Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Bimbang


__ADS_3

"Dave kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Alisha menghampiri Dave.


"Aku ingin mencari bahan makanan karena bahan makanan di kulkas ku ternyata sudah habis" Jawabnya.


Alisha menganggukkan "Baiklah, kalau begitu aku permisi" Pamit Alisha ketika akan melanjutkan memilih sayuran lagi, dan dia juga merasa tidak harus terus bersama Dave.


"Tunggu" Pergelangan tangan Alisha di cekal oleh Dave, membuat Alisha menatap tidak suka ke arah Dave "Ah maaf" Ujar Dave melepaskan cekalan tangannya.


"Ada apa lagi Dave?" Alisha berusaha masih bersikap ramah dengan Dave walau sejujurnya dia sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran Dave di sampingnya.


"Aku hanya ingin mengatakan kalau lain kali bisakah kita pergi makan berdua, atau kalau kamu tidak nyaman hanya berdua dengan ku, kamu bisa mengajak anak kamu juga, sebab ada ada hal penting yang ingin aku katakan tentang masa lalu kamu dulu" Pinta Dave kepada Alisha.


Alisha mengernyitkan keningnya bingung "Masa lalu apa yang kamu maksud?" Tanya Alisha penasaran.


"Jika kamu penasaran, kamu bisa menghubungiku dan kita bahas semuanya" Balas Dave.


"Apa kamu berusaha menjebak ku agar mau makan berdua dengan kamu dengan membawa masa laluku" Alisha menatap curiga ke arah Dave.


Dave tersenyum kecil "Kalau kamu tidak yakin maka kamu pasti akan yakin jika aku menyebutkan nama Killian dan Davin, kamu pasti ingin tahu banyak tentang kehidupan mereka sekarang ini terutama keberadaan Davin yang sudah lama menghilang"


Deg, jantung Alisha berdetak cepat saat Dave menyebut nama Killian dan Davin, apalagi jika mengingat nama Davin yang membuatnya masih mengalami trauma cukup parah akibat sikap kasar yang diperbuatnya dulu kepadanya.


Dave melirik kalung yang dipakai Alisha sekilas "Kalau begitu aku pamit pergi Alish, aku melihat kamu sudah tidak nyaman dengan keberadaanku, aku menunggu telfon dari kamu" Ujar Dave pergi berlalu dari hadapan Alisha yang masih diam mematung.


"Sebenarnya siapa kamu Dave?" Batin Alsiha bersuara.


Setelah kepergian Dave, tidak lama Edgar datang dengan tergesa - gesa menghampiri Alisha yang masih terdiam di tempat nya menatap kepergian Dave.


"Nona Alisha" Panggil suara Edgar.


Alisha tersentak dari lamunannya "Ah ya, Edgar, kamu kenapa ada di sini?" Tanya Alisha kepada Edgar.


"Saya di sini bersama Tuan Alison, dia ingin mengajak anda dan Tuan muda Aaron untuk pulang bersama" Jawab Edgar.


"Bukankah tadi Alison sendiri yang bilang kalau sedang ada urusan" Balas Alisha bingung.

__ADS_1


"Ah kalau soal itu memang seharusnya hari ini Tuan Alison menghadiri rapat namun tiba - tiba dari pihak investor membatalkan rapat" Ucap Edgar terpaksa berbohong seperti apa yang di suruh Alison tadi.


Alisha memilih untuk tidak bertanya apapun lagi, apalagi menanyakan darimana Alison mengetahui keberadaannya, karena tentu saja Alison mengetahui keberadaanya melalui adiknya, Michael.


Sedangkan Alison kini sudah menunggu di dalam mobil bersama dengan Aaron, saat sampai di supermarket tempat Alisha berbelanja dia segera menghampiri mobil Michael yang terparkir di bahu jalan lalu dia meminta Michael untuk pergi dan melanjutkan pekerjaannya karena dia sendiri yang akan membawa Alisha dan Aaron, tanpa bertanya apapun Michael berlalu pergi dengan membawa mobil Alison.


Alison juga memilih menyuruh Edgar yang menghampiri Alisha walau dia sendiri sangat ingin menghampiri Alisha sendiri, namun dia sangsi untuk melakukannya.


"Dad, apa Aaron boleh bertanya sesuatu?" Tanya Aaron menatap ke arah Alison.


Alison yang semula menatap keluar jendela kini mangalihkan tatapannya ke arah Aaron "Kamu boleh bertanya apapun kepada Daddy" Jawabannya memberikan senyuman kepada Aaron.


