Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Gosip Yang Menyebar


__ADS_3

Setelah semua kejadian yang dia alami di pesta perusahaan, Alisha kira hanya akan mendapat gunjingan dari beberapa pegawai saja namun ternyata justru kini fotonya saat di dalam pelukkan atasannya itu sudah banyak menyebar di beberapa halaman berita, dan menjadi trending topik pembicaraan.


Apalagi dari banyaknya berita yang di tulis hampir semua berusaha mencari tahu siapa sosok dirinya karena dari foto yang menyebar hanya terlihat wajah Alison saja, dan ternyata hal ini juga untuk pertama kalinya semua orang tahu seperti apa wajah dari pemimpin Whingston grup yang selama ini terkenal misterius dan hanya beberapa orang saja yang mengenalnya.


"Apa saya harus membereskan semua pemberitaan ini Tuan?" Tanya Edgar kepada Alison.


"Tidak perlu Edgar, selama wajah Alisha tidak terekspos ke media biarkan pemberitaan ini terus menjadi tranding topic, bukankah ini sudah saatnya semua orang tahu siapa pemimpin baru Whingston grup yang sebenarnya" Balas Alison


"Kalau begitu saya permisi Tuan" Pamit Edgar meninggalkan ruang kerja Alison.


Sedangkan Alison menatap kembali layar iPad nya yang menampilkan begitu banyak berita tentang dirinya dan dia yakini sebentar lagi akan banyak sekali musuhnya yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya.


Ponsel Alison berbunyi menampilkan nama Danilla, wanita yang sangat dia hindari agar tidak mengusik dirinya, dia tidak berniat mengangkat ponselnya dan meletakkannya kembali, mungkin dia akan berfikir ulang untuk memblokir nomer Danilla lagi.


Clara yang saat ini sedang duduk bersama Michael sibuk menatap ponselnya.


"Apa isi dari ponselmu lebih penting dariku" Tanya Michael dengan nada tidak sukanya saat Clara mengabaikannya


"Apa kamu cemburu?" Goda Clara yang jarang jarang melihat muka cemburu Michael.


"Aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka jika di abaikan" Jawab Michael, padahal dia memang mudah cemburu jika ada hal yang lebih bisa menarik perhatian Clara di bandingkan dirinya.


Dia sudah tahu kalau sampai kapanpun Michael tidak akan mengakui kecemburuannya, entahlah walaupun hubungan yang dia jalani terlihat kaku tapi dia tidak pernah bisa memalingkan hatinya untuk pria lain selain kepada Michael pria pertama yang membuatnya jatuh cinta.


"Apa kamu tidak tahu kalau di berbagai media sosial sedang membicarakan pemilik Whingston grup bersama seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya"


"Pemilik Whingston grup"


Clara menganggukkan kepalanya "Lihatlah" Clara memberikan ponselnya kepada Michael


Michael terkejut saat melihat wajah yang terpampang di salah satu situs berita yang dilihatnya saat ini.


"Tidak mungkin" Michael menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Aku harus pergi" Pamit Michael yang meninggalkan Clara dengan kebingungan di wajahnya.


***


"Alisha" Panggil Elle yang berlari menghampiri Alisha.


"Apa kamu sudah membaca semua berita yang tersebar" Tanya Elle.


Alisha menganggukkan kepalanya "Apa semua pegawai saat ini sedang Membicarakanku?" Tanya Alisha dengan nada lesu.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir tidak akan ada yang berani membicarakanmu lagi, sebab kamu harus tau, tadi pagi Mr. Alison mengancam akan memecat pegawai yang berani mengusik mu dan....." Elle menghentikan ucapnya memberikan tatapan menggoda kepada Alisha.


"Dan apa?" Tanya Alisha penasaran.


"Mr. Alison mengatakan kalau kalian saat ini sedang berpacaran" Lanjut Elle dengan menaik turunkan Alisnya.


"Mr. Alison benar mengatakan seperti itu" Tanya Alisha memastikan.


"Astagaaaa Alisha, apa aku terlihat sedang berbohong, dan kamu bisa lihat kan semua pegawai tidak ada yang berani menatapmu terang - terangan, apalagi Mr. Alison juga melarang keras semua pegawai untuk menyebarkan identitasmu" Ucap Elle.


Alisha hanya terdiam, mencerna semua ucapan Elle, lalu tiba - tiba wajahnya terasa panas saat membayangkan bagaimana ekspresi para pegawai saat mendengar Alison mengatakan kalau dia kekasihnya padahal kenyataannya tidak ada hubungan apapun di antara mereka.


