Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
FlashBack 3 (Antara Davin dan Killian)


__ADS_3

Terkejut, itulah yang dirasakan Alisha saat ini, belum selesei rasa terkejutnya ketika Davin tiba - tiba mencium keningnya kini justru Killian yang dengan lancangnya mencium bibirnya lagi, dan dengan bodohnya dia menikmati ciuman yang diberikan Killian.


"Killian, Akhh" Desis Alisha ketika Killian semakin menekan tengkuknya.


Killian sendiri merasa lupa jika saat ini mereka masih berada di tepi jalan, kemungkinan akan banyak orang yang melihat apa yang mereka lakukan sekarang.


Untuk meluapkan semua rasa amarah dan sesak di dadanya saat melihat keintiman yang ditunjukkan Alisha dan Davin di cafe tadi, dia semakin memperdalam ciumannya seolah - seolah hanya dirinya yang boleh memiliki dan menyentuh semua yang ada pada Alisha.


Dirasanya mereka sudah hampir kehabisan napas dengan perlahan Killian melepas ciumannya lalu beralih mencium kening Alisha untuk menghilangkan bekas kecupan yang diberikan Davin.


Nafas mereka berdua terengah - engah karena ciuman panjang yang baru saja mereka lakukan, Killian mengusap bibir bawah Alisha yang terlihat membengkak karena ciumannya kasarnya.


"Ingat Alisha jangan berdekatan lagi dengan Davin dan pria manapun selain denganku dan Michael, atau aku bisa berbuat lebih nekat dari ini"


Dengan spontan Alisha menganggukkan kepalanya, perkataan Killian terdengar seperti perintah untuk Alisha yang harus dia patuhi, hampir satu bulan tinggal bersama Killian satu hal yang dia sadari kalau kehadiran Killian selama ini cukup mendominasi Alisha.


"Dan jangan pernah berusaha untuk menghindariku lagi, karena aku tidak suka di abaikan Alisha" Lanjutnya berbisik tepat di samping telinga Alisha.


Killian melepaskan tangannya dari bibir Alisha dan berlalu pergi meninggalkan Alisha yang masih berusaha mengatur debar jantungnya, aneh seharusnya dia bisa melawan saat Killian menciumnya tapi kenapa justru untuk kedua kalinya dia tidak bisa berkutik apapun dan terlihat begitu menikmatinya.


"Alisha" Panggil Bibi Anne yang datang menghampirinya.


Sebenarnya dia melihat saat Killian mencium Alisha, awalnya Bibi berniat untuk menghampiri Alisha setelah kepergian Davin tapi justru dia melihat Killian memberikan sebuah ciuman di saat mereka masih di depan toko, andai kalau Alisha tahu kalau ada banyak orang yang melihat apa yang mereka lakukan tadi bisa dipastikan kalau saat ini Alisha akan sangat malu.


"Bagaimana lebih nikmatan ciuman yang diberikan Davin atau Killian?" Tanya Bibi Anne dengan nada menggoda.


Rona merah yang sudah hilang dari wajahnya kini muncul lagi saat mendengar godaan yang di berikan Bibi Anne.


"Astaga Alisha pipi kamu sudah seperti kepiting rebus" Goda Bibi Anne lagi.

__ADS_1


"Jangan menggodaku Bi" Ucap Alisha menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan perasaan malu yang menjalar di wajahnya saat ini.


Godaan yang diberikan Bibi Anne justru mengingatkannya akan ciuman yang Killian berikan, bahkan Alisha hampir melupakan kalau Davin tadi juga sempat mencium keningnya karena secara tidak langsung dia lebih menikmati apa yang Killian lakukan dibandingkan dengan yang Davin lakukan


Setelahnya Bibi Anne menyuruh Alisha untuk masuk ke dalam toko bunga sebab ada beberapa pesanan bunga yang akan segera di ambil.


***


Seperti biasanya Michael yang menjemput Alisha pulang, sejak kejadian dimana Michael memergoki kakaknya sedang berciuman dengan Killian, dia sudah tidak membiarkan Killian menjemput kakaknya lagi, bahkan dia menjadi lebih posesif dengan Alisha.


