Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Pertemuan


__ADS_3

Alisha berlari dengan cepat menyusuri lorong rumah sakit, dia tidak mempedulikan Alison yang berusaha mengejarnya apalagi dengan kondisi tubuh nya yang belum benar - benar pulih.


Dengan air mata yang menetes deras dia menghampiri Michael yang terlihat begitu lelah dan letih.


"Bagaimana keadaan Aaron, kenapa kamu ada di sini? Seharusnya kamu berada di ruang perawatan yang ditempati Aaron? Kenapa kamu ada di depan ruang operasi?" Tanya Alisha menarik ujung kerah baju yang di pakai Michael, perasaannya kini merasa sangat tidak enak, air matanya pun tidak bisa dia tahan lagi.


Alison segera menarik tubuh Alisha agar masuk ke dalam pelukannya "Tenangkan diri kamu Alisha" Alisha memberontak dalam pelukkan Alison.


Dengan kasar Alisha melepas pelukkan Alison "Kamu bilang aku harus tenang sedangkan kondisi Aaron saat ini sedang kritis, dan kamu berbohong kepadaku tentang kondisi Aaron yang sebenarnya" Teriak Alisha tidak mempedulikan kalau dia saat ini berada di rumah sakit


"Alish" Lirih Alison mendekati Alisha yang semakin menjauh.


"Kak" Panggil Michael dengan suara lesunya.


Alisha berbalik untuk melihat kearah Michael "Dan kamu, kenapa juga tidak mengatakan yang sebenarnya kepadaku, apa kamu baru akan mengatakan kalau Aaron sudah pergi meninggalkan kita semua" Ucap Alisha dengan suara yang semakin mengecil


Alison segera menarik tubuh Alisha kembali kedalam pelukannya "Aaron akan baik - baik saja, dia anak yang kuat, dulu dia sudah berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang percayalah kalau Aaron pun akan melewati semuanya dengan baik" Alison mengusap lembut Surai rambut Aisha yang seketika membuat tangisan Alisha pecah.


Lagi dan lagi, rasa bersalah menghantui dirinya, semua yang terjadi adalah karena dirinya bahkan kakak Alison harus kehilangan nyawanya saat menolong nya, dan sekarang Aaron, anaknya harus melewati hidup dan mati karena ulahnya.


"Semua ini salahku Al, Aaron harus mengalami ini karena aku, kakakmu harus kehilangan nyawanya juga karena aku" Racau Alisha dalam pelukkan Alison.


"Semua bukan kesalahan kamu, jangan menyalahkan diri kamu sendiri Alish, lebih baik sekarang kita mendoakan yang terbaik untuk Aaron"


Tidak lama pintu ruang operasi kembali terbuka menampilkan sosok seorang dokter yang sama yang dulu menangani Alison.


Melihat itu, Alisha melepas pelukannya dari Alison lalu menghampiri dokter tersebut "Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Alisha dengan tidak sabaran.


"Kami sudah berhasil melakukan operasi untuk luka di kepalanya yang kembali terbuka, dan kami juga berhasil memperbaiki syaraf kakinya yang terputus walau itu tidak menjamin putra anda bisa berjalan kembali dengan normal tapi pasien saat ini berada pada kondisi vegetatif, dimana bagian otak yang mengendalikan perilaku dan pikiran tidak lagi berfungsi secara normal, dalam kata lain pasien mengalami koma"


Tubuh Alisha mendadak menjadi lemas mendengar penuturan dokter tersebut "Koma dok?" Tanya Alisha memastikan.


Dokter tersebut mengangguk "Kondisi ini lebih parah dari kondisi pasien yang sebelumnya, kita hanya bisa berdoa kalau pasien bisa segera sadar kembali"


"Aaron" Lirih Alisha sebelum kesadarannya kembali hilang.


***


Di lain tempat Elle masih memikirkan pertemuannya dengan Raynand beberapa waktu yang lalu, senyum pahitnya terukir saat dia mengingat semua kenangannya bersama Raynand dulu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa keterkaitan kamu dengan Mr. Alison, tapi kamu sekarang sudah berubah Ray, kamu sudah hidup dengan baik sekarang" Lirih Elle saat mengingat bagaimana sulitnya hidup Raynand dulu, walau mungkin Raynand sudah tidak mengingatnya lagi namun dia bisa selalu mengingat Raynand dengan baik.


