
Masih terus teringat oleh Alisha kejadian beberapa bulan lalu yang menimpanya bukan hanya tentang ancaman pria tersebut yang akan membunuhnya tetapi juga sebuah perkataan Killian dari sambungan telfon yang membuat hatinya begitu hancur.
"Alisha maaf kurasa aku tidak perlu terus berpura - pura untuk menyukaimu, seperti yang dikatakan Michael kalau aku selama ini tidak pernah serius dengan seorang wanita dan hanya mempermainkannya lalu mencampakkannya jika aku sudah bosan, jadi mulai sekarang kita akhiri hubungan kita karena dari awal aku tidak pernah mencintaimu dengan tulus" Ucap Killian dari sambungan telfon
Alisha masih ingat betul perkataan Killian tersebut bahkan setelahnya Killian tidak pernah lagi menghubunginya, berkali - kali dia menyuruh Michael untuk menghubungi Killian tapi nomer ponselnya sudah tidak aktif, Killianpun sudah tidak pernah datang lagi ke kampusnya maupun datang kerumahnya.
Rasa sedih dan kecewa tentu saja dia rasakan apalagi saat ada salah satu orang yang datang kepadanya dan mengatakan kalau kejadian buruk yang selama ini menimpanya ada hubungannya denga Killian.
"Kakak melamun" Tanya Michael saat melihat Alisha hanya diam saja.
Alisha tersentak kaget dari lamunannya "Ah, tumben kamu sudah pulang?"
Michael tersenyum kecut "Ada sedikit masalah di tempat kerja" Balas Michael berusaha menyembunyikan sesuatu dari Alisha.
"Baiklah, istirahatlah kamu pasti capek" Suruh Alisha yang di angguki oleh Michael
Alisha melepas kalung pemberian Killian dari lehernya, dia sudah lelah menunggu Killian kembali, dia sempat berharap kalau Killian akan datang menemuinya dan menjelaskan semuanya namun sampai sekarang apa yang diharapkannya tidak pernah terwujud dan Killian nya tidak akan pernah kembali.
***
"Alisha"
Alisha yang sedang duduk di teras rumahnya menolehkan kepalanya saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"Bibi Anne"
"Michael sekarang berada di kantor polisi" Ucap Bibi Anne dengan nada khawatir.
"Bagaimana bisa, apa yang terjadi dengan Michael?"
"Leon mengatakan kalau Michael di tuduh mencuri uang di cafe tempatnya bekerja"
Leon sendiri merupakan keponakan bibi Anne yang juga teman dekat Michael selain Killian.
"Tidak mungkin, aku yakin Michael tidak mungkin melakukannya, aku tahu betul seperti apa adikku itu" Lirih Alisha.
"Bibi juga tidak percaya kalau Michael melakukan hal seperti itu, lebih baik kita sekarang ke kantor polisi untuk menemui Michael, tadi Bibi sudah meminta bantuan Leon untuk mengantar kita menemui Michael"
***
Setelah menemui Michale dan berbicara dengannya, Alisha termenung di taman yang tidak jauh dari kantor polisi, tadi dia meminta sedikit waktu kepada Bibi Anne untuk memikirkan semua masalah ini.
__ADS_1
"Dari mana aku mendapatkan uang lima puluh juta dollar dalam waktu satu Minggu" Guman Alisha pada dirinya sendiri.
Dia tidak tahu pasti bagaimana adiknya itu bisa di tuduh mengambil uang sebanyak itu.
"Nona Alisha" Panggil seseorang kepada Alisha.
"Ya, apa kita saling kenal?" Tanya Alisha.
"Bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda"
Alisha mengernyitkan keningnya lalu menganggukkan kepalanya.
"Saya mendengar anda membutuhkan uang yang cukup banyak, saya bisa membantu anda membebaskan adik anda tapi ada jaminan untuk semua itu"
"Apa jaminannya?" Tanya Alisha dengan spontan, yang dipikirkannya saat ini hanyalah kebebasan adiknya, apapun jaminan yang ditawarkan dia akan berusaha memenuhinya termasuk jaminan menggunakan rumah peninggalan orang tuanya.
"Saya bisa memberikan jaminan untuk kebebasan adik anda jika anda mau menghabiskan selama satu malam bersama atasan saya"
DEG
Alisha hampir tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya tapi semua ini memang nyata, dia hanya bisa terdiam memikirkan semuanya.
