
Keadaan Alison sudah kembali membaik, luka jahitan pada tubuhnya pun sudah mulai mengering, kini mereka hanya tinggal menunggu Aaron membuka matanya.
"Kenapa Aaron masih belum membuka matanya padahal dokter mengatakan kalau kondisi Aaron sudah mengalami kemajuan yang cukup baik"
Alison menatap Aaron yang masih menutup mata dengan tatapan sedihnya, dia mendudukkan dirinya di samping tubuh Aaron yang masih di penuhi dengan alat bantu kehidupan, walaupun sudah tidak sebanyak sebelumnya.
Alison mengusap lengan Alisha lembut "Aaron pasti akan segera membuka matanya, dia akan berkumpul kembali dengan kita Alish"
Alisha menganggukkan kepalanya, dan tidak lama tangan Aaron bergerak "Al, tangan Aaron bergerak" Ucap Alisha dengan nada bahagianya.
Alison segera memencet tombol yang ada di samping ranjang perawatan Alison.
"Aaron, ini dad nak" Ucap Alison saat melihat mata Aaron yang mulai terbuka.
Tidak lama seorang dokter dan beberapa perawat masuk untuk memeriksa kondisi Aaron.
"Aaron sadar Al, dia sudah kembali kepada kita" Alisha tersenyum terharu saat dia bisa melihat kembali mata indah Aaron.
Alison ikut tersenyum mendengar ucapan Alisha, apa yang ditakutkan tentang mimpinya tidak pernah terjadi, kini Alisha dan Aaron berada di sampingnya dengan mata yang terbuka, dia tidak tahu lagi harus seperti apa jika semua mimpinya itu sebuah kenyataan.
"Bagaimana dok keadaan anak saya?" Tanya Alison.
"Kondisi putra anda sudah mulai membaik, kita akan melihat kondisinya lebih mendalam lagi agar mengetahui apa semua organ pada tubuhnya sudah pulih kembali atau masih ada cidera yang serius" Jawabnya.
"Terima kasih dok" Sahut Alisha sebelum dokter yang menangani Aaron keluar.
Alisha dan Alison berjalan mendekat ke arah ranjang perawatan Aaron "Sayang ini mom, mom sangat merindukan kamu" Ucap Alisha dengan mata berkaca - kaca.
"Mom" Lirih Aaron dengan suara yang amat kecil.
"Iya sayang, apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Alisha mengusap lembut kepala Aaron.
"kepala Aaron Sa-kit" Lirihnya lagi.
"Kamu istirahat lagi ya, nanti dokter akan kembali memeriksa kondisi kamu lagi" Jelas Alisha.
Namun sebelum Aaron kembali memejamkan matanya untuk tidur, dia menatap ke arah Alison dan memberikan senyuman kecilnya
"Dad" Panggil Aaron.
__ADS_1
"Iya sayang, dad di sini" Alison mendekat ke arah Aaron lalu mengusap kening Aaron.
"Saat tidur tadi Aaron melihat Dad pergi ninggalin Aaron dan Mom sendiri" Raut muka Aaron berubah menjadi sendu.
"Dad tidak meninggalkan Aaron, dan akan selalu menjaga Aaron saat kamu menutup mata kamu, jadi kamu tidak perlu terlalu memikirkan apa yang kamu mimpikan itu, oke" Alibi Alison agar tidak membuat Aaron gelisah.
Alisha menatap Alison dan Aaron dengan perasaan haru, mimpi Alison dan Aaron hampir memiliki kesamaan, mereka sama sama takut saling kehilangan satu sama lain, sebesar itukah ikatan perasaan antara Aaron dan Alison.
Perlahan Aaron mulai memejamkan matanya kembali setelah mendapat usapan halus dan lembut dari tangan Alison.
"Aku akan keluar sebentar untuk menemui Raynand, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan nya" Pamit Alison kepada Alisha setelah memastikan Aaron menutup matanya
Sebelum keluar dari ruang perawatan Aaron, Alison menyempatkan diri untuk mengecup kening Alisha terlebih dahulu.
"Berhati - hati lah Al, kondisi kamu belum benar - benar pulih" Peringat Alisha kepada Alison.
