
"Mom" Panggil Aaron saat pintu penthouse Alison terbuka.
"Aaron" Balas Alisha langsung menghambur memeluk Aaron.
"Mom khawatir sama kamu, jangan seperti ini lagi ya" Ucap Alisha memeluk tubuh Aaron.
"Maafkan Aaron karena sudah membuat Mom khawatir tapi Aaron juga khawatir dengan kondisi paman Alison yang lengannya tertembak karena menyelamatkan Aaron" Ujarnya.
Alisha berdiri dari jongkoknya lalu menatap ke arah Alison yang berdiri tidak jauh darinya.
"Terima kasih sir karena sudah menolong anak saya" Ucap Alisha dengan tulus.
Alison menganggukan kepalanya "Itu sudah kewajiban ku" Jawab Alison yang membuat Alisha bingung dengan kata kewajiban yang dimaksud Alison namun Alisha tidak terlalu memikirkannya, dia berfikir mungkin yang dimaksud adalah kewajiban sebagai sesama manusia.
"Kalau begitu saya akan membawa Aaron pulang, sekali lagi terima kasih sir" Alisha menggandeng tangan Aaron namun Aaron diam tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
"Kenapa?" Tanya Alisha melihat raut perubahan wajah anaknya.
"Tidak bisakah hari ini kita menginap di sini Mom?" Tanya Aaron.
Merasa tidak enak dengan permintaan anaknya dia melirik ke arah Alison yang hanya diam saja memperhatikannya.
"Tidak sayang, itu akan merepotkan Paman Alison" Jawab Alisha.
"Menginaplah di sini bersama anakmu, lagian di luar juga sudah mulai gelap dan hari ini suhu di luar juga sendang dingin" Sahut Alison.
Ingin rasanya dia menyebut Aaron sebagai anak mereka bukan hanya anak Alisha, namun dia harus bisa menahannya sampai waktunya dia mengatakan semua kebenarannya, tentunya setelah dia bisa menemukan keberadaan Davin.
"Tidak perlu Sir, kami akan pulang naik taksi saja"
"Mom" Lirih Aaron dengan nada memohon nya.
Sebenarnya Alisha sendiri bingung dengan sikap anaknya, tidak biasanya Aaron begitu mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya apalagi ini adalah pertemuan kedua untuk anaknya dan juga atasannya itu tapi entah kenapa mereka terlihat sudah sangat akrab.
"Baiklah jika itu memang tidak merepotkan Anda sir"
Pada akhirnya dia tidak bisa menolak permintaan anaknya, apalagi Aaron yang memang wajah memelasnya.
"HOREEE" Teriak Aaron bahagia.
"Ayo paman kita lanjutkan membuat kuenya" Ajak Aaron menarik tangan Alison.
Ya, mereka berdua memang sedang membuat kue, sebelum Alison menghubungi Alisha tentang keberadaan Aaron, dia sudah berjanji kepada Aaron untuk membuat kue bersama, walaupun kehidupan Alison yang terkesan kejam dan hitam namun dia memang berbakat dalam membuat kue karena sejak kecil dulu dia selalu membantu ibunya membuat kue untuk keluarga mereka namun semua itu harus berakhir sejak ayahnya menunjukkan sikap kejamnya kepadanya saat usiannya baru menginjak 10 tahun dan mengubah kepribadian Alison yang ceria dan mudah bergaul menjadi pendiam dan kasar.
Aaron kini sudah berdiri di di atas patri dapur, sedangkan Alison sedang memasukkan adonan kedalam loyang, Alisha tersenyum melihat interaksi antara Aaron dan Alison, ada perasaan hangat yang menjalar ke hatinya.
"Sekarang kita tunggu kuenya matang" Ucap Alison.
__ADS_1
"Oke paman"
"Apa kamu mau menonton DVD" Tanya Alison kepada Aaron "Paman punya banyak film bagus, kamu bisa pilih mana yang kamu suka" Lanjutnya.
"Benarkah paman? Aaron bisa memilih sendiri film kesukaan Aaron?"
"Tentu" Jawab Alison.
Aaron berlari menuju ruang kelurga, dia sudah tidak sabar ingin menonton film kesukaannya.
"Sir" Panggil Alisha ketika Alison akan berjalan menghampiri Aaron.
"Ya?" Alison menolehkan kepalanya.
"Terima kasih karena sudah membuat Aaron banyak tersenyum hari ini, saya juga berhutang nyawa kepada anda karena sudah menyelamatkan anak saya"
"Kamu sudah mengucapkan terima kasih untuk hari ini sebanyak tiga kali" Balas Alison.
"Saya tidak akan berhenti mengucapkan terima kasih, sampai saya bisa membalas semua kebaikan anda" Ucap Alisha mantap.
Alison berjalan mendekat ke arah Alisha "Apa kamu benar ingin membalas semua kebaikanku?" Tanyanya.
Alisha menganggukkan kepalanya, Alison semakin mendekatkan dirinya ke arah Alisha, di tatapannya tajam mata Alisha yang membuat jantung Alisha berdetak cepat, ketika dia ingin menghindar dari tatapan Alison, kepalanya segera ditarik mendekat dan mata Alisha terbelalak kaget saat merasakan bibir Alison yang menempel di bibirnya.
