Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Penembakkan


__ADS_3

"Bagaimana bisa keamanan Klan Alexandrov bocor" Tanya Alison yang kini sedang duduk bersama Raynand dan Dominic yang sedang menikmati wine yang ada di tangan mereka.


"Maaf Tuan, saya merasa ada orang yang memiliki koneksi sama kuatnya dengan Klan Alexandrov sehingga mereka mampu meretas semua data dan keamanan yang ada di sini" Jawab salah satu orang kepercayaan Alison.


Dominic menaruh gelas wine nya di meja lalu mencondongkan badannya ke depan "Aku rasa orang tersebut bukan hanya ingin mencuri privasi kita tapi ada alasan lain yang mungkin mendasari semuanya" Ucap Dominic.


"Dan orang itu adalah orang yang selama ini kamu cari Al" Sahut Raynand menatap ke arah Alison.


"Siapa maksud kamu?"


"Dave Alexander pemimpin Klan Alexander, orang yang merebut kepemimpinan Tuan Axal, ayahmu" Balas Raynand yang memang sudah mengetahui semuanya, kemampuan IT nya memang tidak bisa di ragukan lagi, hal itulah yang membuat semua data dan keamanan Klan Alexandrov terjaga dengan baik, dan baru kali ini untuk pertama kalinya data dan Keamanan Klan nya hampir di curi, namun beruntung Raynand berhasil menggagalkannya.


"Kamu sudah mengetahui semuanya? Lalu untuk apa kamu mengumpulkan kita semua di sini" Tanya Dominic dengan tatapan tidak sukanya.


"Karena bukan hanya itu saja permasalah nya namun Klan Alexander tidak bisa kita anggap enteng karena selama bertahun - tahun Klan itu sudah berdiri tanpa sepengetahuan siapapun bahkan Alison pun, aku yakini tidak mengetahui kalau ayahnya sendiri dulu adalah pemimpin seorang mafia dari Klan Alexander yang terkenal lebih kejam dari kita" Ujar Raynand melirik ke arah Alison yang hanya diam dengan wajahnya yang sudah merah padam menahan amarahnya.


Setelah lama terdiam, Alison justru menunjukkan seringai menakutkannya "Apa yang kamu maksud dia melakukan semua ini untuk mengecohku agar aku semakin penasaran dengan sosok nya dan berhasil mengambil Alisha dariku" Kekeh Alison.


"Aku rasa itu memang niat lainnya setelah dia bisa mengambil alih dan menghancurkan Klan Alexandrov"


Dominic sendiri sudah tahu semua cerita tentang Alison dan Alisha dari Raynand hanya saja dia tidak terlalu mempedulikan hal itu, Namun jika hal itu sudah mengancam dunia gelap yang sudah dia bangun selama ini tentu saja dia tidak bisa hanya diam saja.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Dominic kepada Alison.


"Tentu saja mengikuti permainannya, aku akan memastikan dia tidak akan bisa mengahancurkan Klan Alexandrov maupun mengambil Alisha dariku" Jawab Alison dengan tenang.


Raynand memberikan dua chip kecil kepada Alison "Pasangkan chip itu pada tubuh Alisha maupun Aaron agar kita bisa memantau mereka dan berjaga - jaga jika Dave Alexander membawa Alisha maupun Aaron, aku tidak mau mengambil resiko lagi kalau kamu akan melakukan hal bodoh untuk kedua kalinya hanya untuk menyelamatkan nya" Sindir Raynand yang diabaikan oleh Alison.


Sedangkan Dominic hanya terkekeh kecil mengingat kelakuan Alison dulu yang seperti orang bodoh dan gila hanya untuk wanitanya, dan tentu saja prinsipnya sama dengan Raynand yang tidak akan membiarkan seorang wanita memberikan pengaruh kepada kehidupannya maupun hatinya.

__ADS_1


"Nanti aku akan memberikannya kepada mereka" Alison menyimpan kedua cip kecil tersebut.


Salah satu anak buah mereka masuk ke dalam dengan langkah cepatnya "Tuan kedua anak buah kita di tembak mati dari jarak jauh oleh seseorang yang tidak diketahui" Lapornya.


"Ditembak mati, bagaimana bisa bukankah mansion ini memiliki keamanan yang cukup baik walaupun hampir saja diretas, lalu kenapa mereka bisa sampai tertembak? dan tidak ada satupun orang yang tahu tentang keberadaan mansion ini selain dari anggota saja" Tanya Dominic dengan amarahnya.


"SIAL" Umpat Alison.


"Ada yang menjadi pengkhianat di antara anggota kita" Sahut Raynand.


"DORRRRR" Terdengar suara tembakkan keras dari luar mansion.


