
Saat Alisha akan tertidur lelap dia merasakan ada seseorang yang tidur di sampingnya, belum sempat dia membalikkan badan, orang tersebut menahannya, ketika Alisha ingin berteriak karena takut kalau ada orang yang memliki niatan jahat kepadanya, mulutnya dengan cepat di bekap oleh orang tersebut
"Jangan berteriak, atau kamu akan melihat Michael menghajarku karena melihatku menyusup ke kamar kakaknya"
"Ki...llian" Alisha bergerak gelisah saat mengetahui kalau yang memeluknya adalah Killian.
Dia bisa merasakan dada bidang Killian yang menempel di punggungnya, dan juga hembusan nafas Killian di sela lehernya yang membuatnya bergidik ngeri.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Alisha menggerakkan tubuhnya berusaha sedikit menjauh dari pelukan Killian, namun Killian justru mempererat pelukannya.
"Jangan banyak bergerak, kamu bisa membangunkan milikku Alish" Ucap Killian dengan suara seraknya.
Mendengar ucapan Killian membuat Alisha tidak bergerak lagi, dia tahu apa yang dimaksud Killian dia juga bisa merasakannya kalau salah satu bagian tubuh Killian ada yang terasa mengeras di bawah sana, wajah Alisha tiba - tiba terasa panas dan memerah.
"Lalu bagaimana jika Michael tiba - tiba masuk ke kamarku?" Tanya Aisha masih berusaha mengusir Killian secara halus.
Dia memikirkan perkataan Michael kalau bisa jadi pria yang mendekatinya hanya ingin memanfaatkan tubuhnya saja, dan setelah merasakan tubuhnya, mereka akan mencampakkannya, memang apa yang bisa diharapkan dari gadis buta sepertinya, dia takut kalau ternyata Killian juga salah satu diantara mereka.
Alisha ingat dulu sebelum dia buta pernah ada beberapa pria yang berusaha mendekatinya namun selalu dia tolak, dan ketika dia buta banyak pria yang dulu mengejarnya tiba - tiba merendahkannya dan mengatakan jika bukan karena wajah dan tubuhnya yang cantik mungkin tidak ada pria yang mau dengannya, dari sejak itu, Alisha secara perlahan menutup diri dari banyak orang.
"Aku sudah mengunci pintunya, dia tidak mungkin bisa membuka pintunya jika bukan aku atau kamu yang membukakannya" Jelas Killian mulai memejamkan matanya.
Alisha tidak bisa menutupi rasa takut dan gugupnya lagi, dia masih berusaha mencari cara agar bisa sedikit menjauh dari tubuh Killian, hingga dia mulai merasakan nafas Killian yang sudah mulai teratur lalu dengan pelan dia menyingkirkan tangan Killian dari perutnya.
"Diam Alisha, aku sudah sangat mengantuk jangan membuatku melakukan hal nekat yang membuat kita begadang sepanjang malam ini"
Killian lebih mempererat dekapannya bahkan Alisha merasa tubuh kecilnya terperangkap dengan tubuh besar milik Killian.
Alisha hanya diam dan membiarkan dirinya terjaga hingga larut malam menikmati nafas teratur Killian yang menyapu lehernya dan juga degup jantungnya yang berdetak lebih cepat, karena sudah merasa mengantuk dan mengingat kalau dia besok akan berangkat berkerja pagi hari pada akhirnya dia menyusul Killian terlelap masuk ke dalam alam mimpinya.
***
__ADS_1
Pagi harinya Alisha terbangun tanpa Killian di sampingnya, saat dia keluar kamar tidur pintu juga sudah tidak dalam keadaan terkunci.
"Selamat pagi kak" Sapa Michael dengan pakaian rapinya, sedangkan Killian hanya diam memperhatikan interaksi antara Michael dan Alisha.
"Pagi juga" Alisha mengambil tempat duduk di samping Michael.
"Aku akan berangkat terlebih dahulu" Pamit Killian yang di angguki kepala oleh Michael.
"Leher kakak kenapa?"
Alisha meraba ke arah lehernya "Tidak ada masalah dengan leher kakak, apa ada yang aneh dengan leher milik kakak?"
