
"Mom kenapa dad belum datang?" Tanya Aaron.
Sejak membuka mata Aaron terus menanyakan keberadaan Alison yang tidak berada di sampingnya karena saat dia terbangun dari tidurnya dia hanya melihat Alisha saja.
"Mungkin dad sedang istirahat, dad kan juga baru pulih dari sakitnya, nanti kalau dad sudah bangun pasti akan segera ke sini untuk menemui kamu" Ucap Alisha berusaha memberikan pengertian kepada Aaron.
Sejak Aaron menanyakan keberadaan Alison, Alisha sudah berusaha untuk menghubungi Alison berkali - kali, namun tidak ada jawaban, dia bahkan juga mengirimkan pesan yang sangat banyak namun tidak ada satupun pesannya yang di balas oleh Alison.
"Kamu kemana sih Al?" Lirih Alisha menatap ponselnya dengan nanar.
Alison sendiri saat ini sedang menyuapi Angela makan pagi, dia menepati janjinya kepada Angela kalau dia akan ada di samping putrinya tersebut saat dia membuka mata tapi tanpa Alison sadari dia mengingkari ucapannya kepada Alisha yang akan datang pagi ini karena nyatanya dia lebih memilih menemani Angela di bandingkan Alisha dan Aaron.
"Angela sudah kenyang dad" Ucap Angela ketika Alison akan kembali menyuapi makanan ke mulut Angela.
"Sedikit lagi Angela, kamu harus banyak makan, bukankah kamu bilang ingin segera pulang dari rumah sakit jadi habiskan makanan ini" Ujar Alison kembali menyodorkan sendok berisi makanan kepada Angela yang mau tidak mau di terima oleh Angela.
"Sudah dad" Di suapan terakhir, Angela kembali memberontak karena mulutnya sudah tidak bisa menerima rasa hambar pada masakan rumah sakit yang dimakannya pagi ini.
Alison meletakkan piring yang hanya menyisakan sedikit makanan ke atas nakas lalu dia memberikan minum ke arah Angela.
"Sekarang Dad harus segera pergi, nanti sehabis pulang bekerja dad akan mampir ke sini lagi" Pamit Alison kepada Angela.
Wajah Angela berubah menjadi murung "Apa dad tidak bisa hari ini menemani Angela saja dan tidak usah masuk kerja"
Alison mengusap pipi Angela lembut "Tidak bisa sayang, dad harus segera menyelesaikan semua pekerjaan dad, bukankah kamu ingin kita berkunjung ke makam mom?" Tanyanya
Angela menganggukkan kepalanya "Baiklah, tapi dad harus mengangkat ponsel dad ketika Angela menelfon" Balas Angela.
"Iya jika dad sudah tidak ada pekerjaan pasti dad akan mengangkat telfon dari kamu, jadi sekarang dad pamit dulu, kamu yang baik - baik bersama bibi Breana dan Paman Alex"
"Hati - hari dad, Angela sangat menyayangi dad" Ujar Angela.
"Dad juga sangat menyayangi kamu" Jawab Alison dengan senyumannya.
Alison berjalan keluar dari ruang perawatan Angela, dia melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi yang itu artinya dia sudah melewatkan janjinya kepada Alisha.
Dengan segara dia berjalan menuju mobil, dan benar saja banyak sekali panggilan dan pesan dari Alisha yang menanyakan keberadaanya.
Alison memijat pelipisnya pelan, dia di pusingkan oleh posisinya saat ini, di satu sisi dia sangat menyayangi Angela, di sisi lain ada Alisha dan Aaron yang menjadi alasannya untuk terus bertahan hidup.
__ADS_1
"Maaf kan aku Alish jika setelah ini akan banyak kebohongan yang aku berikan kepada kamu" Ucap Alison lirih melihat walpaper ponselnya yang terdapat foto Aaron dan Alisha.
***
"Mom kenapa kaki Aaron tidak bisa di gerakkan" Tanya Aaron saat merasakan kakinya seperti mati rasa.
"Benarkah? coba mommy lihat" Alisha menghampiri Aaron.
Alisha menekan pelan kaki Aaron "Apa terasa?"
Aaron menggelengkan kepalanya "Aaron tidak merasakan apapun mom"
"Kamu tunggu di sini sebentar, mom akan panggilkan dokter" Ucap Alisha.
Tidak lama Alisha berjalan masuk bersama seorang dokter yang menangani Aaron selama ini, dia memeriksa kaki Aaron dan beberapa kali berusaha memberikan rangsangan sentuhan pada kaki Aaron namun hasilnya tetap sama, Aaron tidak bisa merasakan apapun di kakinya.
