Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Operasi


__ADS_3

"Minumlah" Raynand menyerahkan minuman kepada Alisha yang wajahnya terlihat sangat lelah.


"Terima kasih" Alisha menerima minuman pemberian Raynand sebab dari pagi dia memang belum minum sama sekali, jangan kan minum makan pun Alisha juga belum.


Kini mereka sedang berada di depan ruang operasi, Alison terpaksa harus menjalankan operasi karena banyaknya luka tembakkan yang hampir mengenai organ vitalnya, bahkan luka sayatan yang diberikan Dave pada leher Alison ternyata melukai syaraf lehernya, akan sangat fatal jika tidak segera di tangani dengan baik.


Dan untuk kasus luka Alison yang separah ini, tentu Edgar tidak bisa mengambil tindakan sendiri seperti yang biasa dia lakukan, karena dia hanya bisa mengobati luka tembak Alison yang tidak terlalu dalam, apalagi ternyata juga banyak luka sayatan dan satu luka tusukkan parah pada perut Alison.


Raynand mengambil duduk di sebelah Alisha "Dari kecil Alison sudah terbiasa untuk mengalami hal seperti ini, berkali - kali dia hampir merenggang nyawa, entah itu karena ulahnya sendiri maupun karena ulah ayahnya"


Alisha mengalihkan tatapannya kepada Raynand "Apa Alison bisa selamat?" Tanya Alisha penuh harap.


"Aku bukan Tuhan yang bisa menjamin kehidupan seorang tapi aku masih tetap pada keyakinan ku yang sebelumnya kalau Alison akan baik baik saja, sebab kamu dan Aaron adalah alasan yang mengharuskannya untuk tetap hidup" Ujarnya.


"Lalu bagaimana keadaan Aaron?" Tanyanya pada Raynand.


"Aku tidak tahu pasti bagaimana keadaan anak kalian, tapi kamu tenang saja sudah ada Edgar yang menjaga nya" Jawab Raynand.


Tidak lama anak buah Raynand datang dengan membawa sebuah paper bag yang berisi pakaian ganti untuk Alisha.


"Gantilah, gaun putih yang kamu pakai sudah berubah menjadi warna merah karena darah Alison, lagian kamu juga tidak mungkin terus menggunakan gaun itu di dalam rumah sakit" Jelas Raynand menyerahkan paper bag kepada Alisha.


"Aku akan berganti pakaian terlebih dahulu" Pamit Alisha yang mendapat anggukan kepala dari Raynand.


"Bagaimana keadaan Dave?" Tanya Raynand kepada anak buahnya.


"Keadaannya sudah mulai stabil, luka - luka nya tidak ada yang cukup serius" Jawabnya.


"Bagus, pastikan polisi tidak mengetahui apa yang terjadi kemarin malam, dan berikan penjagaan ketat pada ruang perawatan Dave, setelah dia pulih bawa dia ke ruang bawah tanah dan jangan biarkan orang lain menyiksanya sampai Alison sendiri yang melakukannya"


"Baik Tuan"

__ADS_1


Anak buah Raynand pergi meninggalkan nya sendiri dengan suasana yang kembali hening, pikirannya berkecamuk harus menghadapi situasi seperti ini, di sisi lain dia begitu khawatir dengan kondisi Alison sekarang, di sisi lain dia harus menghadapi sisi tempramental Dominic yang berusaha membunuh Dave saat mengetahui kalau laki - laki itu masih hidup dan membuat kondisi Alison di ambang kematian seperti ini.


"Kamu harus merasakan apa yang di rasakan Alison, jadi bukan saatnya kematian menghampirimu, bahkan aku akan pastikan setelah Alison sadar, dia sendiri yang akan menyeret kamu masuk ke dalam penjara" Ucap Raynand dengan tatapan tajamnya.


Sedangkan jantung Michael hampir saja berhenti saat mendapat kabar dari Edgar tentang kondisi yang di alami kakaknya saat ini, setelah berhari - hari tidak mendapat kan kabar dari Alisha, ternyata banyak hal buruk yang di alami oleh kakaknya.


Michael lebih memilih melihat keadaan Aaron terlebih dahulu setelah Edgar memberitahu ruang perawatan Aaron.


