
Hari ini untuk kesekian kalinya Aaron melakukan terapi untuk kesembuhan kakinya, kondisi Aaron pun sudah semakin membaik dari sebelumnya.
Dengan di dampingi Alison, Aaron berusaha berjalan tanpa menggunakan alat bantu apapun hingga satu langkah, dua langkah, Aaron mampu menggerakkan kakinya.
"Dad, Aaron sudah mulai bisa berjalan lagi tanpa bantuan tongkat" Ucap Aaron penuh semangat saat dia berhasil mengerakkan kakinya hingga tiga langkah sebelum tubuhnya terjatuh di dalam pelukkan Alison.
"Kamu hebat nak, pasti mom senang mendengar kalau kamu sudah mulai bisa berjalan lagi" Balas Alison stelah berhasil menangkap tubuh Aaron lalu mengangkat nya.
"Apa hari ini kita bisa melanjutkan rencana kita yang sempat tertunda dad, Aaron sudah tidak sabar melihat mom dan dad menikah" Aaron memainkan kerah kemeja yang di pakai Alison.
"Tentu, dad sudah meminta bantuan Paman Michael untuk menyiapkan kejutan yang akan kita berikan kepada mom" Jawab Alison.
Aaron mengembangkan senyuman pada bibirnya "Aku sangat senang mendengarnya dad, maaf gara - gara Aaron sakit, dad jadi menunda untuk melamar mom" Ucap Aaron penuh dengan penyesalan.
"Ini bukan salah kamu, semua ini memang seharusnya terjadi sebelum kita menjadi keluarga yang utuh" Alison menatap penuh sayang kepada Aaron.
Aaron mengangkat wajahnya lalu menatap dalam ke arah Alison "Apa setelah ini kehidupan mom, dad dan Aaron akan bahagia?" Tanya Aaron tiba - tiba.
"Tentu saja setelah ini dad akan pastikan kalau hidup kita akan selalu bahagia" Walaupun dalam hati Alison tidak bisa menjamin ucapannya sendiri.
"Aaron masih takut kalau ada orang jahat lagi yang akan menghancurkan kebahagiaan kita dad, dari dulu Aaron selalu berdoa kepada Tuhan kalau suatu saat nanti bisa merasakan hidup bahagia bertiga bersama mom dan dad kalaupun ada orang lain yang masuk ke kehidupan kita, orang itu haruslah adiknya Aaron, anak mom dan dad, Aaron enggak mau kalau ada orang asing yang masuk di keluarga kita" Jelas Aaron panjang lebar.
Ucapan Aaron benar - benar mempengaruhi pikiran Alison, dia seketika teringat dengan keberadaan Angela.
"Tidak akan ada orang asing yang masuk ke keluarga kita, hanya ada kamu, mom, dad, dan calon adik kamu" Alison berusaha membuat Aaron percaya dengan semua ucapannya, dia tidak mau membuat Aaron terlalu banyak berfikir karena kondisi nya yang belum stabil.
Aaron menganggukkan kepalanya "Ayo dad, sekarang kita temui mom" Ajak Aaron dengan senyuman di di bibirnya.
Lalu mereka berjalan keluar dari ruang terapi setelah mengambil hasil perkembangan pada kaki Aaron di ruang dokter.
***
Di tempat yang berbeda Alisha berusaha menahan kekesalannya karena seharian Michael menyuruh nya untuk menemani nya mencarikan hadiah spesial yang akan di berikan Michael untuk Clara.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang ingin kamu berikan kepada Clara?" Kesalnya.
"Kita sudah memutari mall ini hampir dua jam tapi tidak ada satupun yang ingin kamu beli" Lanjutnya.
Seharusnya hari ini Alisha menemani Aaron untuk melakukan terapi tapi karena Michael yang tiba - tiba menelfon nya membuatnya terpaksa tidak menemani Aaron untuk terapi dan hanya Alison saja yang menemani.
"Aku sudah menemukannya" Michael berhenti di depan sebuah toko perhiasaan yang terkenal cukup mahal.
"Apa kamu tidak salah ingin membelikan Clara perhiasaan di tempat ini, harganya bisa untuk membeli satu buah mobil sport" Ucap Alisha tidak percaya.
"Tentu aku akan membelikan nya untuk Clara" Michael mengeluarkan black card dari kantong celana nya.
