Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Diterima Kerja


__ADS_3

Ini sudah hari ketiga dia harus mencari pekerjaan lagi setelah lamaran kerjanya di tolak oleh Whingston grup, entah hari ini memang cuaca yang sedang panas atau suhu tubuhnya yang memang sejak pagi sudah tinggi, sejak kemarin malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayangan masa lalunya membuatnya berkali - kali harus terjaga dari tidurnya, entah apa yang menjadi penyebab semua kenangan masa lalunya muncul kembali.


Alisha menyeka keringat yang ada di keningnya lalu duduk tepat dibawah pohon rindang di sampingnya berdiri lalu mengambil ponsel yang ada di tasnya kemudian mengecek kembali email yang masuk, mungkin saja ada salah satu lamaran kerjanya yang diterima dan hal yang membuatnya terkejut adalah bahwa dia diterima bekerja di Whingston grup


"Bagaimana bisa, bukankah kemarin aku sudah ditolak secara langsung, kenapa sekarang tiba - tiba aku diterima bekerja"


Untuk memastikan kalau ini nyata, Alisha segera menelfon ke nomer yang tertera di dalam email


"Hallo, selamat siang, saya ingin bertanya apa ada pegawai dengan nama Alisha Elenea yang diterima bekerja di Whingston grup?" Tanyanya.


"Benar, atas nona Alisha Elenea diterima di bagian pegawai marketing"


Mendengar jawaban dari seberang telfon, rasa bahagia tidak bisa dia sembunyikan.


"Terima kasih"


Alisha tersenyum bahagia lalu bergegas menuju ke perusahaan Whingston grup.


***


"Bagaimana, apa kamu sudah menyuruh bagian HRD untuk menerima dia sebagai pegawai di sini"


"Sudah Tuan, kemungkinan hari ini Nona Alisha bisa langsung bekerja" Jawab Edgar.


"Baiklah, kamu boleh keluar"


Sebenarnya Edgar sendiri masih penasaran dengan wanita yang bernama Alisha, seorang wanita yang bisa membuat atasannya itu begitu tertarik, selama ini sejak dia ikut bekerja dengan Alison, ini adalah pertama kalinya atasannya itu terlihat peduli dengan seseorang apalagi hanya seorang wanita biasa padahal diluar sana banyak wanita dari kalangan atas yang begitu memuja Alison dan bersedia melakukan apapun hanya agar bisa tidur satu malam bersamanya, sayangnya usaha yang mereka lakukan sia - sia karena Alison yang tidak memberi respon sama sekali.


Setelah keluarnya Edgar dari ruang kerjanya, Alison membuka data diri milik Alisha Elenea.


"Alisha Elenea" Alison menyebut nama Alisha dengan suara rendahnya penuh penekanan.


Alison membuka laptopnya yang terletak di meja, di dalamnya dia bisa melihat beberapa cctv yang memang sengaja dia koneksikan ke laptopnya agar dia bisa melihat keadaan luar perusahaannya, dan dia juga harus selalu waspada dengan adanya sabotase cctv setelah terjadi beberapa penggelapan dana yang di lakukan pegawainya.

__ADS_1


Senyumnya terbit saat melihat seseorang yang dia nantikan kehadirannya sudah memasuki pintu utama perusahaan, tidak bisa di pungkiri wanita itu sudah berhasil mempengaruhi kehidupannya kembali yang sudah lama terasa mati dari beberapa tahun lalu.


"Akhirnya kita bertemu lagi" Ujarnya dengan nada penuh arti.


Sedangkan Alisha sudah berdiri di depan meja resepsionis.


"Anda bisa langsung berkerja hari ini, saya akan tunjukkan ruangan yang anda tempati nona" Ucap wanita yang dia ketahui sebagai salah satu pegawai di perusahaan ini.


Alisha berjalan mengikuti dari belakang bisa di lihatnya masih banyak pegawai yang sudah berkutat dengan komputer di depan mereka, dia berharap semoga bisa bekerja dengan baik di sini dengan mengesampingkan hatinya yang masih terasa sakit akibat penghinaan yang di terimanya.


"Ini tempat yang akan anda tempati" wanita tersebut menunjukkan bilik kerja yang akan ditempati Alisha.


