Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Firasat Buruk


__ADS_3

"Mom, dimana baju tidur Aaron yang kemarin dibelikan oleh Dad" Tanya Aaron mencari bajunya di dalam tas milik Alisha.


"Ah, mom lupa tidak membawanya sayang, besok kita ambil ya di flat atau kita bisa minta tolong Uncle Michael untuk membawakannya ke sini" Ucap Alisha penuh penyesalan.


Aaron hanya bisa kecewa karena itu merupakan baju kesayangannya dari Alison, sejak Alison memberikan baju itu Aaron hampir setiap hari memakainya.


Di ambang pintu Alison melipat kedua tangannya ke depan dada sambil melihat interaksi antara Aaron dan Alisha dengan senyumannya.


"Dad sudah menyiapkan banyak baju untuk kamu, jadi kamu tidak perlu mengambil baju kamu lagi yang ada di flat" Ucap Alison berjalan mendekati Aaron.


"Benarkah dad?" Tanya Aaron memastikan.


"Tentu, apa kamu ingin melihat baju dan tempat tidur kamu?" Ucapnya menanyakan kepada Aaron.


"Aaron mau dad" Jawab Aaron penuh semangat.


"Aku akan membawa Aaron ke kamarnya, tidurlah, ini sudah larut malam" Ujar Alison kepada Alisha.


"Lalu kamu akan tidur dimana?" Tanya Alisha.


"Tentu saja tidur bersama kamu, di sini cuma ada satu ruangan kosong yang aku jadikan kamar untuk Aaron" Ujar Alison dengan entengnya.


Alisha membelalakkan matanya "Lebih baik kamu tidur di sini sendirian, aku akan tidur bersama Aaron"


Alison terkekeh kecil "Aku hanya bercanda Alisha, kamu bisa tidur di sini, aku bisa tidur di sofa ruang tv, lagian tempat tidur Aaron berupa single bad dan hanya muat untuk satu orang saja" Sahut Alison lalu keluar dari kamar tidurnya bersama Aaron.


Aaron yang berjalan di depan Alison tiba - tiba menghentikan langkah kakinya saat sudah hampir mencapai tempat tidurnya "Dad, aku ingin ke ruang bawah tanah lagi, apa Daddy akan mengizinkannya"


"Tentu dad akan mengizinkan kamu ke ruang bawah tanah lagi tapi setelah kondisi kamu benar - benar pulih" Jawab Alison.


"Tapi....." Ucapan Aaron terputus karena bingung apakah dia harus mengatakannya atau tidak.


"Tapi kenapa?" Alison mensejajarkan tingginya dengan tinggi anaknya.


Wajah Aaron berubah menjadi sedih dan takut "Kemarin malam Aaron mimpi kalau Aaron akan berpisah dengan dad dan Mom, dalam mimpi Aaron ada yang menembak dada Aaron lalu menyakiti mom dan membawa Mom pergi jauh, jadi Aaron ingin lebih bisa belajar menambak agar bisa melindungi Mom dari orang jahat" Ucapnya dengan nada sedihnya.


"Itu hanya mimpi, jadi kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, oke" Alison berusaha menenangkan Aaron agar tidak terlalu berlebihan dalam memikirkan mimpinya.


Aaron menatap Alison dengan keraguannya lalu menganggukkan kepalanya "Iya Dad"


"Sekarang kamu juga harus tidur karena ini sudah larut malam, dad akan menemani kamu sampai terlelap"


Aaron mengganti pakaian tidurnya di bantu oleh Alison lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tidak lama kemudian dia sudah terlelap tidur dengan Alison yang duduk di samping ranjangnya.

__ADS_1


Setelah memastikan kalau Aaron sudah tertidur, Alison menjauh dari ranjang Aaron menuju balkon lalu mengambil ponselnya.


"Hallo"


^^^"Tambah penjagaan untuk Alisa dan Aaron"^^^


"Baik Tuan"


Sedangkan di dalam kamarnya Alisha masih menggenggam ponselnya dengan erat, ponselnya sejak tadi terus berbunyi, Dave tidak berhenti menelfon nya setelah dia mengirim pesan kepadanya, sebenarnya dia ingin mengangkat telfon dari Dave namun dia takut kalau Alison akan memergokinya.


"Kenapa kamu belum tidur" Tanya Alison yang membuat Alisha tersentak kaget, dia segera membalikkan badannya menghadap Alison.


Alisha menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya lalu menekan tombol merah untuk menolak panggilan dari Dave.


"A-aku masih menata bajuku dan baju Aaron, tapi aku rasa sekarang sudah selesei jadi aku akan segera tidur" Balas Alisah dengan gugup.


Alison berjalan mendekat ke arah Alisha "Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya Aaron semakin berjalan mendekat ke arah Alisha, yang reflek membuat Alisha berjalan mundur hingga tubuhnya terjatuh ke atas ranjang.


Lagi - lagi hp Alisha berbunyi, dengan cepat dia mematikannya, sedangkan Alison menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan wajah Alisha.


"A-paa yang mau kamu lakukan" Tanyanya penuh dengan kewaspadaan.


"Menurut kamu?" Tanyanya semakin mendekatkan wajahnya kepada Alisha yang membuat tubuh Alisha semakin terdesak.