Dengan pelan di ******* bibir Alisha dalam menyalurkan semua rasa rindunya selama tujuh tahun ini, erangan lirih dikeluarkan Alisha saat Alison semakin memperdalam ciuman mereka.
Setelah puas mencium bibir Alisha yang sejak dulu menjadi candu untuknya, Alison segera melepas bibirnya dari bibir Alisha, lalu jari jempolnya mengusap lembut bibir bawah Alisha yang terlihat basah.
***
Setelah kelelahan menonton film dan memakan hampir semua kue buatan Alison, Aaron tertidur di atas sofa dengan lelapnya.
"Aku akan memindahkan Aaron ke kamar tidur"
"Biar saya saja yang memindahkannya sir"
Ucap Alisha setelah sedari tadi terdiam.
"Aku tidak yakin kamu bisa memindahkan tubuh Aaron yang sebesar ini dengan tubuh kecilmu" Ucap Alison yang menusuk tepat di jantung Alisha
Tanpa menunggu jawaban dari Alisha, dia lebih dulu mengangkat tubuh Aaron dan membawanya memasuki kamar tidurnya.
Sedangkan Alisha mengikuti berjalan di belakang dengan sedikit menggerutu "Untung bos" Ujar Alisha lirih dengan nada sedikit kesal karena fiisknya dihina oleh Alison.
"Kenapa masih berdiri di situ" Tanya Alison yang melihat Alisha hanya berdiam diri di depan pintu, sedari ciuman mereka di dapur Alisha menjadi sedikit canggung dengan Alison, entahlah mau marah karena Allison yang tiba - tiba menciumnya rasanya sulit, walaupun hatinya berusaha menolak keras setiap perlakuan Alison namun nyatanya tubuhnya tidak bisa menolak setiap sentuhan yang diberikan Alison kepadanya.
"Saya hanya bingung, dimana saya akan tidur?" Tanyanya.
__ADS_1
"Kamu bisa tidur di ranjang bersama Aaron"
"Lalu anda?"
"Aku bisa tidur di sofa luar seperti kemarin" Balas Alison yang berjalan ke kamar mandi untuk melihat lukanya.
Alisha duduk di samping ranjang menunggu Alison keluar dari kamar mandi, ada hal penting yang harus dia bicarakan mengenai Aaron, dia merasa kalau semua yang terjadi antara mereka ini salah, dia tidak mau membuat Aaron terlalu berharap dengan kehadiran Alison apalagi dia bisa melihat kalau Aaron begitu nyaman berada di samping pria itu karena bagaimanpun Alison tetaplah atasannya yang tidak akan pernah bisa menjadi lebih dari sekedar itu.
Merasa terlalu lama menunggu, Alisha berjalan ke arah kamar mandi dan mengintip dari kamar mandi yang pintunya sendikit terbuka, dia bisa melihat Alison yang sedang kesusahan mengganti perban pada lengannya.
"Apa kamu bisa membantuku?" Ucap Alison yang membuat Alisha berjengkit kaget.
"Ba-aik sir" Ucap Alisha dengan gugup karena ketahuan mengintip Alison dari celah pintu.
Alisha berjalan masuk lalu segera mengambil alih kegiatan yang di lakukan Alison, dengan penuh kesabaran dia membersihkan luka Alison dengan alkohol lalu menutupnya dengan perban baru yang sudah tersedia di dalam kamar mandi.
Alison sendiri tidak mengalihkan tatapannya dari Alisha yang terpantul dari kaca besar di depannya.
"Sudah selesei sir" Ujarnya dengan senyumannya yang membuat Alison tepaku.
Alisha yang tidak mendapat jawaban dari Alison segera mengangkat kepalanya dan tatapan mereka saling bertemu lewat pantulan kaca.
"Terima kasih" Ucap Alison yang dinagguki kepala oleh Alisha.
"Kalau begitu saya izin keluar" Sahut Alisha merasa canggung.
Alison menatap kepergian Alisha, lalu menatap wajahnya ke arah cermin, dia lalu membuka seluruh bajunya hingga terlihat luka memanjang di bagain perut sixs packnya yang dia dapatkan saat kecelakaan mobil, dan juga luka memanjang di punggungnya yang dia dapatkan saat ayahnya menyiksanya dulu.
"Apa kamu akan jijik jika melihat kondisi tubuhku yang tidak sempurna ini" Lirih Alison.
TING, Bunyi ponsel Alison yang menandakan adanya pesan masuk
"Tuan saya sudah berhasil menangkap orang yang berusaha menyakiti tuan muda Aaron"
"Bawa dia ke ruang bawah tanah Alexandrov, jangan menyentuhnya, biarkan aku yang menyiksanya"
Senyum devil muncul dari bibir Alison, matanya pun sudah menunjukkan aura yang mengerikan.
.
.
.
Bersambung
Next partnya bakalan ada adegan WARNING!!! untuk adegan penyiksaan yang akan di lakukan Alison tapi tenang nggak bakal seseram apa yang kalian bayangkan kok🙃
__ADS_1
Jangan lupa spam like dan komen ya, biar author nanti malam semangat up lagi
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