
"Kak, hari ini aku mungkin akan pulang lebih malam karena ada pekerjaan part time yang harus ku kerjakan" Ucap Michael yang sudah bersiap pergi ke kampus.
"Baiklah, nanti kakak akan mengunci pintunya lebih awal" Jawab Alisha.
Beberapa hari ini Killian memang mengatakan padanya kalau tidak akan pulang ke rumah, karena harus menyelesaikan masalah yang terjadi dengannya, Alisha sempat bertanya masalah seperti apa yang dimaksudkan tapi Killian hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya.
Benar saja hingga petang datang Michael belum juga pulang hingga tidak lama ponselnya berbunyi, ponsel yang Killian berikan untuknya agar sewaktu waktu dia bisa menghubungi Alisha.
'"Hallo" Ucap Alisha dengan nada bahagianya.
"Aku sangat merindukanmu Alisha"
"Aku juga sangat merindukanmu, kapan kamu pulang?" Tanya Alisha yang sudah tidak sabar dengan kepulangan Killian.
"Dalam beberapa menit aku akan sampai rumah, aku sengaja menghubungimu karena aku sudah tidak bisa menahan untuk segera bertemu denganmu"
Alisha tersenyum mendengar perkataan Killian dari seberang telfon.
"Aku akan menunggu kedatangan mu" Jawab Alisha sebelum panggilan telfon mereka terputus.
Alisha mengernyitkan dahi saat mendengar pintu rumahnya di ketuk dari luar, dia berpikir mungkin saja itu Killian, dengan senyuman di bibirnya Alisha mengambil tongkatnya dan berjalan menuju pintu depan.
Klik....
Bunyi pintu terbuka "Killian aku sangat merindukanmu" Ucap Alisha dengan senyuman tulus di bibirnya.
"Sayangnya aku bukan Killian" Ujar seorang pria yang saat ini berdiri tepat di depan Alisha.
"Siapa kamu?" Tanya Alisha bersiap menutup pintu rumahnya kembali namun tertahan oleh tubuh pria di depannya.
BRAKKKK
Pintu rumah Alisha terbuka dengan lebar, Alisha yang merasa takut berjalan mundur saat merasakan orang di depannya berjalan menghampirinya.
"Siapa kamu, jangan mendekat" Ucap Alisha dengan suara bergetar, dia menyesal karena sudah membukakan pintu untuk pria di depannya, seharusnya dia bisa memperkirakan kalau tidak mungkin Killian akan sampai dengan cepat.
Pria tadi mencengkram tangan Alisha dengan kuat, lalu menyeretnya masuk ke arah kamar Alisha yang pintunya masih terbuka dan membanting tubuh Alisha ke arah ranjang.
"TOLONGGGGG" Teriak Alisha yang langsung mendapat tamparan keras dari pria itu.
PLAKKKKK
__ADS_1
"AKKHHHH" desis Alisha saat merasakan panas dan perih pada sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Seharusnya aku langsung membunuhmu sesuai dengan perintah pria tua itu, tapi melihat keindahan tubuh di depanku tentu saja aku tidak akan menyia - nyiakannya.
Pria itu mengambil pisau lipat dari saku celananya "Tapi sebelumnya aku ingin membuat luka gores pada kaki indah ini"
SREETTTT
"AKKKHHHH" Teriak Alisha disertai isak kan saat kini kakinya terasa amat sakit seperti tersayat benda tajam.
"Siapapun kamu, aku mohon jangan membunuhku, hiks" Mohon Alisha saat merasakan seluruh tubuhnya mati rasa akibat luka di kakinya dan juga sudut bibirnya.
"Tentu kita bisa bersenang senang terlebih dahulu sebelum aku membunuhmu"
Pria tersebut menarik baju Alisha hingga kancing bajunya terlepas memperlihatkan tubuh atas Alisha yang hanya terbalut tanktop berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya.
"jangan, aku mohon" Pinta Alisha dengan isakkannya.
Air mata Alisha mengucur deras, ingatannya kembali pada saat Davin melecehkannya dulu.
Pria itu tersenyum licik ke arah Alisha "Kamu tahu, aku sangat menyukai kekerasan dan aku akan membuat tubuhmu dipenuhi luka terlebih dahulu sebelum kita sama - sama mendapatkan kepuasan malam ini"
Alisha hanya bisa memejamkan matanya saat merasakan luka sayatan kembali pada pahanya, suaranya terasa tercekat saat rasa perih dia rasakan kembali pada kedua pahanya.
Saat pria itu akan menindih tubuh Alisha, dia mendengar suara sebuah mobil yang berhenti di depan rumah dan tidak lama terdengar derap langkah kaki yang mengarah ke ruangan tempatnya bersama Alisha.
