Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Kejutan


__ADS_3

"Akhhh, lepas" Alisha berusaha memberontak, saat tubuhnya di tarik entah kemana dengan posisi mulutnya yang masih di tutup oleh salah satu tangan yang tidak dia ketahui siapa pemiliknya.


Alisha menggigit kuat tangan tersebut, hingga bekapan pada mulutnya terlepas "Akhhhh"


Dengan cepat Alisha berniat pergi namun tiba - tiba ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi terang kembali.


Alisha membekap mulutnya saat melihat suasana out dor yang sudah terhias rapi taburan bunga mawar dan juga lilin kecil yang memperindah suasana malam ini.


Alison sudah berjongkok di depan Alisha dengan sebuah cincin permata yang bertabur berlian terlihat begitu indah, sedangkan Aaron duduk di kursi rodanya bersama Clara yang berada di belakangnya.


"Alisha maukah kamu menikah denganku?" Ucap Alison dengan senyuman yang selama ini tidak pernah dia berikan kepada siapapun selain kepada Alisha.


"Ka-mu, jadi kalian membohongiku?" Isak Alisha lirih dengan suara tercekat.


"Maaf karena sudah membuat kamu khawatir dan terkejut" Sesal Alison saat melihat air mata turun dari kedua mata indah Alisha.


Sedangkan Edgar merasakan kebas pada telapak tangannya yang tadi digigit kuat oleh Alisha, mengingat kalau bukan Alison yang menyuruhnya pasti dia tidak akan melakukan hal sekonyol ini, entahlah bosnya yang terkenal kejam itu mendapatkan ide kekanakan seperti ini dari siapa.


Alisha masih terdiam dengan perasaan terkejut dan terharu yang bercampur menjadi satu, tidak pernah terpikirkan kalau momen seperti ini akan terjadi di selama hidupnya.


"ALISHA, WILL YOU MARRY ME?" Ucap Alison dengan lantang.


"Yes, I Will" Jawab Alisha dengan air mata yang semakin menetes.


Senyuman bahagia terkembang dari mulut Alison, terdengar suara tepuk tangan dari Edgar, Michael, Aaron dan juga Clara.


Alison berdiri dari jongkoknya lalu membawa Alisha ke dalam pelukannya stelah dia berhasil menyematkan cincin di jari manis Alisha, rasa senang yang tidak pernah Alison rasakan sebelumnya kita bisa dia rasakan setelah mendapat jawaban dari Alisha.


"Terima kasih karena kamu masih memberiku kesempatan setelah apa yang aku lakukan di masa lalu dan masih mau menerimaku untuk menjadi ayah seuntuhnya buat Aaron" Alison semakin mengeratkan pelukkanya.


Alisha sendiri hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia masih tidak mempercayai semua ini, baginya semua ini seperti mimpi yang dulu sudah lama dia kubur sejak kepergian Killian dari hidupnya.


"Mom" Panggil Aaron yang membuat pelukkan Alison dan Alisha terlepas.


"Aaron" Alisha menghampiri Aaron lalu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Aaron.

__ADS_1


"Aaron bahagia karena mom menerima lamaran Daddy, Aaron juga senang karena sebentar lagi Aaron akan merasakan kehidupan keluarga seperti teman - teman Aaron" Alisha terharu mendengar ucapan Anaknya, dia mengusap kepala Aaron lembut.


"Ya, sebentar lagi kamu akan merasakan apa yang selama ini kamu impikan, maafkan mom karena sempat memupuskan impian kamu dulu" Ucap Alisha.


Aaron menganggukkan kepalanya lalu dia mengusap air mata pada kedua pipi Alisha menggunakan tangannya.


"Kak Alisha selamat" Ucap Clara yang saat ini sudah beralih tempat yang semula berada di belakang Aaron kini sudah berada di samping Michael.


"Terima kasih Clara"


"Kak maafkan aku karena sudah membuat kakak ketakutan, sungguh aku tidak bermaksud melakukan semua itu" Sahut Michael penuh sesal saat melihat wajah Alisha yang menandakan kalau kakaknya itu mengingat semua trauma masa lalunya.


"Kamu tahu, aku hampir saja pingsan jika saja lampu di restauran tidak dengan cepat menyala" Jawab Alisha.


"Semua ini ide Aaron" Sahut Alison tiba - tiba.


Alisha menolehkan kepalanya ke arah belakang "Benarkah?"


Alison menganggukkan kepalanya "karena tidak mungkin jika semua ini ideku karena kamu tahu sendiri aku tidak akan melakukan hal konyol seperti ini" Balasnya.


