
Alisha kini duduk berhadapan bersama dokter yang baru saja menangani keadaan Aaron.
"Putra anda mengalami benturan yang cukup keras yang menyebabkan bagian otak kirinya mengalami cedera berat, dan juga tulang kaki sebelah kirinya mengalami patah tulang" Ucap dokter tersebut.
"Lalu apakah anak saya bisa kembali siuman lagi dok?" Tanya Alisha.
"Putra anak mengalami masa kritis, saya sendiri tidak bisa memastikan kapan putra anda akan siuman kembali, tapi kemungkinan dalam tiga sampai tujuh hari jika kondisinya berangsur membaik pasien akan membuka mata dan setelah nya saya akan melihat apakah cedera pada kepalanya akan menimbulkan masalah yang buruk atau tidak"
"Anak saya kritis dok" Lirih Alisha dengan suara tercekat.
Dokter tersebut mengangguk "Dan satu lagi kami membutuhkan satu kantong darah lagi untuk putra anda, kami hanya memiliki satu kantong darah B- sedangkan putra anda membutuhkan dua kantong darah jadi kami masih membutuhkan satu kantong darah lagi"
"Tapi golongan darah saya O dok dan adik saya juga bergolongan darah O" Cicit Alisha.
"Anda bisa bertanya kepada ayahnya, kemungkinan golongan darah mereka sama" Ujarnya.
"Ayah?"
"Iya, pria yang tadi membawa anak anda, dia mengatakan kalau dia ayah dari pasien"
DEG
"Dii-a bukan ayah putra saya dok" Ucap Alisha.
***
Alisha berjalan gontai menyusuri lorong rumah sakit, dia bingung harus mencari golongan darah B- kepada siapa karena dia tahu kalau golongan darah tersebut termasuk golongan darah yang langka, kalaupun dia tahu siapa ayah kandung Aaron pasti dia akan melakukan apa saja agar orang itu mau mendonorkan darahnya untuk anaknya, sayangnya hingga saat ini dia tidak tahu siapa ayah dari anaknya itu.
Lalu pikiran nya kembali melayang kepada ucapan dokter tadi yang mengatakan kalau Alison mengaku sebagai ayah dari Aaron, apa mungkin Alison melakukan semua itu agar Aaron dapat segera di tangani oleh dokter.
Langkah Alisha terhenti saat melihat keberadaan Michael dan Alison yang terlihat membicarakan hal yang cukup serius dilihat dari raut wajah mereka berdua.
"Sejak kapan Alison dan Michael saling mengenal, bahan mereka terlihat saling tidak asing"
Alisha melanjutkan langkahnya semakin mendekat dengan kedua tangannya yang membawa dua minuman yang sengaja dia beli untuk dirinya dan Alison.
"Sampai kapan kamu akan membuatnya menderita Killian? Dia tidak tahu apapun tentang masa lalu kalian, tapi lihat lah Aaron justru semakin menderita karena merindukan sosok ayah dalam hidupnya"
__ADS_1
Ucapan Michael kembali menghentikan langkah Aisha "Killian? Ayah?" Lirih Alisha penuh tanda tanya.
"Aku akan mengatakannya setelah keadaan Aaron membaik, aku akan mengatakan kalau aku adalah ayah kandungnya yang selama ini dia rindukan"
Jantung Alisha berdetak dengan cepat saat mendengar ucapan Alison, dua botol minum yang dia bawa langsung terjatuh kelantai
Pyarrrr.....
"Alisha"
"Kakak"
Ucap Alison dan Michael bersamaan dengan raut wajah terkejut menyadari kehadiran Alisha yang berdiri mematung melihat ke arah mereka dengan mata yang berkaca - kaca.
Alison berjalan mendekat ke arah Alisha dengan langkah pelan.
"Alish" Ucap Alison lirih.
Alisha tetap diam bergeming di tempatnya "Katakan kalau aku tadi salah mendengar, kamu tidak mungkin Killian kan?" Tanya Alisha.
Alison tidak menyangkal maupun mengiyakan pertanyaan Alison "Aku mohon katakan kalau semua yang aku dengar itu tidak benar Alison?"
Alisha terima sesaat dari tempat berdirinya "Kenapa?" Lirih Alisha berjalan mendekat ke arah Alison lalu mencengkram kerah pada kemeja Alison "Kenapa kamu lakukan ini, kenapa?" Tanya Alisha dengan suara seraknya bercampur dengan tangisan nya lalu menyandarkan keningnya di dada Alison dengan suara isakkan pelannya.
