Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Kedatangan di Kantor


__ADS_3

Michael sedang berdiam diri di dalam kamarnya, dia mengambil fotonya bersama Killian saat duduk di bangku perkuliahan dulu, foto satu - satunya yang dimiliki dan dia pun tidak pernah menunjukkan foto ini kepada kakaknya atas permintaan terakhir Killian sebelum insiden penembakan itu terjadi.


Ingatannya kembali pada saat dia untuk terakhir kalinya berbicara dengan Killian.


FlashBack on


"Apa yang ingin kamu katakan lagi denganku, setelah berhasil mematahkan hati kakakku" Tanya Michael dengan nada penuh amarah


"Aku akan memberikan uang untuk biaya operasi mata Alisha"


Michael terkekeh sinis "Aku yakin pasti ada maksud tersembunyi dari semua ini"


"Kamu hanya perlu merahasiakan semua tentangku kepada Alisha termasuk jangan pernah menunjukkan fotoku kepadanya setelah dia bisa melihat nanti, dan jangan tanyakan alasanku memintanya"


FlashBack Off


"Aku tidak tahu alasan mu menyembunyikan semua ini, tapi aku berharap itu tidak akan menyakiti kakakku lagi untuk yang ke sekian kalinya" Lirih Michael kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Alisha hari ini sudah kembali bekerja setelah kemarin seharian dia harus menemani Alison di penthouse nya, memang kemarin ada sedikit perdebatan antara dirinya dan Alison dikarenakan Aaron yang meminta menginap semalam lagi namun dia menolaknya, alhasil dia harus memohon kepada Michael untuk membujuk Aaron agar mau pulang, dan entah apa yang dikatakan adiknya itu tapi setelah berbicara lewat telfon dengan Michael, anaknya itu lebih mudah untuk di ajak pulang.


"Astaga Alisha kamu dari mana saja? kenapa nggak ngabarin kalau kemarin kamu izin nggak masuk ke kantor?" Elle memberondong Alisha dengan banyak pertanyaan.


"Elle biarkan aku duduk terlebih dahulu" Dengus Alisha karena tiba - tiba Elle menghadang jalannya saat akan duduk di kursi kerjanya.


"Oh, maaf" Ucap Elle dengan cengirannya.


Sebenarnya usia Alisha dan Elle terpaut cukup jauh, hanya saja Elle tidak mau memanggil Alisha dengan sebutan kakak dan lebih suka menyebutnya dengan panggilan nama saja.


"Suhu tubuhku kembali tinggi, jadi aku memutuskan untuk mengambil libur satu hari lagi" Ucap Alisha berbohong.


"Oh benarkah, lalu bagaimana kondisi anakmu, bukankah sebelumnya kamu juga izin pulang lebih awal karena harus mencari anakmu yang menghilang" Tanya Elle.


"Aaron baik baik saja, ternyata dia pergi bersama orang tua salah satu temannya" Jawab Alisha berbohong lagi, oh baiklah Alisha sekarang kamu sudah menjadi pembohong paling ulung sejak bertemu dengan Alison.


"Tapi...... apa mungkin ini sebuah kebetulan ya, kemarin yang aku dengar Mr. Alison juga tidak datang ke kantor, kamu pun juga sama tidak datang ke kantor" Ucap Elle menyipitkan matanya lalu menatap ke arah Alisha.


"Kamu ken....." Ucapan Elle terpotong


"Jangan berfikir macam - macam Elle, kamu lihat semua karyawan menatap ke arah kita" Ucap Alisha memperingatkan.

__ADS_1


Elle menatap ke sekelilingnya dan memang benar ada beberapa pegawai yang sekarang sedang menatap ke arah mereka "Baiklah aku minta maaf, tapi aku tetap tidak percaya kalau itu sebuah kebetulan, kamu berhutang penjelasan kepadaku Alisha" Ujar Elle.


Setelahnya Alisha maupun Elle kembali duduk ke meja kerjanya masing - masing, Alisha sendiri tidak tahu penjelasan apa yang harus dia berikan kepada Elle yang sudah dia anggap temannya, dia masih sangat sulit mempercayai orang lain apalagi dengan kenangan buruk di masa lalunya.


***


"Apa mom benar - benar berniat menemui Alison di kantornya" Tanya Miranda kepada Nyonya Liza.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke perusahaan Whingston Grup yang ada di Toronto.


"Mom sangat yakin, Mom ingin memastikan siapa wanita itu, jika benar wanita itu adalah wanita yang ada di foto yang aku lihat di kamar Alison maka hanya dialah yang bisa membantu menyatukan kembali keluarga kita Miranda" Balas Nyonya Liza.


