
Sudah lebih dari tujuh hari Aaron terbaring sakit di ranjang rumah sakit, hingga saat ini belum ada tanda - tanda kalau Aaron akan membuka matanya.
Sejak kejadian dimana Alisha mengetahui semua kebenaranya dan Alison yang mendonorkan darahnya untuk Aaron, hubungan mereka berdua belum juga membaik hingga sekarang.
Alisha sendiri terus berusaha menghindari Alison, entah itu di rumah sakit maupun saat berada di kantor, tidak ada pembicaraan di antara mereka sejak tiga hari lalu.
Bahkan saat dia menawarkan untuk cuti dan fokus untuk menjaga Aaron dia menolak dengan tegas dengan alasan dia membutuhkan biaya untuk pengobatan Aaron dan itulah yang menjadi percakapan terakhirnya bersama Alisha.
Dan melalui Michael dia menanggung semua biaya rumah sakit Aaron karena dia yakin kalau dia melakukan secara langsung maka sudah di pastikan kalau Alisha akan menolak hal tersebut, walaupun fakta mengatakan kalau itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang ayah untuk Aaron.
"Kapan kamu membuka mata Aaron, Dad sangat merindukan senyum dan tawa kamu, bukankah kamu berkeinginan untuk bermain bersama dad lagi di ruang bawah tanah, jadi cepatlah sadar dan dad akan ajarkan kamu bagaimana cara bermain pistol dan belati sesuai keinginan kamu dulu" Ucap Alison yang hanya bisa di dengar oleh dirinya saja.
Dia melihat jam di pergelangan tangannya, dia ternyata baru menyadari kalau dia sudah hampir dua jam berada di ruang perawatan Aaron dan hampir melupakan jadwal meeting nya siang ini yang tidak bisa dia wakilkan kepada Edgar.
Alison mengusap pelan kepala Aaron yang tertutup perban "Dad harus kembali berkerja, besok dad akan kesini lagi" Pamit Alison.
Saat Alison sudah pergi dari ruang perawatan, tanpa ada yang menyadari kalau jari kanan Aaron bergerak sendiri.
Sedangkan di luar ruangan sudah ada Clara, kekasih Michael yang juga ikut turut bergantian menjaga Aaron jika Michael dan Alisha sendang bekerja.
"Saya titip Aaron kepada kamu, saya harus kembali bekerja" Ujar Alison kepada Clara.
"Iya sir, saya akan menjaga Aaron" Ucap Clara kepada Alison lalu Alison berjalan pergi dari ruang perawatan Aaron untuk kembali lagi ke kantor.
Clara menghela nafasnya pelan "Aku tidak menyangka kalau ayah kandung Aaron adalah Mr. Alison Whingston"
***
Siang sudah berganti malam kini secara bergantian Alisha dan Michael yang menjaga Aaron, mereka kini sedang duduk berdampingan di sofa yang tidak jauh dari tempat dimana Aaron sedang berbaring dengan alat penunjang kehidupannya.
__ADS_1
"Aku bisa melihat Killian, maksud aku Alison benar - benar tulus menyayangi Aaron, terlepas dari apa yang pernah dia lakukan dulu, aku masih berharap kakak mau merubah ucapan kakak beberapa hari lalu, setidaknya hal itu demi Aaron" Ucap Michael.
Alisha menatap ke arah Michael dengan mata lelahnya yang kurang tidur "Apa aku benar - benar terlalu egois jika tidak mengatakan kepada Aaron kalau ayahnya selama ini begitu dekat dengannya, apa aku terlalu berlebihan jika aku takut kalau Alison akan memisahkan ku dengan Aaron dan membawa Aaron menjauh dariku?"
"Aku yakin Alison tidak mungkin tega memisahkan kakak dengan Aaron, walaupun apa yang dilakukannya tujuh tahun lalu akan terus meninggalkan luka untuk kakak, tapi setidaknya berusahalah berdamai dengan semua kebenaran ini demi Aaron yang sangat merindukan keberadaan ayah kandungnya" Ucapnya dengan nada memohon.
"Aku tidak meminta kakak untuk memaafkan Alison, namun aku hanya meminta kakak membiarkan Aaron tahu kalau Alison merupakan ayah kandungnya" Lanjutnya
Alisha terdiam cukup lama akhirnya dia memutuskan untuk sedikit mengesampingkan egonya "Aku akan berusaha melakukannya demi Aaron dan hanya sebatas karena Aaron" Lirihnya.
