Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Tidak Mengenali


__ADS_3

Alisha menatap Alison dengan perasaan bersalah nya karena sudah membuat luka pada lengan Alison terbuka dan kembali basah, dia sungguh tidak tahu kalau bahu Alison sedang terluka.


Kini seorang dokter sedang mengganti perban pada bahu Alison, sedangkan Alison sendiri terpaksa mau menuruti permintaan Alisha yang membawanya ke ruang dokter untuk menghentikan pendarahannya karena dia sudah lama sekali tidak ke dokter setelah terakhir kali dia terbangun dari komanya.


Alisha segera menghampiri dokter yang tadi menangani Alison "Bagaimana dok? apa lukanya tidak semakin parah?" Tanya Alisha dengan nada khawatir.


"Tidak, karena bekas jahitan pada lukanya cukup kuat, dan lukanya hanya terbuka sedikit saja" Jelas dokter tersebut lalu meninggalkan Alison dan Alisha berdua.


"Aku minta maaf karena sudah membuat luka kamu terbuka, tapi aku juga tidak tahu kalau bahu kamu baru saja mendapatkan jahitan"


"Tidak masalah, aku juga salah karena tidak berhati hati, lebih baik sekarang kita segera kembali ke ruang perawatan Aaron, pasti dia sudah menunggu terlalu lama" Jawab Alison mengajak Alisha kembali ke ruang perawatan anaknya.


"Ah, iya tunggu" Alisha memegang pergelangan tangan Alison.


Alison menolehkan kepalanya "Ada apa?" Tanyanya pada Alisha.


Lama terdiam, Alisha segera melepaskan tangannya pada lengan Alison "Kenapa bahu kamu bisa terluka? Apa terjadi sesuatu dengan kamu?" Tanyanya.


Alison menyunggingkan senyumannya "Apa kamu mengkhawatirkan keadaanku?" Tanyanya balik.


Alisha menggelengkan kepalanya "Tidak, aku hanya ingin tahu saja, kalau kamu tidak ingin memberi tahu juga tidak masalah untukku" Jawab Alisha berjalan mendahului Alison namun Alison menarik tubuh Alisha dan menghimpitnya di antara di dinding.


"Aku tahu kamu masih peduli padaku Lili, walaupun kamu saat ini berkata kalau kamu membenciku tapi dalam hatimu kamu pasti tidak pernah bisa benar - benar melupakanku"


"Tapi kenyataannya saat ini aku sangat membencimu atas semua yang kamu lakukan kepadaku dan hal itu bisa menjadi alasanku untuk tidak mengingat tentang kamu lagi" Ucap Alish menatap Alison tajam.


Alison meraba leher Alisha mengeluarkan sebuah kalung yang terpasang di leher Alisha "Kalung ini sudah sangat membuktikan kalau kamu tidak pernah melupakanku seberapapun luka yang pernah aku torehkan dulu" Alison mencium liontin pada kalung Alisa lalu berjalan meninggalkannya.


Alisha meraba kalungnya, ya dia memang selama ini tidak pernah melupakan Alison bahkan tanpa dia sadari kalung pemberian Killian yang tidak lain adalah Alison selalu terpasang di lehernya walaupun kadang sesekali dia melepaskan kalung itu tapi pada akhirnya dia tetap memakainya entah dengan alasan yang dia sendiri tidak tahu.


"Kamu benar aku tidak pernah melupakan Killian, pria pertama yang membuatku berdebar dan itu Killian bukan kamu Alison" Lirih Alisha dengan tatapan sayunya.

__ADS_1


Setelah dia bisa mengendalikan dirinya, Alisha segera keluar untuk kembali ke kamar perawatan Aaron, saat dia akan sampai di ruang perawatan anaknya, dia tidak sengaja bertemu dengan Dave di lorong rumah sakit.


"Dave" Ucap Alisha saat melihat Dave yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.


"Ah, hai Alisha, kamu kenapa ada di rumah sakit?" Tanya Dave.


"Aku sedang menjaga anakku yang di rawat di rumah sakit" Jawaban nya "Lalu kamu sendiri kenapa ada di sini?" Tanya Alisha.


