Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Pernikahan Dave dan Alisha


__ADS_3

"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Tanya Alison saat dokter yang menangani Aaron keluar dari ruang UGD.


"Kondisi pasien cukup buruk, banyak luka memar pada tubuhnya, pasien juga mengalami pendarahan pada kepalanya dan yang terparah luka pada kakinya yang mengalami retak yang membuat saraf pada kakinya tidak berfungsi dengan baik, saya belum bisa memastikan keadaan selanjutnya namun kemungkinan jika kondisi pada kakinya semakin parah, hal itu bisa menyebabkan kelumpuhan" Jelasnya.


"Lumpuh?"


"Tapi anda tidak perlu khawatir dengan rutinnya di lakukan terapi kemungkinan putra anda untuk sembuh pasti ada, namun...."


"Namun apa dok?" Tanya Alison dengan tidak sabaran.


"Untuk pendarahan pada otaknya bisa menyebabkan terganggunya fungsi pada optimal otaknya, jadi perlu observasi yang lebih dalam lagi untuk mengetahui seberapa persen putra anda bisa kembali normal lagi" Ucap dokter yang membuat tubuh Alison seketika melemah.


Kedua tangan Alison mengepal kuat "Lakukan yang terbaik untuk putra saya, berapapun akan saya bayar untuk kesembuhannya"


"Tentu kami akan melakukan yang terbaik" Ucap dokter sebelum memindahkan tubuh Aaron ke ruang ICU.


Alison menatap tubuh Aaron dari balik kaca ruang perawatannya, banyak perban yang terpasang pada tubuh anaknya, bahkan alat penunjang kehidupan yang digunakan oleh Aaron saat ini lebih banyak dari sebelumnya.


"Tuan" Panggil Edgar yang berdiri di belakang tubuh Alison.


"Jaga Aaron, aku akan menyelesaikan apa yang memang harus aku seleseikan sejak dulu"


"Baik Tuan, saya akan menjaga Tuan muda Aaron selama anda pergi dan saya juga sudah menyiapkan sesuatu yang anda minta tadi di dalam mobil" Jawab Edgar.


Alison menganggukkan kepalanya lalu berjalan menjauh untuk menyusul keberadaan Dominic dan Raynand.


Di mansion keluarga besar Whingston, Miranda berusaha mencari cara agar bisa pergi ke Manhattan untuk menemui Alison, ada hal penting yang harus dia sampaikan kepada adiknya itu, apalagi Alison tidak pernah mau mengangkat telfon darinya jadi dia perlu untuk secepatnya mengatakan hal yang harus Alison ketahui sejak dulu.


"Apa kamu yakin akan pergi menemu Alison di Manhattan" Tanya Darren yang tak lain adalah suami dari Miranda, laki - laki baik hati yang sudah menyelamatkan Miranda dari kehancurannya.


"Ya, aku harus kesana untuk menemuinya, aku harus membicarakan soal kondisi mom yang terus menurun akibat merindukannya" Alibi Miranda.


Dia terpaksa berbohong kepada Darren mengenai niatnya untuk menemui Alison karena cukup dirinya dan mendiang ayahnya lah yang tahu tentang masa lalunya yang tidak baik.


"Tapi bagaimana jika dia menolak untuk bertemu dengan kamu?"


"Alison tidak akan menolak kedatanganku jika hal itu menyangkut mom, aku tahu di lubuk hatinya dia sangat menyayangi mom walau dia terlihat tidak peduli"

__ADS_1


"Kalau kamu yakin untuk menemui Alison maka pergilah, aku akan mengatakan kepada mom kalau kamu sedang pergi liburan bersama teman - temanmu agar mom tidak melarang kepergian kamu" Jelas Darren kepada Miranda.


"Terima kasih, aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membalas semua kebaikan kamu kepadaku" Ucap Miranda memeluk tubuh suaminya dengan erat.


Darren membalas pelukkan Miranda "Dengan kamu tetap berada di sisiku itu sudah cukup untukku"


Dalam hati, Miranda berkali - kali mengucapkan kata maaf kepada Darren karena sampai sekarang dia belum bisa membalas perasaan cinta Darren sebab lukanya di masa lalu nya belum benar - benar sembuh dan hatinya pun masih bertaut pada laki - laki yang sudah berhasil meluluh lantahkan dunianya.


Darren mengurai pelukkan antara mereka berdua "Bersiaplah, aku akan memesankan tiket ke Manhattan untuk kamu"


Miranda mengangguk lalu keluar dari ruang kerja Darren untuk segera menyiapkan pakaian yang akan dia bawa selama dia berada di Manhattan.


