyakitinya sesuka hatimu Danilla" Geram Dave mencengkram kuat bahu Danilla "Aku memang setuju untuk menjauhkan Alisha dan Alison agar aku bisa bersama dengan Alisha dan menikahinya, bukankah kamu juga menginginkan apa yang aku inginkan jadi tugas kamu hanya untuk menyingkirkan anaknya bukan menyakiti Alisha" Peringat Dave lalu menyentak kuat tubuh Danilla hingga membentur dinding di belakangnya.
Danilla mengepalkan tangannya kuat mendengar ancaman Dave untuknya dengan mata yang menyala marah "Aku bukan hanya akan melenyapkan anaknya saja tapi aku pasti juga akan melenyapkan Alisha, Dev" Seringai licik keluar dari bibir Danilla,
__ADS_1
Danilla akan tetap membunuh Alisha karena seorang Danilla tidak akan pernah peduli ataupun menuruti ucapan siapapun.
Dengan membawa kotak obat, Dave menemui Alisha yang menutup matanya dengan kondisi wajah yang sudah penuh dengan luka dan bekas darah yang mengering.
"Alisha, bangun sayang" Panggil Dave pelan mengusap pelan pipinya untuk membangunkan Alisha.
Sedangkan dengan perlahan Alisha membuka matanya saat merasakan elusan lembut di pipinya, namun tatapan matanya yang pertama justru mengarah kepada Aaron yang sudah membuka matanya namun hanya melihatnya saja tanpa menunjukkan ekspresi takut sama sekali.
Lalu setelahnya Alisha beralih menatap Dave yang menatapnya penuh kasih sayang namun justru membuatnya semakin takut.
"Lepaskan aku Dave" Alisha memohon kepada Dave namun tidak di hiraukan.
"Aku akan mengobati luka kamu" Ucap Dave tidak mengindahkan permintaan Alisha.
Dengan enggan, Alisha mengibaskan wajahnya ketika Dave akan mengoleskan obat merah di pipinya.
"Sudah aku katakan lepaskan aku" Teriak Alisha tepat di depan wajah Dave.
"Jangan menguji batas kesabaran ku Al" Geramnya.
Dave terkekeh pelan "Apa kamu lupa bahkan aku pernah hampir saja memperkosa kamu Alisha, andai saja saat itu Alison tidak datang untuk membantu kamu maka saat ini bukan anak Alison yang terlahir dari rahim kamu tapi anakku" Ujarnya lalu mengalihkan tatapannya kepada Aaron yang juga menatap ke arah Dave dan Alisha.
Alisha menggelengkan kepalanya "Aku sudah melupakan semua itu, aku sudah menganggap itu tidak pernah terjadi karena aku yakin kamu hanya sedang marah sebab aku menolak kamu, aku yakin masih ada kebaikan di hati kamu untuk melepaskan aku dan Aaron pergi, aku berjanji tidak akan mengatakan kepada Alison kalau kamu menculik ku" Alisha masih berusaha menarik belas kasihan Dave agar mau melepaskannya.
Dave melepaskan tangannya dari pipi Alisha lalu tatapan lembut dan sayangnya berubah menjadi tatap datar "Tanpa kamu beritahupun, aku yakin Alison mengetahui keberadaan kamu karena......" Dave kembali mendekat ke tubuh Alisha lalu secara paksa dia menarik kalung yang dipakai Alisha dengan kasar.
"Dave apa yang kamu lakukan?" Teriak Alisha dengan nada marahnya karena Dave dengan sengaja menarik kalung pemberian Alison.
"Karena kalung ini sudah dipasang chip maka Alison akan menemukan keberadaan kamu dengan mudah, aku akan meninggalkan kalung ini di sini bersama dengan anak kesayanganmu lalu membakar gudang kosong ini, dan......." Dave menjeda ucapannya "Aaron akan terpanggang di sini, dan Alison akan menyaksikan anak kesayangannya kehilangan nyawa karena dirinya" Dave tertawa cukup nyaring.
Nafas Alisha memburu "Kamu gila Dave, kamu sudah gila, lepaskan Aaron dan kamu bisa melakukan apapun terhadapku tapi jangan pernah mencoba untuk menyakitinya" Geramnya.
"Menikahlah denganku maka aku akan melepaskan Aaron dan tidak akan melukai anakmu itu" Jawab Dave.
"Tidak, aku tidak akan mau menikah dengan kamu, aku tidak mencintai kamu Dav, kamu bisa menemukan wanita lain yang lebih baik dari aku" Alisha tentu saja tidak bisa membohongi hatinya, apalagi dia harus menikah dengan Dave pasti ada cara lain agar Dave mau melepaskan Aaron tapi tidak dengan menikah dengan nya.
Rahang Dave mengeras, dia memberi isyarat dengan jarinya agar anak buahnya yang berdiri tidak jauh darinya menghampirinya.
__ADS_1
"Siksa bocah itu hingga dia pingsan" Suruh Dave yang membuat mata Alisha membulat sempurna.
"Jangan siksa anakku br*ngsek" Teriak Alisha saat anak buah Dave menghampiri Aaron yang tetap diam dengan tenang namun tatapan matanya menyimpan penuh kemarahan saat melihat kondisi Alisha.
Krekkkkk
Anak buah Dave menginjak kaki Aaron hingga terdengar bunyi retak dari pergelangan kaki Aaron, sedangkan Aaron sendiri memejamkan matanya dengan air mata yang langsung menetes saat merasakan tulang kakinya patah, dia gagal untuk memegang janjinya kepada Alison agar tidak menangis nyatanya dia tetap menangis saat kembali merasakan nyeri pada pipinya ketika dia merasakan tamparan keras yang melukai bibirnya.
"Tidakkkkk, Aaron" Tangis Alisha pecah saat melihat anak buah Dave menyiksa Aaron hingga anaknya itu berusaha menahan sakit dengan mulut yang masih tertutup lakban hitam.
"Hentikan Dave, aak-u akan menikah dengan kamu tapi suruh anak buah kamu untuk tidak menyiksa Aaron, aku mohon" Isak tangis Alisha dengan suara memohon nya.
Dave kembali tersenyum mendengar ucapan Alisha "Hentikan" perintah Dave yang membuat penyiksaan yang di lakukan kepada Aaron berhenti yang kemungkinan akan menyisakan trauma pada diri Aaron.
"Aku pegang ucapan kamu Alisha" Dave kembali berjalan mendekat Alisha lalu dia menyuntikkan sebuah obat bius untuk Alisha sehingga membuat tubuh Alisha kembali terkulai tidak sadarkan diri.
Dave mengangkat tubuh Alisha dan membawanya keluar menjauh dari tempat dimana tubuh Aaron masih terikat.
Dia memberikan seringai liciknya saat melihat tubuh kecil Aaron terkulai tidak berdaya dengan banyak luka di sekujur tubunya.
"Bakar gedung ini bersama bocah itu di dalamnya dan pastikan tidak ada yang menyelamatkannya"
"Baik bos"
"Bocah kecil yang malang" Ucapnya saat melihat Aaron seorang anak kecil berusia 6 tahun harus mengalami nasib yang mengerikan seperti saat ini.
.
.
.
Bersambung
Hai, jangan lupa like dan Komennya ya, agar author semakin bersemangat updatenya
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1