
"Alisha, apa nanti kamu akan datang ke acara ulang tahun perusahaan?" Tanya Elle saat mereka sudah berada di kantin perusahaan.
"Apa itu acara penting yang harus di hadiri oleh seorang pegawai biasa"
Alisha tetap memakan makanannya dengan tenang tidak menolehkan kepalanya ke arah Elle yang sedang mengajaknya berbicara, dia memang sedang kelaparan karena sejak pagi dia belum sarapan sama sekali karena dia harus mengurus Aaron yang tiba - tiba mengalami demam, dan terpaksa Michael lah yang meminta cuti untuk menjaga Aaron di flat karena tidak mungkin Alisha meminta cuti lagi sedangkan dia masih pegawai baru.
"Tidak sih, tapi bukankah ini acara ulang tahun perusahaan yang sangat spesial karena untuk pertama kalinya Mr. Alison akan datang" Ucap Elle membuat Alisha menghentikan tangannya yang akan memasukkan makanan ke mulutnya.
"Kamu ikut ya Alish" Mohon Elle.
"Tapi aku tidak punya pakaian yang layak untuk aku gunakan di acara tersebut" Ucap Alisha, dia memang tidak bohong jika dia mengatakan kalau tidak memilik baju yang cukup layak untuk di gunakan saat pergi ke acara pesta karena dia hanya mempunyai baju formal untuk pergi bekerja saja dan lainnya hanya sekedar baju rumahan.
"Aku akan meminjami pakaian, jadi besok kamu datang kan?" Ucap Elle penuh dengan permohonan.
Menghela nafasnya pelan Alisha menganggukkan kepalanya "Baiklah tapi aku harus memastikan terlebih dahulu kondisi anakku semakin membaik" Ucap Alisha.
Sejak kejadian dia harus mengambil cuti dua hari saat dia sakit, tidak pernah ada lagi karyawan yang menghinanya ataupun menggosipkan dirinya dengan pemilik perusahaan ini, semua pegawai seolah olah berubah secara sekejap, hal itu tentu saja membuat Alisha senang karena tidak ada lagi orang yang mengusiknya dengan gosip yang menurutnya sama sekali tidak benar.
Tiba - tiba kantin kantor yang tadinya tenang berubah menjadi sedikit berisik saat terdengar bisik - bisik di para pegawai.
"Apa saya bisa duduk di sini" Tanya Alison yang sudah mendudukkan dirinya di depan Alisha.
Elle membulatkan matanya terkejut, sedangkan Alisha yang sedang fokus dengan makannya tiba - tiba menjatuhkan sendok nya ke lantai.
"I-iya sir" Ucap Elle dengan gugup karena bisa satu meja dengan pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
"Saya lihat meja sudah penuh dan tinggal satu meja ini saja yang masih tersisa kursinya"
Tuk
Kening Alisha terbentur meja saat akan mengambil sendok nya yang terjatuh.
Alison yang melihatnya membantu Alisha mengambil sendok nya dan menaruhnya di samping meja.
__ADS_1
"Terima kasih sir" Ucap Alisha menundukkan kepalanya.
Alison hanya menganggukkan kepalanya saja lalu menerima makanannya yang di antar oleh salah satu pelayan di kantin perusahannya.
"Silahkan makan, tidak perlu sungkan anggap aku juga sebagai pegawai biasa, jangan menganggapku sebagai atasan kalian"
Elle berusaha menahan nafasnya saat dengan santainya bosnya itu menyantap makanannya, berbeda dengan Alisha yang berusaha menutupi rasa gugupnya dengan melanjutkan makannya, namun ekor matanya tidak bisa beralih untuk melihat cara Alison memakan makanannya.
Edgar yang duduk di kursi yang tidak jauh dari Alison hanya memandang heran ke arah atasannya itu karena ini pertama kalinya Alison mau makan semeja dengan seseorang padahal biasanya Alison akan lebih suka makan sendiri daripada berbaur dengan orang lain.
"Sebenarnya siapa kamu?" Lirih Edgar yang menatap ke arah Alisha dengan penuh tanda tanya karena wanita itu bisa membuat seorang Alison yang terkenal kejam dan arogan dengan tatapan dinginnya bisa berubah menjadi lembut saat menatap ke arah Alisha.
