
Hubungan Alison dan Alisha kembali dingin lagi, mereka hanya akan berpura - pura baik - baik saja ketika berada di depan Aaron, Alisha pun selama beberapa hari ini berusaha menuruti perintah Alison untuk tetap berada di penthouse karena dia tidak ingin memancing keributan dengan Alison.
Alison pun sudah membelikan Alisha ponsel baru lagi, namun kini dia sudah tidak memiliki nomer Dave sama sekali, namun beruntungnya dia masih mengingat dengan baik berapa nomer Dave jadi dia masih bisa menghubungi Dave untuk menuntaskan rasa penasarannya, ingin sekali dia mencari cara agar bisa bertemu Dave tanpa adanya kecurigaan dari Alison karena sungguh dia sudah lelah berdebat dengan Alison.
"Aku izin keluar hari ini" Ucap Alisha masuk ke dalam ruang kerja Alison.
Alison mengangkat wajahnya dari beberapa berkas yang akan dia tanda tangani "Jika ada yang ingin kamu beli, kamu bisa mengatakannya kepada Edgar, biar dia yang membelikannya"
"Aku bisa membeli sendiri, lagian Edgar pasti punya banyak kerjaan jadi aku tidak ingin merepotkan nya" Jawabnya.
Alison menatap Alisha penuh selidik yang memuat keningnya berkerut "Menjaga kamu dan Aaron adalah tugas baru Edgar, jadi kamu tidak perlu ragu untuk menyuruhnya"
"Aku bukan tahanan Al, aku juga perlu keluar, selama beberapa hari ini aku menuruti permintaan kamu bukan berarti kamu bisa menekan hidupku semaumu jadi biarkan aku keluar bersama Aaron, aku hanya akan pergi ke toko kue untuk membeli kue kesukaan Aaron" Ujarnya dengan menatap ke arah Alison.
Alison terdiam dengan tatapan datarnya mengarah kepada Alisha, sejujurnya dia tidak ingin terlalu menekan Alisha hanya saja dia dan anak buahnya masih kesulitan untuk menemukan keberadaan Dave.
"Baiklah, aku akan mengizinkan kamu dan Aaron keluar tapi aku akan menyuruh beberapa anak buah ku untuk mengikuti kamu pergi" Ucapnya tanpa bantahan.
"Tapi kami sudah bersama Edgar kenapa harus ada anak buah kamu juga Alison, itu terlalu berlebihan, aku dan Aaron bukan orang sepenting kamu yang harus menerima banyak penjagaan" Ujar Alisha.
"Menuruti ucapan ku atau tidak pergi sama sekali" Alison berdiri dari duduknya lalu menyandarkan tubuhnya pada meja kerjanya agar bisa lebih dekat dengan tempat Alisha berdiri.
Kedua tangan Alisha mengepal erat, berusaha menahan rasa kesalnya "Baiklah, asal mereka menjaga jarak, aku tidak menjadi pusat perhatian" Balasnya menuruti ucapan Alison.
Alison menganggukkan kepalanya "Bersiaplah, aku akan menyuruh Edgar untuk segera kemari" Ucapnya kembali lalu meletakkan tubunya di atas kursi kerjanya.
Dengan perasaan dongkal, Alisha keluar dari ruang kerja Alison lalu masuk ke kamarnya, dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Dave untuk mengajaknya bertemu hari ini di toko kue yang akan dia tuju.
Setelah mendapat balasan pesan dari Dave dia segera menghapus semua pesannya bersama Dave lalu segera bersiap - siap pergi untuk menemui Dave.
***
"Edgar kamu tidak perlu ikut masuk, biar aku dan Aaron yang masuk ke dalam sendirian, kamu bisa menunggu di luar" Ucap Alisha kepada Edgar.
"Tapi...."
__ADS_1
"Aku tidak akan kabur, aku dan Aaron akan baik - baik saja, ini hanya ke toko kue saja, setelah selesei membeli aku akan segera kembali ke mobil" Ujar Alisha memotong ucapan Edgar.
Tanpa menunggu tanggapan Edgar, Alisha dan Aaron segera menuruni mobilnya untuk masuk ke dalam toko kue.
Ternyata sesuai dugaannya, Dave sudah menunggu nya di salah satu kursi yang tersedia di dalam toko kue.
Memang tempat yang di datangi Alisha buka hanya sekedar toko kue biasa, namun di sini juga menyediakan cafe dan beberapa tempat pemainan untuk anak - anak, dia dan Aaron memang sering ke tempat ini.
"Aaron kamu pesan kue yang kamu suka dulu ya, setelahnya kamu bisa bermain di tempat biasanya kamu bermain ketika kita berada di sini" Ucapnya kepada Aaron.