Mata Alisha terbelalak kaget saat melihat Michael mengeluarkan black card yang sangat limit "Darimana kamu mendapatkannya?"
"Tentu saja dari ayah kesayangannya Aaron" Ucap Michael dengan enteng lalu memasuki toko perhiasaan.
Alisha sedikit berjalan dengan cepat untuk mengejar Michael "Bagaimana bisa Alison memberikan kartu itu dengan cuma - cuma kepada kamu, apa kalian ada sesuatu hal di sembunyikan dariku?" Tanyanya dengan sedikit curiga.
Michael terkekeh pelan "Alison tidak akan jatuh bangkrut hanya dengan memberikan satu black card milik nya kepadaku kak, bahkan dia bisa membeli satu toko perhiasaan ini jika dia mau" Balas Michael.
Kekesalannya semakin bertambah saat ponsel Alison tidak bisa di hubungi, dia juga berusaha menelfon ke ponsel Aaron tapi hanya layanan operator lah yang dia dengar.
Dia tidak berniat mengikuti Michael untuk memilih perhiasaan, lagian tanpa di pilih pun perhiasaan di sini sudah bagus - bagus.
Alisha mendongakkan kepalanya saat Michael sudah berada di depannya "Aku sudah mendapatkannya, sekarang kakak temani aku untuk menyiapkan makan malam romantis ku bersama Clara"
"Apa aku juga harus melakukannya?" tanyanya.
"Bukankah kakak sendiri yang mengatakan kalau akan selalu membantuku saat aku ada masalah dengan Clara, jadi sekarang aku menagih ucapan kakak waktu itu" Balas Michael.
Ya, Alisha memang pernah berjanji kepada Michale akan membantu Michael jika ada masalah dengan Clara karena sejak pertama kali Michael memperkenalkan Clara kepadanya dia sudah langsung menyukainya, selain cantik menurutnya Clara memang sangat cocok untuk Michael yang terkesan memiliki sikap yang dingin dan cuek.
Akhirnya mau tidak mau Alisha menuruti permintaan Michael.
__ADS_1
Michael dan Alisha sudah sampai di sebuah restauran yang menurutnya sangat indah dan mewah.
"Apa kamu akan memberikan kejutan di sini?" Tanya Alisha masih menatap takjub pada desain interior restauran di depannya ini.
"Apa kakak sangat menyukainya?" Tanya Michael ikut tersenyum saat melihat senyum bahagia Alisha.
"Siapapun pasti akan menyukai tempat ini, terutama Clara pasti akan sangat senang karena kamu mengajaknya makan malam di sini" Jawab Alisha dengan senyuman yang masih bertengger di kedua belah pipinya.
Michael menuntun Alisha masuk ke dalam restauran "Kenapa di sini sangat sepi? apa kamu sengaja menyewa tempat ini hanya berdua saja dengan Clara, lalu dimana Clara? Apa kamu sudah menghubunginya?"
"Clara akan segera datang, kakak tunggu di sini sebentar, aku akan menjemput Clara yang menungguku tidak jauh dari tempat ini" Pamit Michael berlalu pergi meninggalkan Alisha sendiri.
Saat Alisha akan berdiri dari duduknya tiba - tiba lampu restauran mati, yang tentu saja membuat Alisha terkejut.
"Michael" Panggil Alisha berharap kalau Michael belum jauh dari tempatnya sekarang.
Tangan Alisha bergetar hebat, dengan tangan yang masih bergetar dia berusaha mencari ponselnya di dalam tas namun ternyata dia lupa kalau meninggalkan ponselnya di dalam mobil.
Ingatannya kembali pada saat dia masih buta dulu, dimana hanya ada kegelapan di dalam hidupnya, dan dengan kondisinya saat itu, kesuciannya berhasil di renggut oleh Alison.
Bukan hanya itu saja trauma yang di sebabkan oleh Dave juga membuatnya sering kali ketakutan saat berada di tempat gelap sendirian.
Hingga dia mendengar suara derap langkah seseorang "Michael, apa itu kamu?" Tanya nya dengan keringat yang sudah membasahi keningnya.
"AKHHHHH" Teriak Alisha saat tiba - tiba mulutnya dibungkam oleh sebuah tangan besar.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Alisha kayaknya mau di culik lagi deh, tapi kalau di culik juga kasian, semoga itu Alison aja bukan orang jahat lagi😌
Jangan Lupa, Like, Vote dan Komen🙏