"Ada bekas merah di leher kakak, apa kakak tidak merasa di gigit sesuatu"
Paham apa yang dimaksud Michael seketika membuat wajahnya memerah, sedangkan Killian yang masih mendengar pertanyaan Michael hanya tersenyum kecil, dia lah yang sengaja membuat bekas merah itu sebagai tanda kalau Alisha hanya miliknya, tidak ada yang boleh menyentuh dan memiliki Alisha selain dirinya.
"Ah iya itu, mungkin di gigit serangga atau mungkin nyamuk" Alibi Alisha dengan suara setenang mungkin.
"Aku kira ada seseorang yang sengaja memberikan tanda kepemilikan di leher kakak" Balas Michael membuat Alisha tersedak makanannya.
Michael menyodorkan segelas air minum ke arah Alisha.
***
"Apa kamu sudah mendapatkan donor mata yang tepat untuk Alisha" Tanya Killian pada orang di depannya.
"Saya belum bisa mendapatkannya Tuan, tapi akan saya pastikan dalam waktu dekat saya akan mendapatkan donor mata yang cocok untuk Nona Alisha"
"Apa keadaan Mom baik baik saja" Tanyanya.
"Keadaannya baik, beliau selalu menanyakan keadaan anda tuan, beliau sangat ingin bertemu dengan anda tapi seperti yang anda katakan kalau saya tidak pernah memberi tahu keberadaan anda selama ini"
__ADS_1
"Jangan sampai biarkan siapapun tahu tentang keberadaanku Han, kamu pasti mampu untuk memblokir semua akses tentangku selama di Toronto ini tanpa ada siapapun yang tahu tentang identitas ku"
"Anda tidak perlu khawatir, saya akan pastikan tidak ada yang mengetahui keberadaan anda dan tentang Nona Alisha saya akan berusaha menjamin keamanannya dari Tuan Axal"
"Ya, aku tidak ingin dia mengusik kehidupanku lagi, apalagi sampai menyakiti Alisha karena akan aku pastikan jika dia berani menyakiti Alisha aku yang akan menghadapinya langsung" Ucap Killian penuh dengan rasa marah di matanya.
"Saya mengerti, kalau begitu saya permisi Tuan" Pamit Han kepada Killian.
Dari atas gedung tinggi salah satu apartemen nya di Toronto, Killian mengingat pertama kali pertemuannya dengan Alisha dua tahun lalu saat pertama kali dia masuk ke universitas di Toronto, dari situ dia mulai tertarik dengan Alisha seorang wanita buta yang mengantar adiknya untuk pendaftaran masuk universitas, dan itulah yang menjadi alasannya untuk berteman dengan Michael karena dia ingin mendekati Alisha.
Selama dua tahun itu juga dia mengikuti Alisha diam - diam hingga beberapa bulan yang lalu hal buruk terjadi pada Michael yang mengharuskannya melakukan ganti rugi dengan nilai cukup banyak, dengan jaminan kalau dia akan menyewakan apartemennya selama satu tahun dan dia akan tinggal bersama Michael.
"Alisha, aku akan memastikan kalau cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku seutuhnya, dan tentu saja sampai kapanpun akan aku buat kamu selalu terikat denganku walaupun dengan cara kotor sekalipun" Ucap Killian dengan seringai liciknya.
***
Alisha tidak berhenti mendesah sedari tadi, pikirannya sedang kacau akibat ulah Killian kemarin malam, apalagi dia baru tahu kalau ternyata Killian sengaja meninggalkan bekas ciuman di lehernya.
Mengingat kalau kemarin malam Killian menciumnya membuat perasaan senang dan malu secara bersamaan.
"Astaga Alisha kamu tidak boleh memikirkan Killian, dia masih pria labil bahkan Usinya saja lebih muda darimu tidak mungkin kalau dia menyukaimu" Alisha memukul kepalanya pelan untuk menghilangkan bayangan Killian di pikirannya.
"Tidak, tidak, sebelum terlambat aku harus segera memberi penjelasan kepada Killian kalau yang dia lakukan itu salah karena bagaimanapun dia lebih pantas menjadi kakak untuk Killian dibandingkan menjadi kekasihnya"
Alisha berusaha untuk menekankan kepada dirinya kalau dia tidak bisa menyukai Killian karena Killian adalah teman dari adiknya, Namaun berbeda hal dengan Killian yang selalu melihat Alisha sebagai wanita dewasa yang ingin dia miliki untuk dirinya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