Ponsel Alisha yang berada di saku kemeja kerjanya berbunyi, dia mengernyitkan dahinya saya minat nama Michael yang tertera di layar ponselnya, perasaan khawatir tiba - tiba di rasakannya.
"Hallo"
"Kak, kondisi Aaron memburuk, aku sudah membawanya ke rumah sakit, sejak tadi tubuhnya terus menggigil" Ucap Michael dari sebrang telfon.
"Bagaimana bisa? bukankah tadi Aaron baik baik saja?" Tanya Alisha dengan nada khawatirnya.
"Kak, dokter sudah keluar dari ruang perawatan, aku harus menemuinya, aku harap kakak segera kesini, aku akan mengirim alamat rumah sakit nya" Ucap Aaron sebelum memutus sambungan telfonnya.
Wajah Alisha berubah menjadi khawatir, dia sangat ingin menyusul anaknya untuk memastikan kondisi Aaron, pandangan Alisha mengarah ke Alison yang juga sedang menatap ke arahnya dengan keberanian dia akan meminta pulang lebih awal untuk hari ini.
"Sir, anakku sedang di rumah sakit, aku harus segera menemuinya di rumah sakit, bisakah untuk hari ini anda mengizinkan saya untuk pulang lebih awal" Pinta Alisha dengan mata berkaca - kaca.
"Pulangkan, tapi biarkan aku yang mengantarmu"
Alison berdiri dari duduknya lalu menggenggam tangan Alisha yang terasa dingin, Alisha sendiri tersentak kaget saat merasakan genggaman pada tangannya.
Dia berusaha melepas genggaman tangan Alison saat melihat banyak pegawai yang melihat ke arahnya dengan tatapan tidak sukanya, begitupun dengan Elle yang memandangnya penuh tanya.
"Tidak perlu sir, saya bisa pulang sendiri" Ujar Alisha berharap Alison segera melepaskan tangannya namun yang di dapatkan justru Alison menarik tangan Alisha keluar dari kantin perusahaan meninggalkan para pegawai yang mungkin akan mulai mencemooh Alisha lagi.
__ADS_1
Selama perjalanan, Alisha maupun Alison lebih memilih diam dengan pikiran mereka masing masing.
Sesampainya di rumah sakit Alisha berlari menuju ke ruangan yang di tempati Aaron, anaknya sedangkan Alison mengikuti langkah Alisha dari belakang, entahlah ada hal yang mengharuskannya melihat keadaan anak dari perempuan di depannya itu.
"Aaron" Panggil Alisha membuka pintu ruang perawatan Aaron.
"Kakak sudah sampai, kalau begitu aku akan keluar terlebih dahulu untuk membeli makan siang" Pamit Michael kepada Alisha.
Di luar ruangan Alison menatap kepergian Michael dengan pandangan yang sulit diartikan, kemudian dia beralih kembali menatap ke arah seorang bocah laki - laki yang terbaring lemah dengan mata terpejam.
"Dad" Racau Aaron masih dengan mata tertutup.
"Aaron, ini mom sayang" Ucap Alisha mengelus lembut kening Alison yang berkeringat karena dia hanya mampu menempatkan Aaron di ruangan biasa tanpa AC.
"Dad, Aaron kangen" Racau Aaron lagi membuat Alisha tanpa sadar meneteskan air matanya.
Sedangkan Alison yang berdiri di ambang pintu ruang perawatan Aaron memegang dadanya yang berdenyut sakit mendengar racauan Aaron, dia mengurungkan niatnya untuk memasuki ruangan dan berlalu pergi meninggalkan Alisha bersama Aaron sendirian.
Alison menyandarkan tubuhnya di dinding berusaha menghalau rasa sesak di dadanya, setelah dia bisa mengedali kan dirinya kembali, dia mengambil ponselnya.
"Edgar, pastikan anak Alisha di rawat di kamar perawatan terbaik di rumah sakit ini"
"Baik tuan, saya akan segera mengurusnya" Ucap Edgar.
"Kita sudah bertemu tapi rasanya kenapa sesakit ini" Lirih Alison dengan pandangan sendunya yang hampir tidak pernah dia tunjukkan selama ini.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