"Mereka terlalu tergesa - gesa" Ucap Alison berdiri dari duduknya mengambil pistol miliknya lalu keluar dari mansion bersama Raynand dan Dominic.


Terdengar suara tembakan - yang semakin beruntun dari luar, terlihat dua anak buah nya sudah tergeletak tidak bernyawa.


Mereka bertiga segera memberikan tembakan berkali kali untuk melawan tembakan orang yang menyerang mereka.


"Jangan bodoh Alison, kamu bisa terkena tembakan itu, kita bisa mengatasinya dari dalam" Ujar Dominic.


"Aku harus memastikan siapa mereka" Tanpa mempedulikan ucapan Dominic, dia tetap berjalan keluar dengan sembunyi - bunyi agar lawannya tidak menyadari keberadaannya dan dia bisa dengan mudah melumpuhkannya.


"Anak itu selalu gegabah" Umpat Dominic melihat kenekatan Alison.


Raynand menyeringai kecil " Yang perlu kamu ingat, dia sudah terlalu kebal oleh peluru yang bersarang di tubuhnya"


Di sisi lain Alison berusaha mencari tahu celah untuk bisa mendekat tanpa di ketahui, saat dia bisa mendapat tempat yang pas untuknya, dengan segera dia mengarahkan pistolnya, hingga "DORRR" satu tembakan pistol miliknya mengenai lawannya dan ketika dia akan kembali menarik pelatuknya kembali satu tambahkan berhasil mengenai bagian tubuh Alison yang membuat nya terduduk ke bawah dengan menahan sakit pada luka tembakkannya.


Raynand dan Dominic yang melihat kondisi Alison segara keluar dan memberikan beberapa kali tembakan yang di arahkan kepada mereka hingga membuat lawannya tumbang hingga sudah tidak terdengar suara tembakkan lagi dari luar.

__ADS_1


Setelah memastikan kalau situasinya sudah aman, Dominic dan beberapa anak buahnya menuju daerah luar mansion yang hanya terdapat hutan karena memang mansion tempat mereka sengaja di bangun di tengah hutan yang jarang terjamah oleh orang luar.


Semakin masuk ke dalam hutan dia menemukan tiga orang dengan pakaian serba hitam terkapar dengan darah pada tubuh dan kepalanya, dan salah satu di antara mereka ada yang bagian tubuhnya terluka cukup dalam dan darah yang di hasilkan nya sangat banyak yang dia yakini diakibatkan oleh tembakkan Alison menggunakan pistol revolver dan beruntungnya saja tubuhnya masih tetap utuh, tidak sampai hancur.


"Sayang sekali nyawa kalian harus berakhir karena nyawa harus di bayar dengan nyawa" Ucap Dominic


"Bereskan mayat mereka" Perintah Dominic pada anak buahnya setelah dia menarik kalung yang dipakai salah satu orang tersebut.


Sedangkan kondisi Alison semakin melemah karena darah yang keluar cukup banyak "****, kegilaan yang selalu membuatmu berlumuran darah" Ucap Raynand memapah tubuh Alison untuk masuk ke dalam, namun dalam hatinya juga dia khawatir melihat darah yang keluar dari Alison semakin banyak karena bagaimanapun Alison tetaplah temannya yang dia kenal sudah sangat lama sangat mustahil jika dia tidak mengkhawatirkan kondisi Alison


"Bertahanlah bodoh, jangan sampai menutup mata sampai Edgar sampai ke sini atau aku akan membiarkan wanitamu di miliki oleh Dave" Ancam Raynand agar Alison mau bertahan sampai Edgar sampai.


Alison terkekeh sambil menahan rasa sakit karena luka tembakannya yang dia yakini cukup dalam "Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi, jadi kamu tidak perlu khawatir kalau aku akan mati hanya dengan luka tembakan seperti ini" Ujar Alison dengan suara semakin melemah karena kehabisan banyak darah.


Namun ancaman yang di lontarkan Raynand nyatanya tidak bisa membuat Alison tetap bertahan dengan kesadarannya karena tidak lama setelahnya dia menutup matanya.


"Shittt" Umpat khawatir Raynand saat melihat Alison menutup matanya.


Sedangkan Dave tertawa senang saat mendapat informasi dari orang suruhannya kalau Alison mengalami luka tembak parah.


Walaupun Dave harus kehilangan tiga anak buahnya, itu tidak mengurangi rasa senangnya karena berhasil melukai orang yang paling dia bencinya.


"Aku sudah tidak sabar untuk memiliki kamu seutuhnya Alisha dan menyingkirkan semua hal yang menjadi penghalang kebersamaan kita"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2