"Tidak, mom hanya sedikit terkejut saja dan mom bahagia dengan semua kejutan ini" Alisha tidak mungkin jujur kepada Aaron maupun Alison kalau kejutan yang mereka siapkan ini hampir membuat traumanya kembali kambuh, dia tidak ingin melihat wajah kecewa anaknya oleh sebab itu dia lebih memilih sedikit berbohong.


"Besok aku akan mengajak kamu untuk menemui mom, aku juga ingin memperkenalkan Aaron kepada neneknya, sejak mendengar kabar kalau aku memiliki seorang anak mom terus menanyakan Aaron kepadaku"


"Apa ibu kamu akan menerima hubungan kita, kamu tahu sendiri aku bukan dari keluarga yang kaya, aku juga orang yang sudah menjadi penyebab kakakmu meninggal Al"


Dia tidak bisa membohongi kalau ada rasa cemas yang dia rasakan, dia takut kalau ibu Alison tidak akan menerima dirinya sebagai bagian dari keluarga mereka walaupun pertemuan mereka yang terakhir cukup memberikan kesan baik untuk nya namun tetap saja untuk masuk ke dalam keluarga Whingston tentu saja tidaklah mudah.


"Kamu tidak perlu khawatir mom pasti menerima kamu, dari pertemuan kalian beberapa saat lalu di Los Angeles cukup membuktikan kalau mom akan menerima kamu dengan baik" Ucap Alison.


"Dad apa kita akan bertemu Oma?" Tanya Aaron menimpali ucapan Alison dan Alisha.


"Benar, besok kita akan pergi dengan jet pribadi milik dad untuk menemui Oma, pasti Oma senang bertemu dengan kamu"


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Oma" Balas Aaron

__ADS_1


Malam itu kebahagiaan menyelimuti Alisha, Alison dan Aaron walau kedepannya Alison yakin kalau kehidupannya bersama Alisha tidak akan semudah yang di bayangkan apalagi dia harus menjelaskan adanya keberadaan Angela di antara mereka kelak.


Clara sendiri juga ikut bahagia melihat kebahagian Alisha dan Aaron "Kamu tahu Mike, aku ikut bahagia melihat Aaron yang akhirnya mendapatkan apa yang selama ini dia impikan"


"Aku juga bahagia melihatnya, akhirnya sedikit demi sedikit beban di pundak ku mulai menghilang, saat melihat kebahagian kakakku dan Aaron setidaknya bisa menebus rasa bersalahku yang terus aku rasakan beberapa tahun ini" Jawabnya.


"Apa kamu juga tidak berniat mencari kebahagiaan yang sama seperti Kak Alisha, sampai kapan hubungan kita hanya berjalan seperti ini saja Mike" Tanya Clara kepada Michael.


"Aku tidak ingin membahasnya sekarang Cla, kita bisa membicarakannya lain waktu" Balas Michael.


Clara hanya bisa tersenyum kecut, dia sudah tahu jawaban yang akan di berikan Michael namun tetap saja dia nekat untuk menanyakannya berharap kalau Michael akan memperjelas hubungan mereka, karena dia sendiri tidak bisa menjamin sejauh mana dia akan sanggup bertahan dengan sikap dingin Michael.


Sedangkan seorang pria menatap hamparan rumput yang berada di belakang rumahnya yang tertiup angin malam.


"Apa tidak ada perkembangan mengenai hubungan kalian, apa dia masih tidak mau menerima kamu sebagai bagian dari dirinya?" Tanya seorang wanita paruh baya dengan tongkat yang dia gunakan untuk menyangga tubuhnya.


"Aku tidak akan memaksanya untuk menerima keberadaanku sepenuhnya karena aku sadar kalau semua kesalahan memang berada padaku" Jawabnya.


"Oma harap, cepat atau lambat kamu bisa mengakui siapa kamu sebenarnya kepadanya"


"Aku akan mencari cara dan waktu yang tepat untuk mengatakannya"


"Kenapa kamu memutuskan kembali ke Los Angeles? Apa wanita itu sudah tidak berada di Manhattan ?" Tanyanya berusaha mencari topik pembicaraan yang lainnya.


"Dia saat ini masih ada di sana, tapi aku memutuskan untuk kembali karena ada hal penting yang harus aku seleseikan" Balasnya.


Setelahnya tidak ada lagi percakapan antara dua orang beda generasi tersebut.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa, Like, Vote, dan Komen🙏


__ADS_2