"Elle" Panggil Edgar yang saat ini sudah berdiri di belakangnya.


Elle dengan cepat menguap air matanya, sebelum Edgar melihatnya yang sedang menangis.


"Ya? Bagiamana kamu bisa ada di depan rumahku?" Tanya Elle.


Mereka memang memutuskan untuk tidak menggunakan panggilan formal lagi saat mereka sedang tidak sedang berada di kantor.


"Aku tadi menelfon kamu tapi ponsel kamu mati jadi aku memutuskan kesini, aku hanya ingin mengatakan kalau Nona Alisha sudah kembali ke Manhattan, kondisi Tuan muda Aaron memburuk, apa kamu mau ikut bersamaku ke rumah sakit untuk melihat kondisinya?" Tanya Edgar.


"Alisha sudah kembali ke sini?'' Tanyanya untuk memastikan kalau Alisha benar - benar sudah selamat dan sekarang berada di Manhattan.


Edgar menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Elle.


"Baiklah, kamu tunggu sebentar di sini, aku akan masuk untuk berganti pakaian, atau kamu juga ingin masuk ke ruang tamu rumahku?" Tanya Elle sebelum dia masuk ke dalam rumahnya.


"Aku akan menunggu di sini saja" Jawab Edgar.


Elle menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya, dia mengganti pakaiannya lalu tatapan fokus ke dalam kota cokelat lalu membuka nya, dia mengambil sebuah gelang yang terbuat dari benang dan ukiran kayu kemudian memakainya.


Edgar melirik Elle sebentar lalu berjalan menuju mobilnya di ikuti Elle di belakangnya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan tanpa ada yang mau membuka pembicaraan sama sekali, Edgar yang sibuk memikirkan Miranda sedangkan Elle memikirkan Raynand.


Hingga mobil mereka sampai di parkiran rumah sakit, mereka berjalan bersama menuju ruangan Aaron.


"Alisha" Panggil Elle memeluk tubuh Alisha


"Elle" Alisha membalas pelukan Elle dengan erat.


"Bagaimana keadaan kamu, aku sangat khawatir akan terjadi hal buruk kepada kamu"


Elle mengurai pelukkan nya dengan Alisha.


"Aku baik - baik saja, tapi keadaan Aaron yang tidak baik"


"Aku yakin Aaron pasti akan sembuh dan berkumpul bersama kamu lagi, bukankah kamu dulu pernah bilang kalau dia anak yang kuat"

__ADS_1


"Terima kasih Elle, aku berharap juga begitu"


"Tuan Alison" Sapa Edgar menundukkan kepalanya.


"Ikut aku"


Alison berjalan keluar dari ruang perawatan Aaron, dia melirik ke arah Alisha dan Aaron secara bergantian lalu melanjutkan langkahnya.


Di depan ruang perawatan Aaron, Alison sedikit menundukkan tubuhnya dan memegang bagian lengannya yang juga mengalami luka tembak.


"Tuan, luka anda terbuka" Edgar mendekat ke arah Alison yang kemeja putih yang dipakainya berubah menjadi warna merah.


"Aku tidak apa - apa, ini hanya luka kecil yang jahitannya belum kering" Jawab Alison dengan entengnya.


"Apa kamu menghubungi Raynand?" Tanya Alison.


"Saya sudah menyuruh Tuan Raynand kesini, dia yang akan membawa anda untuk menemui Tuan Dave, tapi sbelumnya lebih baik anda mengobati luka anda terlebih dahulu"


Alison menurut saat Edgar membawanya ke salah satu ruang dokter untuk menjahit lukanya kembali karena Edgar tidak membawa peralatan dokternya.


Elle sendiri mencari keberadaan Edgar yang tidak berada di dalam ruangan "Apa kamu melihat Mr. Edgar" Tanya Elle.


"Aku tadi melihatnya keluar bersama Alison, mungkin ada hal penting yang sedang mereka bicarakan"


"Aku akan keluar sebentar untuk menemuinya, aku akan menyuruhnya pulang duluan dan aku akan menemani kamu untuk menjaga Aaron di sini"


Elle berdiri dari duduknya lalu menuju ke arah pintu dan membukanya, tubuhnya mendadak kaku saat melihat tubuh tegap berdiri tepat di depan pintu.


"Raynand" Elle mengucapkan nya dengan suara yang bergetar.


"Apa kita saling kenal nona?"


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote dan Komen🙏


__ADS_2