Michael menatap dalam Alisha, dia yakin kalau kakaknya dan Alison masih saling mencintai sama seperti dulu hanya saja keadaan lah yang membuat kakaknya terpaksa membohongi perasaanya sendiri.
Alisha berjalan ke arah brankar tempat dimana Aaron berbaring dengan bertaruh nyawa "Apa mom harus berdamai dengan masa lalu dengan membiarkan kamu tahu siapa ayah kandung kamu, apa itu yang kamu inginkan sayang?" Bisik Alisha di samping telinga Aaron dengan nada rendahnya yang membuat jari tangan Aaron bergerak sedikit sebagai jawaban atas pertanyaan Alisha.
Michael hanya bisa terdiam melihat interaksi antara kakaknya dan Aaron yang tidak mendapat respon apapun dari keponak kan nya itu, Lalu ingatannya melayang pada kejadian beberapa hari yang lalu saat Alisha amat sangat marah karena dia sudah menyembunyikan semuanya.
Flashback On
Kini kondisi Aaron kembali stabil setelah transfusi darah yang di lakukan Alison berhasil, tidak satupun dari mereka yang membuka suara.
"Saat Alison mengantar kakak pulang, aku tidak sengaja bertemu dengannya di depan flat"
Alisha menganggukkan kepalanya "Lalu kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku"
"Alison memintaku untuk menyembunyikan semuanya sampai dia sendiri yang mengatakan kepada kakak"
"Apa kamu juga baru mengetahui kalau ayah Aaron adalah Alison pada saat itu juga" Tanya nya lagi
"Ya" Michael memilih untuk tidak mengatakan kalau sebenarnya dia sudah mencurigai Alison sejak dulu hanya saja dulu dia tidak punya pembuktian tentang apa yang dicurigainya.
__ADS_1
"Lalu apa Alison juga yang menyuruh kamu untuk tidak memberikan fotonya kepadaku saat pertama kali aku bisa melihat dan ingin melihat seperti apa wajahnya dulu"
Michael memejamkan matanya lalu membukanya kembali "Kakak benar dan itu semua aku lakukan untuk memenuhi persyaratan yang Alison minta sebelum dia membiayai operasi mata kakak"
Alisha tidak lagi mengajukan pertanyaan kepada adiknya, pikiran dan tubunya terasa teramat lelah dengan kejadian yang terjadi hari ini benar - benar menguras habis tenaga dan emosinya, dia bahkan masih belum percaya fakta mengenai Alison, dia merasa kalau semua ini seperti mimpi baginya.
Flashback Off
"Anak Alisha dan Alison di rawat di rumah sakit dan saat ini dalam kondisi kritis"
"Apa aku perlu melenyapkannya saat ini juga" Sahutnya.
"Jangan lakukan hal bodoh Danilla, aku yakin kalau diam - diam Alison menyuruh anak buahnya untuk menjaga anaknya dari kejauhan, dan kalau sampai kamu ketahuan, hal itu akan menghancurkan rencana kita" Ucapnya dengan nada dingin penuh ketegasan.
"Lalu mau sampai kapan rencana ini selalu kita tunda Dave, bukankah kamu sudah berjanji cepat atau lambat kita harus menjalankan rencana yang sudah tersusun sejak lama"
Dave mendekat ke arah Danilla dan mencengkram pinggulnya dengan erat "Setelah anak Alisha keluar dari rumah, itupun kalau anak itu masih bisa membuka matanya" Ujarnya.
Danilla membelai lembut dada telanjang Dave "Aku berharap kalau anak itu tidak akan pernah membuka matanya lagi, jadi tugas kita hanya perlu melenyapkan Alisha saja" Ucap Danilla yang membuat Dave berusaha menahan geraman nya.
"Sekarang layani aku" Dave mendorong tubuh Danilla dengan kasar lalu mereka melakukannya dengan Dave yang membayangkan Danilla adalah Alisha.
"Akhhh, kamu sangat nikmat Alisha" Racau Dave yang tidak terlalu di pedulikan oleh Danilla yang juga menikmati setiap perlakuan Dave di tubunya walaupun tanpa kelembutan sama sekali.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