"Aku tadi mengunjungi teman ku yang sedang sakit, kebetulan juga hari ini adalah waktu liburku" Balasnya.


"Kalau begitu, aku permisi lebih dulu, anakku pasti sendang menungguku" Pamit Alisha kepada Dave.


"Tunggu, bolehkan aku menjenguk anakmu, kamu tenang saja aku tidak ada niat apa - apa, aku hanya ingin bertemu dengannya kebetulan juga aku saat ini di sini" Izinnya kepada Alisha untuk menemui Aaron.


Alisha terdiam sejenak untuk menimbang apakah dia mengizinkan Dave untuk menemui Aaron apa tidak, apalagi di dalam ada Alison juga.


"Aku....."


Dave menolehkan kepalanya ke belakang dan hal pertama yang dia lihat adalah tatapan tajam milik Alison.


Saat sampai di samping Alisha, dengan posesif dia memeluk pinggang Alisha dan merapatkan tubuh mereka.


"Siapa kamu?" Tanya Alison dengan nada tidak sukanya.


"Saya Dave Sir teman kerjanya Alisha, ah iya bukankah anda pemilik dari Whingston Grup?" Ujar Dave.


"Jadi kamu salah satu pegawai di perusahaanku" Balas Alison.


Dave memasang wajah bingungnya "Iya sir, Ah apa anda dan Alisha ada hubungan khusus sir?" Tanyanya menatap ke arah Alisha.


Alisha yang di tatap seperti itu oleh Dave merasa tidak enak, apa lagi pelukkan tangan Alison di pinggangnya semakin mengerat.

__ADS_1


"Itu bukan urusan kamu, jika memang sudah tidak ada yang kalian bicarakan, aku akan membawa Alisha ke ruang perawatan anaknya"


Tanpa menunggu jawaban Dave, Alison menarik sedikit paksa Alisha menjauh dari Dave.


"Al lepas" Pinta Alisha saat genggaman Alison pada pergelangan tangannya semakin mengerat dan menyeretnya menjauhi Dave, namun itu tidak membuat Alison mengendurkan cengkeramannya, lalu dia menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah belakang dimana Dave sendang menatapnya masih dengan raut bingungnya, dia sedikit menundukkan kepalanya dengan gumanan, dia meminta maaf kepada Dave atas Aya yang baru saja terjadi.


Dave menyeringai kejam menatap kepergian Alison dan Alison "Ah ternyata dia tidak mengenali penampilan baruku, itu akan semakin memudahkan aku untuk membawa Alisha pergi dan melenyapkan anak kalian karena aku tidak akan lagi membiarkan ada ikatan yang membuat suatu hari nanti kalian akan menikah, karena hingga dulu sampai sekarang hanya aku yang berhak memiliki Alisha seutuhnya" Ucapnya dengan tatapan yang tidak terbaca.


Sedangkan dengan kasar Alison menghentakkan tangan Alisha, dia kembali memojokkan Alisha di dinding lalu mengunci tubuh Alisha dengan salah satu tangannya yang tidak terluka.


"Kamu apa - apa an sih Al, minggir" Alisha berusaha lepas dari lingkungan Alison.


"Aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain Alish" Tekan Alison pada setiap ucapannya dengan nada penuh intimidasi


"Apa hak kamu melarang aku, ingat kita bukan siapa - siapa jadi kamu tidak berhak melarang ku untuk dekat dengan siapapun"


"Kamu adalah wanitaku Alisha, dari dulu hingga sekarang kamu hanya milikku dan sampai kapanpun akan tetap menjadi milikku" Geram Alisha


"Aku bukan milik siapa - siapa termasuk milik kamu" Alisha mendorong sekuat tenaga bahu kanan Alison yang tidak terluka.


Alison membiarkan Alisha pergi "Setelah semuanya masalah ini selesei, aku akan menjadikan kamu milikku seutuhnya dalam ikatan pernikahan" Ucap Alison.


Walaupun Alison dulu punya prinsip untuk tidak akan pernah menikah, namun sejak bertemu Alisha membuatnya merubah prinsip hidupnya karena ingin memiliki Alisha hanya untuknya dalam sebuah ikatan.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2