"Pasien mengalami kerusakan saraf pada kakinya yang bisa menyebabkan kelumpuhan seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya" Jelas dokter tersebut.
"Apa itu semua bisa di sembuhkan dok?" Tanya Alisha dengan nada khawatirnya.
"Tentu, dengan di lakukan terapi dan mengonsumsi obat - obatan bisa kembali memulihkan kakinya namun tentu hal ini membutuhkan proses yang cukup lama" Jawabnya.
"Kamu tidak cacat sayang, kamu bisa sembuh, mom akan selalu menemani kamu terapi hingga kamu sembuh dan bisa berlari lagi seperti dulu" Jelas Alisha berusaha setengah mungkin.
"Aaron sayang mommy, jangan pernah tinggalkan Aaron mom, Aaron takut kalau tidak ada yang menemani Aaron karena sekarang Aaron tidak bisa melindungi mommy lagi" Ucap Aaron.
Mendengar ucapan Aaron membuat mata Alisha berkaca - kaca karena tidak menyangka kalau anak sekecil Aaron bisa mengatakan hal seperti ini.
"Mommy juga sayang Aaron, mulai sekarang mom yang akan menjaga Aaron" Balas Alisha lalu memeluk tubuh Aaron, dan tanpa terasa air mata yang sejak tadi dia tahan kini menetes juga.
Setelah kepergian dokter dari ruang perawatan Aaron, tidak lama terdengar suara pintu yang terbuka dari luar.
"Daddy" Panggil Aaron saat melihat keberadaan Alison di ambang pintu.
Alisha menolehkan kepalanya mendengar ucapan Aaron.
"Maafkan dad karena terlambat menemui kamu, tadi ada urusan yang harus dad seleseikan dan karena kecapean dad tertidur di rumahnya paman Raynand" Alibi Alison kepada Aaron.
Tadi dia sempat membaca pesan dari Alisha yang menyuruhnya untuk memberikan asalan ketiduran ketika akan menemui Aaron.
__ADS_1
"Aaron sudah memaafkan dad, mom juga bilang kalau dad juga sama seperti Aaron yang baru saja sembuh dari sakit" Jelas Aaron yang membuat rasa bersalah pada diri Alison semakin besar karena sudah berbohong kepada anaknya itu.
Sedangkan Alisha hanya diam menatap ke arah Alison, ada perasaan mengganjal pada perasaanya saat melihat keberadaan Alison, entahlah dia sendiri tidak bisa menjelaskan perasaan apakah itu.
"Al aku perlu bicara dengan kamu" Ujar Alisha.
Alison menganggukkan kepalanya "Dad, akan bicara dulu dengan mom" Alison menyerahkan sebuha paper bag kepada Aaron "Dad membelikanmu tablet baru, kamu memainkannya agar kamu tidak bosan selama berada di rumah sakit.
Aaron menerima pemberian Alison lalu memainkannya, kemudian Alison dan Alisha keluar meninggalkan Aaron yang mulai asik dengan tab di tangannya.
"Darimana saja kamu Al? Aaron tidak berhenti menanyakan kamu, kamu juga tidak mengangkat telfon dariku" Tanya Alison.
"Ada hal penting yang harus aku urus dengan Raynand dan maaf karena tidak menjawab telfon darimu, aku lupa menaruh ponselku di dalam mobil" Jawab Alison penuh kebohongan.
Alisha berusaha mempercayai semua ucapan Alison walaupun dalam hatinya dia merasa kalau ada hal besar yang ditutupi Alison darinya.
"Kaki Aaron mengalami kelumpuhan, dokter bilang Aaron harus sering melakukan terapi untuk menyembuhkan kembali kakinya" Ucap Alisha.
"Aku akan mencarikan dokter saraf terbaik untuk Aaron, kamu tidak perlu khawatir mengenai kondisi Aaron, dia pasti akan segera pulih" Ujar Alison.
"Yang aku khawatirkan kamu Al, kenapa aku merasa ada yang kamu sembunyikan dariku" Ujar Alisha.
Deg
Jantung Alison langsung berdetak lebih cepat mendengar ucapan Alisha, dia tidak boleh membiarkan Alisha curiga tentang dirinya.
Alison memberikan senyumannya "Tidak ada yang aku sembunyikan darimu, kamu tahu sendiri aku baru saja pulih setelah terbaring dari rumah sakit, mungkin ada beberapa sifatku yang berubah"
Dalam hati Alison, dia berdoa semoga Alisha tidak lagi mencurigainya.
.
.
.
Bersambung
Hai kalian team mana nih, team Angela apa Aaron?
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Vote, dan Komen🙏