"Anda tidak perlu terlalu terburu buru untuk menjawabnya, saya akan memberi waktu selama tiga hari, dan ini ponsel yang akan di gunakan Tuan saya untuk menghubungi anda jika memang anda bersedia melakukannya"
Tanpa sengaja pikirannya melayang kepada Killian, namun dia segera menepisnya karena baginya sekarang Killian adalah masa lalunya yang harus dilupakannya, semua perkataan Killian masih begitu membekas di hatinya dan sejak dimana Killian memutuskan untuk pergi darinya, di situ juga dia menyadari kalau memang tidak pernah ada cinta dari Killian untuknya.
"Baik, aku menyetujuinya tapi aku harap anda menepati janji anda untuk mengeluarkan adikku dari penjara"
"Anda tidak perlu khawatir, setelah anda melakukannya, saya juga akan menepati ucapan saya"
Setelah kepergian pria tadi, Alisha menatap kosong ke arah depan, bagaimana bisa pada akhirnya dia menyerahkan hak paling berharga yang dia punya untuk pria yang bukan suaminya, bukankah ini tidak ada bedanya jika saat itu Davin yang mengambilnya.
Tanpa terasa satu tetes air mata membasahi pipinya "Maaf" Ucap Alisha lirih entah itu di tunjukkan kepada siapa.
***
Malam yang sangat Alisha harapan tidak pernah datang akhirnya datang juga, hari ini dia akan melepaskan keperawanan nya untuk pria yang bahkan tidak dia kenal sama sekali, dia yakin jika Michael tahu kalau dirinya menjual dirinya untuk mengeluarkan Michael dari penjara pasti dia akan sangat marah padanya namun dia sudah tidak ada pilihan lain selain ini, dia sendiri tidak yakin kalau bisa membayar uang jaminan sebanyak itu jika bukan dengan cara ini.
Pintu kamar hotel yang saat ini ditempati Alisha terbuka dari luar.
Ceklek
__ADS_1
"Tuan ingin berbicara dengan Anda nona" Pria tersebut menyerahkan ponselnya kepada Alisha.
Alisha menempelkan ponsel pemberian pria tersebut ke telinganya.
"Aku akan memberikanmu uang seratus juta dollar jika kamu mau menghangatkan malamku dengan penuh gairah" Ucapan seorang pria dari seberang telepon.
"Mak...sud tuan?" Tanya Alisha
"Aku akan menambahkan uang yang kamu butuhkan dua kali lipat jika aku merasa puas malam ini"
Alisha terdiam, dia merasa harga dirinya sebagai perempuan di rendahkan tapi bukankah ini semua sudah menjadi keputusannya jadi tidak mungkin jika dia harus mundur jika dia sudah melangkah sejauh ini.
"Panggil aku Key, sebut itu setiap kamu ingin meneriakkan namaku sepanjang malam ini saat kita berdua menyatu"
Panggilan terputus sebelum Alisha menjawab semua perkataan pria di seberang telfon.
"Ada beberapa aturan yang harus anda patuhi malam ini nona"
"Peraturan?" Tanya Alisha tidak mengerti.
"Tuan akan menutup telinga anda, dan hanya tuan yang akan melepas penutup telinga anda jika Tuan sudah selesai dengan kegiatannya"
"Kenapa telingaku harus di tutup" Tanya Alisha bingung.
"Anda tidak perlu tahu alasannya, anda hanya perlu menuruti semuanya dan besok anda bisa melihat adik anda terbebas dari penjara"
Setelah mengatakan hal tersebut, pria tadi keluar dari kamar hotel yang di tempati Alisha.
Menunggu cukup lama terdengar suara pintu terbuka dari luar, dia bisa mencium aroma maskulin seorang pria dan juga suara derap langkah yang membuat jantungnya berdegup sangat cepat karena rasa takut dan gugupnya.
"Tuhan, apakah ini akhir dari semua hak yang aku jaga selama ini" Lirih Alisha di dalam hati.
.
.
.
Bersambung
Cuma sekedar info kayaknya bab selanjutnya akan ada adegan dewasanya entah itu 21+ atau 18+ 🌝
__ADS_1
jadi bisa dibaca untuk yang sudah cukup umur ya😌
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