
Alisha menyandarkan tubuhnya di belakang pintu kamarnya, air mata yang sangat dia hindari kini meneteskan kesedihannya kembali, rasa yang mulai tumbuh karena kedekatan antaranya dan Alison terpaksa dia pendam kembali.
"Kenapa harus seperti ini, kenapa aku tidak bisa terhindar dari rasa sakit yang selalu hadir sejak dulu" Lirih Alisha meluruhkan tubuhnya ke bawah lantai.
"Hiks, Hiks, Hiks, ternyata kamu sama saja dengan Killian, kamu sama dengan pria yang dulu sudah menorehkan luka untukku Alison" Alisha memukul dadanya yang terasa sesak.
Dia mengusap air matanya dengan kasar "Tidak Alisha, kamu tidak boleh lemah lagi hanya karena seorang pria, kamu harus jadi wanita kuat" Ucap Alisha menyemangati dirinya sendiri
Setelah memastikan di depan kaca kalau dia tidak seperti orang yang habis menangis, dia segera keluar dari kamar tidurnya.
"Kakak sudah pulang?" Tanya Michael yang sedang menyiapkan makan malam, dengan Aaron yang sedang memainkan ponsel milik Michael.
Alisha menganggukkan kepalanya "Kamu dari mana?" Tanya Alisha.
"Aku tadi melihat banyak bahan makanan yang kosong di kulkas jadi aku pergi ke supermarket untuk membelinya" Jawab Michael.
Aaron terlihat tersenyum bahagia ketika melihat ponsel Michael "Apa ada yang membuat kamu bahagia hari ini?" Alisha duduk di samping Aaron yang masih fokus dengan ponselnya.
"Mom apa ini Paman Alison?" Aaron menunjukkan ponsel Michael yang menampilkan wajah Aaron yang terpampang di salah satu portal pemberitaan internet.
"Iya itu Paman Alison" Jawab Alisha sebiasa mungkin walau perasaanya kembali terusik saat melihat foto Alison.
"Aaron sangat merindukan Paman Alison, apa kita bisa bertemu lagi dengan Paman Alison?" Pinta Aaron dengan tatapan memohonnya.
Hal itu membuat Alisha hanya bisa terdiam, inilah yang di takutkan Alisha ketika anaknya mulai akrab dengan orang lain selain dirinya dan Michael, apalagi orang itu adalah Alison yang sudah jelas tidak mungkin bisa setiap waktu bisa Aaron temui, bahkan mungkin tidak akan pernah bisa anaknya temui lagi.
"Paman Alison kan orangnya sibuk jadi akan sangat sulit untuk bertemu dengannya" Balas Alisha mengusap lembut kepada anaknya.
Wajah Aaron seketika murung "Tapi Aaron sangat ingin bertemu dengan Paman Alison mom" Lirih Aaron.
"Nanti kalau Paman Alison tidak sibuk, kamu pasti bisa menemuinya"
Dengan wajah yang masih di tekuk lesu, Aaron mengangguk kepalanya.
Alisha yang tidak tega melihat wajah Aaron yang sedih segera memeluk tubuh Aaron "Maaf" Lirih Alisha dengan suara sendunya.
__ADS_1
Sedangkan Michael yang mendengar percakapan antara ibu dan anak dari ruang keluarga hanya bisa terdiam lalu menghembuskan nafasnya pelan "Karena ke egoisan ayahmu, kamu yang harus menjadi korbannya, semoga kamu bisa merasakan kehangatan keluarga suatu hari nanti" Ujar Michael untuk Aaron.
***
"Ini surat pengunduran diri saya" Ucap Alisha kepada Edgar.
Edgar mengernyitkan keningnya dengan ucapan Alisha yang mengatakan akan mengundurkan diri.
"Apa alasan anda mengundurkan diri Mrs. Alisha?" Tanya Edgar.
"Mungkin karena saya kurang cocok bekerja di sini" Jawab Alisha yang semakin menambah kerutan bingung di kening Edgar karena baru kali ini ada karyawan yang mengundurkan diri karena biasanya justru banyak orang yang berlomba - lomba agar bisa bekerja di Whingston grup.
