
"Sa-ya Alisha Eleana............"
BRAKKKK
DORRRRR
Suara dobrakan pintu dan tembakkan berhasil menghentikan ucapan Alisha.
Semua orang menoleh ke luar pintu tempat pernikahan Dave dan Alisha diadakan, semua anak buah Dave menodongkan pistol ke arah seseorang yang kini berdiri tepat berada di tengah pintu.
"Hentikan pernikahan ini" Teriak Miranda yang justru menodongkan dua pistol sekaligus ke arah Dave yang diam mematung.
Miranda berhasil menemukan keberadaan Dave dan Alisha melalui informasi yang diberikan Edgar, walau dia harus memohon dan mengatakan semuanya kepada Edgar tentang rahasianya hanya demi agar dia bisa mengetahui keberadaan Alison.
Saat dia sudah sampai di tempat dimana Alison dan kedua temannya berada, Miranda berusaha mencari celah untuk masuk ke tempat di mana terdapat penjagaan yang cukup ketat, dia menerobos masuk di saat semua anak buah Dave fokus saling tembak menembak melawan Alison dan anak buahnya.
Dan justru pemandangan yang dia lihat benar - benar sangat melukai hatinya "Dave" Lirih Miranda dengan mata berkaca - kaca melihat Dave berdiri di altar bersama Alisha menggunakan gaun pengantin, hal ini adalah hal yang dulu pernah dia impikan namun semuanya hanyalah angannya saja hingga pada akhirnya dia sadar kalau Dave tidak pernah dengan tulus mencintainya, dia hanya dimanfaatkan agar bisa menguasai usaha gelap yang di miliki mending ayahnya.
"Miranda" Dave menyebut lirih nama Miranda.
Dengan sebelah tangannya, Miranda mengusap matanya dengan kasar saat menyadari air matanya mulai menetes, dia tidak boleh menangis lagi hanya karena laki - laki yang sudah menghancurkan hidupnya.
"Lama tidak bertemu, ternyata kondisi kamu jauh lebih baik dari yang ada di pikiranku"
"Turunkan pistol kalian" Perintah Dave kepada anak buahnya.
Di saat semua anak buah Dave sudah menurunkan pistolnya, Miranda tetap mengarahkan pistolnya ke arah Dave.
Dave berjalan mendekati Miranda dengan tangan berusaha memberi isyarat agar Miranda mau menurunkan pistolnya.
"Jangan mendekat Dave, atau aku akan benar - benar menembakkan pistol ku ke kamu" Ancam Miranda saat tubuh Dave semakin mendekat.
"Kamu tidak akan seberani itu untuk melukaiku Miranda, kalau kamu memang setega itu melukaiku seharusnya sudah dari dulu kamu me*bun*hku" Ujar Dave.
"Itu dulu Dave, atas nama anakku yang tega kamu lenyapkan sebelum dia bisa melihat indahnya dunia, sejak saat itu pula tidak ada lagi keraguanku untuk menyakiti kamu" Balas Miranda dengan sarkas.
"Anak apa yang kamu maksud Miranda, jangan berusaha mengatakan omong kosong itu lagi hanya untuk menarik simpatiku, tidak pernah ada anak di antara kita" Ucapnya lagi yang kini semakin dekat dengan tubuh Miranda.
Alisha sendiri nampak bingung dengan apa yang dia lihat saat ini, dia tidak mengenal perempuan yang saat ini berdiri di hadapannya, namun dia hanya menangkap kalau perempuan itu punya hubungan khusus dengan Dave di masa lalu.
__ADS_1
Mata Miranda kembali berkaca kaca "Aku tidak memaksa kamu untuk mempercayai ucapan ku, tapi aku dulu memang mengandung anakmu bodoh" Teriak Miranda penuh emosi jika sudah membicarakan mending anaknya.
"Kita bicara baik - baik, turunkan pistolnya Miranda" Dave meraih salah satu pistol Miranda.
DORRRR
Miranda menarik pelatuk pada pistolnya sehingga menyebabkan tangan Dave yang tadi berusaha mengambil pistol miliknya terluka dan mengeluarkan banyak darah.
"Akhhhh" Teriak Alisha terkejut dan segera menutup mulutnya dengan tangan.