"Kenapa dad punya banyak pistol di ruang bawah tanah?"


"kamu kenapa tiba - tiba bertanya seperti itu? Tanya Alison balik ke Aaron.


"Karena dulu Uncle Michael pernah bilang kalau pistol itu tidak boleh dimiliki oleh orang biasa dan hanya polisi yang boleh memilikinya lali Om Michael juga bilang selain polisi biasanya yang punya juga orang kaya karena harganya mahal dan orang yang berkerja di dunia gelap?" Jawab Aaron


"Karena dad salah satunya di antara orang itu" Balasnya.


"Dad kan bukan polisi, berarti dad orang kaya seperti yang di katakan Cheryl karena orang yang bekerja di Whingston pasti memiliki banyak uang" Ucapnya dengan polos.


Mata Aaron menatap Alison dengan kening yang mengernyit "Lalu dad bekerja di mana?"


"Itu adalah perusahaan milik dad yang kelak akan menjadi milik kamu" Ucap Alison.


Aaron mengedip - ngedipkan matanya lucu "Jadi perusahaan sebesar itu milik dad?" Tanyanya memastikan "Kalau itu milik dad, apa boleh suatu saat nanti Aaron ikut ke sana?"


"Tentu, kita akan pergi ke sana bahkan dad akan memperkenalkan kamu sebagai penerus dad nanti" Balas Alison penuh kebanggaan.


Aaron tersenyum senang, dia tidak menyangka kalau ayahnya sekaya itu, dulu padahal Michael mengatakan kalau Alison pergi meninggalkannya karena harus mencari uang sebanyak mungkin untuk nya ternyata yang di bicarakan Uncle nya itu memang benar karena sekarang Daddy nya punya banyak uang jadi dia tidak perlu lagi menahan keinginan nya lagi jika menginginkan sesuatu.


"Lalu dunia gelap itu apa dad?" Tanyanya lagi tiba - tiba.


Alison hanya tersenyum "Nanti kamu akan mengetahuinya" Jawabnya.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Alison, Aaron terdiam dan tidak mengajukan pertanyaan lagi.


"Mom" Panggil Aaron saat melihat Alisha dan Edgar keluar dari supermarket.


Alison mengalihkan pandangan ke arah Alisha dan Edgar.


"Maafkan mom karena membuat kamu terlalu lama menunggu" Pinta maaf Alisha saat sudah masuk ke dalam mobil.


Alisha hanya melirik Alison sekilas berusaha mengabaikan keberadaannya, sejujurnya Alisha masih kesal dengan sikap pemaksa Alison, seingatnya dulu saat masih menjadi Killian, Alison tidak sepemaksa seperti sekarang ini.


"Tidak masalah mom" Jawab Aaron dan setelahnya hanya tersisa keheningan di dalam mobil sampai mobil yang mereka tumpangi sampai di besment penthouse milik Alison.


Aaron memilih berjalan sendiri daripada berada di gendongan Alison.


"Masuklah terlebih dahulu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Edgar" Ucap Alison.


Setelah memastikan Alisha dan Aaron masuk ke dalam, Alison berjalan menghampiri Edgar.


"Mulai sekarang tugas kamu adalah mengawasi Alisha dan Aaron jika dia ingin pergi keluar, aku akan memberikanmu beberapa pistol dan belati yang bisa kamu gunakan saat dalam kondisi terancam"


"Baik Tuan, saya akan menjalankan semua perintah anda"


Sebenarnya Edgar sudah lama tidak menggunakan pistol namun karena dia sering menemani Alison melatih kemampuan menembaknya setidaknya membuatnya masih mengingat semuanya apalagi Alison dulu mengharuskannya memiliki kemampuan bela diri.


Sedangkan Alisha masing terngiang - ngiang dengan ucapan Dave "Apa aku harus menemui Dave" Lirihnya dengan memandang ponselnya "Ya aku rasa aku perlu menemuinya" Lanjutnya mengirim pesan kepada Dave.


Di tempat yang berbeda Dave tertawa dengan nyaringnya saat melihat seorang pria yang tidak lain adalah anak buah Alison yang berhasil menyusup ke markasnya tertangkap dan saat ini sendang mendapat siksaan yang cukup berat.


"Ah, cara bermain kamu cukup buruk Alison" Kekehnya "Aku rasa sudah saatnya aku mengambil milikku dan menyingkirkan anakmu" Ujarnya sambil memandang layar ponselnya dimana dia mendapatkan pesan dari Alisha.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2