Dan dia sedikit bersyukur karena Killian mau mendengarkan peringatannya untuk menjauhi Alisha, jujur kalau bukan karena dia punya hutang dengan Killian mungkin dia sudah mengusir temannya itu dari rumahnya.


Mulai sekarang dia akan berkerja part time lebih keras lagi agar bisa segera melunasi hutang nya kepada Killian, sebab dia sudah tahu dari dulu kalau niat Killian tinggal di rumahnya karena dia tertarik dengan kakaknya.


Mungkin kalau yang menyukai kakaknya bukan Killian mungkin dia masih bisa menerimanya, tapi dengan reputasi Killian yang sering mempermainkan beberapa wanita di kampusnya tentu hal itu tidak akan pernah dia biarkan jika target wanita selanjutnya yang akan killian patahkan dan permainan hatinya adalah kakaknya, sudah cukup selama ini hidup kakaknya menderita.


Lalu ingatan Michael melayang pada perkataan Killian tadi "hmm, kak apa tadi kakak makan berdua dengan seorang pria di cafe yang biasa aku datangi?" Tanyanya kepada Alisha


"Itu hanya teman kakak" Balas Alisha "Apa kamu tadi juga ada di cafe itu, kenapa tadi tidak langsung menghampiri kakak saja?" Lanjutnya.


Michael menggelengkan kepalanya "Aku tidak berada disitu, Killian memberitahuku kalau kakak sedang berdua dengan seorang pria"


Alisha sendiri tidak mengerti kenapa Killian harus memberitahu Michael tentang keberadaanya di cafe tersebut bersama Davin, banyak sekali hal tak terduga yang akhir - akhir Killian lakukan kepadanya.


Menghela nafas pelan, tatapannya kini beralih ke pada Alisha "Kak aku tidak ingin kakak dekat dengan sembarangan pria aku takut kalau dia...." Michael menghentikan ucapannya.


Alisha tersenyum saat paham apa yang akan Michael ucapkan "Kamu takut kalau mereka tidak tulus karena kondisi kakak yang buta" Balas Alisha.


"Bukan itu maksudku kak, aku hanya ingin memenuhi permintaan dad sebelum meninggal kalau aku harus menggantikannya menjaga Kakak" Ujarnya kepada Alisha.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir, dia adalah teman kakak dulu, kamu ingatkan dengan Davin tetangga rumah kita, dia orang yang tadi makan siang denganku"


"Davin?"


Alisha menganggukkan kepalanya "Jadi kamu tidak perlu cemas lagi kamu pasti tidak mungkin melupakannya, dulu kalian sering bertengkar hanya karena kamu merasa tersaingi karena kakak tidak memperhatikanmu" Alisha terkekeh saaat mengingat masa kecilnya.


"Jadi dia Davin, pria cengeng yang selalu menangis ketika aku pukul"


"Iya, ayo kita pulang, ku rasa tidak lama lagi akan turun hujan" Alisha menarik tangan Michael untuk mengajaknya segera pulang ke rumah.


***


Killian menatap Davin yang terkapar di samping mobilnya, dia hanya sedikit memberi pelajaran kepada Davin karena sudah berani menyentuh wanitanya, sebuah pukulan dan tendangan kecil sudah membuat pria itu terkapar tidak sadarkan diri di tepi jalan.


"nasibmu cukup beruntung karena aku hanya memukulmu bukan menghancurkan usahamu maupun melenyapkanmu karena sudah berani mencium Alisha di depanku" Ucapnya dengan nada sinis


Killian mengambil ponsel dari saku jaketnya lalu menelfon salah satu nomer rumah sakit.


"Hallo, dipinggiran jalan st.diego ada seorang pria terkapar tanpa identitas" Ucap Killian lalu mematikan sambungan telfonnya.


Dia berjalan menjauh, sesampainya di dalam mobil dia membuka sarung tangan, dan penutup kepalanya lalu membuangnya ke tepian sungai yang tidak jauh dari sana.


Setelah memastikan kalau tidak ada cctv di jalanan tersebut, mobil yang di tumpangi Killian berlalu menjauh meninggalkan Davin.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2