"Apa kondisi keponakanku separah itu?" Tanyanya pada Edgar saat melihat tubuh Aaron di penuhi dengan berbagai alat untuk menunjang kehidupan nya.


"Tuan Muda Aaron mengalami luka parah pada kepala dan juga kakinya, dokter mengatakan kalau banyak hal buruk yang bisa saja terjadi jika tidak ada perkembangan baik pada kondisinya" Jawabnya menatap iba ke arah Aaron.


"Apa kakakku mengetahui keadaan Aaron?" Michael memandang sendu Aaron, bocah kecil yang selama ini berusaha menutupi semua kesedihannya kini terbujur kaku di atas tempat tidur rumah sakit.


"Nona Alisha hanya mengetahui kalau putranya sedang di rumah sakit tapi dia tidak tahu kalau keadaanya tidak baik"


"Kenapa kamu tidak mengatakan hal jujur kepada kakakku, bagaimana pun dia adalah ibunya"


"Kondisi Tuan Alison juga sedang tidak baik, hari ini Tuan Alison harus menjalani operasi untuk mengambil luka tembak pada tubuhnya dan Tuan Raynand melarang untuk memberitahu keadaan Tuan Muda Aaron yang sebenarnya"


****


Di depan ruang operasi dia masih menatap penuh kecemasan karena sudah lewat tiga jam tidak ada tanda - tanda kalau operasi yang di lakukan Alison akan segera selesei.


Raynand sendiri tadi izin pulang terlebih dahulu untuk membereskan semua kekacauan yang terjadi.


"Kak" Panggil Michael yang menghampiri Alisha, setelah memastikan kondisi Aaron


Alisha mengangkat wajahnya yang tadi menunduk "Michael"


Dengan cepat Alisha memeluk tubuh Michael erat "Aku takut kalau terjadi sesuatu kepada Alison" Ucap Alisha dalam pelukkan Michael.

__ADS_1


"Kakak yang tenang, Alison pasti akan baik - baik saja" Michael berusaha menenangkan Alisha yang terlihat sangat berantakan.


Alisha menganggukkan lalu mengurai pelukkan nya pada Michael "Apa kamu sudah melihat kondisi Aaron? Apa dia baik - baik saja? Raynand dan Edgar bilang kalau dia juga dirawat di rumah sakit ini namun aku belum sempat menjenguknya karena terlalu mengkhawatirkan keadaan Alison"


"Aaron baik - baik saja, dia hanya memerlukan banyak istirahat karena perasaan shock nya" Michael terpaksa ikut berbohong karena tidak ingin membuat Alisha semakin khawatir, biarlah setelah selesai operasi yang di lakukan Alison, dia akan mengatakan keadaan Aaron yang sebenarnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu ruang operasi terbuka "Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Alisha.


"Kondisi pasien sudah mulai stabil setelah melewati masa kritisnya selama operasi, kita akan memindahkannya ke ruang perawatan"


Alisha bernafas lega mendengar penuturan dokter tersebut "Syukurlah, terima kasih dok"


Michael ikut senang mendengar kondisi Alison yang membaik, kini hanya tinggal keadaan Aaron saja yang hingga saat ini tidak mengalami kemajuan.


Tubuh Alison di bawa keluar dari ruang operasi, di ikuti oleh Alisha dan Michael dari belakang.


Kini Alisha sedang duduk di kursi yang berada tepat di samping Alison yang masih memejamkan matanya, dia menggenggam tangan Alison dan menempelkannya di pipi sebelah kanannya.


"Cepatlah bangun Al, jangan membuat aku ketakutan sendiri di sini, aku butuh kamu untuk melengkapi kehidupan kami" Alisha meletakkan kepalanya tepat di samping tangan Alison, dengan perlahan mata Alisha mulai tertutup karena rasa kantuk yang tidak bisa dia tahan.


Dia berharap semua yang dia alami hari ini hanya mimpi, namun kenyataan menamparnya kalau apa yang tejadi bukanlah hanya sebuah mimpi tapi sebuah kenyataan yang harus dia terima.


.


.


.


Bersambung


Haloooo, author double update nih, yukkk semakin banyak in komen dan kritikannya biar author tambah semangatt nulisnya🤗......

__ADS_1


Tenang, ceritanya masih panjang kok, sebelum sifat psikopat nya Alison keluar, dipastikan cerita ini masih panjang episode🙃


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2