"Semoga kamu tidak berbohong Miranda" Ucap Darren setelah tubuh Miranda tidak terlihat lagi.


Sedangkan Miranda kini memasuki ruang kerja ayahnya lalu mengambil sesuatu dari laci meja kerja ayahnya yang sengaja dia kunci rapat.


"Maafkan mom karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik, maaf karena tidak menyadari keberadaan kamu lebih awal" Miranda memeluk erat foto USG miliknya beberapa tahun lalu


Sejak dia kehilangan anaknya karena ulah laki - laki yang dulu sangat dia cintai membuat Miranda hampir saja melakukan percobaan Bun*h di*i andai saja tidak ada Darren yang saat itu menolongnya.


"Kita akan bertemu ayah kamu nak" Ucap Miranda membawa foto usg itu keluar bersama dengan beberapa berkas perawatan rumah sakitnya dulu.


Alisha menatap pantulan dirinya dari kaca dengan sedih bahkan air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya keluar juga.


Gaun pengantin yang dia pakai saat ini menandakan kalau dia harus menepati janjinya kepada Dave kalau dia akan menikah dengannya demi menyelamatkan nyawa Aaron, anaknya.


Pernikahan mereka di adakan di tempat yang cukup rahasia yang mungkin tidak akan di hadiri oleh orang yang Alisha kenal termasuk adiknya.


"Maaf, maafkan mom Aaron karena mungkin setelah ini kita tidak bisa bertemu lagi, semoga kamu mendapat kebahagiaan bersama ayah kamu" Lirih Alisha di sertai dengan isakkan.


Berkali - kali Alisha sudah mencoba untuk kabur namun penjagaan dari anak buah Dave untuknya sangat ketat yang membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.


Ceklekkk


"Kamu terlihat sangat cantik, Alisha" Dave berjalan mendekati Alisha dengan senyum menawannya yang justru membuat Alisha semakin tertekan dan ketakutan.


Alisha hanya diam saja tidak menyahuti ucapan Dave, justru kini air matanya menetes dengan tidak terkendali.

__ADS_1


"Jangan menangis sayang, seharusnya kamu hari ini bahagia karena pernikahan kita sebentar lagi akan dilakukan" Ucap Dave mengusap air mata Alisha


"Aku menunggu kamu di altar" Bisik Dave mengecup pipi Alisha singkat.


Dave berjalan keluar meninggalkan Alisha yang semakin merana karena memikirkan nasibnya yang sejak dulu tidak pernah beruntung.


Tidak lama pintu kamar yang di tempati Alisha kembali terbuka "Nona, saya yang akan membawa anda berjalan ke altar untuk menemui Tuan Dave" Ucap seorang pria paruh baya yang tidak di kenalnya.


Ingin rasanya, dia memutar kembali semuanya, dan menuruti ucapan Alison mungkin dia tidak akan berakhir harus menikahi Dave laki - laki yang tidak pernah dia cintai.


"Al aku mohon, tolong aku" Jerit hati Alisha penuh dengan permohonan.


Dengan mata yang masih terlihat sembab, dia berjalan mendekati Dave yang berdiri gagah dengan pakaian tuxedo putihnya namun tidak berhasil membuat Alisha terpesona, sedangkan acara pernikahan ini hanya di hadiri tidak lebih dari sepuluh orang yang seluruhnya dia yakini kalau mereka adalah anak buah Dave.


Pria paruh baya tersebut menyerahkan tangan Alisha kepada Dave yang diterima dengan senyum kebahagiaan oleh Dave, sungguh sangat berbanding terbalik dengan suasana hati Alisha saat ini.


Janji suci mulai di bacakan oleh Dave, hingga tanpa terasa kini tinggal gilirannya.


Alisha memejamkan matanya ketika Dave sudah selesai membacakan ikrar janji pernikahan mereka.


"Alison, aku sangat mencintai kamu" Ucap Alisha dalam hati.


Walaupun ini terlambat setidaknya Alisha mengatakan perasaannya meskipun hanya di dalam hatinya saja sebab harapannya tetap sama, dia ingin Alison menolongnya dan menghentikan pernikahan ini.


Alisha menarik nafasnya pelan lalu berusaha mengontrol nada suaranya agar tidak bergetar, apalagi saat dia melihat tatapan tajam Dave yang penuh intimidasi.


"Sa-ya Alisha Eleana............"


.


.


.


Bersambung.


Ternyata jodohnya Alisha adalah Dave, kapal Alisha dan Alison sudah tidak memungkinkan lagi ya😌

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏


__ADS_2