Alison menggenggam tangan Alisha yang mencengkram kemejanya dengan erat "Maafkan aku Alisha maaf, aku sudah membuat kamu menderita karena semua ke egoisan ku" Ucap Alison "Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu, aku tidak akan membiarkan kalian hidup menderita lagi"
Alisha menarik tubuhnya menjauh dari Alison hingga cengkraman tangannya di kemeja Alison terlepas "Semua sudah terlambat, bagaimana kamu mau menebus tujuh tahun kehidupan Aaron yang malang, dan bagaimana kamu akan mengembalikan kebahagiaanku yang kamu renggut tujuh tahun lalu? Bahkan dengan darah kamu pun kamu tidak akan pernah bisa mengganti semuanya KILLIAN" Tekan Alisha pada kata terakhir ucapnya.
"Beri aku kesempatan Alisha, aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh seperti dulu lagi"
Alisha terkekeh mengejek "Janji? Dulu Killian pernah berjanji kalau dia tidak akan meninggalkanku, namun kenyataannya dia mengingkarinya dan meninggalkanku, dulu Killian juga berjanji tidak akan pernah menyentuhku sebelum kami menikah tapi ternyata orang yang selama ini melukai harga diriku adalah kamu" Tunjuk Alisha "Tuan Alison Whingston atau aku harus memanggil kamu dengan nama Killian" Ucap Alisha penuh penekanan.
Michael hanya diam, dia tahu saat ini kakaknya sedang menumpahkan semua amarahnya yang terpendam selama tujuh tahun, dia juga tahu di balik semua senyuman yang diberikan kakaknya selama tujuh tahun ini banyak sekali luka dan beban yang di tanggung nya sendiri.
Alisha menyeka air matanya "Sekarang aku mengerti kenapa kamu begitu baik kepada kami, jadi ini kenyataan yang sebenarnya"
"Kita bicarakan baik - baik semuanya setelah Aaron sadar, oke" Ucap Alison kembali berjalan mendekat ke arah Alisha namun lagi dan lagi Alisha menghindarinya.
__ADS_1
"Aku rasa tidak perlu ada yang di bicarakan lagi, biarlah tetap seperti ini, biarkan Aaron tidak tahu siapa ayah kandungnya, aku bisa menjadi ayah sekaligus ibu untuk anakku" Jawab Alisha.
"Apa kakak ingin menjadi sama egoisnya dengan Killian yang mengorbankan kebahagiaan Aaron" Sahut Michael.
"Aaron akan baik - baik saja dengan kita, tidak perlu ada siapapun lagi diantara kamu meskipun itu ayah kandungnya sekalipun, apakah aku juga tidak boleh egois?"
"Kak...." Lirih Michael.
"Pembicaraan ini sudah cukup, aku akan memeriksa keadaan Aaron ke dalam" Ucap Alisha meninggalkan Alison dan Michael.
Alison menatap kepergian Alisha dengan perasaan tidak menentu, bukan situasi yang seperti ini yang dia inginkan, dia mengira akan mudah bagi Alisha menerima semua kebenarannya namun dugaannya salah dan ternyata jalannya untuk meraih kebahagiaan bersama Alisha dan Aaron tidak akan semudah itu.
"Dia sudah menanggung luka terlalu lama dan luka itu yang membuat Kak Alisha berubah menjadi wanita yang tangguh dan kerasa kepala" Ujar Michael "Pulanglah, ganti pakaianmu yang sudah penuh darah, beri dia waktu untuk berdamai dengan semua fakta yang baru diketahuinya hari ini"
Dokter yang tadi menangani Aaron datang dengan raut cemasnya memasuki ruang UGD kembali membuat Alison yang tadi berniat pulang sebentar untuk mengganti pakaiannya mengurungkan niatnya.
Michael dan Alison segera berjalan mendekati Alisha yang baru saja dipaksa keluar oleh seorang dokter.
"Sus, saya harus menemani anak saya sus, saya mohon" Pinta Alisha berusaha menerobos masuk
"Tolong patuhi prosedur kami Nyonya, putra anda sedang dalam penanganan sekarang"
"Kak apa yang terjadi?" Tanya Michael
Alisha langsung menghambur ke pelukkan Michael "Aaron dia mengalami kejang" Ucap Alisha terbata.
Tidak lama seorang dokter keluar "Keadaan pasien semakin parah, pasien masih membutuhkan satu kantong transfusi darah lagi untuk mengurangi anemia nya karena banyaknya darah yang keluar dari kepalanya"
"Ambil darah saya dok, golongan darah saya B-" Ujar Alison.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