Alison mencium bibir Alisha, Alisha yang terkejut berusaha menjauhkan diri dari Alison, namun tidak lama tautan bibir mereka terlepas.


Alisha terkejut saat melihat ponselnya sudah berpindah tangan kepada Alison.


"Kembalikan ponselku" Pinta Alisha berusaha merebut ponselnya yang berada di tangan Alisha.


"Tidak, sebelum aku tahu siapa yang baru saja menelfon kamu, dan kamu juga terlihat takut kalau aku mengetahui siapa yang menelfon kamu"


"Berikan ponselnya kepadaku" Alisha berusaha meraih ponselnya namun gagal.


Sebelum Alisha mendapatkan ponselnya kembali, Alison segera membuka ponsel Alisha, namun belum sempat dia membukanya, lagi dan lagi Dave kembali menelfon nya yang membuat Alisha dan Alison terdiam.


Pranggg......


Dengan kasar Alison membating ponsel milik Alisha hingga hancur menjadi beberapa bagian saat mengetahu ada begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Dave apalagi ketika dia tidak sengaja membaca pesan yang dikirim Dave.


"Alison, kenapa kamu membanting ponselku" Ucap Alisha dengan marah.


Dengan menahan emosi Alison menghampiri Alisha dengan tatapan tajamnya "Aku sudah pernah katakan, jangan pernah berhubungan dengan pria itu, apa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku katakan, Jauhi dia Alisha" Tekan Alison pada setiap kata yang dia ucapkan.

__ADS_1


Alisha mengangkat wajahnya "Aku juga sudah pernah bilang kalau kamu tidak punya hak untuk mengatur hidupku Alison, kamu bisa mengatur hidup Aaron karena dia memang putra kamu, tapi kamu tidak bisa terus mengatur apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan sebab aku bukan siapa - siapa kamu Alison" Alisha mengucapkannya dengan nada amarahnya lalu melangkahkan kakinya berniat menjauh dari Alison.


Dengan kasar Alison mencengkram pergelangan tangan Alisha "Aku berhak Alisha, AKU BERHAK" Ucapnya "Aku bahkan berhak untuk memiliki setiap inci tubuh kamu" Ujarnya.


Mata Alisha memerah mendengar perkataan Alison yang baru saja di ucapkan "Lepaskan aku" Ujar Alisha tidak ingin memperpanjang permasalahan ini karena jujur tubuhnya pun sudah sangat leleh hari ini dan ingin segera beristirahat.


Alison tidak melepaskan tangan Alisha namun justru mendorong tubuh Alisha hingga terlentang di atas ranjang dengan tubuhnya yang berada di atas tubuh Alisha.


Alison menindih tubuh Alisha "Aku tidak mau kalau ucapan ku di bantah Alisha, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja ataupun mengantar Aaron ke sekolah karena mulai sekarang Edgar yang akan mengantar jemput Aaron dan kamu cukup berada di penthouse sampai aku pulang" Peringat Alison penuh penekanan tanpa bantahan.


"Sudah aku katakan, kamu tidak punya hak mengatur hidupku Alison" Marah Alisha masih berusaha memberontak namun Alison justru semakin menindih tubuhnya.


Alison terkekeh dengan nada penuh amarah "Apa kamu ingin aku membuktikan seberapa aku berhak untuk mengatur dan mengendalikan kamu mulai sekarang" Ucap Alison dengan seringainya.


Dengan sekali sentak Alison menarik baju tidur yang dipakai Alisha hingga menampilkan berlahan dadanya "Apa kamu masih ingin aku membuktikannya lagi" Tanya Alison dengan tatapan nyalang nya dengan tangan yang akan kembali menarik kemeja Alisha sedangkan dada Alisha sudah naik turun menahan amarahnya.


Plakkk


Alisha menampar keras pipi Alison lalu dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Alison hingga menyingkir dari atas tubuhnya.


"Aku benci sama kamu Alison, aku sangat membenci kamu" Tunjuk Alisha dengan telunjuk tangannya setelah dia berdiri dari terlentanganya dengan matanya yang sudah berkaca kaca.


"Keluar dari kamar ini, KELUARRRR" Usir Alisha dengan nada suara yang bergetar.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alison keluar dari kamar yang di tempati Alisha tanpa menunjukkan rasa bersalahnya karena sekali lagi dia hampir melukai harga diri Alisha.


Alisha menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan isak kan tangisnya, dengan tangan bergetar dia mengancingkan kembali baju tidurnya.


Hiks Hiks Hiks, Isak tangis tidak dapat lagi Alisha tahan setelah Alison akan kembali melecehkannya.


Sedangkan Alison berusaha menahan amarahnya, Alison berjalan ke arah balkon penthouse nya, dia memukul kasar pembatas balkon untuk melampiaskan amarahnya.


"SI*AL" Umpat Alison dengan tangan yang membuka kancing kemeja bagian atasnya.


Dan malam itu kembali lagi Alison membuat Alisha menangis dan merasa di rendahkan.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Yuk semakin perbanyak Like, komen sama votenya ya, biar author semakin rajin updatenya🤗


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2