"Shi*t" Umpat Dave saat merasakan perih pada telapak tangannya.
Sedangkan tangan Miranda bergetar ketakutan, saat dia berhasil melukai tangan Dave.
Karena fokus Miranda yang terpecah saat melihat darah pada tangan Dave yang semakin banyak membuat Dave berhasil merebut kedua pistol sekaligus pada tangan Miranda.
"Da-ve" Miranda terkejut saat Dave berhasil merebut pistolnya.
"Jangan bertindak bodoh Miranda, keluar dari sini dengan baik baik atau....." Dave mengacungkan pistolnya ke arah Miranda hanya sebagai ancaman karena sejujurnya dia tidak akan tega membunuh Miranda walaupun di masa lalu dia pernah melukai Miranda secara fisik.
Miranda justru mendekat dan menantang Dave "Bunuh aku Dave, bukankah kamu dulu sudah berhasil membunuh hatiku kenapa kamu tidak sekalian membunuhku"
"Jangan menguji kesabaran ku Miranda" Geram Dave saat Miranda memposisikan dirinya tepat pada pistol yang saat ini dia pegang.
"Diam Miranda, kamu tidak tahu apa - apa tentang aku, jangan mengatakan seolah - olah kamu tahu segalanya" Ancam Dave yang bersiap menarik pelatuknya.
"Tapi itu faktanya, fakta kalau kamu tidak pernah bisa memperlakukan perempuan dengan baik, termasuk melukaiku di saat aku mengandung anakmu bre*gsek" Teriak Miranda.
DORRRR
Dave menembakkan pistolnya ke arah atas, lalu mengacungkan nya tepat di depan kening Miranda.
Tidak lama Alison, Dominic dan Raynand muncul di hadapan Dave yang membuat Alisha tersenyum bahagia saat bisa melihat wajah Alison lagi.
Sedangkan semua anak buah Dave kembali mengangkat pistol mereka saat melihat posisi Dave yang terancam.
"Kak Miranda" Lirih Alison terkejut saat melihat keberadaan Miranda bersama Dave.
"Ahhh ternyata kamu bisa juga menemukan keberadaanku" Ucap Dave lalu menarik tubuh Miranda kemudian menguncinya dan menodongkan pistol ke kening bagain kanan Miranda.
__ADS_1
"Pegangi Alisha" Perintah Dave yang membuat dua anak buah Dave berhasil memegang tubuh Alisha.
"Lepas br*ngsek" Berontak Alisha saat kedua tangannya di pegang kuat oleh anak buah Dave.
Alison menggeram marah saat melihat Alisha yang tubunya sama seperti Miranda di todong oleh dua pistol.
"Lepaskan kakakku, urusanmu denganku bukan dengan kakakku" Ucap Alison dengan nada tenangnya.
Dave terkekeh sinis "Tapi justru kakakmu lah yang dengan suka rela menyerahkan dirinya karena....." Dave semakin menekan pistolnya di kening Miranda "kita pernah memiliki hubungan yang indah di masa lalu, bukankah seperti itu sayang" Dave kembali menekankan pistolnya.
"Hentikan omong kosong mu Dave, jangan membuat aku melakukan hal buruk dari yang pernah aku lakukan dulu"
Tawa Dave menggelegar "Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sekarang kamu tinggal memilih menyelamatkan kakakmu atau perempuan yang saat ini sudah sah menjadi istriku" Dave menekan ucapannya saat mengatakan istriku hanya untuk mengobrak - abrik emosi Alison.
"Tidak Al, aku dan Dave belum menikah" Teriak Alisha.
"Diam" Peringat anak buah Dave.
Cengkraman Alison pada pistolnya semakin kuat mendengar penuturan Dave.
"Kamu harus selamatkan Alisha Dave, jangan pedulikan aku" Sahut Miranda berusaha memberontak dari cengkraman tubuh Dave.
"Diam Miranda, atau kamu ingin melihat adikmu kecewa karena ternyata kakaknya pernah menjalin hubungan terlarang dengan seorang Dave Alexander" Seringai Dave muncul saat melihat rahang Alison yang semakin mengeras.
"Kamuuuu" Alison menarik pelatuknya
DORRRR
DORRRR
AKHHHHH
S*ittttt
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