"SIAL"
Pria itu segera berlari lewat jendela samping kamar Alisha, dia tahu betul kalau yang datang adalah Killian pria yang tidak kalah gila dengannya saat menyiksa seorang musuh.
Sedangkan Killian tidak bisa menyembunyikan senyumannya saat sudah sampai di depan rumah Alisha, dia sudah membawa sebuket bunga Lili kesukaan Alisha namun keningnya mengernyit saat melihat pintu rumah Alisha yang terbuka lebar padahal motor yang biasa di pakai Michael belum terparkir di depan rumah.
Dengan perasaan khawatir dia masuk ke rumah dan mendengar suara tangisan Alisha, dari samping rumah dia melihat seorang pria dengan pakaian serba hitam keluar dari jendela kamar Alisha, saat dia berniat mengejar pria itu, suara tangisan Alisha terdengar menyayat hatinya.
Killian menjatuhkan bunga lili yang di bawanya saat melihat kondisi Alisha yang begitu mengenaskan, terdapat luka di sudut bibirnya dengan rambut berantakan dan juga luka sayatan di kedua paha Alisha yang kini sudah merubah warna spray Alisha yang menjadi merah karena darah dari kedua pahanya.
"Alisha" Lirih Killian.
Dia berlari untuk memeluk Alisha yang menumpahkan semua air matanya di dada bidang Killian.
"Sakit, ini sangat menyakitkan" Lirih Alisha dengan suara tercekat "Aaakkku takut, dia mengatakan ingin membunuhku, aku takut Killian hiks....."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, kesadaran Alisha hilang "Alisha bangun, Li jangan membuatku takut" Killian menepuk pelan pipi Alisha.
Melihat Alisha yang sudah tidak sadarkan diri, dia bergegas mengangkat tubuh Alisha lalu membawanya ke rumah sakit.
"Kamu harus bertahan Li" Ucap Killian dengan mata yang memerah,
Dia yakin kalau ayahnya lah yang menjadi penyebab dari kejadian yang menimpa Alisha hari ini.
***
Di sinilah Killian saat ini berada, di apartemennya untuk menemui ayahnya dengan amarah yang sudah memenuhi dirinya.
Setelah memastikan Alisha di tangani dengan baik dan kedatangan Michael untuk menjaga Alisha, dia segera menelfon ayahnya yang ternyata sudah menunggunya di apartemen.
Amarah Michael semakin menjadi saat mengetahui kalau orang suruhan ayahnya adalah Ray pria psikopat yang selalu menyiksa targetnya tanpa ampun, dia tidak membayangkan akan semenderita apa Alisha saat dia tidak segera datang.
"Apa yang sebenarnya dad inginkan, aku sudah peringatan jangan mendekati wanitaku atau aku akan benar - benar memutus hubungan keluarga diantara kita" Desis Killian dengan wajah memerahnya akibat amarahnya yang tertahan
Axal terkekeh sinis "Kamu tidak akan pernah bisa melakukannya jika kamu memang menginginkan hubungan keluarga di antara kita putus maka kamu juga harus bersiap melihat wanita itu terbunuh karena keputusan mu itu" Jawab Axal menatap Killian datar.
"Dad tidak akan pernah bisa melakukannya"
"Jangan meremehkan ku, aku bahkan tega membunuh kakak kandungku sendiri demi sebuah kekuasaan dan tentu aku juga akan melakukannya untuk membuatmu kembali patuh kepadaku"
Axal memang orang yang cukup kejam, sejak kecil Killian sudah dididik dengan penuh kekerasan, Axal tidak akan segan memukul Killian jika anak lelakinya itu berbuat salah, bahkan tanpa banyak orang tahu kalau selama ini tubuh Killian di penuhi dengan luka sayatan.
Killian mencengkram kedua tangannya erat, inilah alasannya kenapa dia tidak ingin mendekati Alisha dari awal dia menyukainya, karena Alisha bisa menjadi kelemahannya dan kelemahannya ini lah yang akan di manfaatkan ayahnya untuk mengendalikan hidupnya lagi.
"Baiklah aku akan menuruti semua keinginan dad salah satunya untuk menjauhi Alisha tapi jangan pernah sekalipun untuk menyentuh wanitaku lagi"
"Ah ternyata tidak sulit membuatmu untuk kembali menurut kepadaku, sesuai keinginanmu aku tidak akan mengusik wanita itu asal kamu tidak menemuinya lagi mulai sekarang"
Axal mendekat ke arah Killian dan memeluk anaknya yang hanya dibalas tatapan tajam dan dingin oleh Killian tanpa berniat membalas pelukan ayahnya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Cuma sekedar info ini flashback nya cuma sampai 10 bab ya
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