"Iya mom" Jawab Aaron berjalan untuk memilih kue kesukaannya lalu setelah mendapat kuenya dia segera duduk di tempat bermain yang sejak dulu dia sukai.
"Dave" Panggil Alisha kemudian duduk di kursi bersebrangan dengan Dave.
"Ah, aku kira kamu tidak akan datang" Ucap Dave saat melihat kedatangan Alisha.
"Apa maksud ucapan kamu tentang Killian dan Davin, lalu dari mana kamu mengetahui tentang mereka?" Tanya Alisha langsung ke inti pembicaraan mereka.
"Calm down Al, kamu terlalu terburu - buru untuk mengetahui semuanya, makanlah aku sudah memesankan kue untuk kamu" Ucap Dave memberikan kue kepada Alisha.
"Aku hanya menebak saja karena yang aku tahu ini menjadi kue favorit di toko ini, syukurlah kalau kamu menyukainya"
Melirik Dave sekilas, dia tampak ragu untuk memakan kue yang diberikan Dave namun dia juga merasa tidak enak jika tidak memakannya.
Setelah Alisha menghabiskan kuenya dan Dave pun juga sama, mereka saling berdiam diri sebentar.
"Apa kamu akan percaya kalau aku mengatakan aku mengenal Killian dan Davin lebih dari yang kamu tahu selama ini" Ucap Dave menatap ke arah Alisha dengan tangan yang memainkan cangkir kopi yang isinya masih tersisa setengah.
"Maksud kamu?"
"Bukankah Killian orang yang sama yang waktu itu yang aku temui di rumah sakit" Dave meletakkan cangkir yang dia pegang tadi, kini kedua tangannya dia lipat di atas meja.
"Ba-agaimana kamu bisa tahu?" Tanya Alisha dengan kepala yang terasa sedikit pusing namun dia berusaha menahannya.
"Sebab aku memang mengenalnya dan aku punya dendam tersendiri kepada dia" Dave tertawa kecil sambil memperhatikan Alisha yang terlihat mulai merasa pusing pada kepalanya.
__ADS_1
"Dendam?" Mata Alisha semakin mengabur.
"Ya, karena Killian sudah mengahancurkan kehidupan seorang Davin" Tatapan Dave semakin menajam saat membicarakan tentang masa lalunya.
Alisha yang merasakan Alarm berbahaya berusaha untuk tetap menjaga kesadarannya.
"Siapa kamu sebenarnya" Tanya Alisha.
"Akhirnya kamu menanyakannya juga" Dave mencondongkan tubunya ke arah Alisha "Aku adalah Davin, Dave Alexander adalah orang yang sama dengan Davin Xanovax, laki - laki yang kehidupannya di hancurkan oleh seorang Alison Whingston, kenapa kamu tidak mengenaliku sayang, bahkan kita sudah menjadi teman sejak kecil" Ucapnya penuh amarah.
Alisha membelalakkan matanya "Kamu" Lirih Alisha dengan tubuh semakin melemah "Apa yang kamu masukkan kedalam makananku Dave" Tanya Alisha saat menyadari tubuhnya semakin melemah.
"Apa tubuhmu sudah semakin melemah sayang?" Tanya Dave
"Kamu jahat, kamu masih sama seperti dulu Dave" Alisha berusaha berdiri dari tempat duduknya namun ucapan Dave menghentikannya.
"Kalau kamu berani pergi maupun berteriak maka aku pastikan kamu akan melihat anakmu sudah tidak bernyawa" Dave menunjukkan sebuah foto di ponselnya dimana tubuh Aaron terikat dengan dengan tali dan lakban hitam menutup mulutnya sedang berada di sebuah mobil yang tidak dia kenali.
"Jangan sakiti anakku bren*sek, seharusnya aku tidak menemui kamu si*lan" Ucap Alisha menyesal karena tidak menuruti ucapan Alison.
"Tapi kenyataannya kamu menemuiku Alisha sayang"
Setelah ucapan terkahir Dave, tubuh Alisha terjatuh tidak sadarkan diri yang membuat beberapa pegawai dan pengunjung merasa panik.
"Sir apa anda perlu bantuan" Tanya salah satu pegawai menghampiri Dave.
"Tidak perlu, saya rasa istri saya sedang kurangan sehat, saya bisa membawanya sendiri" Ucap Dave mengangkat tubuh Alisha lalu dia memfokuskan matanya ke arah cctv dan memberikan senyum liciknya kemudian berjalan lewat pintu belakang toko agar tidak di ketahui oleh Edgar dan anak buah Alison.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