Alison menganggukkan kepalanya "Hubungi aku jika terjadi sesuatu dengan kalian"
"Ya" Jawab Alisha singkat lalu.
Alison berlalu pergi meninggalkan Alisha dan Aaron untuk menemui Raynand.
Namun ketika Alisha berniat untuk membenarkan posisi tidur Aaron, tiba - tiba terdengar bunyi ponsel dari kursi sofa.
Setelah memperbaiki posisi tidur Aaron, Alisha segera mengejar Alison, dia berharap Alison masih belum pergi dari rumah sakit karena sejak tadi ponselnya terus berdering menandakan ada panggilan masuk dengan nomer tanpa nama.
Sedangkan Alison baru mengingat ponselnya yang tertinggal saat sudah berada di parkiran rumah sakit, ketika dia akan berbalik untuk mengambil ponselnya seseorang memanggil namannya sehingga membuat langkah nya terhenti.
"Tuan" Panggil seorang wanita kepada Alison.
"Breana, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Alison sedikit terkejut saat melihat keberadaan Breana.
"Maaf tuan karena saya lancang menemui Tuan kesini sebab sejak tadi saya sudah menelfon ponsel anda tapi tidak ada jawaban, dan saya terpaksa menelfon Tuan Edgar untuk menanyakan keberadaan anda"
"Ada hal penting apa yang membuat kamu begitu ingin menemuiku" Tanya Alison.
"Penyakit Nona Angela kambuh Tuan, dia terus memanggil nama anda, dia selalu menanyakan keberadaan anda yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah menemuinya lagi" Jawab wanita yang di panggil Alison dengan nama Breana.
"Bagaimana penyakit Angela bisa kambuh, bukan nya operasi yang dijalankan nya dua tahun lalu seharusnya bisa menyembuhkan sakitnya, dimana sekarang dia dirawat?" Ujar Alison dengan perasaan khawatirnya.
__ADS_1
"Di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit yang menangani operasi Nona Angela, Tuan"
"Baiklah, aku akan segera ke sana kamu boleh pergi" Ujar Alison dan setelahnya Breana pergi dengan menggunakan mobil yang tadi mengantarkan ke rumah sakit untuk menemui Alison.
"Al" Panggil Alisha yang membuat Alison terkejut.
"Ah iya kenapa?"
"Ponsel kamu tertinggal" Alisha menyodorkan ponsel Alison yang tertinggal.
"Terima kasih, tadi aku berniat kembali untuk mengambil nya" Ucap Alison.
Alisha mengernyitkan keningnya "Kenapa kamu terlihat gugup Al, apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" Tanyanya penuh selidik.
"Tidak ada, aku hanya sedikit memikirkan permasalahan yang akan aku bahas dengan Raynand nanti" Alibinya agar Alisha tidak mencurigainya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan segera pergi" Pamit Alison lalu masuk ke dalam mobil.
"Ya berhati - hatilah" Jawab Alisha lagi.
Alisha hanya diam melihat kelakuan aneh mirip Alison, padahal tidak pernah melihat Alison terlihat segugup ini tapi entah kenapa hari ini dia merasa ada yang di sembunyikan darinya padahal tadi dia merasa kalau semuanya baik - baik saja.
Di dalam mobilnya Alison memijit pelipisnya kasar, dia tidak menyangka kalau tiba - tiba dia mendapat kabar tentang kondisi buruk Angela, padahal sebelumnya dia teramat senang melihat Aaron kembali sadarkan diri.
"Maaf, karena hampir melupakan keberadaan kamu setelah kembalinya dua orang paling berharga di kehidupan ku kembali" Lirih Alison di dalam mobil nya.
Sedangkan seorang anak gadis sedang mengigau dalam tidurnya dengan air mata yang menetes saat dia tertidur.
"Dad, Angela sangat merindukan dad" Lirihnya dengan mata yang terpejam rapat dengan tubuh yang menggigil hebat.
.
.
.
Bersambung
Ceritanya ini masih panjang ya, dan setelah ini kita beralih genre ke konflik rumah tangga Alison dan Alisha setelah menikah dan tentu saja masih menganut unsur Mafia nya.
__ADS_1
Satu lagi bakal banyak kejutan di part part selanjutnya, jadi jangan bosen bosen ya nunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen🙏