"Tapi Mom, aku yakin pasti Alison akan sangat marah dengan kedatangan kita yang mendadak seperti ini, apalagi Mom tahu hubunganku dan Alison masih belum membaik seperti dulu"


"Maka, kalau begitu biarkan Mom sendiri yang turun dan masuk menemui Alison" Ucap Nyonya Liza.


Nyonya Liza masuk ke dalam perusahaan Whingston grup tanpa mempedulikan perkataan Miranda.


Beberapa pegawai yang memang mengenal Nyonya Liza segera menundukkan kepalanya, sedangkan Edgar yang baru saja masuk ke dalam lift untuk menuju ruang kerja Alison terpaksa menghentikan pintu lift yang akan tertutup saat melihat Nyonya Liza lalu segera bergegas menghampirinya.


"Nyonya Liza" Edgar membungkukkan badannya.


Sebelum mengikuti Nyonya Liza, pandangan Edgar bertemu dengan Miranda dengan tatapan dinginnya, lalu setelahnya dia memutar tubuhnya untuk berjalan di belakang Nyonya Liza.


Saat di dalam lift, Edgar terlebih dahulu mengirim pesan ke Alison untuk memberitahu kalau ibunya sedang menuju ke ruangannya.


Di kursi kerjanya, Alison menatap tanpa ekspresi saat membaca pesan yang dikirimkan Edgar kepadanya, dia sudah menebak kalau ibunya itu akan datang untuk menemuinya setelah dia mengabaikan panggilan telfon dari ibunya itu.


Benar saja, tidak lama pintu ruang kerjanya terbuka menampilkan sosok ibunya dan Edgar, dan tidak jauh terlihat ada Miranda, kakaknya.


"Edgar kamu boleh pergi" Ujar Alison menyuruh Edgar meninggalkannya hanya bertiga dengan ibu dan juga kakaknya.


"Ada apa mom kesini" Tanya Alison dengan nada tidak bersahabat.


"Sopanlah sedikit dengan mom" Tugur Miranda yang melihat perilaku Alison yang tidak menunjukkan keramahan.


Alison hanya melirik sekilas ke arah Miranda "Kalau mom hanya ingin membicarakan masalah pemberitaan yang menyebar di media, maka lebih baik mom sekarang pulang saja"


Nyonya Liza menatap Alison dengan tatapan sedih, dia tidak tahu apa kesalahan fatal yang dia lakukan hingga membuat anaknya yang dulu sangat manis dan penurut berubah menjadi pribadi yang sangat berbeda.

__ADS_1


"Alison" Geram Miranda tidak suka dengan nada bicara adiknya.


"Miranda lebih baik kamu keluar, izinkan mom bicara berdua dengan Alison" Pinta Nyonya Liza yang mau tidak mau harus dituruti oleh Miranda.


"Apa perempuan itu bernama Alisha" Ucap Nyonya Liza yang membuat Alison terkejut.


"Dari mana Mom tahu tentang dia?" Tanya Alison tidak suka.


"Jadi benar wanita itu adalah wanita yang bernama Alisha"


"Jangan terlalu jauh mencari tahu tentang kehidupanku mom" Geram Alison.


"Sebenarnya apa yang membuat kamu jadi berubah seperti ini kepada mom, Alison" Lirih Nyonya Liza.


"Seharusnya mom sudah tahu apa yang membuatku seperti ini jika Mom sudah mengabaikan laranganku untuk tidak memasuki kamar tidurku di mansion" Ucap Alison.


"Jika ini tentang Daddy kamu mom minta maaf" Ucap Nyonya Liza dengan tulus.


"Kalau bahasan kita hanya tentang ini, aku mohon dengan sangat mom kembali ke New York dan jangan menemuiku lagi di Toronto"


Ucap Alison berusaha mengeraskan hatinya.


Tanpa sadar Nyonya Liza meneteskan air matanya "Mom berdoa semoga wanita itu bisa melunakkan hati kamu" Ujar Nyonya Liza lalu berjalan keluar dari ruangan Alison.


Setelah kepergian ibunya Alison membanting gelas yang aja di mejanya kearah dinding.


"AKKHHHH, kenapa aku tidak bisa menghilangkan ucapan itu dari pikiranku" Alison memegang pecahan gelas tersebut dengan kuat.


"Ya mungkin memang benar kalau aku bukanlah anaknya" Kekehnya mengingat ucapan yang tidak sengaja dia dengar pada waktu dia masih kecil dulu.


Bersambung


.


.


.


Bab selanjutnya ku kasih pertemuan antara Ibunya Alison dan Alisha...

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2