Belajar dari pengalamannya di masa lalu, dia tidak ingin dengan mudah mempercayai perkataan seorang pria, dulu Killian juga mengatakan sangat mencintainya tapi kenyataannya Killian hanya memainkan perasaanya saja, dan apalagi fakta kalau Alison masih terus teringat dengan mantan kekasihnya jadi tidak mungkin Alison bersungguh - sungguh menyukainya yang hanya seorang pegawai biasa dengan masa lalu kelam.


"Nona, anda di minta menemui Tuan Alison di ruangan nya sekarang" Perintah Edgar yang sudah berdiri di depan Alisha dan Elle.


"Memang ada apa Mr. Alison memanggilku?" Tanah Alisha.


"Saya tidak tahu, lebih baik anda ikut saya sekarang" Ucap Edgar.


"Elle, aku harus pergi ke ruang Mr. Alison terlebih dahulu, aku akan ke bilik kerja nanti" Ujar Alisha yang dipanggil oleh Elle yang menetap Edgar tanpa berkedip.


Edgar berjalan menuju lift di ikuti Alisha di belakangnya, sebelum pintu lift tertutup, Edgar memberikan senyuman tipis ke arah Elle yang membuat jantungnya berdetak cepat.


Elle yang menyadari dengan tingkahnya yang aneh segera berdehem pelan lalu memang wajah juteknya "Apa lihat - lihat?" Ucap Elle ketus lalu menyibakkan rambutnya ke belakang, kemudian dia tersenyum lagi saat mengingat senyuman kecil yang diberikan Edgar kepadanya.


"Astaga, astaga lama - lama aku bisa diabetes jika terus mengingat senyum manis Mr. Edgar"


***


"Silahkan masuk nona" Edgar mempersilahkan Alisha memasuki ruangan kerja Alison.


Alisha berjalan masuk dan melihat Alison yang sedang berkutik dengan berkas di meja kerjanya.


"Sir, ada apa anda memanggil saya" Panggil Alisha.


Alison yang mendengar suara Alisha langsung mengalihkan perhatiannya untuk menatapnya, dia mengambil sebuah kota perhiasan dari atas mejanya lalu berjalan menghampiri Alisha.


"Ambillah" Alison menyerahkan kotak tersebut kepada Alisha.


"Ini apa?" Tanya Alisha bingung saat menerima pemberian Alison.


"Bukalah sekarang" Perintahnya.

__ADS_1


Alisha membukanya dan alangkah terkejutnya saat dia melihat sebuah kalung dengan permata berwarna biru safir di tengahnya.


"Sir ini untuk siapa?" Tanya Alisha tidak mengerti.


"Itu kalung untuk kamu" Jawab Alison.


"Ini terlalu indah dan mahal untuk saya, maaf saya tidak bisa menerimanya" Alisha berniat memberikan kalung tersebut kepada Alison namun seperti sikap Alison sebelumnya kalau dia tidak menerima penolakan.


"Aku tidak menerima penolakkan Alisha" Ucap Alison tegas tanpa mau di bantah.


Dia mengambil kalung yang ada di dalam kotak perhiasan yang di bawa Alisha, memutari tubuh Alisha lalu memakaikannya ke leher Alisha.


"Cantik dan sangat pas" Ucap Alison lalu mengecup leher Alisha.


CUP


"Harumnya masih sama" Lirih Alison yang tidak dimengertinya namun mampu membuat hatinya bergetar.


"Sir tapi ini...." Ucapan Alisha terputus.


"Jangan melepaskannya, selalu pakai itu dimanapun kamu pergi" Perintah Alison yang kemudian justru pergi dari ruang kerjanya meninggalkan Alisha yang berusaha menetralkan detak jantungnya karena perilaku dan ucapan Alison.


Sedangkan Alison yang meninggalkan Alisha sendiri di ruang kerjanya pergi menuju ke suatu tempat yang sudah beberapa bulan ini tidak dia kunjungi.


Mobil yang di tumpangi Alison berhenti di sebuah halaman luas dengan desain rumah mungil di belakangnya.


Alison berjalan menghampiri seorang pria yang menggunakan tongkat kaki sedang memetik sebuah bunga lili dihalaman rumahnya.


"Apa kabar?"


.


.


.


Bersambung


Spoiler Bab selanjutnya :


"Anakku di rawat oleh Alisha dengan baik"


udah ya satu percakapan aja spoilernya yang penting jangan lupa komen dan like ya biar author cepat update nya🤗

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2