"Maaf Miss, tapi anda bisa memberikan surat pengunduran diri anda langsung ke Mr. Alison"
"Kenapa aku harus memberikannya kepadanya? bukannya anda yang bertanggung jawab untuk menangani pengunduran diri karyawan"
"Ya, memang saya yang bertugas melakukan hal itu, namun baru anda orang pertama yang mengundurkan diri dari Whingston Grup, jadi akan lebih baik jika anda langsung memberikannya kepada Mr. Alison" Ucap Edgar mengantarkan Alisha untuk memasuki ruangan Alison.
Sedangkan di dalam ruangannya, Alison memijit pelipisnya karena pusing di kepalanya akibat banyaknya minuman alkohol yang dia teguk kemarin malam.
"Masuk" Ujar Alison.
Pintu ruang kerjanya terbuka menampilkan sosok Edgar dan juga Alisha di belakangnya "Maaf Sir mengganggu waktu anda, Mrs. Alisha ingin bertemu dengan anda" Ucap Edgar yang membuat Alisha langsung menolehkan kepalanya karena tidak terima dengan ucapan Edgar.
Setelahnya Edgar keluar dari ruangan Alison dan meninggalkannya hanya berdua dengan Alisha.
Alisha meremas tangannya yang memegang map di belakang tubuhnya, entah kenapa saat ini dia seperti kehabisan kata hanya untuk mengucapkan alasannya menemui Alison.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Alisha?" Tanya Alison dengan suara seraknya menahan pusing pada kepalanya.
Lama terdiam Alisha masih berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengucapkan sesuatu yang ingin dia katakan kepada Alison "Sa-aya ingin memberikan surat pengunduran diri saya sir" Ucap Alisha dengan sopan setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya lagi walau dia mengucapkannya dengan nada sedikit gugup.
Seperti yang Alison duga kalau ucapan Alisha kemarin memang tidak main - main "Apa kamu tidak membaca isi kontrak kalau kamu mengundurkan diri sebelum masa percobaan kamu sebagai karyawan selama tiga tahun ini dan memilih untuk berhenti bekerja, maka kamu akan mendapatkan denda sebanyak satu milyar" Ucap Alison.
"A-aapa satu milyar?" Tanya Alisha terkejut.
__ADS_1
"Dan jika alasan kamu mengundurkan diri karena masalah kemarin lebih baik kamu urungkan saja, aku pun tidak berniat menyetujui surat pengunduran diri kamu" Balas Alison berdiri dari kursinya.
"Tapi saya tetap akan mengundurkan diri sir, saya akan berusaha membayar denda itu, tapi saya mohon beri saya waktu" Pinta Alisha.
Alison tersenyum miring mendengar ucapan Alisha "Apa kamu yakin bisa membayar uang dengan tersebut dalam waktu satu bulan?" Tanya Alison lagi.
"Saya yakin sir tapi tolong beri saya waktu lebih banyak lagi" Ucap Alisha masih kekeh dengan keinginannya.
Saat sudah sampai tepat di depan Alisha, dengan perlahan di menyentuh wajah Alisha yang langsung di hindari oleh Alisha.
"Hanya itu yang ingin saya katakan, kalau begitu saya permisi sir" Tidak ingin terus terjebak hanya berdua saja dengan Alison yang berusaha menggoyahkan keinginannya, dia segera berpamitan untuk keluar dari ruangan Alison.
"Alisha" Panggil Alison memegang pergelangan tangan Alisha.
Alisha terdiam saat merasakan pergelangan tangannya terasa panas "Sir" Ucap Alisha membalikkan tubuhnya
"Sir anda..." Belum selesai Alisha menyelesaikan perkataannya tiba - tiba tubuh Alison ambruk ke dalam pelukan Alisha.
"Alison" Lirih Alisha dengan nada khawatir berusaha menahan badan Alison yang saat ini berada dalam pelukan nya.
.
.
.
Bersambung
Bisa - bisanya Om Alison si ketua mafia sakit cuma gara - gara Alisha😌
Hai, maaf kalau akhir akhir ini aku lama upnya soalnya emang lagi lumayan sibuk, terus aku juga lagi cari ide buat ceritaku yang satunya yang udah lama enggak up biar bisa segera aku tamatin...
Semoga kalian selalu setia membaca ceritanya 3A ini ya......
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1