Alisha mengucapkan terima kasih lalu segera duduk di kursi kerjanya, mengabaikan tatapan tidak suka dari beberapa pegawai yang entah disebabkan oleh apa.


"Hai, namaku Elle" Seorang wanita mengenalkan namanya kepada Alisha dengan memberikan senyuman kepadanya.


"Alisha" Jawab Alisha membalasnya dengan senyuman.


"Kamu pasti pegawai baru yang sejak tadi dibicarakan sama yang lainnya" Ucap Elle yang membuat Alisha mengalihkan pandangannya.


"Entahlah, tadi ada yang mengatakan kamu bisa masuk ke perusahaan ini lewat jalur dalam, tadi juga ada salah satu manajer di sini mengatakan kalau kamu hanya lulusan sekolah menengah atas dan satu satunya yang diterima saat lamaran kerja padahal masih banyak pelamar yang lulusan dari universitas terbaik apalagi mereka masih muda - muda, tapi sudahlah jangan dengarkan perkataan mereka, bergosip sudah menjadi pekerjaan mereka" Balas Elle.


Alisha sendiri masih bingung dengan perkataan Elle, dia kira mungkin dia diterima karena sebuah keberuntungan, tapi dia tiba - tiba merasa kalau semua ini bukan hanya sebuah keberuntungan untuknya seperti semuanya memang sudah direncanakan.


Pusing kepala yang dirasakan Alisha semakin terasa, punggungnya terasa mengeluarkan keringat, matanya pun berkunang - kunang


"Akkkhh" Geram Alisha saat kepalanya semakin berat


"Kamu sakit, wajah kamu terlihat pucat" Tanya Elle saat mendengar geraman Alisha.


"Aku hanya sedikit kurang sehat" Jawab Alisha masih dengan memegang kepalanya.


"Apa perlu aku mengambilkan kamu minum?"

__ADS_1


Tawarnya kepada Alisha.


"Tidak perlu, aku akan mengambilnya sendiri"


Alisha berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah dapur yang terletak tidak jauh dari biliknya kerja.


Tapi langkah Alisha berhenti saat mendengar seruan beberapa pegawai, lalu kepalanya menoleh kebelakang dengan mata berkunang kunang melihat beberapa pegawai yang menundukkan kepalanya kepada seorang pria yang memakai setelah rapi setelahnya tubuhnya benar - benar terasa akan terjatuh tapi dia merasakan seseorang menangkap tubunya lalu semuanya terasa gelap.


***


Alison menatap Alisha yang masih menutup matanya, rasa khawatir karena sudah lebih dari satu jam Alisha masih belum membuka matanya berusaha Alison kendalikan, bahkan dia mengabaikan tatapan tidak percaya para pegawainya dan juga Edgar yang melihat dia mengangkat tubuh Alisha yang akan terjatuh dilantai karena rasa paniknya membuatnya tidak mempedulikan sekitarnya.


Dengan perlahan tangan Alison mengusap kening Alisha, meresapi setiap detik yang pernah begitu dia harapkan dulu, Alison melepaskan usapannya saat melihat pergerakan dari tubuh Alisha.


Perlahan mata Alisha terbuka, dia terkejut saat merasa tidak mengenal ruangan yang saat ini dia tempati dengan memegangi kepalanya yang sakit akibat dia yang langsung terbangun dari tidurnya.


"Akhirnya kamu bangun juga, baru sehari bekerja sudah jatuh sakit, kalau memang sedang tidak enak badan tidak usah dipakaskan" Ucap Alison dengan nada dinginnya sangat berbeda dengan sebelumnya.


Alisha terkejut saat melihat keberadaan Alison "Ma-aaf karena sudah menyusahkan anda, kalau begitu saya permisi"


Alisha segera berdiri dari sofa yang didudukinya, langkah kakinya berhenti saat mendengar ucapan Alison.


"Pulanglah, kamu bisa mulai bekerja sampai kondisimu benar benar pulih"


"Terima kasih" Jawab Alisha dengan kepala menunduk.


Setelah keluar dari ruangan Alison, dia menyandarkan tubuhnya di depan pintu setelah merasakan perubahan sikap Alison yang dulu sudah menghinanya secara terang terangan kini berubah seolah begitu perhatian olehnya walaupun masih dengan nada arogannya, dia yakin setelah ini pasti akan banyak pegawai di sini yang membicarakannya lagi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2